Wednesday, 23 March 2016

[SOSOK] Sandrine Tungka dan Buku

Mungkin banyak readers TalkativeTya yang belum tahu kalau selain mencintai dunia perlenongan, aku juga mencintai buku. Sebagai cacing buku, eh maksudnya bookworm, membaca buku itu wajib buat Tya. Ibaratnya fardu ain deh. Ketika aku lagi jalan-jalan ke blog mbak Sandrine Tungka, Indonesian mom blogger pemenang Arisan Link Blogger Perempuan yang kedua, aku melihat banyak kutipan tentang buku. Wah, ini seperti menemukan oasis di padang internet *lebay* Aku langsung menebak pasti mbak Sandrine ini sama-sama cacing buku. Penasaran siapa sih sosok mbak Sandrine Tungka ini? Cuss lanjut bacanya ya.


Di sela kesibukannya mengurus baby Joe (mbak Sandrine ini baru saja dianugerahi bayi ganteng di awal tahun 2016), mbak Sandrine masih menyempatkan diri menjawab pertanyaan wawancara via WhatsApp. Yuk baca wawancara lengkapku dengan seorang Sandrine Tungka. 

1. Sejak kapan mbak Sandrine mulai aktif ngeblog? Dan apa alasannya?


Ngeblog sebenarnya sudah saya lakukan sejak jaman friendster mengeluarkan fitur blog. Tapi namanya masih SMA dengan uang jajan terbatas jadilah ke warnet ya sebulan sekali :D. Namun sejak kuliah kegiatan itu surut. Saya mulai bangkit ngeblog lagi sejak hampir dua tahun belakangan ini sejak memutuskan pakai title SanWa Journeys. Sebelumnyaa saya suka gonta-ganti nama blog tapi jarang diisi . Alasan pertama saya lebih kepada ingin membuat jurnal bagi diri sendiri seperti memoar dan sebagai sharing informasi buat pengunjung siapa tahu bermanfaat. 

2. Ketika bertandang ke blog mbak Sandrine, perhatianku langsung tertuju pada ulasan buku. Apakah ketika awal ngeblog sudah men-setting untuk menulis tentang buku?


Blog mbak Sandrine yang beisi catatan perjalanan dan memoarnya.

Blog mbak Sandrine yang khusus membahas tentang buku. 

Review buku justru muncul belakangan. Awalnya lebih ingin membuat blog tentang catatan perjalanan saya. Cuman saya berpikir saya kan bukan termasuk yang sering jalan. Masa kalau nggak jalan nggak nulis blog. Lagi bertanya-tanya seperti itu suatu saat saya berkenalan dengan salah satu blog buku yang berjudul "The Bookie Looker". Gara-garanya saya lagi nyari rekomendasi beberapa buku. Dari situ saya jadi terpikir kenapa nggak review buku juga aja. Ya sudah dari situ mulai deh ngeblog tentang buku juga.

3. Apa genre buku favorit mbak Sandrine? Apakah ada batasan genre buku yang bisa diulas di blog atau bebas genre apapun?


Salah satu buku bergenre YA Fantasy yang diulas mbak Sandrine.

Genre buku favorit saya adalah Young Adult Fantasy sama Romance. Namun untuk yang diulas di blog genrenya bebas. Intinya untuk semua buku yang saya baca. Ya, cuma gitu saya lebih sering tergoda untuk baca buku yang baru ketika satu buku sudah selesai ketimbang reviewnya. Jadi kadang suka lewat gitu aja nggak di-review padahal buku-bukunya sudah banyak bookmark nya.

