Monday, 14 September 2009

Review - Body Scrub Bali Home Spa

Aku memang tidak bisa berhenti mencoba berbagai produk yang notabene mengklaim bisa mempercantik penggunanya (hehehe...). Bukannya karena aku merasa tidak cantik (aku cantik kok! narsis mode = ON) tapi lebih karena aku penasaran, apa iya produk itu benar-benar bisa mempercantik konsumennya.

Berhubung aktivitasku yang padat dan menyebabkan aku berkeringat (uuughh, badan jadi lengket, nggak enak deh), aku jadi sering mencoba produk-produk lulur atau body scrub. Begitu banyaknya produk lulur/body scrub, baik produksi luar maupun lokal, membuat aku penasaran untuk membandingkan satu sama lain. Akhirnya aku mencoba satu produk lokal dari Bali, namanya...
BODY SCRUB - BALI HOME SPA

From natural clay and Ylang-ylang extract. A refreshing and invigorating treatment formulated especially for your skin.
Tahu dari mana?
dari om Google (baik banget ya si om yang satu ini...^.^)

Beli di mana?
Beli online, dikirim langsung dari Bali. Sempat lihat juga ada yang jual di beberapa toko kosmetik tapi mereka tidak menjual varian yang aku mau beli.

Harganya?
IDR 13.5k

Target konsumen
Cewek, cowok, ibu, bapak, kakak, adik, pokoknya semua orang bisa pakai lulur ini.

Varian yang dibeli
Body Scrub Cellulite. Katanya sih bisa mengurangi selulit yang ada di tubuh, but I'm not sure...

Komposisi
100% natural! (cuma itu yang tertera di labelnya....)

Klaim produk
Bisa buat ngurangin selulit! OMG!


Cara pemakaian
kayanya kalau urusan lulur melulur nggak perlu dijelasin lagi pasti semuanya udah pada tahu ya? Tapi, kali aja ada yang belum pernah luluran sebelumnya, caranya gampang aja... Dalam keadaan kering, lulurnya langsung diolesin ke badan, tunggu sampai 10 menit lalu gosok perlahan sampai semua kotorannya (daki, red.) rontok. Setelah itu bilas dengan air hangat (itu petunjuk dari labelnya, kalau aku sih bilasnya pakai air biasa aja udah cukup kok).


Kesan setelah pemakaian
Hmm, jujur aku kecewa sama produk ini. Terutama sekali dalam hal merontokkan daki. Jauh banget dengan lulur Bali Sekar Jagat yang ngetop itu. Teksturnya sedikit lebih padat dibandingkan Lulur Sekar Jagat (sempat berpikir, kalau lebih padat pasti lebih oke), tapi ternyata setelah 10 menit dan digosok, yaaah... dakinya tidak rontok segampang dengan lulur Sekar Jagat. Karena bete, akhirnya aku cuma ngegosok bagian tangan, leher, dan punggung aja (itu pun juga udah cape banget! menguras tenaga sekali, tidak seperti lulur lainnya), bagian tubuh yang lain aku tinggalin dan langsung aku bilas.
Kekecewaan lain muncul setelah aku bilas, biasanya setelah pakai lulur, kulit akan terasa lembut, kenyal, dan moist... tapi dengan lulur ini yang ada badanku berasa lengket (apa karena bilasnya kurang bersih ya??), mungkin karena teksturnya yang cukup padat itu tapi nggak terlalu ngerontokin daki... capek deeh.... >.<

Selain itu, dari segi wanginya juga kurang oke. Maksudnya wanginya tidak bertahan lama, beda dengan lulur Sekar Jagat atau lulur lainnya. Kebetulan varian yang aku beli ini wanginya Ylang-ylang (alias kenanga), enak sih baunya, tapi ya itu dia, nggak tahan lama...
Karena sayang udah membeli produk ini dengan susah payah (dipaketin langsung dari Bali, bo!), aku masih berpikir positif tentang lulur ini dan mencoba menggunakannya lagi. Namun, setelah menggunakan produk ini 3x, akhirnya aku memutuskan penilaianku untuk produk ini...

