Monday, 6 February 2012

sajak seorang perempuan dan ia yang sedang bermimpi


sajak seorang perempuan dan ia yang sedang bermimpi


awan merapat ke lengan senja, langit merintihkan hujan. tetesnya luruh mengiring jenak tidurmu. aku di sini, di sudut lengang kamarmu, menatap gigir punggung bercerita tentang repih letih, gebu rindu, dan kelindan kenang. sedang rima jantung melagu hal hikayat cinta tak berkata. dan aku bertanya:

”hadirkah aku dalam mimpimu?”

tahukan engkau? rahimku tak sanggup melahirkan sepotong sajak sejak kepergianmu, tersisisip getir pada sendi nyeri, terlolosi belulang yang mengerang, dan terputus saraf hingga jemari tak kuasa menari bersanding pena. kini, lelap wajahmu menyadarkan otot tertidur. jemari tak sabar melenggak bersama rerupa huruf dibawah sinar rembulan.

Dalam tidurmu, kubisikkan harap:

”masihkah kau di sana ketika aku mengejarmu ke pulau mimpi?”


pengumben, 10 mei 2009

Share this Post Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This Share on Google Plus Share on Tumblr

No comments:

Post a Comment

Hai! Terima kasih banyak sudah membaca postingan ini. Jangan sungkan menuliskan komentar di bawah ini ya. Komentar, masukan, dan kritik kalian sangat berarti untuk aku. Oya, please jangan masukkan link hidup di komen ya. Semua komentar dengan link hidup akan langsung di-delete.

Have a nice day!


© Talkative Tya | Designed by . All rights reserved.