4. Ngomongin soal buku, apa pendapat mbak Sandrine tentang e-book? Lalu, lebih pilih mana e-book atau paperback?



Saya termasuk yang senang ada e-book. Sejak bekerja saya lebih sering cari ebook daripada paperback (kecuali kalau bukunya ga ada dalam versi ebook baru beli paperback). Karena sangat menghemat tempat penyimpanan. Berhubung saya dulu ngekos di kamar yang cukup kecil jadi kalau beli buku terlalu banyak akhirnya bingung nyimpennya dimana. Alasan kedua karena lebih praktis saat dibawa. Saya kalau bawa tas suka yang sekecil, seringkas dan seringan mungkin. Bahkan saya bisa baca sambil berdiri. Maklum dulu saya anker-anak kereta-yang seringnya nggak kebagian tempat duduk. Cuma sejak hamil saya mulai mengurangi penggunaan gadget untuk membaca. Lama-lama mata lumayan lelah juga dan khawatir mata minus nya tambah besar sehingga takut nggak bisa lahiran normal. Jadilah saya mulai mengimbangi lagi antara membaca ebook dan paperback.

5. Kita semua tahu minat baca orang Indonesia itu sangat rendah. Bagaimana mbak Sandrine menyikapi ini dan apakah mbak punya tips bagaimana agar masyarakat Indonesia bisa mencintai buku dan membaca?


Yang saya sayangkan saat ini minat membaca orang indonesia nambah menurun ya. Saya melihatnya dari makin minim koleksi di perpustakaan-perpustakaan dan juga perpustakaan kecil pada tutup. Ada hal lain yang membuat minat itu turun yaitu ketika hidup menjadi serba praktis. Baca hal kecil seperti buku petunjuk pun nggak mau. Lebih senang bertanya dan mendengarkan, dengan alasan kelamaan kalau baca dulu.


Kutipan tentang membaca dari Dr. Seuss yang ada di blog mbak Sandrine.
Menurut saya kalau mau cinta membaca, harus ada niat dari orang itu sendiri. Kalau udah ada niat bisa dimulai dengan target. Dulu saya suka target gitu pas kondisi agak sibuk. Saya minimal harus bisa baca satu hari satu bab buku atau satu hari 10 halaman. Nggak musti matok waktunya. Kalau ada waktu senggang ya baca dan jangan tergoda untuk update status di tengah-tengah membaca. Sekarang saya lagi cari tahu juga supaya anak saya yang masih bayi ini kelak punya minat baca yang tinggi. Browsing sana-sini saya dapat kesimpulan bahwa di dongengin sejak bayi/sedini mungkin menggunakan buku paperback yang full color bisa merangsang minat baca pada anak selain menstimulasi otak.

***

Dari wawancaraku dengan mbak Sandrine, aku belajar banyak hal terutama tentang membaca. Membaca adalah jendela dunia. Aku berharap akan ada lebih banyak orang seperti mbak Sandrine yang menyadari bahwa membaca adalah jembatan menuju pengetahuan. Bahwa membaca tidak melulu hanya untuk urusan pekerjaan atau sekolah, tetapi membaca bisa dijadikan hobi. Reading is fun. Terakhir, aku ingin memberikan kutipan dari Walt Disney,

“There is more treasure in books than in all the pirate’s loot on Treasure Island.” -Walt Disney

Jadi, jangan tunda membaca buku. Thanks for reading. 


Share this Post Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This Share on Google Plus Share on Tumblr

47 comments:

  1. Wah membaca, sampe bikin blog 2 ya.. aku mah semua aku tulis di blog personal aku hihi. hebat kalau punya blog dua dan keurus semua apalagi beliau baru punya baby

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Laily, aku aja yang cuma satu biji suka keteteran apalagi punya 2....

      Delete
  2. Yuk, membaca buku. Tetap konsisten Mbak Sandrine dalam dunia ngeblog dan bukunya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo dukung gerakan membaca buku! Mbak Sandrine ini bisa jadi panutan untuk soal membaca.

      Delete
  3. Replies
    1. Yes! Salah satu sosok yang patut dicontoh.... ^.^

      Delete
  4. The land of stories, pas mampir ke tulisannya mba Sandrine tentang ini, saya langsung nangis kosel2 gara2 emang ini buku yang bikin daku mupeng :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Indah, aku juga langsung cuss cari ebook-nya. Hehehehehe....