My Review






Product: 3/5
Quality: 2.5/5
Packaging: 3/5
Price: 3/5
Overall: 2.8/5
Kelebihan:
  • Hmm, apa ya kelebihannya? mungkin aromanya aja kali ya yang cukup eksotik menurut aku...
Kekurangan:
  • Harganya, kalau dibandingkan sama lulur bali merek lain, lulur ini terhitung mahal!
  • Merek ini nggak sepopuler merek lulur bali lainnya, jadi cukup sulit mencari dan membelinya.
  • Setelah pemakaian, badan bukannya jadi enak tapi sebaliknya.
  • Gosok badannya mesti dengan segala daya dan upaya biar rontok semua dakinya (tiring enough).
Beli lagi atau nggak ya?
So pasti nggak akan beli lagi produk ini. Secara lebih banyak kekurangannya daripada kelebihannya, sayang dong uangnya...

Penilaian keseluruhan:
Yap, aku membeli produk ini semata karena penasaran dengan klaim produknya yang bilang bisa buat mengurangi selulit (yah, ketahuan deh kalau aku berselulit... huhuhu T.T). Tapi, setelah dipikir-pikir, mungkin nggak sih dengan harga segitu bisa ngurangin selulit? kayanya nggak mungkin banget deh. Jadi, definetely I won't buy this product anymore....

Hunting for our signatures' perfumes (Carolina Herrera 212 for Women & Cartier eau de Cartier)

Sejak berkenalan dengan mas-ku, aku jadi addicted to perfumes. Segala wangi parfum aku coba dengan harapan bisa menemukan 'my signature perfume', yaitu wangi yang benar-benar khas 'aku banget'. Akhirnya aku bisa menemukannya, parfum itu adalah Carolina Herrera 212 for Women.

Pertemuanku dengan parfum ini memang tidak sengaja. Temanku kebetulan sedang pergi ke Singapore dan aku merengek minta oleh-oleh parfum, dan parfum yang dibelikan oleh dia adalah si Carolina Herrera itu.... duh, begitu aku coba baunya, enak banget! fresh, segar, dan feminim gitu. Aku langsung jatuh hati sama parfum ini dan langsung menyatakan bahwa parfum ini adalah 'my signature perfume'.


Sayangnya, parfum ini susah banget nyarinya. Meskipun sudah berusaha diawet-awet, tetap saja parfum kesayanganku ini cepat habisnya (cuma bertahan 2-3 bulan). Namanya juga parfum kesayangan, jadi tiap hari dipakai padahal aku masih punya stok parfum yang lain. Dengan mas-ku tercinta, aku hunting parfum ini ke tempat jualan parfum refill langganan kita, tapi ternyata mereka tidak punya stok parfum ini.


Hal yang sama terjadi juga dengan mas-ku tercinta. Signature perfume-nya dia adalah Cartier Eau de Cartier yang merupakan oleh-oleh dari temannya yang berlayar ke luar negeri. Dari dulu dia udah cari parfum ini kemana-mana tapi nggak pernah ketemu. Nyari parfum refill Cartier ini pun susahnya setali tiga uang sama parfum Carolina Herrera-ku.

Saking kepinginnya dapatin signature perfume kita, aku dan dia sering browsing di internet dan di situs jual beli online hanya untuk mencari parfum ini. Hasilnya, nol besar. Namun pencarian itu akhirnya membuahkan hasil juga. Aku berhasil menemukan seller yang menjual parfum kesayangan kita berdua ini. Dan dia (seller, red.) berani menjamin kalau wanginya sama persis seperti yang original. Horee!!! langsung saja aku dan mas-ku pesan parfum kesayangan kita itu... untuk amannya, kita pesan dalam botol ukuran kecil dulu (takut kalau nanti wanginya beda sama yang asli, kan sayang uangnya... T.T).

Tapi tetap kita berdua harus bersabar karena parfumnya baru akan sampai di tangan kita hari Rabu. Tak apa lah, demi 'our signature perfume'. Hehehehe....

Sunday, 6 September 2009

Review - Body Butter Bali Home Spa



Pertama kali dengar "body butter", aku langsung terbayang blue band, margarin yang ngetop di Indonesia. Ternyata, "body butter" ini bukanlah butter yang biasa dipakai untuk masak atau bikin kue, melainkan butter yang dioleskan ke tubuh. Nah lho?

Sebenarnya ini bukan barang baru, The Body Shop sudah sejak lama mengeluarkan produk ini dengan beragam varian aroma. Apa emang aku-nya aja yang nggak gaul ya?? Setelah celingak-celinguk dan googling di internet, akhirnya aku memutuskan untuk membeli body butter secara online.

