Top Social

[REVIEW] MINISO Concealer Stick and MINISO Highlight & Contour Stick

Monday, 20 August 2018
Sejak nonton vlog-nya Tasya Farasya dengan MUA Ryan Ogilvy, aku jadi sedikit banyak terobsesi dengan ‘no makeup’ makeup. Selain karena makeup look ini simple dan praktis untuk aku yang orangnya suka buru-buru, no makeup makeup memang membuat wajah terlihat lebih fresh dan muda (berasa lebih muda beberapa tahun gitu lho). Dari hasil menonton vlog dan juga baca-baca review dan tutorial teman-teman beauty blogger dan vlogger lainnya, concealer dan highlighter adalah dua produk yang berperan penting dalam menciptakan no makeup makeup look ini.


Sebetulnya aku sudah punya beberapa highlighter namun dalam bentuk powder. Sedangkan untuk concealer memang aku tuh selalu menunda untuk beli karena aku masih mau membandingkan concealer merek apa yang paling oke. Nah, sekitar bulan Juli kemarin aku sekeluarga main ke salah satu mall di Depok dan mampir ke MINISO Japan. Ternyata MINISO sekarang punya banyak produk makeup lho dan beberapa diantaranya adalah concealer dan highlighter stick. Karena aku tahu produk-produk Miniso, terutama produk kosmetiknya itu cepat habis, tanpa pikir panjang aku langsung beli aja si concealer dan highlighter stick.




Kedua produk ini dibungkus dalam dus plastik transparan dengan keterangan produk yang tercetak di sisi dus seperti deskripsi produk, cara penggunaan, komposisi, manufaktur, dan tentu saja tanggal kadaluarsa. Informasi produknya juga cukup jelas dan ditulis dalam bahasa Inggris yang simple sehingga bahasanya mudah dimengerti.


Desain concealer dan highlighter Miniso ini menurut aku simple. Dan memang kalau aku perhatikan semua produk Miniso itu desainnya simple dan clean jadi terlihat menarik. Kedua produk ini berbentuk stik yang bisa diputar dan bagian bawahnya ada sponge untuk mengaplikasikan produk. Kemasannya sendiri dari bahan plastik tebal dan mudah diputar (tidak seret/macet). Aplikator sponge yang terdapat pada kedua produk ini sebetulnya adalah salah satu alasan aku impulsif langsung beli. Praktis! Sayangnya setelah dicoba di rumah, aplikator sponge-nya sedikit keras dan kurang bouncy sehingga kurang maksimal untuk meratakan produk, baik si concealer maupun highlighter


MINISO Concealer Stick

Effectively Block Defect - Sanitary and convenient. Round end to reach every inch of your face. Soft and nourishing formula to banish dark, shadow, and tired-looking eyes. Blemishes, flaws, and other imperfections are concealed for a flawless and perfect finish.
Net Wt. 0.21oz/6.0g
BPOM: NA11181201767

Kalau dari deskripsi dan gambar di box-nya, MINISO Concealer Stick ini fungsinya lebih untuk under eye concealer. Apalagi concealer stick ini hanya tersedia dalam satu shade saja sehingga mungkin kurang pas kalau dipakai untuk menutupi imperfections seperti flek hitam dan bekas jerawat. Awalnya aku sempat kuatir kalau shade ini akan terlalu terang untuk kulit wajah aku yang mendekati sawo matang, tetapi ternyata setelah di-blend hasilnya oke lho. 

Gimana dengan teksturnya? Menurut aku MINISO Concealer Stick ini punya tekstur yang creamy sehingga mudah untuk di-blend di wajah menggunakan aplikator apapun (jari tangan, beauty blender, sponge, concealer brush). Seperti yang sudah aku tulis sebelumnya, aplikator sponge bawaan dari MINISO Concealer Stick ini sedikit keras sehingga justru mempersulit proses blending. Aku juga sudah coba basahi sponge-nya dengan air, hasilnya lumayan empuk tetapi aku merasa kurang maksimal saja hasil blending-nya. Setelah mencoba beberapa aplikator, menurut aku beauty blender (aku pakai My Bud beauty blender) adalah aplikator yang paling enak dan mudah dengan hasil yang oke. 

Untuk coverage-nya, MINISO Concealer Stick ini punya daya tutup yang baik. Area bawah mata aku terlihat lebih cerah dan otomatis bikin wajah terlihat segar. Sedangkan untuk daya tahannya juga cukup baik, sekitar 4-5 jam pemakaian. Oya, setelah MINISO Concealer Stick ini di-blend, aku langsung baking dengan menggunakan loose powder (aku pakai loose powder Ultima II dan kadang pakai Pond’s BB Powder). Hasilnya, setelah di-baking concealer ini tidak cracky di wajah aku


MINISO Highlight & Contour Stick

Nasal Highlighting - Soft and comfortable. Leaves your face luminous.
Net Wt. 0.21oz/6.0g
BPOM: NA11181201771

Awalnya aku kira produk ini akan berisi contour dan highlighter stick, ternyata setelah dibuka isinya hanya highlighter stick saja. Jadi bisa dibilang ini contouring dalam bentuk highlight alias strobing (???) Menyesal? Tidak juga sih karena memang aku lagi kepingin mencoba highlighter dalam bentuk selain powder. Penamaan produk ini menurut aku bisa menyesatkan karena di kemasan tertulis Highlight & Contour Stick, apalagi kalau di toko MINISO kadang tidak disediakan tester untuk melihat isinya. 

Ketika kemasannya dibuka, wow ternyata warna highlighternya cantik! Warnanya menurut aku seperti warna pearl pinkish (duh maafkan ya aku tuh paling buta kalau soal mendeskripsikan warna). But don’t worry, ketika diaplikasikan warna highlighter ini tidak se-pink yang terlihat di kemasan kok sehingga cocok untuk all skin tones. Yang paling aku suka adalah glitter-nya yang halus dan memberikan efek glowing sehat. 

Tekstur highlighter ini juga creamy sehingga mudah untuk di-blend. Waktu pertama kali pakai MINISO Highlight & Contour Stick ini, aku sempat galau bagaimana mendapatkan hasil yang oke karena kalau diaplikasikan langsung ke wajah, produk ini suka nyeret foundation yang ada di bawahnya. Setelah proses trial-and-error, cara aplikasi yang paling pas untuk aku adalah dengan menggunakan jari tangan. Jadi aku ambil produknya dengan jari tangan lalu diaplikasikan di wajah, setelah itu di-blend menggunakan jari tangan atau beauty blender. Hasilnya suka banget! Healthy glowing!

Swatch kedua produk pada tangan.
Hasilnya setelah di-blend menggunakan beauty blender.

Untuk daya tahannya, MINISO Highlight & Contour Stick ini bisa dibilang tidak terlalu lama, sekitar 2-3 jam. Mungkin karena produknya berbentuk stik ditambah lagi kulit wajah aku tipe berminyak sehingga daya tahannya tidak terlalu lama. Meskipun begitu aku tetap suka karena hasilnya bagus di kulit wajah aku. Kalau aku ingin mendapatkan hasil yang lebih tahan lama, aku biasanya timpa lagi dengan highlighter powder

Berikut ini adalah bagaimana aku mengaplikasikan kedua produk ini untuk makeup natural sehari-hari yang praktis dan cepat. 
  1. Gunakan skincare sesuai jenis kulit. 
  2. Aplikasikan MINISO Concealer Stick pada area bawah mata dan juga di tulang hidung dan dahi, lalu blend menggunakan beauty blender yang sudah dibasahi. 
  3. Baking concealer selama beberapa menit menggunakan loose powder. Sembari menunggu baking, aku bikin alis dan makeup mata (eyeliner dan maskara). 
  4. Aplikasikan cream blush pada pipi. Di sini aku menggunakan Brun Brun Lip Cheek Eye Color shade Exposed (BBLCEC1)
  5. Aplikasikan MINISO Highlight & Contour Stick pada tulang pipi, tulang hidung, dahi, atas bibir (cupid’s bow), dan dagu dan blend menggunakan jari tangan/beauty blender. 
  6. Aplikasikan bedak TWC (aku menggunakan Make Over Perfect Cover Two Way Cake 04 Desert). Untuk hasil yang ringan, aku mengaplikasikan bedak dengan menggunakan buffing brush. 
  7. Terakhir, aplikasikan lipstik favorit. You’re done!

