Sunday, 26 July 2015

[BLOGGING 101] My Blogging/Photography Equipment

Assalamualaikum, ladies!

Pada post sebelumnya aku ngomongin tentang alas foto yang bisa bikin foto kamu tambah menarik. Dan seperti yang aku bilang juga di post sebelumnya, ada banyak faktor yang menentukan hasil foto bagus atau tidak. Pencahayaan, background, kamera, angle, sampai naluri fotografer sendiri memiliki andil yang besar. Nah, pada kesempatan ini aku mau share apa saja yang aku gunakan untuk mendapatkan hasil foto yang baik untuk keperluan bloggingku.


1. Kamera
Kamera tentu saja ada di urutan pertama peralatan yang diperlukan. Di awal-awal blogging, aku mengandalkan kamera saku digital dari Nikon. Seiring waktu, aku berganti kamera dengan fitur dan hasil yang lebih baik. Sekarang aku menggunakan kamera prosumer Fujifilm. Meskipun begitu, tidak jarang juga aku menggunakan kamera smartphone. Tidak bisa dipungkiri, kamera yang berkualitas akan menghasilkan foto yang juga berkualitas.


2. Ring Light untuk Pencahayaan/Lightning
Kalau ngomongin pencahayaan foto, jelas matahari adalah juaranya. Mau kamera sekece apapun, kalau cahayanya kurang pasti jelek. Aku biasanya mengandalkan cahaya matahari dari pukul 9.00-11.00 untuk berfoto ria. Lewat dari jam itu cahayanya terlalu terik.

Sinar matahari sebagai sumber pencahayaan alami

Tapi bagaimana ketika cuaca mendung atau tidak sempat foto di pagi hari dan pencahayaan minim di dalam ruangan? Aku mengandalkan ring light yang aku buat sendiri bersama suami (tepatnya sih dia yang ngerjain dan aku yang mandorin. Hehehehe). DIY ring light ini adalah hasil provokasi salah satu bestiesku dan aku sangat berterima kasih atas idenya.

Dengan adanya ring light ini, aku tidak melulu mengandalkan cahaya matahari di luar ruangan. Aku bisa mengambil foto kapan saja dengan hasil yang sama baiknya dengan cahaya matahari. Bahkan bisa lebih baik. Kombinasi kamera dengan kemampuan yang baik, background foto yang menarik, dan cahaya yang cukup membuat aku bisa mendapatkan foto yang berkualitas. Soal ring light dan bagaimana membuatnya akan aku bahas pada postingan lain yaa.
 
3. Background foto
Kamera udah oke, lightning juga udah cukup, tetapi kok hasilnya masih kurang kece ya? Ternyata penyebabnya adalah background foto. Apa iya segitu pengaruhnya? Menurut aku iya sangat berpengaruh. Ketika suatu foto diambil dengan background yang menarik atau bersih (dalam artian polos sehingga fokus hanya pada objek yang difoto), hasil foto pun akan terlihat lebih catchy. Background foto bisa berupa apa saja, mulai dari sudut ruangan di rumah, furniture (meja, bangku, kasur, dll), karpet, rumput, lantai, batu-batuan, pasir, rumput palsu, kain, kertas kado, karton polos, sampai yang lagi ngetrend belakangan ini yaitu alas foto lipat. 

Beberapa spot di rumah yang sering aku pakai untuk foto
1. Pashmina, 2. Kertas kado, 3. Kain, 4. Bangku teras, 5. Meja, 6. Dinding, 7. Alas foto, 8. Rumput palsu

Aku sendiri sudah pernah mencoba berbagai macam background seperti disebutkan di atas. Hasilnya kadang oke, kadang nggak oke. Suatu background bagus atau tidak sebetulnya tergantung pada objek apa yang mau difoto. Ada saatnya aku harus memilih background yang clean atau polos, tapi ada juga saat dimana hasil fotonya terlihat jauh lebih keren dengan background yang rame. Lalu gimana kita tahu mana yang bagus dan mana yang nggak? Jawabannya adalah TRIAL AND ERROR alias coba-coba sampai ketemu yang pas.

4. Tripod
Benda yang satu ini perlu nggak perlu sih. Tapi bagi aku yang suka membuat foto review produk, tripod menjadi sesuatu yang sangat penting. Tripod digunakan untuk meminimalisir goyangan (shaking) pada kamera yang bisa berakibat pada hasil foto yang buram atau blur.