Pilihanku jatuh pada Body Butter keluaran Bali Home Spa. Aku rekues sama sellernya untuk aroma yang seksi, yang bisa buat cowok jadi keliyengan (bukan karena pusing lhoo, tapi karena efek wanginya yang bikin mereka jatuh hati... hahaha). Seller-nya bilang yang paling seksi bau-nya yang White Musk (hmm, jadi teringat sama White Musk-nya The Body Shop).
2 hari setelah pemesanan, paket berisi Body Butter ini sampai di rumahku dengan selamat...dan ini dia...


Bali Home Spa Body Butter

Dengan kandungan Vitamin E dan almond oil, membuat body butter lebih kaya moizturizer (pelembab) dibanding lotion biasa. Kandungannya yang natural membuat butter ini cepat menyesap ke kulit tubuh dan dengan segera melembabkan kulit yang kering.

Tahu dari mana?
Lihat di toko-toko, mulai dari booth kosmetik di mall sampai toko kosmetik di pasar, terus jadi penasaran deh!

Beli di mana?
Akhirnya aku memutuskan untuk beli secara online, jadi barang dikirim langsung dari Bali. Soalnya sempat mau beli di toko kosmetik di ITC, tapi kok kemasannya sudah tidak bersegel dan kayanya udah stok lama...

Harganya?
Murah meriah! cukup IDR 20k ($2) aja! Jauh banget kalau dibandingkan dengan harga body butter TBS atau merek lainnya. Namanya juga produk lokal...

Varian yang dibeli?
Body Butter White Musk (berdasarkan rekomendasi seller yang bilang baunya oke banget)

Komposisi
Aquadestillata, glyceryl monostearate, isoprophyl ministat, stearic acid, glycerine, triethanolamine, propyl paraben, methyl paraben, vit. E, almond oil, white musk essential oil

Klaim produk
  • melembabkan kulit kering lebih baik dibandingkan lotion biasa
  • tidak lengket di kulit
  • cepat meresap
  • baik digunakan bagi yang memiliki kulit kering atau beraktivitas di ruangan AC.
Cara pemakaian
Setelah mandi dan kapan saja kulit merasa kering.

Kesan setelah pemakaian
Pertama buka paket, sempat kecewa juga lihat ukurannya yang kecil (beda banget sama TBS). Tapi setelah dipikir-pikir, ya pasti beda lah secara dari harga aja udah jauh banget! Namun kekecewaan itu langsung hilang setelah aku mencoba produk ini untuk pertama kalinya.

Baunya enak banget! lembut dan menggoda (nggak bohong tuh seller-nya! seksi abis!) terus begitu dioleskan ke kulit dia langsung meresap (nggak seperti lotion yang selama ini aku pakai). Apalagi di kamar-ku yang ber-AC, body butter ini langsung menjadi andalan aku untuk berperang melawan kulit kering.

My Review
Product: 4/5
Quality: 3.5/5
Packaging: 3/5
Price: 5/5
Overall: 3.5/5


Kelebihan:
  • Sudah pasti harganya yang murah!
  • Aromanya yang oke banget! jadi penasaran sama varian yang lain... ^^
  • Kulit kering langsung lembab begitu pakai butter ini dan yang penting TIDAK LENGKET!
Kekurangan:
  • Belinya susah, kalau cari di toko kosmetik kuatir barang stok lama dan sudah sering dibuka2 untuk dicoba, nggak ada segelnya.
  • Mau tidak mau mesti beli langsung dari Bali via online, yang berarti cukup merepotkan.

Info tambahan:
selain varian White Musk, tersedia juga varian lainnya yaitu:

Beli lagi atau nggak ya?
Meskipun sedikit repot untuk membeli body butter ini, tapi kurasa worthed kok... jadi setelah body butter ini habis, aku akan beli lagi yang lain untuk mencoba varian wangi yang berbeda.

Penilaian keseluruhan:
Hmm, not bad, apalagi kalau melihat dari harganya. Worth-trying kok... so far aku suka dengan produk ini. ^.^

Capek dengan segala kurus menguruskan badan!

CAPEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEK........

The D-day tinggal 1,5 bulan lagi dan berat badanku masih aja mentok di 55 kg. Padahal targetku adalah 50kg, bahkan berharap bisa turun sampai 45 kg.

Lama-lama, I'm sick of all these diet things... So, starting from today... I bloody hell don't care about it any more!

Kalau orang bilang aku gendut... Get off you b***h!

Kalau orang bilang pahaku besar... talk to the hand!

Kalau orang bilang tanganku gede... f*** you!


Jadi, kalau ada yang tidak suka dengan penampilanku, gak usah lihat-lihat. Just leave me alone with my body...

© Talkative Tya | Designed by . All rights reserved.