      Delete
  5. Wahh genre romance.. aku banget tuh! Hahaha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga suka genre romance. Terutama yang model chick-lit gitu. Emang sih kadang ceritanya suka cheesy banget tapi ringan alias nggak terlalu banyak mikir. Hahahahah. Cocok dibaca sambil makan atau sambil ngusel2 suami. Wkwkwkw

      Delete
    2. Iya. Aku bukan penyuka novel kelas berat. Ga kuat :'( hahahaa

      Delete
    3. Udah keburu cape mikirnya ya mbak? Hahahaha. Tapi belakangan seneng juga kalau baca yang genre thriller/mystery meskipun keseringan gak sabar pingin tahu endingnya. Wkwkwkwk

      Delete
  6. Ternyata Mbak Sandrine lebih suka e-book. Kupikir semua pecinta buku sukanya sama buku cetak.

    Aku sih suka sama alasannya memilih e-book

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga pencinta buku mbak Lia, cuma memang beberapa tahun belakangan lebih memilih e-book dibandingkan paperback. Soalnya terkait biaya juga. Apalagi aku kalau baca buku ngebut banget, satu buku bisa sehari habis kalau nggak ditahan-tahan, jadi berasa rugi gitu....

      Tapi, kalau ada buku diskonan aku beli dan kalau ebook yang aku baca itu bagus pasti aku cari paperback-nya. Gimana dengan mbak Lia?

      Delete
  7. Waah saya belum nulis ttg Mbak Sandrine. Rupanya ada blog bukunya juga yah ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, blog buku-nya mbak Sandrine ada di www.sanwalibrary.com.

      Emang super mbak Sandrine ini mengelola dua blog sekaligus.

      Delete
    2. Keren yah. Baru melahirkan sudah bisa ngeblog lagi. Kalo say mungkin vakum dulu bbrp lama :)

      Delete
  8. melihat blog mba ini saya jadi kagum dan terinspirasi untuk terus membuat artikel asli tanpa hasil copas :) Blog mba sangat bermanfaat, terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak mas Rully.

      Ayo semangat ngeblog!

      Delete
  9. Dengan tampilan blog seperti ini saya jadi betah ngebaca tulisan mba, ada istilah membaca adalah cendela dunia, setuju mba kita harus membudayakan membaca,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Betul, dengan membaca kita akan semakin terbuka dengan berbagai ilmu. terima kasih sudah mampir yaa...

      Ayo membaca!

      Delete
  10. E book memang lebih praktis dan efisien dalam hal pemasarannya

    ReplyDelete
  11. patut di contoh nih....
    sosok mba sandrine... yang rajin... tapi apalah aku... kerjaannya males membaca :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayooo jangan malas membaca.....coba mulai membaca dengan yang ringan-ringan atau yang sesuai dengan hobi/minat. Biasanya nanti akan terbentuk habit membacanya....

      Delete
  12. saya jadi malu, ngakunya pecinta buku tapi ga meluangkan dana utk membeli buku ><

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuhu, apalagi aku mbak Nia? Aku malah sekarang nyaris nggak pernah beli buku sejak baca ebook...

      *soalnya kalau ebook bisa gratis*
      *emak pelit*

      Delete
  13. Iya bener.. membaca bukan cuma buat urusan sekolah atau kerjaan. tapi kalo aku malah demen baca paperback, soalnya kalo ebook, seringnya ujung2nya malah jadi kebablasan online. hahaha. nice post mba Tya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, betul banget mbak Monic.... kalau aku sih alasan baca ebook karena aku seminggu bisa baca 3-4 buku, kebayang dong kalau beli paperback? Bisa bangkrut...