Aku suka MINISO Concealer Stick dan MINISO Highlighter & Contour Stick karena:

Teksturnya creamy dan mudah di-blend. 
Hasil natural dan glowing.
Sudah mendapatkan BPOM, jadi aman ya. 
Mudah dibawa kemana-mana (travel friendly).
Tersedia di semua MINISO store. 

Aku kurang suka MINISO Concealer Stick dan MINISO Highlighter & Contour Stick karena:

Kualitas aplikator sponge yang kurang oke. 
Hanya tersedia dalam satu shade saja. 

Overall Rating:
7.5/10


***

Secara keseluruhan, kedua concealer dan highlighter dari MINISO ini punya kualitas yang baik. Selain itu, bentuknya juga praktis untuk dibawa. Dari segi harga, harga masing-masing produk ini adalah IDR 69.900 dan menurut aku harga ini masih terbilang cukup terjangkau. Namun tentu saja MINISO Concealer Stick dan MINISO Highlighter & Contour Stick ini kalah jauh kalau dibandingkan dengan produk concealer dan highlighter lainnya yang punya lebih banyak pilihan warna dengan harga yang kurang lebih sama. 


Menurut aku, kedua produk makeup MINISO ini cocok untuk kalian yang lagi belajar makeup dan yang kepingin makeup simple dan natural. Apakah kalian sudah pernah mencoba kedua produk MINISO ini? Atau mungkin kalian punya rekomendasi produk makeup MINISO lainnya yang perlu aku coba? Share di kolom komentar ya! 

Thanks for reading! 

[REVIEW] Lacoco Aloe Vera Soothing Mist dan Lacoco Hydrating Divine Essence

Friday, 17 August 2018
Belakangan ini semakin banyak brand lokal Indonesia yang mengeluarkan produk perawatan kulit wajah alias skincare. Tentu dengan beragamnya produk skincare terutama skincare lokal, kita juga harus cermat  dan bijak dalam memilih produk yang baik dan sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit wajah. Kali ini, Tya akan mengulas dua produk skincare dari Lacoco en Nature, yaitu Lacoco Aloe Vera Soothing Mist dan Lacoco Hydrating Divine Essence.


Awalnya aku tidak percaya kalau Lacoco en Nature ini merupakan brand asli Indonesia karena kemasannya terlihat elegan dan tidak kalah dengan brand terkenal dari luar negeri. Tetapi ini betul lho, Lacoco en Nature memang merupakan brand lokal yang berbasis di Jogjakarta. Brand yang menyediakan berbagai produk kecantikan dengan bahan-bahan terbaik dari alam ini didirikan pada tahun 2017. Nama Lacoco sendiri diambil dari kata coconut (kelapa) yang punya filosofi “sebatang pohon untuk segala manfaat".



Kebetulan beberapa teman blogger ada yang sudah mencoba produk Lacoco dan puas dengan hasilnya sehingga aku semakin penasaran untuk mencoba. Dari sekian banyak produk Lacoco (kalian bisa cek produk lengkapnya di website Lacoco di sini), aku memutuskan untuk mencoba dua produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit aku yaitu Lacoco Aloe Vera Soothing Mist dan Lacoco Hydrating Divine Essence. 

Lacoco Aloe Vera Soothing Mist

 Nett. 100ml
IDR 250.000


Berbagai manfaat dalam satu produk. Bisa digunakan sebagai pembersih, toner, dan juga eksfoliator. Kandungan AHA & BHA akan membersihkan kulit dan mengangkat sel kulit mati sehingga kulit menjadi lebih cerah dan lembut. Mengandung lidah buaya untuk menjaga kelembaban kulit, serta sebagai agen anti inflamasi untuk menenangkan kulit. Dilengkapi dengan ekstrak bunga camelia dan magnolia untuk memberi sensasi segar pada kulit.
INGREDIENTS
Water, Glycerin, Butylene Glycol, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Lavandula Angustifolia (Lavender) Extract, Jeju Lava Seawater, Portulaca Oleracea Extract, Salix Alba (Willow) Bark Extract, 1,2-Hexandiol, Phenoxyethanol, Lactic Acid, Polyglutamic Acid, Tetrasodium EDTA, Ethylhexylglycerin, Brassica Campestris (Rapeseed) Flower Extract, Camellia Japonica Flower Extract, Centaurea Cyanus Flower Extract, Cosmos Sulphureus Flower Extract, Magnolia Kobus Flower Extract, Narcissus Pesudo-Narcissus (Daffodil) Flower Extract, Rosa Hybrid Flower Extract, Decyl Glucoside 

Packaging box Lacoco Aloe Vera Soothing Mist ini menurut aku punya desain yang simple dan elegan. Seperti yang aku bilang sebelumnya, kemasannya sama kecenya dengan brand skincare luar. Seriusan deh. Pada sisi box kita akan mendapati informasi seputar produk seperti deskripsi produk, cara pakai, komposisi, manufaktur, tanggal produksi sampai tanggal kadaluarsa. Face mist-nya sendiri dikemas dalam botol plastik tebal transparan dengan warna rose gold yang mewah. Pada botolnya juga tercetak informasi seputar produk (meski tidak selengkap pada box).


Salah satu alasan utama kenapa aku tertarik mencoba soothing mist dari Lacoco en Nature ini adalah klaimnya yang mengatakan bahwa produk ini multifungsi, yaitu bisa digunakan sebagai toner, moisturizer, eskfoliator, cleanser, sampai jadi setting spray. Kok bisa ya satu produk punya banyak fungsi? Ternyata rahasianya ada pada kandungan utama Lacoco Aloe Vera Soothing Mist ini, yaitu:
  • Aloe vera berfungsi untuk melembapkan dan menenangkan kulit serta mencegah iritasi pada kulit. Selain itu kandungan aloe vera juga mencegah munculnya tanda penuaan seperti garis halus dan keriput.
  • Willow bark berperan dalam membersihkan dan eksfoliasi sehingga kulit menjadi lebih bersih dan bercahaya. Eksfoliasi ini juga membantu menghilangkan komedo, mencegah jerawat, menghaluskan kulit, dan mempercepat regenerasi sel.
  • Purslane atau yang biasa disebut krokot berfungsi untuk merejuvenasi kulit dan membantu mencerahkan kulit.
  • Jeju oreum flower complex adalah gabungan tujuh jenis bunga (Camelia, Magnolia, Centaurea, Canola, Narcissus, Cosmos, Rose) khas Pulau Jeju, Korea, yang memiliki berbagai manfaat. Beberapa manfaatnya adalah melembapkan, menenangkan, merawat pori-pori, mencegah minyak berlebih, dan memberikan efek segar pada wajah.
  • Jeju Lava Sea Water bermanfaat untuk mencegah penuaan dini pada kulit. 
Karena memang Lacoco Aloe Vera Soothing Mist ini menggunakan bahan-bahan alami, aku hampir tidak mencium wangi apapun dari soothing mist ini lho. Kalaupun ada itu sangat samar. Nozzle spray-nya juga berfungsi dengan baik dan bisa menyemprotkan produk secara merata ke seluruh wajah. Nah, soal klaim multifungsinya aku akan jelaskan satu persatu berdasarkan pengalaman aku mencoba produk ini selama kurang lebih satu bulan.

