Thursday, 16 July 2009

Hape = Hati resah

Siapa bilang punya hape itu identik dengan keren dan gaul?

nyatanya tidak juga...


justru dengan punya alat komunikasi seperti hape malah membuat hati jadi resah. Lho? kok bisa? jelas aja bisa. Contoh konkretnya begini...

Malam ini aku lagi sendirian, di kamar, nggak ada temannya, lagi sakit pula, kepinginnya sih ngobrol sama siapa gitu kek. Ngobrol sama mom dan dad nggak mungkin (ya eyalaah, jam segini kan jam-nya orang tidur, bukan ngobrol). Jadi, secara otomatis tangan segera menekan nomor teleponnya (siapa lagi yang bisa kuandalkan selain dia??). Nada telepon masuk terdengar berulang kali, tapi belum ada tanda telepon akan diangkat. Kucoba sekali lagi, masih sama saja. Terus saja kucoba hingga nyaris lebih dari 4 kali (harusnya sudah dapat hadiah piring tuh!). Lama-lama nada telepon masuk itu seperti menerorku. Walhasil, hati jadi resah dan gelisah.

so, salah siapa? salahkah dia yang tidak mengangkat teleponnya? tidak juga. mungkin saja dia lagi sibuk atau di kamar mandi. Lalu, salah siapa dong? jelas salah si alat komunikasinya.

Yakin, pasti banyak orang yang baca tulisan ini tidak akan setuju dengan pendapatku. Aku sendiri berada dalam posisi dilematis. entah mau memihak yang mana. Makanya aku menulis ini, sekadar ingin brainstorming aja tentang si alat komunikasi yang bernama hape.

seingatku, jaman dulu banget nih, tidak ada hape orang baik-baik aja. Komunikasi bisa dijalankan lewat telepon rumah, atau telepon koin (paling repotnya cuma nyari recehan sama ngantrinya), dan bagi yang mau kelihatan rada keren dan gaya bisa menggunakan pager. Everything was okay. Nah, sejak muncul hape, dan booming sejak milenium baru, hape bukan lagi sebagai alat komunikasi yang elite dan high class. Hape di jaman sekarang udah seperti kacang goreng! Tak heran semua kalangan, baik dari bawah sampai yang tertinggi pasti punya hape. Bagi yang tidak punya, siap-siap saja di-cap nggak gaul dan nggak up-to-date. Kalau sudah begitu, dia (yang tidak punya hape) dijamin nggak bakalan punya teman (habisnya, gimana mau bergaul kalau nggak punya hape??). Kacau kan?

udah ah, capek.... ntar disambung lagi yaa....


Share this Post Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This Share on Google Plus Share on Tumblr

No comments:

Post a Comment

Hai! Terima kasih banyak sudah membaca postingan ini. Jangan sungkan menuliskan komentar di bawah ini ya. Komentar, masukan, dan kritik kalian sangat berarti untuk aku. Oya, please jangan masukkan link hidup di komen ya. Semua komentar dengan link hidup akan langsung di-delete.

Have a nice day!


© Talkative Tya | Designed by . All rights reserved.