      Aku biasanya baca ebook pakai handphone sih mbak, download dulu bukunya terus masukin ke handphone, jadi nggak perlu online untuk baca...

      Delete
  14. Aku suka baca tapi males nulis reviewnya. Kenapa ya? *nanya ke kaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayooo mbak Sinta, tulis review dooong....

      *plak*
      *padahal sendirinya juga baca buku tapi nggak pernah review*

      Delete
  15. Menginspirasi banget tulisannya mbak, aku jadi greget mau banyak baca dan nulis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih ^.^ Ayo budayakan gemar membaca!

      Delete
  16. keren wawancaranya *jempol* sampai nanya minat baca orang Indonesia. Tapi, saya baper soal perpustakaannya, udah lama diniatkan bangun perpus di rumah sendiri, kenyataannya yah dipendam aja deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiks mbak Lidha, aku jg mau bikin perpustakaan baru wacana aja sih soalnya gak ada tempatnya di rumah.

      Delete
  17. Hahaha, dulu aku sempat mengira kalau bookworm itu cacing buku lho mba tya.qiqqi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seriusaaaaan mbak Ety??? Cacing buku maksudnya beneran cacing gitu? Hahaha.... Andai betul begitu aku langsing doooong kaya cacing?

      *kenyataannya Tya itu segendut sapi kurban*

      Delete
  18. Waoo, ketemu sesama pencinta buku. Aku juga awalnya karena sering baca, akhirnya bikin blog buku, mba Tya. Berkat blog itu, aku jadi sering dapet buku gratis. hihi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Horeee, ketemu lagi sama pencinta buku...Waaah asyiknya dapat buku gratis. Sukses terus untuk blog bukunya ya mbak Intan. ^.^

      Delete
  19. Ayo Tya, bikin blog buku jugaa *dukung* . Atau bikin buku tentang kecantikan. Wih, kece badai deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh mbak Rotun, maunya sih gitu yaaa.... tapi kuatir nanti malah nggak istiqomah. Hiks. Jadi untuk sementara fokus sama ini aja dulu mbak.

      Delete
  20. Budayakan membaca walau hanya 1 kalimat. Ayoo, mbak Tya bikin buku jugaa *ehhh*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eeeeeaaaa....

      Ujung-ujungnya aku ditembak untuk bikin buku. Doakan ya mbak Asri....

      Delete
  21. Aku dulu suka baca novel, tapi sekarang ga sempet baca kaya gitu lagi. Sekarang udah kebanyakan baca file excel dari kantor haha. Pengen punya waktu luang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mbaaak... pasti ada waktunya kok kalau disempatkan.. Semangat ya mbak!

      Delete
  22. Aaakkk mba, itu quotenya izin copas lagi ya :D
    Mba Tya ini suka bikin dan nemu quote-quote yang keren banget. Sukaaaa.
    Makasih banyak mba atas reviewnya juga.
    Btw itu seminggu bisa baca 3-4 buku itu gimana caranya mba? Saya pembaca yang lambat. Ngertinya kok lambat banget gitu. :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggo mbak Sandrine, silahkan dicopas. Semoga berkenan dengan reviewnya ya mbak Sandrine.

      Aku baca 3-4 buku seminggu itu karena baca pakai ebook, selama ada waktu luang dan bukunya menarik pasti aku baca. Bisa baca di angkot, di gojek, pas sambil nunggu murid dateng ke kelas, di jeda antar kelas, dan yang parah nih, aku makan sambil baca buku juga... padahal sebetulnya itu bad habit. Hiks...

      Delete

Hai! Terima kasih banyak sudah membaca postingan ini. Jangan sungkan menuliskan komentar di bawah ini ya. Komentar, masukan, dan kritik kalian sangat berarti untuk aku. Oya, please jangan masukkan link hidup di komen ya. Semua komentar dengan link hidup akan langsung di-delete.

Have a nice day!


© Talkative Tya | Designed by . All rights reserved.