Top Social

Staycation di Hotel Sofyan Cut Meutia dan Jalan-jalan di Monas

Monday, 21 January 2019
Akhirnya setelah sekian lama aku dan sekeluarga bisa staycation! Weekend kemarin kami menginap di Hotel Sofyan Betawi Cut Meutia di kawasan Menteng. Kami sekeluarga bisa staycation berkat voucher hadiah blog competition Jakarta Modest Fashion Week yang diselenggarakan BloggerCrony tahun lalu. Jadi, thank you so much BloggerCrony! Anyway, ini adalah staycation perdana kami sebagai keluarga, jadi jangan tanya bagaimana excited-nya dua bocah ketika tahu mereka akan menginap di hotel. They were in cloud nine!


Sofyan Hotel Cut Meutia ini berada di Jalan Cut Meutia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Lokasinya sangat strategis karena tepat di pusat kota Jakarta. Kalau teman-teman mau ke hotel ini naik Commuter Line, turun di Stasiun Gondangdia dan dari situ tinggal jalan kaki saja. Dekat banget deh, paling hanya 5 menit berjalan kaki. Jarak tempuh dari hotel ke Monas juga kurang dari 10 menit menggunakan mobil lho. Hotel ini juga cocok untuk mereka yang mau naik kereta ke luar kota karena lokasinya dekat dengan Stasiun Gambir. Satu hal yang paling suamiku suka adalah lokasi hotel yang sangat dekat dengan Masjid Cut Meutia, jaraknya mungkin tidak sampai 30 meter. “Wah, jarang-jarang ketemu hotel yang dekat masjid. Bisa salat berjamaah terus nih,” begitu kurang lebih komentar mas suami. 



Selain lokasinya yang strategis, kelebihan lain dari Sofyan Hotel Cut Meutia ini menggunakan prinsip syariah dalam setiap pelayanan yang diberikan. Mulai dari kebijakan dan peraturan hotel sampai pelayanan hotel menggunakan prinsip syariah ini sehingga tercipta suasana yang ramah, nyaman, dan harmonis untuk setiap tamu yang menginap di Sofyan Hotel. Oya, hotel ini juga sudah mengantongi sertifikasi Halal MUI lho. 

Sebelum datang ke hotel, aku ingin memastikan apakah ruangan hotel tempat kami menginap itu bisa untuk satu keluarga. Soalnya kata ibuku beberapa hotel mengharuskan untuk menambah kasur (extra bed). Alhamdulillah setelah aku menanyakan hal ini via telepon, pihak Hotel Sofyan mengatakan bahwa kami tidak perlu extra bed dan anak-anak bisa ikut sarapan (meskipun kupon sarapan yang kami dapatkan hanya untuk 2 orang saja). Hemat!

Arsitektur Sofyan Hotel Cut Meutia ini kalau dilihat dari luar seperti rumah betawi.  Tidak heran kalau hotel ini juga disebut Hotel Sofyan Betawi. Dari sejak pertama datang, kami disambut dengan ramah oleh staf hotel. Proses check-in pun juga tidak lama. Setelah mengisi data diri, kami pun langsung menuju kamar. Yeay! We were officially staying in a hotel! Tipe kamar yang kami tempati adalah Superior Room di lantai 5.


Hotel Sofyan Cut Meutia terdiri dari 5 lantai dengan 90 kamar. Hotel ini juga sudah dilengkapi dengan lift.  Tipe kamar yang bisa dipilih di hotel ini adalah  Suite room, Executive room, Deluxe room, dan Superior room. Tipe kamar yang kami tempati adalah Superior Room dengan twin bed di lantai 5. Fasilitas yang tersedia di dalam kamar menurut aku sudah lengkap dan sangat mumpuni untuk staycation seperti akses wifi internet, safe deposit box, LCD tv dengan saluran TV dalam dan luar negeri, coffee and tea set maker, dan kulkas kecil.


Biasanya kalau aku menginap di hotel, yang pertama kali aku tengok adalah kamar mandinya. Kamar mandi di Superior room ini ukurannya pas dan terbagi jadi dua area: kering untuk wastafel dan toilet dan basah untuk mandi). Amenities yang disediakan juga mumpuni, dua sikat gigi, sabun, shampoo, dan sisir kecil. Karena kami tahu hotel biasanya menyediakan hanya dua handuk saja, kami membawa handuk ekstra dari rumah untuk anak-anak. Kamar mandi Superior room Hotel Sofyan Cut Meutia ini menggunakan shower. Aku sempat berharap kamar mandi hotel ini akan menggunakan bath tub biar bisa berendam gitu. Ya namanya berharap boleh doong. Hehehe. Hal yang paling menyenangkan dari mandi di hotel adalah tersedia air panas dan dingin. Jadi kalau mau mandi air hangat tinggal putar keran aja, beres #norakbanget