  • Toner: Aku menggunakan Lacoco Aloe Vera Soothing Mist ini setelah membersihkan wajah dengan facial wash. Biasanya aku cukup menyemprotkan 2-3x lalu aku tepuk-tepuk hingga produknya meresap. Setelah itu, aku menggunakan Lacoco Hydrating Essence. Efek yang aku rasakan adalah essence lebih cepat meresap dan efektif melembabkan kulit. 
  • Moisturizer: Biasanya aku menggunakan Lacoco Aloe Vera Soothing Mist sebagai pelembab kalau aku lagi buru-buru atau udah capek kerja dan pingin cepat tidur. Jadi setelah membersihkan wajah, aku langsung semprotkan ke wajah, tunggu sampai meresap, terus tidur deh atau timpa langsung dengan sunblock dan makeup. Sebagai moisturizer, Lacoco Aloe Vera Soothing Mist ini cukup baik dalam melembabkan kulit. Bisa jadi juga karena faktor jenis kulit wajah aku yang berminyak. 
  • Cleanser Nah ini yang paling bikin penasaran. Setelah beberapa kali trial and error, Lacoco Aloe Vera Soothing Mist ini memang bisa membersihkan makeup dan kotoran di wajah dengan baik. Namun perlu diperhatikan kalau makeup yang dipakai adalah light coverage makeup ya (bedak, alis, lipstik). Jadi kalau kamu pakai medium-full coverage dan makeup mata seperti maskara tentu saja produk ini kurang efektif. Cara membersihkannya adalah dengan menyemprotkan produk pada kapas lalu usapkan pada wajah. Wajah bersih dan lembab dalam satu langkah. 

Lacoco Hydrating Divine Essence

Nett. 100ml
IDR 250.000


Memberikan perawatan terbaik untuk wajah. Melembabkan dan mencerahkan dalam satu waktu. Melazero sebagai bahan aktif telah teruji secara klinis dapat mencerahkan wajah tanpa membuat iritasi. Dilengkapi dengan vitagen (derivative dari vitamin C) sebagai antioxidant yang bermanfaat sebagai anti aging. 
INGREDIENTS
Water, Glycerin, Butylene Glycol, Triethanolamine, Arisaema Amurense Extract, Carbomer, Aminopropyl Ascorbyl Phosphate, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Polyglutamic Acid, Phenoxyethanol, Decyl Glucoside, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, CI 77891, Fragrance, Tetrasodium EDTA, Ethylhexylglycerin, 1,2-Hexandiol 

Kebetulan salah satu produk skincare yang aku pakai bersifat acid dan aku dapat saran dari beberapa teman untuk mengombinasikan skincare aku dengan produk yang bersifat hydrating agar kulit aku tetap terjaga kelembapannya. Dari kandungan utamanya, Lacoco Hydrating Divine Essence ini adalah produk essence yang pas untuk kebutuhan kulit aku.

Essence ini dibungkus dalam box dengan desain simple dan elegan. Selain itu, semua informasi seputar produk tertulis dengan jelas di tiap sisi box. Essence-nya sendiri dikemas dalam botol airless pump dengan warna rose gold yang mewah. Lagi-lagi, nggak nyangka deh kalau ini produk lokal dari Indonesia. Tampilannya super sophisticated! Menurut aku penggunaan botol airless pump itu bagus untuk produk essence karena sistemnya membuat tidak ada udara di dalam botol sehingga kualitas produk tetap terjaga dan steril.


Tekstur Lacoco Hydrating Divine Essence ini creamy dan mudah meresap ke dalam kulit. Efek melembapkannya juga langsung terasa begitu essence ini diaplikasikan ke wajah. Aku rasa ini berkat kandungan utama aloe vera yang ada pada Lacoco Hydrating Divine Essence. Kalau dari daftar komposisinya, ada kandungan fragrance pada essence ini tetapi wanginya benar-benar soft kok. Jadi aku sama sekali tidak merasa terganggu. Justru wanginya bikin rileks.


Bagaimana dengan klaimnya? Aku sudah mencoba Lacoco Hydrating Divine Essence selama satu bulan lebih dan aku merasakan perubahan yang cukup signifikan pada kulit wajah aku. Kulit wajah jadi terasa lebih lembab dan halus (aku rasa ini juga berkat kombinasi dari penggunaan Lacoco Soothing Aloe Vera Mist). Sedangkan untuk efek mencerahkan wajahnya, aku tidak terlalu memperhatikan sih karena memang aku tidak terobsesi ingin punya kulit wajah yang cerah. Kalau untuk bekas jerawat dan flek hitam, menurut aku jangka waktu satu bulan belum bisa untuk melihat hasilnya. Jadi we’ll see what happens in the next few months ya. 

Aku suka produk Lacoco en Nature karena:

Great packaging. 
Menggunakan bahan alami sehingga aman untuk semua jenis kulit.
Semua produknya bebas paraben dan sulfate.
Sudah mendapatkan sertifikasi cruelty free oleh PETA (tidak pernah dan tidak akan melakukan pengujian pada hewan).
Sudah mendapatkan sertifikasi BPOM.
Efek melembabkan langsung terasa setelah pemakaian.

Aku kurang suka produk Lacoco en Nature karena:

Harganya lumayan mahal untuk ukuran produk lokal (mungkin karena bahannya premium semua ya).
Baru tersedia secara online di market place (Shopee dan Tokopedia) dan distributor resmi. 

Overall Rating:
8/10


***

In overall, aku puas dengan performa kedua produk Lacoco en Nature yang aku coba ini. Alhamdulillah kulit aku yang acne prone dan berminyak ini cocok dan tidak ada masalah ketika aku kombinasikan dengan skincare aku yang lain. Mengenai harga, aku sih berharap harganya bisa lebih bersahabat dengan dompet aku (maklum eike emak dengan dua anak). Tetapi aku ngerti banget kok harganya memang sesuai dengan kualitas produknya. Apalagi packagingnya memang kece.


Aku belum terpikir untuk repurchase kedua produk Lacoco en Nature ini, tetapi aku kepingin banget mencoba produk Amazonian Charcoal Glow Mask yang katanya bagus untuk mereka yang memiliki jenis kulit berminyak dan berjerawat. So this product is definitely on my makeup wishlist.

How about you, friends? Adakah teman-teman yang sudah mencoba produk Lacoco en Nature ini? Bagaimana pendapat kalian? Atau mungkin ada teman-teman yang tertarik untuk mencoba? Share pendapat kalian di kolom komentar di bawah ini ya! 

Instagram: @lacoco.id

Website: Lacoco en Nature


Thanks for reading! 

[BEAUTY 101] Manfaat kopi untuk kecantikan kulit

Tuesday, 14 August 2018
Beberapa waktu yang lalu aku sempat posting satu foto wajah aku yang sedang menggunakan masker kopi di Instagram. Tidak disangka, banyak teman-teman yang mengomentari foto tersebut dan menanyakan tentang apakah kopi bisa dipakai untuk perawatan kecantikan. Tentu bisa dong! Selain nikmat untuk diminum, kopi juga memiliki manfaat untuk kecantikan kulit, baik itu kulit wajah dan kulit badan. Berikut ini adalah beberapa manfaat kopi untuk kulit yang aku rangkum dari beberapa sumber.


1. Mengurangi kantung mata hitam

Ada beberapa faktor penyebab kantung mata, tetapi penyebab yang paling lazim adalah kelelahan dan kurang tidur. Bagi sebagian orang kantung mata ini mungkin tidak terlalu mengganggu. Tetapi sebagian lainnya, terutama wanita, menganggap kantung mata adalah hal yang bisa mengurangi daya tarik penampilan. Meskipun kantung mata ini bisa ditutupi dengan penggunaan makeup seperti concealer, tetap saja tidak bisa menutupi dengan sempurna. Iya tidak? 


