Friday, 23 June 2017

Ayo Dukung Anak jadi Juara Hebat Kebaikan dengan Stimulasi Tepat

Happy Thursday!

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan berkah di mana semua aktivitas yang kita lakukan bernilai ibadah, bahkan hal kecil sekalipun. Semua orang berlomba-lomba melakukan kebaikan dan aktivitas yang bermanfaat, seperti menghadiri Bebelac Bloggers Gathering 'Juara Hebat Kebaikan’ yang diselenggarakan hari Sabtu, 17 Juni 2017 kemarin di Patio Trattoria & Pizzeria, Jakarta.





Bloggers gathering plus buka bersama ini dihadiri oleh teman-teman bloggers bersama keluarga dan adik-adik dari Rumah Yatim. Karena memang acaranya seperti family gathering, jadi bloggers boleh nih mengajak buah hati untuk ikut hadir. Tapi nggak perlu kuatir karena Bebelac menyediakan ruangan khusus untuk anak-anak bermain bersama. Seru sekali! Selain itu ada juga workshop dengan tema "Tumbuhkan Anak Hebat Bersama Bebelac Juara Hebat Kebaikan", yaitu bagaimana menanamkan nilai-nilai baik agar anak menjadi Juara Hebat Kebaikan yang disampaikan oleh mbak Ririen (Bebelac) dan psikolog mbak Binky Paramita (Rumah Dandelion).


Pada kesempatan ini mbak Ririen mengungkapkan bahwa anak yang baik itu adalah anak yang memiliki IQ dan EQ yang seimbang. Bicara tentang IQ dan EQ, anak yang memiliki IQ dan EQ seimbang akan lebih percaya diri, adaptif terhadap lingkungan, mampu berkolaborasi dengan orang lain, dan juga memiliki rasa peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini juga dipertegas oleh penjelasan mbak Binky yang menyampaikan bahwa IQ (kecerdasan intelektual), EQ (kecerdasan emosional), dan dukungan sosial membentuk pribadi anak yang hebat yang menjadi kebanggaan orang tua.



Tentu saja untuk membentuk anak yang hebat, yang cerdas secara intelektual maupun emosional diperlukan dukungan sosial terutama dari keluarga (ayah dan ibu). Orang tua harus bisa menempatkan dan memperlakukan anak sesuai umurnya karena ini berkaitan dengan sifat alamiah anak. Pada usia 2-7 tahun, anak umumnya memiliki sifat yang egosentris di mana anak cenderung egois (hanya memikirkan dirinya sendiri). Pola pikir anak pada usia ini juga masih konkrit sehingga anak sulit mencerna penjelasan yang bersifat abstrak tentang hal-hal yang rumit. Jadi, menjelaskan dan mengajarkan nilai baik pada anak lewat kata-kata tidak akan efektif.


Mbak Binky mengatakan ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar anak belajar tentang nilai-nilai kebaikan dengan efektif, yaitu bercerita (story telling), bermain peran (role play), dan memberikan contoh (modelling).

  • Bercerita (story telling) dapat dilakukan dengan membaca buku cerita dengan tokoh yang senang menolong orang lain dan mengaitkannya dalam kegiatan sehari-hari anak. 
  • Role play atau bermain peran menjadi orang yang butuh pertolongan dan orang yang menolong juga bisa dilakukan anak dan dan orang tua. Contoh kecilnya adalah bermain peran sebagai nenek tua yang ingin menyebrang jalan atau teman yang lupa membawa bekal. 
  • Cara lainnya adalah dengan memberikan contoh ke anak (modelling) bagaimana berperilaku baik dan melakukan kebaikan sehingga anak dapat meniru apa yang orang tua lakukan.
Ternyata cara yang disarankan mbak Binky ini sudah aku dan mas suami terapkan di rumah kepada anak-anak. Anak pertamaku, Mas Deniz (6 tahun), punya kepribadian yang unik dengan otak kanan yang lebih dominan. Mas Deniz adalah anak yang sangat kreatif dan penuh daya khayal. Makanya kalau bicara soal logika atau menyampaikan sesuatu yang rumit dijamin akan berujung pada perdebatan sengit. Kemudian kami mengubah strategi dengan menyampaikan nilai-nilai kebaikan dalam bentuk bercerita. Alhamdulillah responnya positif dan efektif.

Mas Deniz, yang sudah bisa berkomunikasi dengan lancar, membuat dia mudah sekali hanyut dalam cerita yang dibacakan ayahnya. Tidak jarang mas Deniz dan ayahnya terlibat dalam diskusi tentang kejadian-kejadian dalam cerita. Kalau sudah begini, nilai kebaikan yang terkandung dalam cerita jadi lebih nempel dan terus diingat mas Deniz. Sebagai contoh, dulu mas Deniz paling sebal kalau lagi main terus digerecokin sama adiknya. Sampai pada satu waktu ayahnya membacakan cerita tentang kakak yang penyayang. Cerita ini begitu mengena dan membuat mas Deniz mengerti perannya sebagai kakak. Sekarang, mas Deniz selalu akur kalau main bersama adik dan bahkan membantu mengajarkan hal-hal kecil pada adiknya seperti berhitung dan berbicara.