Sekitar pukul 8 malam, kami sekeluarga menggunakan taksi menuju Monas (cuma bayar 10 ribu aja lho dari hotel). Ini dia yang ditunggu-tunggu sama duo bocah, Air Mancur Menari, pertunjukan air mancur yang diiringi lagu-lagu daerah yang diaransemen oleh Addie MS. Air Mancur Menari ini hanya ada di hari Sabtu dan Minggu saja dengan dua kali jam pertunjukan, 19.30 dan 20.30. Lama pertunjukannya sekitar 30 menit. Insyaallah nggak akan bosan karena ada MC yang seru dan selalu mengajak pengunjung berinteraksi. Ini adalah pertama kalinya kami menghabiskan malam minggu di Monas. Ternyata suasana Monas di malam Minggu ramai banget lho!


Sepulangnya dari Monas, kami langsung istirahat karena di hari Minggu pagi kami punya rencana untuk mengunjungi Monas lagi. Nah dua bocah ini tidurnya lasak alias nggak bisa diam, jadi mas suami menggabungkan dua tempat tidur agar kami bisa tidur berempat dengan lega. Suasana ruangan hotel yang nyaman, kasur yang empuk, dan selimut yang hangat membuat anak-anak langsung tidur pulas. 

Pagi hari kami bangun dengan badan yang segar dan langsung menuju ke Potpourri Restaurant untuk menikmati sarapan. Hotel Sofyan Cut Meutia menyediakan sarapan dalam bentuk buffet, jadi ada beragam menu yang bisa dipilih sesuai selera. Kebetulan dua bocah ini lidahnya selera nusantara, jadi sarapan yang mereka minta ya nggak jauh dari nasi goreng dan bubur ayam. Aku sendiri memilih sereal dan omelet dengan secangkir kopi. Sedangkan mas suami sarapan roti panggang dengan olesan selai. Saat sarapan, kami baru ngeh kalau ternyata banyak juga keluarga yang menginap di hotel ini.


Setelah sarapan, kami kembali mengunjungi Monas. Suasana Monas di pagi hari Minggu juga ramai oleh pengunjung, baik yang berolahraga atau yang sekadar jalan-jalan. Sayangnya kami kurang beruntung karena antrian untuk naik ke puncak Monas sudah panjang sekali. Jadi kami memutuskan untuk mengunjungi area Monas yang ada rusa-nya. Sedihnya, kami tidak menjumpai satu pun rusa di area tersebut. Lalu mas suami menyarankan untuk naik City tour bus yang menawarkan tur keliling kota Jakarta. Ketika kami mendatangi bus tersebut, staf bus-nya mengatakan bahwa City tour bus untuk umum baru tersedia jam 12 siang setelah CFD selesai. Duh, ini namanya belum jodoh. Kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat sambil menunggu check-out. 

Antrian untuk masuk ke Monas jam 8 pagi udah kaya gini nih.
Nggak ketemu rusa ya udah foto aja di depan kandangnya. 
Ternyata City tour bus ini baru beroperasi jam 12 siang di hari Minggu.
Bersantai sambil menunggu check-out

Tidak terasa staycation kami pun berakhir. Meskipun hanya menginap satu malam saja, kami sekeluarga sangat puas dengan pelayanan di Sofyan Hotel Cut Meutia. Anak-anak pun sudah menagih untuk kembali menginap di sini. Buat teman-teman yang ingin staycation hemat di lokasi strategis, Sofyan Hotel Cut Meutia ini bisa jadi pilihan yang tepat.

Segitu dulu cerita staycation perdana kami. Kalau teman-teman punya rekomendasi hotel yang asyik untuk staycation bersama keluarga dengan harga murah meriah, boleh banget lho share di kolom komentar. 

Sofyan Hotel Cut Meutia


Twitter: @sofyanhotels


Thanks for reading!

Beauty Haul November-December 2018

Monday, 14 January 2019
Katanya Tya lagi diet shopping, kok belanja terus? 

Seriusan nih, beberapa waktu yang lalu di postingan Beauty Haul October 2018 aku menuliskan kalau aku lagi diet shopping. Pokoknya kalau nggak penting-penting amat nggak akan aku beli deh. Tetapi niat tinggallah niat karena dua bulan terakhir ini (November dan Desember) ternyata banyak sekali produk skincare dan makeup yang aku beli dengan berbagai macam alasan. Kebanyakan sih alasannya karena diskon besar-besaran dan penasaran. 


Udah lah ya, daripada meratapi belanjaan yang segunung, mending ditulis aja biar berfaedah dan bisa menyemangati aku untuk mengulas setiap produknya. 