Ternyata kopi bisa membantu teman-teman yang memiliki masalah kantung mata lho. Caranya pun juga mudah. Teman-teman bisa membuat Coffee Eye Pads sendiri dengan menggunakan kapas yang dicelupkan dalam seduhan kopi. Kapas ini kemudian diletakkan di kantung mata dan didiamkan selama 10-15 menit. Penggunaan Coffee Eye Pads secara teratur bisa membantu mengurangi kantung mata. Untuk tutorial lengkapnya kalian bisa mampir ke sini ya. 


2. Mengangkat sel kulit mati 

Padatnya aktivitas setiap hari, ditambah keringat, debu, kotoran, paparan sinar matahari, dan polusi bisa membuat kulit terlihat kusam. Kulit yang kusam ini sebetulnya disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati yang tidak bisa hilang hanya dengan mandi menggunakan sabun. Untuk bisa mengangkat sel kulit mati pada kulit badan, kita perlu melakukan scrubbing (penggosokan) badan menggunakan scrub atau lulur. 


Buat teman-teman yang mungkin stok lulurnya sedang habis, kalian bisa memanfaatkan kopi sebagai lulur badan. Bahan yang perlu kalian siapkan adalah bubuk kopi, gula, dan minyak zaitun. Campurkan semua bahan ini ke dalam mangkuk lalu aduk hingga merata. Lulur kopi pun siap digunakan. Untuk mendapatkan hasil maksimal, gunakan lulur kopi ini secara rutin 1-2 kali dalam seminggu dan kalian bisa melihat perbedaannya. 

3. Menyamarkan selulit dan stretch mark

Bagi teman-teman yang sudah melahirkan atau mengalami peningkatan/penurunan berat badan cukup drastis pasti tidak asing dengan selulit dan stretch mark. Meskipun keduanya bukan merupakan kondisi kulit yang berbahaya untuk kesehatan, tetapi kehadiran selulit dan stretch mark bisa membuat penampilan kurang menarik sehingga kita kurang percaya diri. Meskipun saat ini sudah banyak krim perawatan yang bisa membantu mengurangi selulit dan stretch mark, tidak ada salahnya kita menggunakan produk berbahan dasar alami seperti kopi untuk mengatasi masalah kulit ini. Selain lebih aman, bahan alami kopi juga mudah didapatkan dan lebih murah. 


Teman-teman bisa mencoba membuat DIY Coffee Scrub Bar menggunakan campuran minyak kelapa (VCO) dan bubuk kopi. Kandungan kafein pada kopi akan membantu mengurangi selulit pada kulit, sedangkan minyak kelapa bisa membantu mengurangi stretch mark. Scrub kopi ini kemudian dicetak dan didinginkan sehingga mudah untuk diaplikasikan pada area tubuh. Lengkapnya kalian bisa baca di postingan berikut ini. 


4. Menghilangkan jerawat dan bekas jerawat 

Buat teman-teman yang punya masalah kulit berjerawat dan bekas jerawat, kopi juga bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasinya lho. Kandungan kafein pada kopi bisa membantu mengontrol minyak berlebih sehingga jerawat enggan muncul. Selain itu kopi juga bisa mengecilkan pori-pori wajah, menghilangkan komedo, dan mencerahkan kulit wajah. Untuk mengatasi masalah jerawat dan bekas jerawat, teman-teman bisa membuat masker kopi yang sangat mudah dan praktis. Resep cara membuatnya bisa kalian baca di sini ya. 



5. Menghaluskan bibir pecah-pecah

Selain untuk wajah, kopi juga bisa membantu mengatasi masalah bibir pecah-pecah agar halus dan sehat. Teman-teman bisa membuat lip scrub menggunakan campuran bubuk kopi dan madu. Kafein pada bubuk kopi akan membantu memperlancar sirkulasi darah di bibir sehingga bibir nampak penuh. Selain itu, kopi juga bisa membantu mencerahkan bibir yang gelap. Sedangkan madu bermanfaat untuk melembabkan kulit pada bibir sehingga halus dan lembut. 

*** 

Itu dia beberapa manfaat kopi untuk kecantikan kulit. Kelima resep yang aku bagikan di atas sudah aku coba sendiri secara langsung lho dan memang efektif dalam mengatasi masalah kulit yang aku sebutkan. Bagaimana dengan kalian? Adakah resep di atas yang sudah kalian coba? Atau mungkin kalian punya resep lain dengan bahan dasar kopi yang baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit? Jangan sungkan untuk berbagi di kolom komentar di bawah ini ya. 

Thanks for reading!

My Earliest Childhood Memory - 31 Day Blog Challenge

Thursday, 9 August 2018
Di salah satu coursebook yang aku pakai untuk mengajar, ada satu artikel yang membahas tentang memori. Ternyata, ada lho orang yang bisa mengingat masa kecil mereka dari sejak mereka masih bayi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa apa yang kita ingat ketika masih kecil biasanya berhubungan dengan emosi. Entah itu emosi senang, sedih, atau marah. Bagaimana dengan kenangan masa kecil aku? Jujur aku hanya bisa mengingat sedikit saja. Tetapi dengan bantuan dari kedua orangtuaku dan foto-foto masa kecil, aku bisa menuliskan tentang masa kecilku. 


Masa kecil merupakan masa yang indah bagi aku. Setiap hari selalu diisi dengan bermain sambil belajar. Kata ibuku, aku memang dari dulu sudah aktif dan tidak mau kalah dengan anak cowok. Kenangan masa kecil aku yang masih aku ingat sampai sekarang adalah ketika aku tinggal di Perth, Australia bersama kedua orangtuaku. Ayahku waktu itu mendapatkan beasiswa untuk belajar di Murdoch University. Aku masih berumur sekitar 2 tahun (lagi lucu-lucunya kalau kata orang).

Ini boneka teddy bear-nya masih ada sampai sekarang lho.

Tinggal di negeri orang membuat aku lebih mahir berbahasa Inggris dibandingkan bahasa Indonesia. Apalagi umurku masih kecil, jadi lebih cepat juga menyerap kosakata bahasa Inggris. Lucunya, meskipun aku berbicara dalam bahasa Inggris, aku memanggil kedua orangtuaku dengan panggilan ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Aku tahu tentang ini ketika aku menonton rekaman video VHS (sumpah ini jadul banget!) ketika kami tinggal di sana. Ada satu scene ketika aku sedang bermain lempar bola dengan ayahku di taman dan aku teriak, “Bapaak, catch this!” Kalau ingat itu pasti aku langsung otomatis ketawa. 


Soal panggilan nama ke orangtua ini juga unik (kalau tidak mau dibilang aneh) karena ketika kami berempat (ketika kami tinggal di sana ibuku hamil dan adikku lahir di sana) kembali ke tanah air, aku justru memanggil mereka dengan ‘Mommy’ dan ‘Daddy’. Nama panggilan ini yang terus aku dan kedua adikku pakai hingga sekarang. Mas Deniz dan adik Zinan pun juga memanggil aku dan mas suami dengan panggilan ‘mommy’ dan ‘daddy’.


Sekembalinya kami ke Indonesia, ibuku bilang kalau aku hampir tidak bisa bahasa Indonesia sama sekali. Jadi semua percakapan menggunakan bahasa Inggris. Perbedaan bahasa ini membuat aku kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Ada satu cerita yang lucu tentang bahasa ini. Jadi waktu itu ibuku sedang pergi dan aku di rumah bersama nenekku (alm). Nenekku ini tidak bisa bahasa Inggris sama sekali. Entah awalnya bagaimana, aku melihat kelinci dan aku cerita ke nenekku dalam bahasa Inggris (yang tentu saja beliau tidak paham). Karena aku kesal nenekku tidak mengerti apa yang aku ucapkan, aku gigit tangan nenekku. Ketika ibuku pulang, nenekku mengadu soal kejadian itu. Setelah dijelaskan bahwa yang aku maksud itu adalah kelinci, nenekku cuma bisa geleng-geleng kepala dan bilang, “oalaah, rabbit itu kelinci ya?” Duh maaf banget ya Mbah. 

