Tuesday, 10 April 2012

Menunggu, ATM Minimalis, dan (sorry) Ngupil!

Hal apa yang bikin orang paling bete?

Menunggu!

Yak! Ini adalah pekerjaan paling membosankan di dunia. Apalagi kalau dalam kondisi tertentu, bisa memancing emosi. Misalnya saja, ada janji temu dengan orang lain tapi orang tersebut datengnya telat. Kalo orangnya penting sih gapapa ya, macam rekan kerja, partner bisnis, atau klien. Tapi kalau orang yang ditunggu itu nggak penting-penting amat. Duuuh, rasanya sebel abis!

Ngomongin soal tunggu menunggu. Aku nulis blog ini sambil nunggu panggilan. Yuhuuu, tenang sodara-sodara, aku nggak lagi nunggu panggilan kerja (aku tidak sedang berusaha membelot ke institusi lain) ataupun panggilan biologis (ini lebih nggak mungkin lagi). Yang aku tunggu-tunggu adalah panggilan nomor antrian di bank BCA. Percaya nggak percaya, begitu tadi masuk ke dalam bank, sudah langsung disambut sama bapak satpam yang sumpah baeeeeeek banget. Saking baeknya nih bapak satpam, kalimat pertama yang diucapkan si bapak ini adalah:

“selamat siang mbak, keperluannya apa? Mohon maaf sebelumnya karena antriannya panjang.”

Duh, si bapak ini bener-bener orang yang super terus terang. Saking jujurnya, sampe masalah antrian aja disebutin di awal percakapan. Sebenernya kalau bukan karena kartu ATM-ku yang patah jadi tiga, nggak bakalan aku mau dateng ke bank siang-siang begini. Udah panas, laper, ngantuk pula. Tapiiiii, sekali lagi demi keberlangsungan hajat hidup orang banyak (alias aku bertiga sama adit dan deniz), dengan sangat terpaksa aku harus mengatri. Tebak aku dapet nomor antrian berapa??? 50! 

dan tebak juga saat blog ini ditulis, angka di counternya adalah...... jreng jreeeng....




Eh, OOT dulu bentaran. Ngomongin soal kartu ATM yang patah itu, jadi keinget kejadian pagi ini di Seven Eleven Veteran menuju ke MK. Gara-gara si driver (sorry ya mas!) yang tiba-tiba perutnya galau, mampirlah kita di Seven Eleven itu. Kebetulan banget mata berat dan butuh asupan kafein, akhirnya aku beli 1 capuchino dan black pepper hotdog untuk sarapan (oooh, maafkanlah diriku yang tak bisa menahan godaaan…). 

Lanjoooot,

Meski si ATM ini patah tiga, ajaibnya bagian magnetiknya nggak patah. Jadi, walau nggak bisa tarik tunai di ATM, kartunya masih bisa dipakai untuk transaksi debet dan tarik tunai dari mesin kasir. Naah, ceritanya nih tadi di SelEv aku transaksi pakai kartu ATM patah ini, dan tebak apa komentar dari si kasirnya???

“Waaah, ATM mbak limited edition yaa? Keren banget! Bisa dilipet tiga.”

Heeh??? Entah si kasir ini ngeledek atau muji, tak tahulah. Untungnya si kasir itu mas-mas yang lumayan ganteng, jadi aku maafin. Hihihihi. Dan entah kenapa karena komentar mas kasir yang lumayan ganteng itu, sekonyong-konyong (sok nyastra) mood-ku berubah jadi baik (FYI, mood-ku tadi pagi nggak oke banget). Akhirnya kutimpali aja komentar dia itu…

“hehehe, keren kan mas? Ini ATM minimalis lhooo…”

Dan si mas kasir yang lumayan ganteng itu pun tersenyum lebar, selebar tampah.

Oke, balik lagi soal tunggu menunggu

Sebenernya nunggu itu bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang berguna dan yang nggak berguna juga. Untuk aku pribadi, menunggu membuat kita lebih kreatif dan produktif. Semisalnya sambil nunggu ya nulisin blog untuk sharing hal nggak penting, bisa juga sambil baca buku modul UT yang tebelnya sama kaya batu bata. Atau bisa juga untuk update status nggak penting di twitter atau di facebook (sayang google+ belom rame….).

Itu kalau lagi kreatif dan produktif, kalo lagi males?

Nah, kalo lagi males tentunya melakukan hal-hal yang nggak penting lah. Misalnya aja bengong nggak jelas (meski ini bahaya dilakukan karena mengundang para penjahat yang pake metode hipnotis dan gendam). Bisa juga ngeliatin orang-orang di sekeliling, ngomentarin baju, rambut, dan badan mereka (terutama mbak-mbak seksi). Boleh juga sambil melototin tanda antrian dan ngitungin berapa menit para CS melayani kostumer bank.  Atau sembari nyemilin snack ringan macam kapas dan angin *bercanda. Yang pasti, jangan nyemilin snack punya orang yang duduk di sebelah yaaa….

Daaaaaaaaaan yang paling asik niiiih…..

Hal yang nikmat dilakukan sambil nunggu….

Adalaaah…..

Jreng jreng jreeeeeeeeeeeeeeeeeeng……..

NGUPIL!!!

Meski terkesan jorok, tapi ngupil itu enak banget lho, apalagi kalau hasil tangkapannya banyak! Puas banget hati! Tentu saja untuk bisa ngupil di depan umum harus punya skill yang baik dan didukung oleh peralatan khusus seperti kaca, tissue, atau handphone. Bisa juga jilbab buat yang berjilbab. Bagaimana dengan skill-nya? Skill yang wajib dimiliki adalah wajah innocent! Ini penting lho, karena orang nggak akan bisa nebak dan nggak akan percaya kalau kamu akan atau sedang ngupil. Jangan lupa, kamu haruslah orang yang udah nikah karena kalau kamu masih single atau sedang dalam suatu hubungan terus ketahuan sedang ngupil, dijamin pasangan pasti eneg abis dan rusaklah hubungannya. *sorry, nggak nyumpahin*

Yang paling penting lagi,

Siapapun yang baca blog ini, please, jangan sekali-kali judge aku ini cewek emak-emak jorok karena blog ini ditulis dalam keadaan lapar berat. Boleh jadi, apapun yang aku tulis ini bisa jadi tidak valid setelah aku makan. Nyam.

Share this Post Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This Share on Google Plus Share on Tumblr

2 comments:

  1. lucuuu.. aku udah jarang banget ngeblog, gara2 baca tulisan Tya yg ini jadi pengen nulis sesuatu lagi, hehehe..

    ReplyDelete
  2. Salam mbak Syarah... yuk budayakan ngeblog....

    kalau tya sih ngeblog karena saking banyaknya yang sliweran di kepala jadi mesti disalurkan. hihihihi

    ReplyDelete

Hai! Terima kasih banyak sudah membaca postingan ini. Jangan sungkan menuliskan komentar di bawah ini ya. Komentar, masukan, dan kritik kalian sangat berarti untuk aku. Oya, please jangan masukkan link hidup di komen ya. Semua komentar dengan link hidup akan langsung di-delete.

Have a nice day!


© Talkative Tya | Designed by . All rights reserved.