Skincare

Kebanyakan produk yang aku beli dua bulan belakangan ini adalah produk kosmetik, tetapi ada juga satu produk skincare yang nyangkut masuk ke dalam keranjang belanja yaitu Missha Premium Aloe Soothing Gel 95%. Meskipun aku punya dua produk aloe vera gel di rumah (Nature Republic dan The SAEM), diskon 50% membuat aku tetap tergoda untuk membeli aloe vera gel keluaran Missha. Aku membeli Missha Premium Aloe Soothing Gel 95% ini di AEON Jakarta Garden City dengan harga Rp50.000. Rencananya sih aku ingin membandingkan tiga produk aloe vera gel yang aku punya. Doain aja aku punya waktu untuk mengerjakan reviewnya ya!


Selain Missha Premium Aloe Soothing Gel 95%, aku juga membeli Oriflame Love Nature Coconut lip balm untuk membantu mengatasi bibir kering dan pecah-pecah aku dan Himalaya Herbals Neem Toner yang katanya nih cocok untuk kulit berminyak dan acne prone. Terakhir, aku membeli Naruko Tea Tree Night Gelly Mask yang saat itu sedang flash sale. 

Beauty Tools

Sebetulnya aku termasuk orang yang percaya nggak percaya dengan keampuhan beauty tools, cuma ya aku tuh anaknya gampang teracuni. Hehehe. Beauty tool pertama yang aku  beli adalah jade face roller yang sering banget seliweran di explore Instagram aku. Pas tahu harganya ratusan ribu, aku langsung mundur teratur deh. Tetapi beberapa hari kemudian aku lihat ada yang jual jade face roller ini dengan harga hanya 20 ribu aja di Shopee! Gila kan harganya lebih murah daripada harga ayam penyet langganan kantor. Tanpa pikir panjang ya aku beli aja. 


Ketika aku lagi main ke ACE Hardware Depok, aku melihat ada satu area yang menjual produk-produk travelling dan pernak-pernik namanya ATARU. Sekilas ATARU ini memang mirip dengan Miniso Japan, mulai dari desainnya sampai jenis produk yang dijual. Pas iseng ngeliatin produk dan harganya (iya, kebiasaan aku banget untuk ngecekin harga) aku menemukan satu produk pembersih wajah yang mirip kaya Foreo Luna, namanya Ataru Sonic Face Cleansing Massager. Lagi-lagi, tanpa pikir panjang ya aku beli. Terakhir, aku membeli brush cleansing mat di JakartaNotebook.com yang memang udah lama masuk wishlist aku. 

Base Makeup 

Menjelang akhir tahun, aku berhasil menghabiskan sebagian produk base makeup yang aku miliki. Tentu saja ini prestasi yang membanggakan dong. Ini juga menjadi alasan aku untuk membeli produk base makeup lainnya yang belakangan ini lagi nge-hype. Aku memutuskan untuk membeli produk Pixy yang lagi hits, yaitu Pixy Concealing Base dan Pixy BB Cream to Powder


Selain itu, aku juga membeli Maybelline Baby Skin Pore Eraser yang udah dari dulu aku incar cuma belum kesampaian. Pas Harbolnas kemarin produk ini diskon 50%, langsung deh angkut tanpa pikir panjang. Produk base makeup terakhir yang aku beli adalah Purbasari Flawless Matte BB Two Way Cake yang banyak direview oleh beauty blogger dan vlogger. 

Makeup

Belanja tidak akan lengkap tanpa membeli makeup, setuju? Beberapa produk makeup yang aku beli dua bulan terakhir ini adalah Zoya Lip Paint, UCANBE Eyeshadow Palette, L’Oreal Lash Paradise Mascara, dan Inez Color Contour Plus Blush On. Alhamdulillah semuanya dibeli dengan harga diskon. 


*** 

Itu dia belanjaan aku di bulan November dan Desember 2018 lalu. Semoga aja belanjaan aku tidak bertambah banyak karena haul bulan kemarin aja belum semuanya selesai diulas. Anyway, adakah belanjaan aku yang teman-teman sudah coba? Boleh dong di-share link reviewnya. 

Thanks for reading! 

Rexona Deodorant Spray Shower Clean & Invisible Dry Review

Monday, 7 January 2019
Review kali ini aku akan membahas deodorant lagi! Alasannya? Karena aku masih penasaran, ada nggak ya produk deodoran yang benar-benar ampuh mengatasi keringat berlebih dan mencegah bau badan? Beberapa waktu yang lalu, aku melihat produk Rexona Deodorant Spray sedang diskon saat lagi mampir ke salah satu drugstore. Tanpa pikir panjang langsung saja aku beli untuk mencari tahu, apakah benar deodorant spray ini bisa membuat aku tampil percaya diri tanpa kuatir burket.


Sepertinya hampir semua bentuk deodorant pernah aku coba mulai dari yang bentuknya bedak, roll on, batu kristal, cream, sampai spray. Setiap bentuk deodorant punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Nah dulu tuh aku punya satu produk andalan dari Rexona, namanya Rexona Double Protection. Deodorant ini sumpah MANTUL! Nggak ada sedikit pun bau apek atau nggak enak meskipun seharian berkeringat. Sayangnya, produk ini sudah diskontinyu di Indonesia entah kenapa. 