Kenangan lainnya yang aku ingat ketika aku masih kecil adalah saat kepalaku, tepatnya dahi, bocor karena aku masuk ke dalam selokan. Waktu kecil, aku sangat takut dengan ondel-ondel. Di suatu sore hari, aku bersama adik-adikku dan sepupuku bermain di depan rumah. Tiba-tiba terdengar suara alunan musik ondel-ondel. Aku mulai panik. Dan benar saja, tidak lama kemudian ada ondel-ondel muncul dan berjalan ke arah kami. Aku tambah panik dong. Saking paniknya aku berjalan mundur dan tidak sadar kalau di belakang aku ada selokan. Aku pun terjatuh dan dahiku membentur pinggiran selokan. Darah langsung mengucur deras dan aku pun tambah panik dan menangis. Untung saja ibuku ada di rumah dan aku langsung dibawa ke klinik dan mendapatkan jahitan. 

Main microphone yang super berisik.

Ketika kecil, aku juga ingat masa-masa ketika aku dan adik-adikku main hujan dan main tanah. Ibuku tidak pernah melarang kami untuk main hujan. Justru beliau yang menyuruh kami main hujan agar kuat. Namanya juga anak kecil, pasti happy luar biasa boleh main hujan. Apalagi teman-teman kami di kompleks tidak ada yang boleh main hujan dan cuma bisa melihat kami dengan tatapan iri. Aku sempat menanyakan ke ibuku kenapa dulu kami boleh main hujan dan beliau menjawab, “Biar kamu nggak penasaran hujan-hujanan tuh rasanya kaya apa.” Yang paling menyenangkan dari bermain hujan adalah ketika kami kembali ke rumah, ibuku sudah menyiapkan air hangat untuk mandi dan segelas susu coklat plus camilan. 

Di tahun 90an, ada beberapa area di kompleks tempat kami tinggal yang masih berupa tanah merah. Kalau orangtua lain melarang anak-anaknya untuk main di tanah merah tersebut, ibu kami justru mengajak kami main di sana. Kami main perosotan tanah sampai baju kami berubah warna. Kami juga mendaki gundukan tanah merah tersebut sampai puas. 


Ada satu kenangan masa kecil yang juga tidak pernah terlupakan hingga sekarang yaitu ulang tahun! My mom is a food genius! Beliau selalu membuat kue ulang tahun untuk kami bertiga (aku dan kedua adikku). Kue ulang tahun yang beliau buat juga bukan sembarang kue karena selalu ada temanya. Ada banyak sekali tema kue ulang tahun yang ibuku buat, mulai dari angka, binatang, mobil, sampai rumah. Namun kebiasaan membuat kue ulang tahun ini berhenti ketika kami bertiga sudah besar. 

Sebetulnya masih banyak lagi kenangan masa kecil lainnya, tetapi rasanya cukup sampai sini dulu. Insha Allah nanti aku akan menuliskan lagi kenangan ketika aku remaja dan beranjak dewasa (aiih). Bagaimana dengan teman-teman? Apa kenangan masa kecil yang tidak terlupakan sampai sekarang? Share di kolom komentar yuk. 

Thanks for reading!

Arti nama blog Talkativetya - 31 Day Blog Challenge

Wednesday, 8 August 2018
Mungkin sudah tidak bukan hal baru dalam dunia hiburan ketika ada artis yang mengganti nama asli mereka dengan nama panggung di Kantor Catatan Sipil dengan alasan mereka lebih dikenal dengan nama panggung mereka. Beberapa alasan lain kenapa seseorang mengganti namanya adalah karena nama tersebut artinya kurang baik dan karena nama tersebut dia jadi di-bully


Memilih nama memang bukan perkara mudah karena salah memilih nama bisa berimbas pada banyak hal. Di Islam sendiri nama adalah doa dan sebaiknya kita memilih nama yang memiliki arti yang baik. Kalau teman-teman mampir ke toko buku, kalian bisa melihat ada banyak sekali buku kumpulan nama-nama. Mulai dari buku kumpulan nama-nama islami, nama anak perempuan/laki-laki populer, dan masih banyak lagi. Selain itu, umat Muslim pun dianjurkan untuk memanggil orang lain dengan nama panggilan yang baik. Itulah kenapa setiap kali aku bertemu dengan orang baru, aku selalu menanyakan mau dipanggil dengan nama apa. 

Ketika aku membuat blog ini di tahun 2009, salah satu hal yang menahan aku untuk tidak langsung mempublikasikan blog adalah nama blog. Ya, memilih nama blog itu sama sulitnya seperti memilih nama untuk anak. Apalagi waktu itu aku sama sekali buta tentang blogging dan tidak punya ilmu apapun tentang branding. Setelah satu bulan memikirkan nama blog, akhirnya pilihanku jatuh pada nama Talkativetya

Kenapa Talkativetya?

Dari sejak aku SD sampai kuliah, semua orang memanggil aku dengan nama “Ati” yang diambil dari nama depan aku: Atisatya. Sebetulnya nama ini punya arti yang bagus (ibuku bilang nama Atisatya itu artinya ‘hati yang setia’), sayangnya teman-teman waktu di SD dulu suka meledek nama aku. Aku sering diledek dengan nama ‘ati ayam’, ‘ati sapi’, sampai nama aku diputar-putar jadi ‘t*i’. Kalau sekarang ini sudah termasuk bullying ya. 

Aku sudah sering meminta pada teman-teman sekolah dan guru untuk memanggil aku dengan nama ‘Tya’ (karena di rumah aku dipanggil dengan nama ini), tetapi permintaan aku dianggap seperti angin lalu saja. So, I had to survive with this name until I graduated from college. Aku mulai dipanggil dengan nama ‘Tya’ ketika aku kerja. Jadi, itulah salah satu alasan kenapa nama Tya itu penting untuk dicantumkan dalam nama blog aku. 

Bagaimana dengan kata Talkative? Ketika aku masih SMA, aku ikut kursus bahasa Inggris di salah satu lembaga bahasa (years later, this English course became my office) dan waktu itu kami mempelajari tentang personality traits (kepribadian). Kami diminta untuk menganalisa personality traits teman sekelas dengan cara mengerjakan kuesioner. Ternyata, salah satu personality trait yang aku miliki adalah talkative alias suka ngomong. Aku bisa ngomongin apa saja tanpa jeda, apalagi kalau topiknya seru. Selain itu aku kalau ngomong juga selalu bersemangat. Teacher kami waktu itu juga meminta kami untuk mencari 3 personality traits dengan huruf awal sama dengan nama kami. Aku pun memilih: Talkative, Tenacious, Terrific.



Dari ketiga personality traits tersebut, aku paling suka dengan kata Talkative karena berima dengan nama aku Tya. Selain itu kalau dilihat dari artinya, kata Talkative ini sesuai untuk blog aku karena aku akan ‘ngomong’ banyak hal di dalam blog. Jadi, terbentuklah nama blog Talkativetya. 

Ada keinginan untuk ganti nama blog? 