Ketika akhirnya aku punya kamera yang mumpuni (ini kamera prosumer, bukan DSLR), ayahku menghibahkan tripod milik beliau. Sayangnya, quick release-nya sudah hilang. Dengan kegeniusan suamiku tercinta *I love you full deh*, dia bikin DIY tripod quick release dengan mengorbankan talenan di dapur. The result is awesome!


5. Photo Editing software/app
Sebagus apapun hasil foto mentah dari kamera, aku yakin semua fotografer pasti akan mengedit fotonya meskipun hanya sedikit. Entah itu brightness atau contrast-nya. Untuk beberapa kasus, editing memang sangat diperlukan. Contohnya ketika akan membuat foto swatch lipstik. Tentunya kita mau hasil foto swatch bisa sama atau minimal mendekati swatch asli-nya. Soal edit mengedit ini, aku paling sering menggunakan dua program, yaitu Pixlr Express dan Adobe Photoshop CS6. 

Pixlr Express ini cukup mumpuni untuk aplikasi yang dijalankan secara online dan gratis lho. Waktu komputer di rumah belum diinstall Photoshop, aplikasi ini sangat membantu untuk keperluan dasar editing (atur brightness dan contrast, bahkan untuk menghapus dosa di wajah pun bisa). Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan fitur Collage. Nilai plus lainnya adalah, aplikasi ini tersedia di Google Play sehingga kamu bisa unduh ke smartphone kamu dan mengedit foto hasil jepretan kamera smartphone. 
 

Adobe Photoshop CS6 ini memang sudah terkenal sebagai software photo editing yang paling laris manis digunakan, baik oleh fotografer profesional maupun amatir. Aku sendiri belum begitu mahir menggunakan Photoshop dan masih terus belajar hingga detik ini. Photoshop aku gunakan ketika aku mau mengedit brightness dan contrast dengan lebih detail, membuat banner untuk postingan blog, dan mengedit warna agar mendekati warna aslinya.

Adobe Photoshop CS6

6. Mood
Yang terakhir ini sebetulnya bukan termasuk peralatan fisik, tetapi bagi aku pribadi mood sangat berpengaruh pada hasil jepretan kamera. Pernah suatu waktu aku sedang asyik berfoto ria untuk blog, tiba-tiba baby Zinan terbangun. Otomatis semua perlengkapan foto ditinggalkan begitu saja. Setelah si baby tidur lagi, aku udah ogah-ogahan untuk foto dan efeknya? Hasil foto aku kurang memuaskan. Bagi fotografer profesional, mood harusnya tidak boleh mempengaruhi hasil foto ya. Kebayang dong kalo mendadak bete terus si fotografer ngadat dan meninggalkan lokasi foto dan modelnya? Hehehe. Yang ada si fotografer langsung dipecat sama klien.

Itu dia beberapa peralatan yang aku selalu pakai untuk keperluan blogging-ku. Semoga post ini bisa memberikan gambaran apa saja yang diperlukan blogger atau calon blogger. Bagaimana dengan kalian? Apa saja perlengkapan tempur blogging kalian? Yuk share di komen!

Thanks for reading!


Share this Post Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This Share on Google Plus Share on Tumblr

4 comments:

  1. halo kak, salam kenal. Aku blogger pemula, thanks banget udah banyak sharing tentang dunia blogging ya^^

    Oiya, kalo boleh share diy ring light nya dong kak. Terima kasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga yaa. Alhamdulillah kalau postingannya bisa membantu. Untuk ring light insyaAllah aku bikin postingan DIY-nya ya.

      Delete
  2. saya baru kenal dengan ring light ini mbak, nanti mau hunting ah buat foto2, saya juga mengandalkan banget sinar matahari

    ReplyDelete
  3. Hai mbag tya.. kece badai ah ide kreatifnya talenan wow banget, ayo dunk tutorialnya lighting ring nya..

    ReplyDelete

Hai! Terima kasih banyak sudah membaca postingan ini. Jangan sungkan menuliskan komentar di bawah ini ya. Komentar, masukan, dan kritik kalian sangat berarti untuk aku. Oya, please jangan masukkan link hidup di komen ya. Semua komentar dengan link hidup akan langsung di-delete.

Have a nice day!


© Talkative Tya | Designed by . All rights reserved.