Thursday, 14 February 2013

Blush-on Review - Wardah Blush-on in shade A



Review kali ini didedikasikan untuk bumil Wulan yang sukses ngomporin aku untuk bikin review blush-on Wardah ini. Jujur aja, blush-on ini udah lama ngendon di meja rias nggak kepake. Bukan karena aku nggak suka sama produk ini, Cuma memang waktu itu kulitku sempat iritasi dan dokter saranin jangan pakai makeup dulu. Oke, langsung aja kita bahas yaa...

Packaging
Aku beli Wardah blush-on ini udah lama banget dan seperti biasa belinya di toko kosmetik langganan. Jadi, maafkan kalau blush-on ini udah jelek banget kemasannya (karen selalu aku bawa kemana-mana). Seingetku, waktu itu packagingnya cuma dibungkus sama plastik aja, nggak pake box. Dari segi kemasan, blush-on ini termasuk imut. Ukurannya yang kecil cocok banget untuk dibawa kemana-mana (bandingin sama blush-on Oriflame Giordano). Dalam satu paketnya udah termasuk sama brush kecil dan dilengkapi dengan kaca yang juga kecil.

Desain kemasan pun minimalis, nggak neko-neko, tapi tetep enak dilihat. Kalau aku perhatikan memang hampir semua produk Wardah desainnya begitu. Mulai dari makeup sampai skin care-nya. Untuk lebih jelasnya, bisa langsung melipir ke website Wardah di www.wardahbeauty.com


Wednesday, 13 February 2013

Online Shop Review - Yume FasShop @FaceBook (great place to shop with low budget!)

Hari ini aku mau bikin review diluar make-up. Tenang aja, bukan karena aku bosen nge-review make-up kok (tungguin aja review make-up yang lagi aku susun dalam waktu dekat). Kali ini, aku mau bikin review tentang online shop. That's right girls, online shop! our little dirty secret.. siapa sih yang nggak suka belanja online. I do!

Sejak aku hamil semester akhir dan setelah melahirkan, aku mulai tergila-gila belanja online. Maklum, sebagai bumil yang super aktif (waktu itu aku masih ngajar di ILP Rawamangun dan ngajar sampe jam 9 malam lho! naik angkutan umum pula), aku nggak punya banyak waktu untuk JJS ke mall atau main ke pasar kaget untuk hunting keperluan baby. Jadi aku menjatuhkan pilihanku pada belanja online. Ternyata belanja online itu seru lho! Apalagi kalau seller-nya baik hati. Duuh, berasa punya personal shopper banget. Kebiasaan belanja online ini pun terbawa hingga sekarang. 

Alasan aku kenapa memilih belanja online bukan hanya masalah waktu, tetapi juga produk yang ditawarkan. Banyak sekali produk-produk yang menarik dan belum tentu ada di toko atau mall. Harga yang dibandrol pun kebanyakan murah meriah. Kalaupun nggak murah, at least masih lebih murah dibandingkan beli di toko. Pokoknya, belanja online itu seru dan menegangkan. Halah.

Haduh maaf aku jadi blepetan ngomongin yang lain. Oke oke, langsung aja masuk ke reviewnya yaa... Let the drum rolls.... Inilah online shop yang mau aku review...Jreng jreng jreng....



Monday, 11 February 2013

FOTD! (Face of the Day) - Daily natural make-up



Okay, let's go straight to the point. This is my FOTD (aka. Face of the Day). Anyway, ini fotonya diambil sekitar pukul 8 malam.... 



Sebenernya dandanan harianku simpel aja. Gak neko-neko. Apalagi aku emang lagi perawatan di dokter. Sebenernya sih kata dokter aku belum bisa pake kosmetik macem-macem (kaya blush-on, eyeshadows, etc.). Tapi hari ini aku lagi bandel, kepingin pake blush-on. Kali ini aku pake blush-on favoritku, yaitu Wardah. The colour really suits my skin complexion. Aku akan bikin reviewnya dalam waktu dekat ini yaaa. Tolong ingetin kalo aku lupa posting. Hiks! 

[DIY] Felt flower to fix my beloved Crocs Hanalei ^.^



Aku ini punya kaki yang aneh. Aneh karena apapun sepatu atau sandal yang aku pakai, pasti rusak dalam waktu singkat. Entah sol-nya lepas atau jebol, talinya putus, karetnya kendor, bahkan sampai hak-nya copot. Sebagian merek sepatu udah pernah aku coba, mulai dari produksi luar sampai merek luar negeri. Sebut aja Bata, Yongki Komaladi, Bucherri, Fladeo, Kickers, Otha, bahkan merek-merek yang nggak jelas sekalipun. Tapi ya itu, nggak ada yang bisa bertahan lama. Kalo kata suamiku yang ganteng itu, kaki aku emang aneh dan kalau jalan pun grasak grusuk. Whatever...