Hmm, kalau ditanya apakah aku akan mengganti nama blog aku sepertinya aku akan jawab tidak. Pertama, menurut aku nama blog ini sudah sesuai dengan isi blog aku. Kedua, blog Talkativetya sudah cukup dikenal orang sehingga akan sulit dan butuh waktu lagi untuk branding ketika ganti nama. Aku ingat waktu mengikuti Workshop Fun Blogging 12 di tahun 2016, salah satu pemateri mengatakan kalau sebaiknya nama blog itu sesuai dengan nama akun social media lainnya agar lebih mudah. Aku pun langsung menyeragamkan nama akun social media aku (Twitter, Facebook, Instagram). Tetapi memang untuk blog sengaja tidak aku utak atik lagi. 

*** 

Itu dia arti dari nama blog Talkativetya dan sejarah dibalik pemilihan nama blog ini. Bagaimana menurut teman-teman? Apakah nama blog ini sudah sesuai dengan konten blognya? Atau mungkin aku memang harus ganti nama blog? Kira-kira apa saja plus minus dari mengganti nama blog? Oya, teman-teman juga bisa share di kolom komentar tentang arti nama blog/nama pribadi kalian ya. 

Thanks for reading!

20 facts about Tya - 31 Day Blog Challenge

Tuesday, 7 August 2018
Siapapun yang membaca blog Talkativetya pasti sedikit banyak tahu beberapa hal tentang aku. Di postingan kali ini, aku mau buka-bukaan nih tentang 20 fakta seorang Tya. Apa aja sih? Langsung terusin aja bacanya  ya!


1. Anak pertama dari 3 bersaudara.

Tya itu adalah anak sulung dan kedua adikku itu cowok. Jadi bisa ngebayangin dong kalau dulu tuh aku super bossy sama adik-adiku. Apalagi aku suka kesel karena tidak diajak main bareng (yaiyalah, siapa juga yang mau ajak  kakak cewek main bareng?) Orangtuaku pernah cerita kalau dulu aku pernah minta mereka berdua dibuang aja karena bikin rumah berisik dan berantakan (whaat?) Segitunya yaa. Meskipun begitu aku tetap sayang kok sama mereka.

2. Pakai jilbab 2 bulan sebelum lulus SMA.

Keputusan memakai jilbab memang muncul mendadak. Entah gimana ceritanya, pokoknya tahu-tahu ada dorongan kuat untuk pakai jilbab. Akhirnya dengan pede aku pakai jilbab dua bulan sebelum kelulusan (tahun 2002). Banyak yang kaget dengan keputusan ini karena memang sebelumnya aku tomboi banget. Karena serba mendadak, aku tuh inget banget tidak punya baju seragam panjang dan jilbab. Mau beli juga tanggung kan karena sudah mau lulus. Alhamdulillah teman-teman Rohis di sekolah aku gercep menghibahkan beberapa seragam yang tidak terpakai dan juga jilbab. Terharu banget deh, ini salah satu kenangan yang tidak terlupakan.

3. Kalau ketawa selalu ngakak.

Nah ini nih yang dari dulu sampai sekarang tidak bisa diubah. Aku kalau ketawa ngakak bisa lupa diri aliastidak jaim. Kadang suka malu sendiri, terutama pas teman-teman lain ketawanya manis (ketawa feminin) sedangkan akunya ketawa sudah kaya orang gila. Tapi ya mau gimana, kalau ditahan nanti malah sakit perut. Iya tidak?

4.Tidak pernah punya kuku panjang.

SD aku waktu itu termasuk SD favorit dan punya peraturan ketat, salah satunya adalah kebersihan kuku. Kalau kami ketahuan punya kuku panjang sedikit aja, pasti penggaris sudah mendarat mesra di tangan (you know what I mean). Dari situ aku selalu memotong kuku aku sampai pendek dan jadi kebiasaan. Kebiasaan memotong kuku sampai pendek ini juga aku terapkan ke mas suami dan anak-anak.

5. Pakai baju harus matching.

Drama yang selalu terjadi setiap kali aku mau pergi, entah itu pergi kerja atau cuma sekadar hangout, adalah memilih baju. Kenapa jadi drama? Soalnya aku kalau pakai baju harus matching. Saking terobsesi-nya matching-in warna, aku sampai mengumpulkan pins di Pinterest tentang Fashion Color Scheme dan What to wear with color. So, you won't see me wearing mismatched outfit.

6. Kalau jalan kaki selalu ngebut.

Mungkin karena sejak kecil aku sudah diajarkan disiplin, ditambah lagi aku ikut Paskibraka, aku jadi terbiasa bergerak cepat. Jujur aku paling sebel kalau ada orang jalan santai gitu karena menurut aku mereka bikin aku jadi melambat. Alhamdulillah mas suami yang juga Paskibraka punya kebiasaan yang sama. Jadi kalau kamu jalan bareng aku dan aku jalannya lambat, berarti aku menahan diri untuk tidak melesat secepat kilat.

7. Ketemu suami lewat kontak jodoh online.

Banyak yang tidak percaya kalau aku bilang aku ketemu mas suami lewat kontak jodoh online. Tapi nyatanya kami memang kenalan via kontak jodoh online dan ternyata klop. Apalagi kami berdua sama-sama pernah jadi Paskibraka (mas suami dulu Paskibraka Nasional wakil Jakarta tahun 1998). Ini kalau mau diceritain panjang, jadi kalau kalian mau tahu ceritanya just give me a shout in the comment box ya.


8. Paling benci sama orang merokok dan asap rokok.

Fact yang satu ini kayanya tidak perlu dijelasin panjang lebar deh. Pasti sudah pada tahu kan kalau rokok dan asapnya itu sangat berbahaya bagi kesehatan? Sedihnya, orangtuaku itu merokok dan sampai sekarang aku masih belum bisa menghentikan kebiasaan merokok ini. Mentok-mentoknya ya hanya bisa mendoakan saja. Aku bersyukur mas suami tidak merokok jadi rumah kami bebas asap rokok. Kalau ada tamu yang datang mau merokok, kami persilahkan merokok di luar pagar rumah.

9. Bisa mengendarai motor tapi tidak punya SIM C.

Aku sudah bisa mengendarai motor sejak masih SMA tetapi hingga sekarang aku tidak punya dan tidak kepingin membuat SIM. Alasannya? Aku kalau malam tidak bisa melihat jalanan dengan jelas sehingga aku kuatir akan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Biasanya aku naik motor hanya sebatas ke mini market depan rumah aja.

10. Suka gadoin sambal.

Kalian pasti sudah tahu kalau aku memang pencinta makanan pedas. Tapi selain menyukai makanan pedas, aku juga suka gadoin sambal. Entah itu sambal terasi, sambal goreng, sampai cabe bubuk pun aku gadoin. Banyak yang kasih nasehat jangan terlalu sering makan makanan pedas karena kuatir nanti usus buntu, tapi bagaimana ya? Namanya juga suka. Hehehe.


11. Selalu sedia cabe bubuk di dalam tas.

Ini masih nyambung dengan fakta sebelumnya. Karena kesukaanku akan makanan pedas, aku selalu membaca cabe bubuk di dalam tas. Alasannya? Beberapa kali aku pergi ke restoran dan memesan menu makanan super pedas (kata mbak/mas-nya itu udah yang paling pedas) tetapi kenyataannya makanan tersebut tidak pedas (menurut versi aku). Disitulah cabe bubuk berperan penting. Aku bisa langsung tambahkan cabe bubuk sesuai selera dan tidak merepotkan mbak/mas pramusaji di restoran.

Baca juga:
What's in my bag?
What's in my makeup bag 2018

12. Es krim vanilla favoritku.

Kalau diminta untuk memilih rasa es krim favorit, aku pasti langsung menjawab vanila. Menurut aku es krim rasa vanila itu manis dan gurih. Nikmat deh! Apalagi kalau ditambahkan dengan berbagai macam topping.


