Monday, 6 February 2012

sajak seorang perempuan dan ia yang sedang bermimpi


sajak seorang perempuan dan ia yang sedang bermimpi


awan merapat ke lengan senja, langit merintihkan hujan. tetesnya luruh mengiring jenak tidurmu. aku di sini, di sudut lengang kamarmu, menatap gigir punggung bercerita tentang repih letih, gebu rindu, dan kelindan kenang. sedang rima jantung melagu hal hikayat cinta tak berkata. dan aku bertanya:

”hadirkah aku dalam mimpimu?”

tahukan engkau? rahimku tak sanggup melahirkan sepotong sajak sejak kepergianmu, tersisisip getir pada sendi nyeri, terlolosi belulang yang mengerang, dan terputus saraf hingga jemari tak kuasa menari bersanding pena. kini, lelap wajahmu menyadarkan otot tertidur. jemari tak sabar melenggak bersama rerupa huruf dibawah sinar rembulan.

Dalam tidurmu, kubisikkan harap:

”masihkah kau di sana ketika aku mengejarmu ke pulau mimpi?”


pengumben, 10 mei 2009

Sunday, 5 February 2012

TV is (not) important for us...

Sudah hampir dua bulan tivi di rumah nggak pernah nyala. Alasannya simpel aja, aku belum bayar tagihan TV kabel. Hehehehe. Niatnya sih pingin dibayar cuma apa mau dikata, ada kebutuhan lain yang lebih urgent dan mendesak, jadi dengan (tidak) terpaksa, si tivi ini dikesampingkan (meski emang posisinya di rumah udah nyempil banget...)

Minggu-minggu awal tivi nggak nyala, ada perasaan kehilangan yang gimanaa gitu. Galau, kalau pake istilah anak gaul sekarang. Apalagi pas bener itu lagi minggu-minggu seru seri-nya America's Next Top Model All Star yang seru abis. Sedih banget nggak bisa ngeliat para model lenggak lenggok sambil ngebayangin kapan punya body langsing singset gitu. Tambah galau karena nggak bisa juga ngikutin seri-nya The New Girl di Star World. 

Kalau mas Adit sendiri, entah apa yang ditunggu sama dia kalau nonton tivi. Sepertinya sih dia nggak punya channel khusus. Asal ada acara oke, pasti dipantengin. Belakangan sih serius nonton CSI, cuma karena nggak mudeng dengan bahasa Inggrisnya yang sophisticated, kayanya nyerah juga tuh. Palingan yang dia suka seri-nya Castle (yang aku juga doyan banget). Untungnya, itu serial lagi off dan kita nggak gitu ngerasa kehilangan.

Gimana dengan Deniz? Duh, anak itu lebih ajaib lagi, tivi itu nggak ngefek sama dia, biar kata nih, nyetel Playhouse Disney dan kita (aku sama mas Adit) udah berkorban mempermalukan diri dengan joget-joget ala Hot dog song-nya Mickey Mouse Clubhouse, Deniz mah cuek beibeh... lewaaaat.... dia kayanya lebih asik sama boneka-boneka, buku-buku, dan kartu-kartu bacanya.

So, the bottom line is.....

TV itu nggak penting banget untuk keluargaku. Perasaan galau itu hanya bertahan satu minggu aja, selebihnya, udah nggak tuh. Santai aja. Bahkan kalau misalnya itu tivi dijual pun kayanya nggak akan ada yang mewek nyariin tivi. So far, kita bisa mencari alternatif hiburan yang lebih sehat, misalnya baca buku (sambil nyemil), ngeblog, main sama Deniz, atau beres-beres rumah. Hihihihi...



Saturday, 4 February 2012

monolog di kamarmu


monolog di kamarmu
            -untuk tubagus maulana aditya


ketika kutulis kuatrin
ada sepotong rindu
yang lindap 
kau sebut itu sebagai kuatrin 

bagai seguci kenangan 
meretak dalam kata 
kau lihat demikian fana dan 
kata itu pun tak kekal

di jemarimu
barangkali...

pengumben, 28 juni 2009



cinta dalam secawan ragusa


cinta dalam secawan ragusa
-untuk tubagus maulana aditya


di gedung ini, potret kusam yang tergantung di dinding tua menjadi saksi atas hikayat cinta yang tertunda. di sana, seorang perempuan menekur secawan ragusa: menguar dingin. menebar muram paling suram.  dan isaknya melarut bersama rinai gerimis yang luruh sebelum senja.

”kusimpan cinta untukmu di tiap rintik gerimis”, ucapnya.

derit rotan meja kursi berkolaborasi dengan denting dawai pemusik jalan. mengiris hati. di sana, seorang lelaki berkelejat : sekarat. mencari cinta yang terselip di lelipat jiwa. dan ia pun menganyam selaksa harap di tiap tatapan.

“kirimkanlah gerimis padaku”, dia menjawab. tegas.

secawan ragusa meleleh karena cinta.



ragusa 2009 - depok 2011

tubuh mungil terbaring di tempat tidur


tubuh mungil terbaring di tempat tidur
-untuk tma dan tdf


tubuh mungil di tempat tidur
terbaring, di sampingmu

di wajahnya tersirat damai, 
kurasa ia sedang bermimpi
mengejar kupu-kupu lucu , mendendang tembang,
dan berjenaka bersama rerupa popi

apakah kau bersamanya?

di bibirnya semburat senyum, terkulum
begitu juga padamu

ah, bibir manakah yang kan kukecup?




depok, 30 desember 2011

© Talkative Tya | Designed by . All rights reserved.