Alhamdulillah, pertengahan tahun lalu aku memantapkan diri untuk nyoba Crocs. Pilihanku jatuh pada model Hanalei yang berhak wedges dan berwarn netral. Sempet dagdigdug juga sih beli sepatu ini. Waktu itu belinya online dan kuatir nggak pas ukurannya. Pas sepatunya sampe, ternyata pas banget! Horeeee! Selain itu enak dipake dan nggak bikin pegel. Seneng banget deh. Starting that day, Crocs are my fave shoes! Dipake ngajar seharian, nanjak jalanan komplek, sampe ngejar-ngejar bis nggak berasa pegel lho! Pokoknya top markotop.

Karena crocs aku ini warnanya creme, jadilah kalo kena becek atau kotor kelihatan banget. Biasanya crocs ini aku rendam pake bayclin dan aku sikat. Sebulan lalu, entah karena kadar bayclin yang terlalu pekat (crocs-ku kotor banget karena naik motor dan hujan-hujanan), kain kanvas-nya sobek! Awalnya sih aku cuek aja, lama-lama kok lubangnya makin besar ya?? Sampai akhirnya minggu lalu, pas aku cuci lagi crocs itu, lubangnya semakin besaaaaar.... OMG! 

Lumayan stress ngeliat lubang di crocs-ku itu. Pertama karena aku nggak punya sepatu serep untuk ngajar. Kedu karena hanya sepatu itu yang nyaman dipake seharian. Sempet kepikiran untuk beli lagi, cuma sialnya nomor telepon ol shop yang jual crocs itu raib entah kemana. Terus ngecek harga di ITC ternyata muahal sekali, beda jauh sama beli di online shop. 

Dan hari Selasa lalu, entah kenapa aku kepikiran bros-bros handmade-ku yang berserakan di rumah. Maklum nggak ada waktu lagi untuk ngerjain pesenan bros. Tiba-tiba aja terlintas ide kenapa nggak aku tempel aja bros-ku di lubang crocs?? It's gonna be a fashion statement! Akhirnya, aku ubek-ubek isi box bahan kain bros-ku dan ketemu kain flanel warna hitam. Hmmmm, dibikin model apa yaaa?? Setelah utak atik sana-sini, akhirnya jadilah bros yang akan aku tempel di crocs-ku. Ini hasilnya.... Tadaaaaa! Lucu kaaan?? 

Review Sunblock: MinusZero SPF 40+++ vs. Wardah Sunscreen Gel SPF 30 vs. PARASOL Face Sunblock Cream SPF 33

Sejak mukaku bruntusan karena pakai foundie Max Factor, aku mulai perawatan ke dokter. Pertama kali konsul dokter, kayanya si dokter bengong ngeliat mukaku yang ancur karena nggak pernah dirawat. Yap, seumur-umur aku baru facial 2x, pertama pas awal SMA dan kedua pas persiapan nikah. Terus aku juga nggak pernah pake cream ini itu samsek, padahal aktivitas aku di bawah matahari lumayan intens. Even worse, seumur-umur aku nggak pernah pake sunblock! I must've been very healthy back then karena meskipun aku nggak pake sunblock, I've never had sunburn. Tapi efek lainnya, jadilah mukaku kombinasi antara berminyak, kucel, kusam, item, dan sejenisnya. Hehe.... Setelah konsul, si dokter dengan tegas bilang kalo aku g boleh nggak pake sunblok, meskipun nggak keluar rumah sekalipun. IT IS A MUST! In the end, pas aku nebus resep dokter, aku shock berat karena tagihannya itu 500 ribu. What the fish! Setelah dicek satu-satu harga dari tiap cream-nya, Guess what? Harga sunblock-nya 200 ribu dan aku sukses pingsan di depan kasir (bohong deeh)

Oke, just cut the craps... sekarang aku mau ngomongin tentang sunblock. Sebenernya merek sunblock itu banyak banget. Cuma yang aku bahas kali ini adalah sunblock yang aku sudah pakai. So far, aku punya 3 produk sunblock, masing-masing dengan plus minusnya, yaitu MinusZero SPF 40+++, Wardah Sunscreen Gel SPF 30, dan PARASOL Face Sunblock Cream SPF 33. Yuk mareeee dibahas..... 


© Talkative Tya | Designed by . All rights reserved.