Monday, 11 February 2013

Review Sunblock: MinusZero SPF 40+++ vs. Wardah Sunscreen Gel SPF 30 vs. PARASOL Face Sunblock Cream SPF 33

Sejak mukaku bruntusan karena pakai foundie Max Factor, aku mulai perawatan ke dokter. Pertama kali konsul dokter, kayanya si dokter bengong ngeliat mukaku yang ancur karena nggak pernah dirawat. Yap, seumur-umur aku baru facial 2x, pertama pas awal SMA dan kedua pas persiapan nikah. Terus aku juga nggak pernah pake cream ini itu samsek, padahal aktivitas aku di bawah matahari lumayan intens. Even worse, seumur-umur aku nggak pernah pake sunblock! I must've been very healthy back then karena meskipun aku nggak pake sunblock, I've never had sunburn. Tapi efek lainnya, jadilah mukaku kombinasi antara berminyak, kucel, kusam, item, dan sejenisnya. Hehe.... Setelah konsul, si dokter dengan tegas bilang kalo aku g boleh nggak pake sunblok, meskipun nggak keluar rumah sekalipun. IT IS A MUST! In the end, pas aku nebus resep dokter, aku shock berat karena tagihannya itu 500 ribu. What the fish! Setelah dicek satu-satu harga dari tiap cream-nya, Guess what? Harga sunblock-nya 200 ribu dan aku sukses pingsan di depan kasir (bohong deeh)

Oke, just cut the craps... sekarang aku mau ngomongin tentang sunblock. Sebenernya merek sunblock itu banyak banget. Cuma yang aku bahas kali ini adalah sunblock yang aku sudah pakai. So far, aku punya 3 produk sunblock, masing-masing dengan plus minusnya, yaitu MinusZero SPF 40+++, Wardah Sunscreen Gel SPF 30, dan PARASOL Face Sunblock Cream SPF 33. Yuk mareeee dibahas..... 




1. Kemasan 
Soal ukuran, yang paling imut dari semuanya adalah Parasol, dan yang paling gede itu MinusZero. Bicara soal kemasan, menurut aku yang paling manis kemasannya adalah Wardah. Bentuknya tube dengan tutup yang praktis, jadi aku nggak perlu kuatir tutupnya hilang. Sedangkan untuk MinusZero dan Parasol, tutupnya nggak gabung jadi ada kemungkinan bisa hilang. Terutama untuk parasol yang kemasannya bener-bener kaya obat salep. Untuk dibawa-bawa, jelas Parasol yang paling sedikit makan tempat. Sayangnya, mesti hati-hati kalau bawa Parasol, kuatir nanti kegencet. Hiks..

Untuk mulut botolnya, yang paling enak menurutku MinusZero karena tip-nya kecil. Sedangkan untuk Wardah dan Parasol lumayan gede. Oya, Parasol ini bener-bener kaya cream salep dokter karena pas pertama kali pake, harus ditusuk dulu pake tutupnya. 

2. Tekstur
Dari ketiga sunblock itu, hanya Parasol yang ada warnanya. Warnanya hampir seperti foundation. Wardah dan MinusZero warnanya putih susu. Setelah diaplikasikan ke kulit, Parasol dan MinusZero nggak terlalu bikin whitecast, sedangkan untuk Wardah kelihatan banget ninggalin whitecast. Emang masalah kalo whitecast? Iya! Masalah banget dong karena kalau mukanya putih gitu kelihatan nggak natural. Belum lagi kalo didempul pake bedak. Ckckck, pokoknya nggak banget. Apalagi untuk mukaku yang dasarnya oily, pake Wardah bikin muka kaya kilang minyak! Dari ketiganya, kalo diurut dari tingkat whitecast (paling kelihatan sd. gak kelihatan) adalah Wardah, MinusZero, Parasol. 
Sebelum di-blend (atas) dan sesudah di-blend (bawah)
Setelah aplikasi, hanya Parasol dan MinusZero yang nggak greasy dan langsung meresap, dan Wardah berasa greasy dan nggak langsung menyerap di kulit. Antara Parasol dan MinusZero, yang paling cepet nyerap ke kulit adalah Parasol

3. Ingredients and Product info
Baca sendiri aja yeee..... kalo kurang jelas klik aja gambarnya. kalo masih kurang jelas juga, hmm, mungkin harus pake kacamata yee....