Nah, beda lagi nih dengan adik Zinan (3 tahun). Karena adik Zinan belum bisa bicara dengan lancar, modelling menjadi cara paling efektif mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Salah satu modelling yang aku dan suami lakukan adalah mengajarkan agar adik Zinan membereskan mainannya setelah selesai bermain. Awalnya kami yang selalu membereskan mainannya sambil mengajak adik agar membereskan mainannya sendiri di lain waktu. Namanya anak kecil, modelling ini harus dilakukan berulang kali sampai dia mengerti. Di sini kesabaran dan konsistensi kami sebagai orang tua benar-benar diuji. Tetapi, ketika adik Zinan pada akhirnya bisa membereskan mainannya sendiri setiap kali selesai bermain, duh luar biasa senangnya!


Lalu bagaimana menumbuhkan rasa peduli anak? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, diantaranya adalah orang tua menjadi role model dengan cara berperilaku sesuai dengan apa yang diajarkan pada anak agar anak dapat meniru perilaku tersebut. Selain itu, libatkan seluruh anggota keluarga seperti suami, kakek, nenek, kakak, dan adik. Terakhir adalah konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai kebaikan yang diterapkan ke anak.

Orangtua memberikan contoh berperilaku sehingga rasa peduli anak tumbuh. 

Agar aksi hebat anak dalam melakukan kebaikan semakin terpupuk, berikan pujian pada anak sehingga mereka semakin percaya diri dalam membantu orang lain. Berikan juga kesempatan pada anak untuk mencoba membantu. Tanpa kita sadari, anak sebetulnya ingin membantu tetapi terkadang orangtua melihatnya sebagai sesuatu yang salah (contoh: anak membantu menyiram bunga dan membuat lantai becek lalu kita marahi). Duh, hal seperti ini yang membuat anak menjadi minder dan enggan melakukan aksi hebat kebaikan. Selain itu, ajak anak untuk berdiskusi ketika melihat orang yang membutuhkan bantuan. Berikutnya, jadikan penerapan nilai kebaikan sebagai tradisi keluarga (contoh: rutin menyiapkan makanan berbuka puasa untuk mereka yang kurang mampu). Dan yang paling penting, berikan nutrisi yang tepat agar pertumbuhan dan perkembangan anak optimal,

Adik-adik dari Rumah Yatim penuh semangat berbagi cerita aksi hebat kebaikan
yang mereka lakukan. 
Meskipun singkat, workshop ini sangat bermakna sekali untuk semua orang tua yang hadir, terutama untuk aku pribadi. Workshop ini menjadi pengingat sekaligus cambuk untuk aku menjadi orang tua yang lebih baik lagi, untuk terus memberikan stimulasi yang tepat dan konsisten sesuai usia mas Deniz (6 tahun) dan adik Zinan (3 tahun), dan menjalin kedekatan (bonding) dengan mereka agar nilai-nilai kebaikan yang sudah diperkenalkan bisa tertanam kuat dalam diri mereka sejak kecil.

Penampilan adik-adik dari Sanggar Yuli yang penuh percaya diri.
Acara Bebelac ‘Juara Hebat Kebaikan’ yang dipandu oleh mas Noval sebagai MC ini juga menghadirkan adik-adik cantik dan bertalenta dari Sanggar Yuli yang unjuk kebolehan dalam menari dan menyanyi. Lalu adik Habsyi dari Rumah Yatim mengumandangkan azan Magrib dengan indah, kami pun menyantap hidangan nan lezat dari Patio Trattoria & Pizzeria. Acara pun ditutup dengan pengumuman pemenang Live Tweet dan Best IG Post dan tidak lupa tentunya berfoto bersama. 

Pic source: instagram.com/bloggercrony

Bulan Ramadan menjadi momen yang tepat untuk kita mengajarkan nilai-nilai kebaikan pada anak dan memupuk rasa peduli anak sejak dini sehingga ia bisa menjadi #JuaraHebatKebaikan. Oya, jangan lupa untuk mengajak anak-anak berpartisipasi dalam Juara Hebat Kebaikan. Setiap satu anak yang melakukan aksi hebat kebaikan maka akan ada 1 donasi yang diberikan untuk Rumah Yatim. Caranya mudah lho! Cukup kirimkan foto atau video yang menceritakan aksi hebat kebaikan anak ke website www.bebeclub.co.id/juarahebatkebaikan. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 5 Mei – 30 Juni 2017, jadi masih ada waktu nih untuk mengabadikan aksi hebat kebaikan anak dan ikut dalam kegiatan ini! Yuk ikutan! 


#JuaraHebatKebaikan
#GrowThemGreat

Thanks for reading! 

Share this Post Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This Share on Google Plus Share on Tumblr

3 comments:

  1. Ayooo ikutaaan^_^ Event nya keren dan ilmunya bermanfaat banget! Thanks for sharing Mba.

    ReplyDelete
  2. Akh mau pinter kaya abang juga donkk

    ReplyDelete
  3. Salut sana mas Denis yang sayang sama ade dan suka membantu orang tua..

    ReplyDelete

Hai! Terima kasih banyak sudah membaca postingan ini. Jangan sungkan menuliskan komentar di bawah ini ya. Komentar, masukan, dan kritik kalian sangat berarti untuk aku. Oya, please jangan masukkan link hidup di komen ya. Semua komentar dengan link hidup akan langsung di-delete.

Have a nice day!


© Talkative Tya | Designed by . All rights reserved.