Rexona Double Protection Deodorant yang sudah diskontinyu di Indonesia. Sumber: Google.

Sejak kehilangan si Rexona Double Protection itu, aku beralih ke Rexona Deodorant Stick (kemasan warna ungu) yang bagus juga kok cuma tidak se-mantul Rexona Double Protection. Entah kenapa, Rexona Deodorant Stick ini juga semakin sulit dijumpai di supermarket dan drugstore (apa jangan-jangan diskontinyu juga ya?). Mau tidak mau aku harus mencari alternatif deodoran lainnya. Setelah coba berbagai macam merek deodoran, kayanya memang Rexona merupakan merek unggulan yang bisa dipercaya untuk urusan bau badan dan burket. 

Rexona Deodorant Stick yang sempat jadi andalan aku.
Tapi sekarang udah susah didapatkan . Sumber: Google.


Harga Rexona Deodorant Spray 

Balik ke review produknya ya! Rexona Deodorant Spray tersedia dalam berbagai varian yaitu: Advanced Whitening, Shower Clean, Invisible Dry, Powder Dry, Cotton Dry, dan Free Spirit. Semuanya dikemas dalam botol spray kaleng dengan desain yang mudah digenggam. Informasi varian bisa terlihat dengan jelas pada botol sehingga kalian tidak perlu kuatir salah ambil. Informasi tentang produknya sendiri cukup singkat dan ditulis dalam 3 bahasa (Indonesia, Inggris, dan Thai). Oya, berat bersih Rexona Deodorant Spray ini adalah 150ml dengan harga normal Rp40.000. 


Seperti pada umumnya deodorant spray, botol harus dikocok dulu sebelum digunakan. Nah, Rexona Deodorant Spray ini punya desain nozzle spray yang bagus karena ada kunci pengamannya. Jadi teman-teman tidak perlu kuatir spray tidak sengaja kepencet ketika dibawa di dalam tas atau dimainin sama bocah.


Cara menggunakan Rexona Deodorant Spray 

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah cara penggunaan deodorant spray Rexona ini. Jarak penyemprotan kurang lebih 15 cm dari ketiak selama 3 detik. Kalau terlalu dekat, ada sensasi nyelekit perih gitu. Mungkin karena semprotannya lumayan kencang. Gimana kalau nyemprot-nya terlalu jauh? Pengalaman aku sih, kalau terlalu jauh aerosolnya nyebar ke mana-mana. Sampai-sampai mas suami pernah komentar, “Itu nyemprot deodorant atau mau madamin api kebakaran?” Lebay memang. Hehehe. Tips aku biar aerosolnya nggak heboh: semprotkan deodorant spray ini setelah menggunakan pakaian. Jadi aerosolnya ketahan sama pakaian.


Daya tahan Rexona Deodorant Spray

Untuk wanginya sendiri, aku membeli dua varian sekaligus yaitu Shower Clean dan Invisible Dry. Kedua varian ini punya wangi yang segar. Tetapi Shower Clean wanginya lebih feminin sedangkan Invisible Dry punya wangi yang cenderung maskulin. Keduanya punya daya tahan yang baik. Aku menggunakan Rexona Deodorant Spray ini seharian (kurang lebih 12 jam) dengan aktivitas yang cukup padat dan ternyata deodorant spray ini bisa menahan bau badan kurang sedap dan menjaga ketiak tetap kering. 

Satu lagi yang aku suka dari Rexona Deodorant Spray adalah tidak meninggalkan noda pada pakaian dan tidak membuat ketiak hitam. Kebetulan pakaian kerja aku kebanyakan warnanya hitam dan selama menggunakan Rexona Deodorant Spray, baik varian Shower Clean maupun Invisible Dry, aku tidak melihat adanya noda pada pakaian aku. Selain itu, ketiak aku juga baik-baik aja (baca: tidak menggelap). So two thumbs for that! 


Kalau baca review di FD, banyak yang bilang kalau deodorant spray ini nggak awet. Apalagi dengan harga yang cukup mahal (dibandingkan deodorant bentuk roll on, stick, dan bedak), berasa juga kan? Aku pribadi belum bisa berkomentar banyak soal keawetan deodorant spray ini karena aku menggunakannya selama 2 minggu. Tetapi kalau satu botol bisa bertahan selama satu bulan menurut aku masih oke lah dengan harga Rp40.000. Solusi lainnya biar bisa lebih hemat adalah dengan membeli saat lagi diskon/promo (FYI, aku membeli Rexona Deodorant Spray saat promo +1000 dapat 2 di Guardian). 