Parasol Face Sunblock Cream SPF 33
ki-ka: Wardah Sunscreen Gel, MinusZero UV Sunblock


4. Harga
Ngomongin soal harga emang sensitif banget. Yang paling mahal diantara ketiga sunblock itu adalah MinusZero (Rp 180 ribu). Kedua Parasol (sekitar Rp 45 ribu-an), dan terakhir Wardah (sekitar Rp 25-30 ribu-an). Where to buy? Kalo Parasol dijamin di tiap apotek jual. Wardah pasti bisa didapat di supermarket besar (aku waktu itu beli di Tip-Top Depok). Kalau MinusZero kayanya cuma dijual di klinik ya (waktu itu aku beli di Wijaya Platinum Skincare Depok). Entahlah, sampai saat ini aku belum pernah nemu MinusZero di apotek/pasar. Bahkan di apotek macam Watson, Guardian dan Century pun nggak ada merek yang satu ini. 

My recommendation? 
Bagi yang memiliki kulit berminyak, aku rasa MinusZero dan Parasol adalah yang paling cocok. Mereka berdua nggak ninggalin whitecast, nggak lengket dan cepat meresap. Selain itu kedua produk ini juga nggak menggunakan parfum, jadi nggak berbau. Wardah kurasa lebih cocok untuk yang berkulit kering dan bagi mereka yang nggak masalah pake produk kosmetik yang berbau wangi....

Dari segi harga, Parasol is definitely the winner! Dengan kualitas yang direkomendasikan dokter (dan juga diproduksi oleh salah satu perusahaan farmasi), harga yang dibandrol untuk Parasol tidak terlalu mahal. Aku sendiri merekomendasikan Parasol untuk kulit berminyak dan sensitif.... It's worth the money, girls!

So? sista mau pilih yang mana? yang mana aja boleh asal cocok sama kulit wajah dan dompet. Hihihihihi....


Share this Post Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This Share on Google Plus Share on Tumblr

11 comments:

  1. oke, gara2 pesan 'wajib' nya teh tya, skarang ini jadi produk yg rajin nangkring dalem tas... selalu aq pake sebelum keluar rumah even cuma ke salon yg notabenenya nanti pasti keapus kalo aq treatment muka, hehehe... sekarang masih dalam rangka menghabiskan produk gretongan dari teh tya, tapi kalo abis, absolutely bakal beli wardah lagi...
    *ditunggu ya review make up removernyaa, aq nemu pixy susah deh, nanti titip aja deh sama teteh.. tapi sekarang masih ada myblne krn baru beli kemaren, hehehe

    ReplyDelete
  2. nice info dear. :)
    aku juga pemakai parasol. hihihihihi

    ReplyDelete
  3. Nice info sist..kbtulan aq lg cari2 sunblock yg cocok bwt mukaku yg berminyak banget.sukses terus yaaa...

    ReplyDelete
  4. jadi semangat beli parasol....

    ReplyDelete
  5. thx sista, lagi cari sunblock buat calon suami tercintaa :D biar gg kepanasan dilapangan mlulu

    ReplyDelete
  6. SIS KALO UNTUk kulit berjerawat bisa pake parasol gag,,?

    ReplyDelete
  7. Bisa banget..nah klo malmnya pake vitacid.cz parasol jg ada kandungan aloe veranya( untuk pnyembuhan jerawat)aku jg pake 1 paket.vitacid(untuk jerawat meradang),siang parasol33,melanox untk bekas jerawatnya.tpi siap2 break out wlopun ntarnya wjah bebas jerawat..aku udh cbain

    ReplyDelete
  8. sis, kalo parasolnya pake yang lotion gmna? ada pengaruhny g ya?

    ReplyDelete
  9. Aq cari parasol di 2 Apotek ga ada semua. Salah satunya Kimia Farma. Di Kimia Farma adanya Parasol yg buat tubuh, ga ada yg buat wajah.
    Dimana ya carinya kalo di Bandung?
    Di Guradian atau Watson ada ga ya, Sist?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sorry for late reply....

      harusnya sih di apotek besar ada ya sis.... mungkin stok kosong kali yaaa..... Di guardian dan watson ada kok. Happy hunting!

      Delete
  10. Mbak aku mau tanya, kalau sudah pake sunblock semacam parasol gitu masih perlu pakai bb cream ga sih? thankyou before

    ReplyDelete

Hai! Terima kasih banyak sudah membaca postingan ini. Jangan sungkan menuliskan komentar di bawah ini ya. Komentar, masukan, dan kritik kalian sangat berarti untuk aku. Oya, please jangan masukkan link hidup di komen ya. Semua komentar dengan link hidup akan langsung di-delete.

Have a nice day!


© Talkative Tya | Designed by . All rights reserved.