Top Social

Oriflame Activelle Anti-Perspirant Deodorant - Extreme Protection & Invisible [REVIEW]

Wednesday, 12 December 2018
Mencari deodorant yang bagus untuk keringat berlebih bukan sesuatu yang mudah. Aktivitas aku setiap harinya memang cukup padat, mulai dari urusan rumah seperti meyetrika baju dan memasak sampai urusan mengajar. Padatnya aktivitas, ditambah lagi dengan cuaca yang panas dan lembab, membuat aku jadi gampang berkeringat. Kalau sudah berkeringat, aku tuh bawaannya langsung kurang percaya diri. Risih aja dan juga kuatir bau badan.


Untuk mengatasi keringat berlebih, aku menggunakan berbagai cara mulai dari ngadem di ruangan ber-AC, kipasan, sampai menggunakan deodorant. Ngomongin soal deodorant nih, sebetulnya aku punya deodorant andalan yang menurut aku juara nomor satu. Sayangnya deodorant ini sudah lama diskontinyu di Indonesia. Huhuhu, sedih deh. Mau tidak mau aku harus mencari deodorant lainnya. Memang sih banyak sekali merk deodorant yang dijual di pasaran, namun belum tentu ampuh dan efektif. 

Aku juga sempat menuliskan di status Facebook beberapa bulan yang lalu tentang merek deodorant yang bagus. Ternyata, banyak teman-teman yang memberikan rekomendasi, salah satunya adalah roll-on deodorant dari Oriflame ini. Pas banget salah satu teacher di kantor adalah member Oriflame jadi aku langsung pesan aja sama beliau. So, here’s my review after using it for a month. 


Oriflame Activelle Anti-Perspirant Deodorant bisa kamu dapatkan lewat member Oriflame. Tetapi belakangan ini aku juga lihat banyak seller di Shopee yang menjual produk Oriflame dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga katalog. Nah soal harga ini juga selalu berubah, kalau lagi beruntung ya bisa dapat harga murah. Contohnya, aku membeli Oriflame Activelle Anti-Perspirant Deodorant Extreme Protection dengan harga Rp55.000 (Katalog Oktober 2018). Eh di bulan berikutnya harga deodorant ini turun 50% jadi cuma Rp27.500. KZL. Akhirnya karena tergiur dengan harga diskonnya ya aku beli lagi yang varian Invisible. 

Oya, Oriflame Activelle Deodorant ini tersedia dalam 5 varian yaitu 
  • Activelle Extreme Protection Anti-perspirant 48h Deodorant
  • Activelle White Peony 24h Protection Fairness Deodorant
  • Activelle Green Tea Fresh Anti-perspirant 24h Deodorant
  • Activelle Anti-perspirant 24h Deodorant Invisible
  • Activelle Anti-perspirant 24h Deodorant Pure Care

Activelle adalah rangkaian antiperspirant berperforma tinggi kami  yang bekerja menetralisir bau tidak sedap sekaligus merawat kulit Anda. Semua produk Activelle mengandung mineral protect complex yang membantu menghambat produksi bau tidak sedap dan memberi Anda kesegaran 24 jam.


Oriflame Activelle Deodorant dikemas dalam botol plastik berwarna putih dengan ukuran 50ml. Yang membedakan adalah warna tutupnya. Jadi setiap varian punya warna tutup yang berbeda. Untuk varian Extreme Protection tutupnya berwarna ungu, sedangkan varian Invisible tutupnya warna silver. Label pada kemasan juga lengkap, mulai dari komposisi, PAO, tanggal kadaluarsa, distributor, dan nomor POM. Masih soal kemasan, bentuk deodoran ini mengecil di bagian lehernya sehingga memudahkan kita untuk memegang botolnya. 


