Wednesday, 13 July 2016

Tembok Baru di Hari Lebaran

Assalamualaikum, semuanya!

Tidak terasa sudah hari Rabu saja nih. Berarti sudah tiga hari kita kembali beraktivitas (terutama untuk mereka yang bekerja) dan  tepat satu minggu setelah Lebaran. Hari Raya tahun ini aku rasakan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada banyak perubahan yang terjadi baik di keluarga inti maupun di keluarga besar dari kedua belah pihak (aku dan mas suami). Tapia ada satu hal yang betul-betul berkesan bagi aku di Hari Raya kemarin yaitu tembok baru. Penasaran? 



Aku dan mas suami termasuk orang yang santai dalam menyambut Hari Raya. Berbeda dengan keluarga lain yang mungkin rempong dengan urusan pulang kampung, belanja Lebaran, siapin duit saweran, dan renovasi rumah. Tetapi Lebaran tahun ini aku dan mas suami sukses mengeksekusi project  mengecat tembok rumah yang aduhai banget kotornya. Jadi ceritanya dulu waktu si kakak masih balita, dia nggak pernah tuh corat-coret tembok rumah. Kalau mau nulis atau gambar pasti minta kertas. Bertolak belakang sekali sama adiknya yang meski belum genap 2 tahun tapi alamaaaak jahilnya! Tembok rumah yang putih bersih disulap jadi kanvas untuk berkreasi. 

Ini dia pelakunya!

Si adik ini memang sepertinya sangat aktif dan kreatif. Nggak puas corat-coret tembok rumah dengan pensil atau spidol yang sukses dijarah dari tas sekolah si kakak, si adik juga menggunakan kuas dan sponge makeup yang berhasil diambil dari meja rias aku. Hasilnya? Tembok jadi totol-totol coklat kena sisa foundation. OMG! So, buat para emak-emak, berhati-hatilah menyimpan perlengkapan lenong kalian karena bisa digunakan untuk kejahatan di rumah alias bikin rumah kayak kapal pecah.

Fokus pada temboknya yang kotor luar biasa itu yaa.

Oke, balik ke persoalan tembok yang bikin kepala mumet ini. Proyek mengecat tembok ini terkesan simple ya, tapi ternyata mas suami punya konsep yang tidak biasa. Katanya selesai tembok dicat, tembok tersebut bisa memaksimalkan hobi aku foto-foto untuk blog. Nah lho, jadi makin mupeng kan. Ternyata konsep mas suami adalah mengecat tembok rumah dengan pola Chevron. Apa pula ini? Chevron itu kan perusahaan minyak. Maksudnya mau ngecat rumah dengan gambar oil rig gitu? 


Ulala, ternyata pola Chevron wall itu adalah pola zig-zag capedeee, kenapa gak langsung bilang zigzag aja coba?. Setelah perdebatan alot tentang pilihan warna cat, kita memutuskan menggunakan warna hijau unyu. Serius aku nggak tahu nama warna hijau ini apa karena kata mas suami warna hijau ini dibuat khusus dengan mesin pencampur warna cat, namanya mesin tinting. Ini mesin mungkin terinspirasi dari Ayu Tinting kali yeee.



Mesin tinting cat. Pic source: http://mitra-nzo.blogspot.co.id/

Singkat cerita, aku dan mas suami kepoin video tutorial di Youtube untuk cari tahu gimana caranya bikin chevron wall itu. Ternyata, chevron wall yang unyu dan super kece itu nggak gampang buatnya.  It was a laborious work! Mas suami harus menggambar garis zigzag secara manual, padahal temboknya lumayan lebar. Aku pun ikut andil ngecat tembok. Demi Lebaran dengan tembok baru, kita berdua nggak tidur sama sekali! Jadi kita takbiran sambil ngecat tembok dan baru selesai saat azan Subuh terdengar. 

Proses pengerjaan chevron wall. Semangat ya mas suami!
Setelah digarisin, selanjutnya diberi selotip untuk batas pengecatan.
Tembok setelah dicat tetapi selotip belum dilepas. 

Tapi semua jerih payah tersebut terbayar setelah melihat tembok yang cantik. Dan betul kata mas suami, tembok ini kece banget untuk foto-foto dan untuk background video! 

Tadaaa! Chevron wall sudah jadi deh!

Sayangnya, meskipun di Hari Raya tembok ini sudah kece tapi aku dan mas suami malah nggak sempat berfoto dengan si tembok. Kenapa? Karena kita berdua udah capek luar biasa. Kalaupun fotonya ada itupun wajah aku dan mas suami dengan mata panda yang bertingkah seperti zombie. Hohoho. Gimana dengan cerita kalian saat Lebaran? Adakah cerita seru selama Lebaran kemarin? Jangan sungkan untuk share di kolom komentar di bawah ini yaa. 

Thanks for reading! 


Share this Post Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This Share on Google Plus Share on Tumblr

9 comments:

  1. Subhanallah, mbak ... bener-bener sebuah kerja keras. Kira-kira kalau si adik masih iseng ditembok itu gimana ya, ... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau si adik masih iseng juga ya paling aku dan mas suami mewek di pojokan kamar sambil ngaduk cat tembok... hahaha

      Delete
  2. warnanya unyu sekali mbakkk :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak Ema, memang warnanya unyuuu.....

      Delete
  3. Kereen bangeett good idea yaa, kapan2 pengen nyobain :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo cobain mbak Tuty, bisa menambah kemesraan antara suami istri juga lho. Hahahahha

      Delete
    2. Ayo cobain mbak Tuty, bisa menambah kemesraan antara suami istri juga lho. Hahahahha

      Delete
  4. bagus bangeett...aku dulu juga pengen buat zig-zag ini tapi setelah mikir-mikir harus zig-zag 1-1 *tembok rumahku 10m T__T* udah males duluan hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah, itu bikin garisnya emang pe-er banget le. Suami aja beli penggaris khusus yang ada water level-nya gitu untuk mastiin garisnya betul2 lurus.

      Kalau di video tutorial di youtube sih banyak yang pake stensil pola chevron-nya cuma aku g nemu yang jual di sini.

      Paling gampang ya minta tolong tukang cat yang ngerjain. hehehehehe

      Delete

Hai! Terima kasih banyak sudah membaca postingan ini. Jangan sungkan menuliskan komentar di bawah ini ya. Komentar, masukan, dan kritik kalian sangat berarti untuk aku. Oya, please jangan masukkan link hidup di komen ya. Semua komentar dengan link hidup akan langsung di-delete.

Have a nice day!


© Talkative Tya | Designed by . All rights reserved.