Baca juga:
Oriflame Activelle Anti-Perspirant Deodorant - Extreme Protection & Invisible

Aku suka Rexona Deodorant Spray karena:

Bebas bau badan dan ketiak kering seharian
Wangi yang segar (untuk varian Shower Clean dan Invisible Dry).
Bentuk spray yang praktis dengan kunci pengaman. 
Tidak meninggalkan noda pada pakaian (untuk kedua varian).
Tidak membuat kulit ketiak menggelap (untuk kedua varian).
Mudah didapatkan.

Aku kurang suka Rexona Deodorant Spray karena:

Kemasan sedikit bulky kalau untuk dibawa travelling. 
Harganya lumayan mahal (dibandingkan deodorant bentuk lain). 

Overall Rating:
8.5/10


*** 

All in all, aku suka dengan Rexona Deodorant Spray ini. I can say that this deodorant is so far the best. Soal harga memang sih lumayan mahal. Tetapi kalau dibandingkan dengan kelebihannya, Rexona Deodorant Spray ini worthed banget untuk dicoba terutama untuk teman-teman yang aktif. InsyaAllah aman dari bau badan dan burket. 

Itu dia review Rexona Deodorant Spray Shower Clean & Invisible Dry. Apakah teman-teman ada yang menggunakan deodorant ini? Varian apa yang kalian pakai? Atau mungkin teman-teman pakai deodorant lainnya? Share di kolom komentar yaa! 

Thanks for reading! 

Indahnya ragam kebudayaan Malang yang wajib kamu kunjungi saat liburan - Pegipegi

Monday, 24 December 2018
“Yuk kita berlibur ke Malang!”
Entah sudah yang keberapa kalinya ibuku mengajak aku sekeluarga untuk berlibur ke Malang. Malang, tepatnya di Batu adalah kota kelahiran beliau dan memang sudah lama sekali kami tidak mengunjungi kota yang terkenal dengan buah apel dan udaranya yang sejuk. 


“Malang semakin keren lho!” 
Ini adalah komentar salah teman kantor yang ternyata juga berasal Malang. Sebagai kota kedua terbesar di provinsi Jawa Timur, Malang telah mengalami peningkatan yang sangat pesat terutama di destinasi wisatanya. Banyak sekali tempat wisata menarik yang rasanya wajib untuk dikunjungi ketika ke Malang seperti Batu Secret Zoo dan Museum Angkut. Tetapi ada satu hal yang selalu menarik bagiku ketika mengunjungi Malang, yaitu kebudayaannya. Nah berikut ini adalah beberapa seni dan budaya Malang yang patut kalian kunjungi. 

Kesenian dan Kebudayaan di Malang


1. Candi Bersejarah

Malang juga dikenal sebagai Kota Seribu Candi karena memang di sini teman-teman bisa melihat bangunan candi bersejarah seperti Candi Singosari, Candi Badut, Candi Jago, Candi Kidal, dan Candi Sumberawan. Semua bangunan candi ini masih berada dalam kondisi baik dan terawat. Tentu saja dengan mengunjungi candi, kita tidak hanya menikmati indahnya bangunan candi tetapi juga sekaligus mengenal sejarah Indonesia. 

Salah satu candi yang bisa dikunjungi di Malang, Candi Badut


2. Topeng Malang

Warisan budaya lainnya dari Malang adalah topeng Malang atau wayang topeng Malangan. Beberapa catatan sejarah  menyebutkan bahwa Topeng Malang ini merupakan kesenian kuno yang sudah diperkenalkan sejak zaman Kerajaan Gajayana. Topeng Malang memang memiliki ciri pahatan yang sangat khas, yaitu menggambarkan karakter wajah seseorang seperti sedih, baik, jahat, cantik atau tampan. Para pemahat Topeng Malang sudah menjalani profesi ini secara turun temurun meskipun kini jumlah pemahat sudah tidak sebanyak dulu lagi. 

Topeng Malang, salah satu kesenian khas Malang. Sumber: http://www.indonesia-heritage.net

Topeng Malang memiliki gaya kesenian yang unik karena dibentuk dari tiga budaya yang berbeda, yaitu budaya Madura, Tengger, dan Jawa Tengahan. Teman-teman bisa melihat pertunjukan kesenian Wayang Topeng Malang pada acara-acara tertentu seperti pernikahan, selamatan, dan festival budaya yang kini rutin diselenggarakan di Kota Malang. Biasanya, tarian Topeng Malangan bercerita tentang cerita tanah Jawa periode klasikdan cerita panji. 

3. Bangunan bersejarah 

Tempat lainnya yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Malang adalah Kawasan Ijen. Di jalan ini teman-teman bisa melihat bangunan tua bersejarah dengan arsitektur indah yang masih terjaga dengan baik. Kebanyakan bangunan tua di Malang merupakan peninggalan masa Belanda dulu. Beberapa banguan tua yang bisa teman-teman lihat adalah Toko Es Krim Oen, Gereja Kayu Tangan, Wisma Tumapel, Balai Kota, dan beberapa bangunan lainnya. 