Komposisi Activelle Deodorant:
AQUA, ALUMINUM CHLOROHYDRATE, STEARETH-2, PPG-15 STEARYL ETHER, STEARETH-21, GLYCERIN, CYCLOPENTASILOXANE, CYCLOHEXASILOXANE, PARFUM, C12-13 ALKYL LACTATE, ALLANTOIN, PROPYLENE GLYCOL, QUARTZ POWDER, METHYLPARABEN

Deodoran dari Oriflame ini merupakan deodoran roll on. Ukuran bola roll-nya bisa dibilang cukup besar sehingga 1-2 kali oles saja sudah bisa melapisi seluruh area ketiak. Ketika diaplikasikan ke ketiak, roll-nya juga menggelinding lancar jaya tanpa macet.


Tekstur Oriflame Activelle Deodorant cair dan tidak lengket dengan warna bening, baik untuk varian Extreme Protection maupun Invisible. Kalau untuk wanginya, Extreme Protection wanginya lebih netral sedangkan Invisible wanginya flowery gitu. Intinya sih kedua varian ini punya bau yang segar dan tidak menyengat. 

Oya, Activelle ini merupakan antiperspirant deodorant ya teman-teman. Sengaja aku tekankan karena memang antiperspirant dan deodorant adalah dua hal yang punya fungsi berbeda. Antiperspirant berfungsi untuk menjaga agar ketiak tidak mengeluarkan keringat, sedangkan deodoran membantu agar keringat yang keluar di area ketiak tidak berbau menyengat. Jadi kombinasi antiperspirant dan deodorant akan membantu agar ketiak tetap kering dan mencegah ketiak bau asem. 

Lalu bagaimana hasilnya? Aku sudah menggunakan Activelle Extreme Protection ini selama kurang lebih satu bulan dan sejauh ini aku suka dengan hasilnya. Deodoran roll on ini terbukti ampuh untuk menjaga ketiak tetap kering seharian (kurleb 10 jam) dan juga menjaga agar ketiak tetap wangi. Setelah dipakai seharian pun wanginya masih tetap segar (nggak jadi bau asem). Hal lain yang aku perhatikan adalah ketiak aku tidak menghitam selama penggunaan Activelle Extreme Protection. 

Untuk varian Invisible aku baru coba pakai beberapa kali saja. Sejauh ini sih oke aja, cuma memang untuk wanginya tidak se-mantul varian Extreme Protection. Oya,menurut klaimnya varian Invisible ini bisa memberikan perlindungan selama 24 jam sedangkan varian Extreme Protection bisa melindungi sampai 48 jam. Tapi ya kali aku nggak mandi sampai 2 hari 2 malam gitu demi ngetes daya tahannya? Saya tidak sejorok itu, Ferguso! 

Sayangnya ada satu kekurangan dari Oriflame Activelle anti-perspirant deodorant ini, yaitu keringnya lama! Jadi ketika dioleskan di ketiak, aku harus menunggu cukup lama sampai deodoran ini kering. Apa akibatnya kalau tidak ditunggu sampai kering? Selain meninggalkan noda di baju, tentu saja burket alias bubur ketek. Buat aku yang suka buru-buru kalau mau berangkat ke kantor, tentu saja ini cukup mengganggu. Akhirnya aku akalin dengan cara ketiak dikipas-kipas biar cepat kering.

via GIPHY


Aku suka Oriflame Activelle Anti-Perspirant Deodorant karena:

Terbukti ketiak kering seharian dengan penggunaan deodoran ini.
Ketiak wangi bebas bau asem.
Tidak lengket di kulit.
Tidak menyebabkan ketiak menghitam.
Kemasan praktis dan mudah digenggam. 
Tidak meninggalkan noda di pakaian untuk varian Invisible.

Aku kurang suka Oriflame Activelle Anti-Perspirant Deodorant karena:

Keringnya lama. 
Terbilang mahal untuk sebuah deodoran. 
Harga berubah-ubah. 