13. Mulai belajar makeup tahun 2012.

Aku ingat pertama kali aku mulai belajar pakai makeup dengan serius adalah di tahun 2012. Waktu itu aku mengajar bahasa Inggris untuk staff di Mahkamah Konstitusi dan aku merasa kok aku ini dekil (kurang menarik dari segi penampilan). Apalagi pekerjaan aku waktu itu kan mengajar di lembaga negara yang formal. Jadi aku memutuskan untuk mulai belajar menggunakan makeup sedikit demi sedikit bermodalkan beauty blog dan tutorial di Youtube.

14. Kalau foto tidak pernah kelihatan gigi.

Saat sedang bermain sepatu roda, aku terjatuh cukup parah sehingga salah satu gigi depan aku gompal (patah sebagian). Hingga saat ini aku masih belum berani memperbaiki gigi aku ini (karena katanya gigi tersebut harus dicabut lalu dipasang jaket/crown, ngebayanginnya aja sudah ngeri). Jadi solusi paling mudahnya adalah kalau foto ya selalu mingkem.

15. Tidak mau beli baju dengan harga diatas 100 ribu.

Aku bukan orang yang brand-oriented dalam hal fashion. Kebanyakan pakaian yang aku miliki aku beli di toko pakaian biasa di pasar atau di pusat perbelanjaan seperti ITC dengan harga yang murah. Menurut aku, pakaian yang bagus itu tidak harus mahal dan bermerek. Yang penting untuk aku adalah pakaian tersebut nyaman digunakan dan modelnya cocok. Kalaupun aku membeli baju bermerek, aku biasanya menunggu diskon besar-besaran sampai harga bajunya dibawah 100 ribu. Alasan lainnya? Penghematan!

16. Kalau makan ayam goreng kulitnya dimakan belakangan.

Siapa yang doyan kulit ayam goreng? Kulit ayam goreng rasanya memang luar biasa sampai bisa menjadi sumber konflik kalau makan di restoran. Aku sendiri termasuk yang kalau makan ayam goreng, kulit ayamnya disisihkan dan baru dinikmati belakangan. Ini nikmat banget sih, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Apalagi kalau kulit ayamnya pedas dan dicocol dengan sambal.


17. Selalu datang tepat waktu (insyaAllah).

Kedisplinan yang diajarkan di rumah, sekolah, dan dari Paskibraka membuat aku terbiasa untuk datang tepat waktu (bahkan lebih awal). Aku ingat masa SMP dan SMA dulu, aku selalu jadi murid pertama yang datang ke sekolah (wong pas aku datang itu pagar sekolah masih digembok). Di kantor aku sekarang pun seringkali menjadi guru pertama yang datang. Enaknya datang awal/tepat waktu itu aku bisa santai sejenak dan kerja pun tidak terburu-buru.

18. Pernah punya ular peliharaan.

Di tahun 2008 dulu, ada cowok yang dekat dengan aku (mau PDKT) dan dia ini punya bisnis memasok binatang eksotik ke toko hewan di area Jabodetabek. Beberapa hewan eksotik yang dia pasok ini adalah tarantula, kalajengking, kura-kura, tokek, sampai ular. Nah entah awalnya gimana, aku dikasih satu ular sama dia untuk dipelihara. Ularnya jenis mono pohon Papua yang berukuran kecil, ular ini sering disebut juga ular gelang karena memang si ular senang melingkar di atas pagar (maksudnya di pergelangan tangan). Tapi peliharaan ular ini tidak bertahan lama karena aku didemo satu rumah. Anggota keluarga lainnya takut sama ular dan hampir setiap hari aku diomelin soal ular itu. Akhirnya aku memutuskan untuk mengembalikan si ular ke pemiliknya.

19. Makan sambil baca buku.

Aku memang punya hobi membaca. Membaca bagi aku adalah cara paling mudah untuk relaksasi. Entah awalnya bagaimana, aku punya kebiasaan makan sambil baca buku (atau baca buku sambil makan). Kebiasaan ini sudah aku lakukan sejak SD dulu. Banyak yang bilang kalau ini adalah kebiasaan buruk, tetapi sulit sekali menghentikannya. Aku mulai berusaha mengurangi kebiasaan ini, terutama kalau aku sedang makan bersama keluarga dan teman. Tetapi rasanya kurang nikmat, seperti ada yang kurang.

20. Tidak suka pakai aksesoris perhiasan.

Fakta terakhir tentang seorang Tya adalah aku tidak suka pakai perhiasan seperti cincin, anting, gelang, dan kalung terutama yang dari logam mulia seperti emas. Bahkan aku pun tidak menggunakan cincin nikah aku (mas suami juga tidak pakai sih). Alasannya aku suka ribet sendiri dengan perhiasan ini dan sayang juga kalau dipakai takut nanti lecet. Jadi perhiasan ini hanya aku simpan saja.

***

Ternyata banyak juga ya! Setelah membaca 20 fakta ini apakah kalian jadi lebih mengenal seorang Tya? Adalah fakta yang membuat kalian terkejut? Bagaimana dengan kalian? Adakah fakta tentang diri kalian yang orang lain tidak tahu? Share di kolom komentar ya!

Thanks for reading!

Ingin membuat blog? Siapkan 8 Hal berikut ini!

Monday, 6 August 2018
“Wah, jadi blogger bisa ketemuan dan foto-foto sama artis.”
“Asyik ya, cuma nulis di blog aja bisa dikirimin produk.”
“Seru deh jadi blogger, bisa kerja di rumah.”

Ini hanyalah sebagian dari komentar yang sering aku dapatkan tentang kegiatan aku sebagai seorang blogger. Jujur aku sendiri tidak menyangka kalau aku akan sampai di titik di mana hobi menulis aku tidak hanya sekadar memberikan informasi bagi orang lain, tetapi juga bisa membantu aku dari segi finansial. Tentu saja ini semua tidak didapatkan secara instan ya. Ada perjuangan dan kerja keras dibalik blog Talkativetya ini (yang kalau dibandingkan dengan blog para senior sih belum ada seujung kuku).


Saat ini, profesi blogger (bagi sebagian orang ngeblog memang merupakan mata pencarian utama mereka) semakin banyak diminati. Apalagi sekarang banyak perusahaan, bahkan lembaga pemerintah yang menggunakan jasa blogger untuk membantu menyebarkan informasi ke masyarakat umum. Jadi jangan heran kalau sekarang banyak blog dengan berbagai niche yang bisa kita lihat di dunia maya. Kali ini, Tya mau berbagi tentang 8 hal yang harus kalian persiapkan sebelum kalian memulai blog. Lanjut bacanya ya. 

1. Tentukan tujuan blog

Coba kalian renungkan, apa sih tujuan kalian membuat blog? Dulu sebelum aku mulai ngeblog, aku cukup aktif di beberapa komunitas sastra dan penulis. Namun setelah menikah, aku ingin menulis di luar sastra (FYI, dulu aku menulis puisi lho) dan aku butuh wadah untuk menuangkan tulisan aku. So, I decided to make a blog. Selain itu, aku berharap tulisan aku bisa bermanfaat untuk orang lain. Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian ngeblog untuk mengasah kemampuan menulis, untuk curhat, berbagi ilmu, atau mungkin berdakwah? 

Tips dari Tya:
Apapun tujuannya, pastikan tujuan tersebut bersifat positif ya!


2. Tentukan niche/topik blog

Hal berikutnya yang harus dipersiapkan sebelum memulai blog adalah topik utama dari blog. Menentukan topik atau niche blog dari awal bisa membantu kalian agar konsisten dalam menulis. Saat aku memulai blog Talkativetya ini, aku tidak punya niche khusus sehingga tulisan yang ada di blog pun kurang menarik dan cenderung berantakan. Baru di tahun 2012 aku memutuskan untuk fokus di niche beauty dan berlanjut hingga sekarang. 

Tips dari Tya:
Pilihlah niche yang sesuai dengan kesukaan kalian sehingga kalian terhindar dari rasa bosan. Selain itu, pilih niche yang kalian kuasai sehingga akan memudahkan dalam menuangkan ide ke bentuk tulisan. 

