Sunday, 31 July 2016

Travelling Tanpa Pening ala Travel Blogger Primastuti Satrianto

Assalamualaikum, semuanya!

Kalau banyak orang menganggap travelling itu adalah kegiatan yang menyenangkan, aku justru sebaliknya. Lho kok bisa? Yup, Tya itu orangnya rempong jadi kalau pergi travelling pasti rempong juga. Jangankan travelling, wong cuma pergi hang out ke mall bareng teman-teman aja aku udah rusuh sendiri. Bagi aku, travelling itu menambah pening kepala. Nah kebetulan banget ada mbak Ima Satrianto alias mbak Primastuti Satrianto atau yang akrab disapa mbak Manda. Beliau ini adalah blogger jogja di www.ceritamanda.com yang demen jalan-jalan alias travelling. 

Di postingan kali ini Tya berbincang-bincang dengan mbak Manda lewat WA tentang gimana caranya agar travelling hepi tanpa rempong. Yuk simak bareng-bareng.

Sebagai seorang travel blogger yang suka tamasya, tentunya mbak Manda sudah banyak melalang buana. Mulai dari keliling Jogja sampai jalan-jalan ke Singapura. Wah seru ya! Jadi pas banget nih kalau Tya tanya-tanya tentang travelling. 


Sebagai seorang beauty blogger/istri/emak dengan dua anak, aku tuh selalu punya masalah kalau pergi travelling, yaitu nggak bisa bawa barang bawaan sedikit. Pasti rempong deh. Nah kalau misalnya mau travelling 2-3 hari dan menginap, perlu bawa baju berapa banyak sih? Sepatu dan sandalnya gimana?


Samaaaa, makanya saya kalau bepergian nyaman bawa kendaraan sendiri. Soalnya kaya serumah bisa dibawa semua, termasuk bantal kesayangan. Kalau memang terpaksa pergi pakai maskapai ya mau tidak mau prioritas bawa bajunya.

Untuk 2-3 hari, diakali bawa yg bisa padu padan, misal cardigan dan celana hitam. Yang pasti sepatu dan sendal tidak boleh ketinggalan. Bawa gamis polosan, sisa ganti rompi juga solusi penghematan ruang koper. Hihihi.

Hoo, begitu yaa mbak. Nah kadang kan kalau baju-baju dipacking di koper atau di tas pasti lecek tuh, apalagi kita-kita yang pakai jilbab. Kira-kira mbak manda punya solusi nggak gimana supaya si baju dan jilbab itu nggak lecek.


Selama ini tipsnya, bawa baju dan jilbab dgn bahan yg tidak mudah kusut.

Wah, sesimpel itu ya. Tya malah mikirnya bawa segala setrikaan atau alat steam baju.  Terus benda-benda esensial lain apa yang perlu dibawa ketika travelling mbak?


Karena saya status tamasyanya masih honeymoon jadinya peralatan perangnya blm rempong, masih seputar alat-alat yang bisa dipakai motret dan charger. Kalau sampai ketinggalan, liburannya jadi gak seru deh. 

Gimana kalau travelling dengan anak? Apakah ada benda-benda tambahan yang harus dibawa? Pusing deh kalau travelling sama bocah-bocah. 



Travelling dgn anak aku blm pernah, tapi ada artikel pas ajak ponakanku mba. Intinya sih menjaga agar mood anak tetap fun. Caranya dengan menyiapkan mainan dan camilan yang disukai anak. Lengkapnya bisa mampir ke sini ya mbak. "Tips Travelling Nyaman Mengajak Balita." 

Terakhir nih mbak? Gimana caranya supaya stay positive ketika ada hal-hal yang bikin bete saat travelling (misalnya macet parah, anak rewel, kelupaan barang, dll).



Ngomongin tentang tamasya dan bagaimana solusinya kalau zonk, kebetulan sekali mbak Ety Abdoel juga menulis tentang ini. Zonk itu macam-macam, bisa jadi tempat wisata yang dikunjungi kurang terawat, kotor, dan nggak bagus untuk foto-foto. Atau bisa juga zonk karena restoran  atau tempat singgah (hotel atau villa) yang kurang bagus dan makanannya kurang enak. Tips-nya, kalau ketemu yang zonk harus segera kembalikan mood. 

Caranya gimana tuh mbak Manda?


Kalau yang zonk itu tempat makan, maka cara mengembalikan mood-nya dengan pergi ke tempat tamasya yang kece. Kalau yang zonk itu tempat tamasya, maka mengembalikan mood-nya dengan cari tempat makan yang enak. 


Hooo (manggut-manggut). Ternyata mbak Manda selain hobi tamasya juga senang kuliner juga ya. Pantesan banyak foto-foto makanan menggugah selera di akun Instagramnya @imasatrianto. Terima kasih banyak ya mbak Manda atas tips dan masukannya. Tya jadi semangat menabung nih untuk travelling! 


***

Nah itu dia bincang-bincang aku dengan mbak Manda, seorang lifestyle blogger asal Jogja yang demen tamasya. Aku jadi teringat sebuah kutipan “Travel broadens the mind.” Artinya, dengan travelling pola pikir kita akan lebih terbuka dan tentunya jadi lebih bijak *haiiiish*. Semoga bincang-bincang Tya dengan mbak Manda dari www.ceritamanda.com ini bisa membantu kalian semua untuk bisa menikmati tamasya tanpa harus pening. 

Thanks for reading! 


Share this Post Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This Share on Google Plus Share on Tumblr

6 comments:

  1. Iya bener ga perlu repot nyetrika saat jalan2 kalo bawa baju yg ga gampang kusut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seriusan lho mbak Kania, aku kalau jilbab kusut mood jadi kusut juga. Hahahahha. Kayanya mesti invest ke baju dan jilbab yang nggak gampang kusut untuk jalan-jalan.

      Delete
  2. Paling rusuh traveling sama anak2. Maunya semua barang kesayangan dibawa. Padahal di mobil dah penuh sesak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahhh mbak Nur Rocha, I feel you! Anakku dua nggak bisa diem semua. Satu mobil pasti rusuh sama mereka. Haha

      Delete
  3. mba tyaaaaa.. ternyata aku belum komentar di tulisan ini.. hihihihi.. beneraaaann nggak nyadar kalau belum komentar, dimaklum ya mbaa.. ditunggu di Jogja ya mba tya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeaaaah! Kalau aku ke Jogja kita ketemuan ya mbak.....

      Delete

Hai! Terima kasih banyak sudah membaca postingan ini. Jangan sungkan menuliskan komentar di bawah ini ya. Komentar, masukan, dan kritik kalian sangat berarti untuk aku. Oya, please jangan masukkan link hidup di komen ya. Semua komentar dengan link hidup akan langsung di-delete.

Have a nice day!


© Talkative Tya | Designed by . All rights reserved.