Overall Rating:
7.5/10


*** 

Secara keseluruhan Oriflame Activelle Anti-Perspirant Deodorant ini punya kualitas yang baik. Apalagi memang sudah terbukti bisa bikin ketiak tetap kering dan bebas bau asem seharian. Andai saja deodorant ini punya formula cepat kering, pasti aku akan menjadikan produk ini sebagai must-have item. Ini berarti pencarian aku akan deodorant yang sempurna belum berakhir. Hehehe. 

Buat teman-teman yang ingin tampil percaya diri, Oriflame Activelle Anti-Perspirant Deodorant ini bisa jadi pilihan, terutama untuk varian Extreme Protection-nya. Teman-teman juga bisa mencoba varian Invisible agar pakaian bebas dari noda. Semoga review ini bisa membantu dan bermanfaat yaa. 

Anyway, teman-teman pakai produk deodorant apa sih? Kira-kira produk deodorant apa yang ampuh dan cepat kering? Share di kolom komentar ya! 

Thanks for reading! 

Kiat Memilih Sepatu Wakai Indonesia Agar Tepat dan Hati Puas

Thursday, 6 December 2018
Memilih model dari sebuah produk seperti sepatu menjadi pilihan setiap orang sesuai dengan kesukaan dan juga ketertarikannya. Tetapi untuk memilih sepatu Wakai Indonesia ada sebagian orang yang masih merasa kebingungan.  Kebanyakan orang-orang merasa bingung karena banyaknya model dan motif sepatu yang ada. 


Kiat Memilih Sepatu

Sepatu wakai  ini memiliki beragam macam. Ada yang polos, bermotif, hingga yang memiliki model unik dan lucu. Dari sekian banyak jenis sepatu Wakai, kamu bisa menentukan pilihan yang tepat. Jika kamu termasuk yang masih bingung untuk menentukan sepatu Wakai Indonesia berikut beberapa tips mudah agar dapat memilih sepatu yang tepat:


1. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan

Ini adalah hal utama yang perlu untuk diperhatikan. Teman-teman perlu menetapkan tujuan untuk apa membeli sepatu. Tentukan sepatu tersebut akan digunakan untuk kebutuhan apa, misalnya untuk bersantai, liburan, hadiah, koleksi, atau tujuan lain. Hal tersebut sangat berpengaruh pada model sepatu yang akan dipilih.

2. Pilih sesuai dengan keinginan

Selain tujuan, ada juga yang membeli sepatu karena keinginan. Memang menjadi hal yang lumrah jika kamu tertarik pada suatu produk. Anda mungkin tertarik pada sepatu karena motif, model, warna, atau coraknya yang membuat kamu ingin membelinya. 

Anda bisa segera membelinya sebelum persediaan produk tersebut habis. Dengan model dan juga motif yang sesuai dengan keinginan tentu akan membuat hati menjadi puas.

3. Pilih sesuai dengan warna

Jika kamu mempunyai warna kesukaan, misalnya warna biru, kamu bisa memilih sepatu dengan warna yang sesuai dengan kegemaran. Jika kamu menyukai beberapa warna misalnya putih dan navy, maka pilihlah sepatu dengan warna kombinasi, yaitu warna navy kombinasi putih.


4. Pilih sesuai dengan motif

Hal yang menjadikan sepatu ini banyak disukai karena mempunyai motif unik dan lucu. Pilihlah sepatu dengan motif yang kamu sukai, misalnya yang bernuansa klasik, abstrak, bunga, atau yang lainnya. Kamu bisa melihat-lihat sepatu dengan beragam motif tersebut sebelum benar-benar membeli satu diantaranya.

5. Pilih sesuai dengan trend

Memilih sepatu sesuai trend tentu akan menjadikan penampilan kamu semakin menarik. Misalnya di masyarakat sedang trend motif batik, kamu bisa memilih sepatu dengan motif batik tersebut. Atau contoh lainnya trend yang sedang berkembang adalah celana jogger. Nah, Anda bisa membeli warna sepatu yang sesuai dengan warna celana jogger yang sudah kamu miliki.