3. Pilih platform yang akan digunakan

Next, kalian harus memikirkan mau menggunakan platform apa untuk blog kalian. Saat ini ada banyak platform yang menyediakan fasilitas untuk blogging dan dua platform yang paling sering digunakan adalah Blogger dan Wordpress. Kedua platform ini memberikan layanan blogging secara gratis. Namun tentu ada batasan-batasannya ya.  


Bagi kalian yang punya dana lebih dan ingin bisa lebih bebas dalam mengatur blog, kalian bisa menggunakan self-hosted Wordpress. Ada banyak kelebihan dari self-hosted Wordpress ini yaitu banyaknya plug-in dan tema yang bisa digunakan dan tentunya bisa bikin blog kamu terlihat menarik. Untuk menjalankan Wordpress self-hosted ini, kamu membutuhkan hosting dan domain dan kemudian meng-install wordpress sebagai blogging platform kamu. Tutorial cara membuat blog di Wordpress ini bisa kalian baca di link berikut ini ya!


Tips dari Tya: Pelajari kelebihan dan kekurangan masing-masing platform sebelum memutuskan mau pakai yang mana. 

4. Tentukan branding blog

Dalam beberapa workshop yang aku ikuti, pemateri menekankan pentingnya branding dalam sebuah blog. Branding blog berarti bagaimana pembaca menilai sebuah blog. Sebagai contoh, blog Talkativetya ini sudah dikenal sebagai beauty blog dengan low-medium budget sehingga pembaca yang mampir ke blog ini pada umumnya memang mencari informasi seputar produk skincare, makeup, sampai tips kecantikan. Ketika sebuah blog sudah memiliki brand yang kuat, kita tidak perlu repot mencari pembaca karena pembaca akan datang sendiri. 

Tips dari Tya: Branding is king dan kuncinya ada pada konten. Selain itu, just be yourself dan be different. 


5. Optimasi media sosial pendukung blog

Selain blog, media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Facebook bisa membantu agar blog kita dikenal dan diketahui banyak orang. Gunakan media sosial ini untuk membagikan konten blog secara rutin. 

Tips dari Tya: Bijaklah ber-sosmed. 

6. Siapkan tulisan/konten

Bukan blog namanya kalau tidak ada kontennya. Jadi sebelum kamu membuat blog, ada baiknya kamu menyiapkan sekitar 5-6 tulisan untuk dipublikasikan di blog. Usahakan agar tulisan yang kalian buat ini berkualitas dan bukan hasil copy-paste tulisan orang lain ya. 

Tips dari Tya: Buat yang masih bingung mau nulis apa, kalian bisa dapat banyak ide tulisan untuk blog di Pinterest seperti foto di bawah ini. 

7. Bergabung dengan komunitas blogger

Saat ini ada banyak sekali komunitas blogger yang bisa kalian ikuti. Beberapa komunitas blogger yang aku ikuti adalah BloggerCrony, Komunitas ISB (Indonesia Social Blogpreneur), Blogger Perempuan, Indonesian Female Blogger, dan beberapa komunitas lainnya. Ada banyak manfaat yang bisa kalian dapatkan dengan bergabung dalam suatu komunitas blogger, mulai dari menambah teman, belajar ilmu blogging dari pakarnya, memperluas koneksi, sampai mendapatkan pekerjaan/partnership. 

Tips dari Tya: Pilih komunitas yang sesuai dengan blog kalian. 

8. Just do it!

Terakhir, just do it! Kalau memang kamu ingin membuat blog, apalagi kalau tujuannya baik dan positif, jangan ditunda-tunda. Selain itu, kamu juga harus siap dengan segala cobaan yang akan muncul. Entah itu rasa malas dalam mengupdate konten atau kebuntuan dalam mencari ide tulisan. Apapun cobaannya, ingat kembali apa tujuan blog kamu dibuat. 

*** 

Itu dia 8 hal yang perlu kamu lakukan sebelum membuat blog. Semoga tulisan ini bisa membantu kalian semua yang ingin menjadi seorang blogger namun masih ragu-ragu. Anyway, apakah teman-teman punya hal lain yang perlu diperhatikan sebelum membuat blog? Share di kolom komentar ya!

Thanks for reading!

Pentingnya Organic Post untuk Blogger - Introduction to 31-Day Blog Challenge

Beberapa waktu yang lalu aku membaca tulisan salah seorang teman blogger tentang organic post. Jujur aku sedikit tertampar dengan isi postingan tersebut karena memang belakangan ini rasio organic post dan sponsored post di blog talkativetya.com kurang seimbang alias lebih banyak sponsored post.


Menulis sponsored post bukan berarti tidak baik. Untuk semua tulisan aku di blog  ini (baik sponsored atau tidak), selalu ditulis apa adanya. Kalau bagus ya aku bilang bagus dan ditambahkan dengan alasannya. Kalau ternyata kurang bagus, aku sebisa mungkin menulis kekurangannya dengan bahasa yang baik. Tetapi tetap ditulis lho ya. Namun seperti kata salah satu blogger senior panutanku, teh Ani Berta, menulis organic post akan membuat kredibilitas blog jadi lebih baik. Readers' level of trust juga pasti meningkat karena mereka tahu kita tidak selalu menulis dengan pamrih. 

Aku masih ingat di salah satu workshop,  teh Ani Berta mengatakan untuk satu sponsored post perlu diimbangi dengan 9 organic post. Wadaaw, sampai saat ini aku masih belum berhasil mencapai rasio tersebut. Paling banter 1:1, itu juga sudah bagus banget mengingat aku bukan full time blogger. Beberapa kali aku juga mengikuti ODOP (One Day One Post) untuk menambah jumlah organic post di blog. Sejauh ini sepertinya baru sekali aja aku sukses menyelesaikan ODOP. Selebihnya aku terpaksa harus berhenti di tengah jalan karena beberapa faktor seperti kesibukan, tema yang kurang sesuai sehingga bikin ide mampet, dan masih banyak faktor lain yang tidak bisa dijelaskan (iih kamu banyak alasan deh Tya).


Balik lagi ke masalah rasio sponsored post dan organic post, aku melihat rasio di blog aku terutama di tahun ini mulai tidak sehat sehingga perlu ada langkah nyata agar blog ini bisa lebih hidup (lagi-lagi mengutip kata teh Ani Berta). Di tengah kegalauan HQQ ini, aku tidak sengaja menemukan satu foto di Pinterest dengan judul 31 Day Blog Challenge. Foto ini menantang blogger untuk menulis setiap hari dengan tema yang sudah ditentukan. TBH, aku tidak tahu siapa yang membuat challenge ini jadi aku cantumkan saja langsung dari Pinterest.




Sebetulnya 31 Day Blog Challenge ini sama seperti ODOP (setiap hari harus posting satu tulisan di blog). Tetapi yang membuat aku tertantang untuk melakukan challenge ini adalah pemilihan temanya yang sederhana dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. In other words, temanya mudah diikuti. Kalau kalian browsing di Pinterest, banyak blog challenge lainnya yang bisa dicoba dengan berbagai macam tema. But I will stick to this one first. 

Aku berharap dengan tema yang mudah diikuti ini, aku tidak terlalu merasa terbebani. Back to the essence of blogging, it is fun and relaxing for me. Jadi kalau ngeblog terasa seperti kewajiban atau beban kan nggak enak juga ya. So, with this post I officially start 31 Day Blog Challenge.

Kalian juga bisa ikutan challenge itu dan siapa tahu kita bisa saling mendukung dan mengingatkan biar sama-sama sukses menyelesaikan challenge ini. Bagaimana? Tertarik?

Thanks for reading! 

Auto Post Signature