Satu hari tentu saja tidak akan cukup untuk mengunjungi semua tempat wisata dan menikmati kebudayaan dan kesenian di Malang. Saran aku sih sebaiknya rencanakan perjalanan selama 3-7 hari di Malang agar teman-teman bisa mengunjungi semua tempat wisata dan menikmati kesenian dan kebudayaan Malang sampai puas. Tidak perlu kuatir dengan biaya penginapan karena hotel di Malang sangat beragam dan bisa dipilih sesuai anggaran dan kebutuhan. 

Hotel Tugu Malang

Salah satu hotel terbaik yang ada di Malang adalah Hotel Tugu Malang. Selain berada tepat di pusat kota Malang -- tepatnya di seberang Alun-Alun Tugu, Jalan Tugu Nomor 3 -- hotel ini juga penuh dengan sejarah dengan banyaknya koleksi barang antik yang terpajang. Ada tujuh ruangan yang diisi dengan barang antik koleksi pendiri Tugu Grup, Anhar Sejadibrata, yaitu uang Raja, Bangsal Merah, Ruang Baba, Tirta Gangga, dan Ruang Soekarno. Setiap ruangan memiliki kisah tersendiri dan setiap tamu yang berkunjung ke Hotel Tugu Malang akan diajak berkeliling oleh staf hotel yang menjelaskan kisah di balik ruangan-ruangan tersebut. 



Fasilitas dan Layanan Hotel Tugu

Sebagai hotel bintang 5, Hotel Tugu menyediakan fasilitas lengkap bagi para tamu agar semakin nyaman. Bagi aku yang tidak bisa lepas dari internet, adanya layanan internet dan wifi tentu saja menjadi hal utama. Hotel Tugu Malang memberikan layanan koneksi internet LAN di setiap kamar dan bebas akses Wifi di lobby hotel. Hotel Tugu Malang juga menyediakan beragam fasilitas olahraga seperti kolam renang outdoor dan fitness center. 


Pilihan kamar di Hotel Tugu Malang

Hotel Tugu Malang memiliki 6 pilihan kamar, yaitu Superior Deluxe, Executive Suite, Zamrud Suite, Honeymoon Suite, Babah Suite, Raden Saleh Suite, dan Apsara Suite. Setiap kamar memiliki dekorasi yang berbeda dengan sentuhan barang antik. Pokoknya nggak akan bosan den menginap di hotel ini. Bagi teman-teman yang akan menginap di hotel ini dengan keluarga, kalian bisa meminta extra bed dengan harga terjangkau. Oya, harga kamar Superior Deluxe di Hotel Tugu Malang adalah sekitar Rp1,5 jutaan. Percaya deh ini worthed banget untuk hotel bintang 5. 



Pesan Hotel di Pegipegi

Namanya juga orang sok sibuk yang tidak punya banyak waktu, aku biasanya memesan hotel lewat Pegipegi Selain praktis, memesan lewat aplikasi juga membuat aku bisa membandingkan harga dan mendapatkan harga terbaik untuk hotel yang aku incar. Iyap, karena Pegipegi memberikan jaminan harga terbaik saat pemesanan dan juga sering memberikan diskon dan promo menarik.



Eh, Pegipegi itu apa ya? Pegipegi adalah perusahaan yang memberikan layanan pemesanan hotel, tiket pesawat, dan tiket kereta api melalui situs web, serta aplikasi gratis di di smartphone Android dan iOS. Berbasis operasional di Jakarta, Pegipegi akan membantu kamu merencanakan liburan atau perjalanan bisnis dengan menjadi Fun Traveling Partner bagi masyarakat Indonesia. 

Selain itu, Pegipegi terhubung langsung ke lebih dari 7.000 hotel di Indonesia, lebih dari 20.000 rute penerbangan, dan juga 1.600 rute perjalanan kereta api. Tentu saja ini akan membuat liburan atau perjalanan bisnis teman-teman jadi semakin mudah dan menyenangkan. 

***

Sebagai orang Indonesia, kita harus melestarikan kesenian dan kebudayaan Indonesia agar tidak hilang digerus zaman. Selain itu kita juga harus mengapresiasi kesenian dan kebudayaan Indonesia, termasuk kebudayaan di Malang. Jadi jangan cuma foto-foto selfie aja yang nangkring di Instagram ya, foto juga keindahan dan keragaman budaya Indonesia biar seluruh dunia tahu betapa kerennya negeri kita ini.

Jadi, liburan akhir tahun mau ke mana nih teman-teman? Kalau masih bingung, coba deh liburan ke Malang dan menginap di Hotel Tugu Malang. Dijamin liburan akhir tahun kamu akan berkesan. Jangan lupa juga untuk pesan hotelnya lewat Pegipegi ya! 