6. Pilih dari referensi orang lain

Biasanya orang lain bisa menilai penampilan diri kamu. Orang-orang tersebut adalah orang yang terdekat dengan kamu, misalnya teman, sahabat, keluarga, atau pasangan. Mereka bisa memberikan referensi sepatu yang pas dengan karakter kamu. Hal tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan yang tepat, namun tetap sesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan kamu.

***

Itu dia beberapa pertimbangan dalam memilih sepatu agar sesuai dengan hati kamu. Tidak perlu lagi bingung karena tidak tahu sepatu mana yang akan dipilih. Karena sekarang kamu sudah memiliki gambaran yang bisa menentukan pilihan tepat sebelum membeli sepatu tersebut. Jangan lupa juga untuk mengecek ukuran sepatu sebelum membelinya. Jangan sampai salah memilih ukuran yaa.

Nah, kamu juga bisa membeli sepatu ini di Bukalapak. Marketplace ini menyediakan beragam produk sepatu Wakai Indonesia dengan beragam model dan jenis. Teman-teman bisa membelinya secara online tanpa perlu jauh-jauh datang ke toko. Belanja menjadi semakin cepat, mudah, dan juga praktis di bukalapak. 

Thanks for reading!

5 Rekomendasi Buku Favorit Tya - BPN 30 Day Blog Challenge (Day 10)

Wednesday, 5 December 2018
5 Rekomendasi Buku Favorit Tya. Salah satu hobi aku dari kecil adalah membaca. Buat teman-teman yang membaca tulisan Alasan Kenapa Aku Nge-blog dan 5 Fakta Tentang Tya pasti sudah tahu tentang hobi ini. Dari sejak kecil, aku memang sudah dibiasakan untuk membaca dan menyukai buku. Kalau disuruh memilih: mainan atau buku, Tya kecil lebih pilih buku (ini kata ibuku lho). Kalau sekarang? Tya lebih pilih makeup dan buku juga sih. Hehehe.


Hobi membaca aku bisa dibilang cukup akut. Kenapa kok sampai dibilang akut? Soalnya aku punya kebiasaan makan sambil membaca buku dan membaca buku sebelum tidur. Makanya jangan heran kalau kalian main ke rumahku, pasti akan melihat ada banyak buku di atas meja makan. Kadang lebih banyak bukunya daripada makanannya. Hehehe. Banyak yang bilang ini adalah kebiasaan jelek, tetapi gimana ya? Sulit sekali mengubahnya. Alhamdulillah mas suami paham akan kebiasaan istrinya ini. 

Genre buku yang aku baca sangat beragam. Mulai dari cerita anak-anak, chick lit (Chick Literature), Romance, Thriller/Mystery, sampai Fantasy pun aku baca. Untuk genre buku yang terakhir aku sebutkan ini, aku memang sangat picky. Kalau dalam ceritanya ada werewolf, vampir, dan paranormal gitu, aku tidak tertarik membacanya. Selain itu, selama jalan ceritanya menarik aku pasti akan terus membaca buku tersebut sampai selesai. 

Bicara soal buku favorit Tya, jujur ini pertanyaan yang maha sulit. Ada banyak sekali buku yang sudah aku baca dan jadi favorit aku. By the way, indikator suatu buku jadi favorit adalah ketika aku bisa membaca buku itu berkali-kali tanpa bosan (meskipun aku sudah tahu persis jalan cerita dan endingnya). Kadang bukunya sampai udah keriting saking seringnya dibaca. Oya, sejak 3 tahun terakhir ini aku lebih sering membaca e-book (electronic book) dibandingkan buku biasa. Alasannya? Murah! Soalnya aku bisa mendapatkan ebook secara gratis dengan cara mengunduh di beberapa website penyedia ebook. 

