Friday, 13 January 2012

(Lagi-lagi) DIET!

Aku nggak punya bajuuuu!!!!

Itu adalah kalimat pamungkas tiap kali aku mau berangkat ke kantor, berangkat ngajar, atau hanya sekadar pergi jalan-jalan santai. Meskipun pada kenyataannya, lemari bajuku (dan suamiku) sudah sesak oleh baju, tapi tetap saja kalimat itu selalu terucap. Tidak pernah tidak.

Aku nggak punya bajuuuuu!!!! *teteeeep kalimat yang sama

sebenarnya, bukan karena aku tidak punya baju secara harfiah, karena seperti yang aku bilang, bajuku membludak di lemari. Kalau mau diterjemahkan secara bebas, kalimat itu sebenarnya masih ada lanjutannya....

Aku nggak punya bajuuuuu (yang pas untuk dipakai)!!!!

Yap, baju banyak, melimpah bahkan, tapi nggak ada satupun yang sreg di hati. Kadang, meski sudah dipikirkan matang-matang semalaman akan pakai baju apa besok, tetap saja kalimat itu selalu terucap (lagi). Bukannya aku tidak bersyukur dengan banyaknya baju yang terlipat rapi di lemari, tapiii (ah lagi-lagi pakai kata tapi) memang nggak ada baju yang pas, yang nyaman, yang modis, yang oke untuk dipakai....

Sebenarnya, bukan salah bajunya juga sih kenapa mereka nggak pas, nggak nyaman, nggak modis dan nggak oke dipakai, semuanya kembali ke diriku lagi. Huff, yah, dengan berat hati aku mengakui sejujur-jujurnya, ini karena masalah berat badan. Lagi-lagi berat badan. Semenjak hamil dan melahirkan, berat badanku naik mengikuti persamaan eksponensial matematika. Melejit naik hingga ke puncak dalam waktu singkat. Dari berat semasa single 52kg, berat badanku naik jadi 72kg hingga detik ini. Dua puluh kilo yang entah dari mana mereka bisa bercokol di tubuhku.

Setiap kali ngomongin berat badan, ujungnya selalu berakhir pada afirmasi "Aku harus diet!". Nyatanya, merealisasikannya nggak semudah mengucapkan. Beberapa kali mau diet, bentrok pada kenyataan aku harus menyusui. Dan memang nafsu makanku menggila sejak menyusui. Ah, aku tidak mau egois, demi bentuk tubuh lalu aku mengorbankan ASI untuk deniz. Beberapa kali juga aku sampai pada titik putus asa, dimana aku siap lahir batin menenggak pil yang mengklaim bisa merampingkan tubuh. Ah, lagi-lagi, aku tidak mau egois, kali ini untuk tubuhku sendiri.Bagaimana dengan membeli baju baru? Ah, kalau mau menuruti nafsu membeli baju, yang ada aku, Adit dan Deniz nggak makan karena uangnya habis buat beli baju.

Namun, kalau kondisi ini diteruskan tanpa ada penyelesaian, lama-lama semua bisa gila. Aku gila karena selalu dilanda kebingungan setiap berpakaian dan Adit (suamiku) juga ikut-ikutan gila karena selalu aku paksa untuk memilihkan baju. Kacau. Chaos. 

Jadi, untuk yang kesekian kalinya, entah sudah ratusan kali atau bahkan ribuan kali aku ucapkan kalimat ini.... bahwa (lagi-lagi) aku harus DIET! 

Doakan aku yaaa.....

Atisatya Arifin - a mother, a teacher, and a business woman
blog: talkativetya.blogspot.com | 085711248524
ym: atisatya_arifin | skype: mrstya24
email: atisatya.arifin@gmail.com

Share this Post Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This Share on Google Plus Share on Tumblr

No comments:

Post a Comment

Hai! Terima kasih banyak sudah membaca postingan ini. Jangan sungkan menuliskan komentar di bawah ini ya. Komentar, masukan, dan kritik kalian sangat berarti untuk aku. Oya, please jangan masukkan link hidup di komen ya. Semua komentar dengan link hidup akan langsung di-delete.

Have a nice day!


© Talkative Tya | Designed by . All rights reserved.