Thanks for reading! 

Waktunya Hijrah dengan Sasha Pasta Gigi - Event Report

Wednesday, 19 December 2018
“Alhamdulillah, selamat ya sudah hijrah.”

Aku ingat ini adalah salah satu komentar yang aku dapatkan ketika aku mulai menggunakan hijab di tahun 2002. Keputusan untuk menutup aurat itu memang tidak aku gaungkan ke banyak orang. Jadi ketika aku tiba-tiba datang ke sekolah dengan menggunakan hijab (waktu itu aku masih di bangku SMA kelas XII), tentu saja semua orang geger. Eits, ini bukan lebay lho. Tetapi memang aku itu terkenal tomboy jadi tidak ada yang menyangka kalau aku akan melakukan perubahan drastis. Alhamdulillah hingga saat ini aku masih konsisten mengenakan hijab meskipun belum sempurna. Lalu, apakah perjalanan hijrah sudah selesai? 


Tepat seminggu yang lalu aku menghadiri undangan dari Hijab Influencer Network yang bekerja sama dengan Sasha Pasta Gigi di The Hook, Jakarta Selatan. Acara SashaXHIN ini mengusung tema “Memaknai Hijrah dalam Kehidupan Muslimah” dan dihadiri oleh teman-teman blogger muslimah. Aku tuh selalu senang kalau menghadiri acara seperti ini karena tidak hanya aku mendapatkan ilmu baru, tetapi aku juga bisa bersilaturahmi dengan teman-teman yang sudah lama tidak ketemu. 


Acara ini menghadirkan Ummu Balqis (founder @bengkeldiri, writer, marriage enthusiast), Lulu El Hasbu (hijab influencer, fashion designer, dan entrepreneur), drg. Annisa Amalia (hijab blogger), dan Danti Nastiti (Assistant Brand Manager Sasha). Setelah menikmati makan siang yang alhamdulillah lezat sekali, aku dan teman-teman blogger mendapatkan tausiah dari Ummu Balqis. Dalam tausiahnya, Ummu Balqis menyampaikan bahwa hijrah bisa diartikan sebagai meninggalkan apa yang tidak disukai Allah menuju apa yang dicintaiNya. Ternyata, hijrah tidak hanya sekadar perubahan fisik seperti menggunakan hijab, memanjangkan jenggot, dan menggunakan produk halal; tetapi juga hijrah dari dalam diri atau perubahan keimanan menuju pribadi yang lebih baik. Ummu Balqis juga menekankan ketika kita hijrah, segala aktivitas yang kita lakukan menjadi ibadah termasuk kegiatan menyikat gigi. 


Masih seputar hijrah, kak Lulu El Hasbu juga berbagi cerita tentang perjalanan hijrahnya. Beliau juga mengatakan bahwa hijrah itu berkesinambungan, alias tidak ada kata berhenti. Kita baru berhenti hijrah ketika kita kembali menghadapNya. Karena hijrah merupakan proses tanpa henti, tentu saja kita perlu ilmu. Sebagai seorang muslim, kita menggunakan Al-Quran dan hadits sunnah Rasulullah sebagai acuan. 


Salah satu hal baik yang bisa kita contoh adalah kebiasaan Nabi Muhammad SAW dalam bersiwak. Siwak sendiri adalah dahan atau akar pohon Salvadora  persica yang digunakan untuk membersihkan mulut dan gigi. Rasulullah bersiwak setiap hari bahkan sampai di akhir hayatnya. Selain itu, ada beberapa hadits shahih yang mencatat tentang keutamaan bersiwak, seperti:

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوْسُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

“Dari Hudzaifah ibnul Yaman Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : “Adalah Rasulullah jika bangun dari malam dia mencuci dan menggosok mulutnya dengan siwak”. [Hadits riwayat Bukhari]


لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَّلاَةٍ
“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan shalat”. [Hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Irwaul Ghalil no 70]

Jadi bisa dibilang bahwa bersiwak itu adalah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi kita. Bahkan kalau tidak memberatkan, kita diminta untuk bersiwak 5 kali sehari setiap kali akan mengerjakan shalat. 

Dari sisi medis, siwak sendiri memang mengandung banyak manfaat seperti yang disampaikan drg. Annisa Amalia. Dokter gigi yang juga hijab blogger ini mengatakan bahwa kandungan siwak bisa membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi, diantaranya: 
  • Antibacterial acids yang bisa membunuh bakteri, mencegah infeksi, dan menghentikan pendarahan pada gusi.
  • Kandungan kimia (chloride, potassium, sodium bicarbonate, flouride, silica, sulfur, vitamin C, Salvadorine, tannin, dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, mencerahkan dan menyehatkan gigi dan gusi.
  • Enzim flavonoid yang mencegah pembentukan plak gigi.
  • Anti decay agent yang bisa menurunkan jumlah bakteri di dalam mulut dan mencegah proses pembusukan. 


Drg. Annisa Amalia juga menyampaikan bahwa WHO merekomendasikan siwak untuk kesehatan gigi dan gusi berdasarkan hasil penelitian. 

Aku sendiri termasuk yang pernah mencoba bersiwak. Kebetulan waktu itu kedua orangtuaku baru saja pulang dari ibadah Haji dan membawa beberapa batang siwak sebagai oleh-oleh. Ternyata memang bersiwak itu enak lho dan membuat gusi jadi lebih kuat. Tetapi, aku pribadi kadang suka merasa kerepotan ketika harus  menyimpan siwak atau ketika harus berpergian. Selain itu, siwak sendiri juga cukup sulit didapatkan. Menjawab permasalahan tersebut, kini telah hadir pasta gigi yang mengandung siwak asli yaitu Sasha Halal Toothpaste. 


Apa sih yang membuat Pasta Gigi Sasha ini unggul? Mbak Danti Nastiti sebagai Assistant Brand Manager Sasha menjelaskan bahwa Sasha merupakan pasta gigi pertama di Indonesia yang mengandung serpihan siwak asli dan sirih sehingga efektif membunuh bakteri penyebab plak dan bau mulut. Selain itu, Pasta Gigi Sasha bebas alkohol dan bahan lainnya yang berasal dari hewan. Tentu saja Pasta Gigi Sasha juga sudah mendapatkan sertifikasi Halal MUI. Mbak Danti menambahkan bahwa halal di sini tidak hanya sekadar dari bahan-bahan yang digunakan bebas alkohol oleh PT. Kino Indonesia  sebagai produsen Sasha Pasta Gigi, tetapi juga proses pembuatannya dijaga ketat dari awal hingga akhir. Wah, jadi semakin nyaman ya menggunakan Pasta Gigi Sasha. 


Ada dua varian Sasha Halal Toothpaste, yaitu Sasha Toothpaste Herbal Antibacterial (kemasan gold) dan Sasha Toothpaste Whitening (kemasan putih) yang tersedia dalam dua ukuran, 65 gram dan 150 gram. 

Sasha Toothpaste Herbal Antibacterial

Varian ini mengandung serpihan siwak asli dan ekstrak daun sirih. Warna pasta gigi-nya coklat muda dan kita bisa melihat ada serpihan siwak di dalamnya. Serpihan siwak ini membantu membersihkan gigi dan gusi lebih maksimal. Wangi sirih juga sedikit tercium dari varian Sasha Toothpaste Herbal Antibacterial. 


Sasha Toothpaste Whitening

Selain mengandung siwak asli, varian whitening ini juga dilengkapi dengan kandungan lemon dan garam yang memang terbukti bisa membantu membuat gigi tampak lebih putih dengan pemakaian rutin. Warna pasta gigi-nya putih seperti pasta gigi pada umumnya dengan wangi yang segar. 

Aku dan keluarga juga sudah mencoba menggunakan pasta gigi halal ini selama kurang lebih seminggu dan alhamdulillah kami semua suka sekali. Selain karena pasta gigi Sasha ini tidak terlalu pedas, anak-anak juga semakin rajin sikat gigi karena ayahnya mengajak sikat gigi bersama sambil menceritakan tentang kebiasaan Nabi Muhammad SAW dalam menjaga kebersihan gigi dan gusi menggunakan siwak. Bahkan si kecil sampai menyebutkan Pasta Gigi Sasha ini sebagai ‘odolnya Rasulullah’. Hehehe. Selain itu, kedua varian Sasha Halal Toothpaste ini tidak terlalu berbusa jadi sehingga nyaman untuk gigi dan gusi.

*** 

Senang sekali aku bisa hadir dalam acara ini. Terima kasih banyak untuk Hijab Influencer Network dan Sasha atas undangannya. Tidak hanya aku mendapatkan tausiah, tetapi aku belajar banyak hal baru dan berkenalan dengan Sasha Halal Toothpaste. Aku jadi semakin semangat untuk terus hijrah menjadi seorang muslim yang lebih baik, dimulai dari memilih produk halal untuk sehari-hari seperti Sasha pasta gigi yang mengandung siwak asli. Semoga dari langkah kecil ini, aku dan keluarga (dan teman-teman semua) bisa mengamalkan sunnah Rasul lainnya. Aamiin.


Bagaimana dengan teman-teman nih? Apa cerita hijrah kalian? Apakah kalian pernah menggunakan siwak atau mencoba Sasha Halal Toothpaste ini? Share di kolom komentar yaa. 

Sasha
Instagram: @sashaindonesia

Hijab Influencer Network

Thanks for reading! 

Auto Post Signature