Okay, without further ado, ini dia 5 buku favorit Tya (tidak berdasarkan urutan ya): 

Malory Towers series - Enid Blyton

Enid Blyton is my first love. Hampir semua buku Enid Blyton sudah aku baca dan tidak ada satupun yang aku tidak suka. Menurut aku, Enid menuliskan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu saja, beliau juga memasukkan pesan moral ke dalam setiap ceritanya. Dari sekian banyak buku yang Enid Blyton tulis, favorit aku tentu saja Malory Towers series yang bercerita tentang kehidupan anak-anak yang tinggal di asrama. Kisah Darrel, Sally, Alicia, Irene, dan Gwendoline hingga detik ini melekat di dalam kepala aku. Mulai dari keseruan mereka belajar di asrama, konflik yang mereka hadapi, sampai keisengan mereka terhadap Mam'zelle Dupont, guru Bahasa Perancis yang kikuk tadi disayangi seluruh murid asrama. Kalau kalian belum pernah membaca buku ini, buruan deh baca. Buat teman-teman yang punya anak perempuan, buku Malory Towers ini juga cocok jadi hadiah lho.

Sumber: https://worldofblyton.wordpress.com

Congo - Michael Crichton

Belakangan ini aku senang dengan buku bergenre thriller dan fact fiction. Entah kenapa, seru aja kalau membaca buku dan kita tahu bahwa ceritanya berdasarkan fakta. Salah satu penulis genre thriller favorit aku adalah Michael Crichton. Beliau ini adalah penulis novel Jurassic Park (1990) yang kemudian dibawah arahan sutradara Steven Spielberg menjadi film hit di tahun 1993. Ada beberapa novel karangan Michael Crichton yang sudah aku baca: Congo (1980), Jurassic Park (1990), Prey (2000), dan The State of Fear (2004). Namun dari semuanya, aku paling suka dengan novel Congo.


Novel ini bercerita tentang tim ekspedisi yang akan mengembalikan seekor gorila ke habitatnya. Nah, ternyata tim ekspedisi ini didomplengi oleh kepentingan lain yaitu mencari tambang berlian biru di hutan tropis Kongo, Afrika. Jalan ceritanya seru karena didukung dengan fakta-fakta dan juga menegangkan karena Kongo memiliki hutan yang dihuni oleh suku pedalaman kanibal. Dalam kondisi politik yang panas, tim ekspedisi tidak hanya harus berhadapan dengan suku kanibal tetapi juga melawan sekelompok gorila yang pintar. Saat membaca buku Congo ini, aku tidak bisa berhenti sampai halaman terakhir. Iya, segitu serunya. 

Da Vinci Code - Dan Brown

Sejak Dan Brown mengeluarkan buku Da Vinci Code, aku langsung jatuh cinta dengan semua buku yang beliau tulis. Kayanya sih semua buku karangan Dan Brown sudah pernah aku baca, tetapi memang yang paling fenomenal adalah Da Vinci Code. Aku yakin hampir semua orang tahu jalan cerita Da Vinci Code ini, apalagi novel ini juga sudah diangkat menjadi film. Although I think the film doesn’t do its justice. The book is way much better (ini kasusnya sama sih kaya film Harry Potter). Hal yang membuat novel Da Vinci Code ini jadi salah satu buku favorit aku adalah alur ceritanya yang mengupas rahasia-rahasia di balik karya Leonardo Da Vinci seperti lukisan Mona Lisa. Ditambah lagi dengan aksi kejar-kejaran Robert Langdon dan Sophie Neveu ketika berupaya memecahkan kode rahasia untuk mencari The Holy Grail. Seru deh kalau baca fiksi konspirasi seperti ini. Sayangnya, mas suami justru nggak suka buku genre begini. Bikin pusing kata dia.


The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel - Michael Scott

The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel  ini adalah novel fantasi karangan Michael Scott. Totalnya ada 6 buku dalam seri ini. Buku pertamanya berjudul The Alchemyst dan banyak orang yang salah sangka kalau ini adalah karangan Paulo Coelho. Pertama kali kenal seri buku ini ketika aku iseng mengunduh buku-buku yang aku rasa menarik di salah satu website penyedia ebook. Then, I was hooked after finishing the first book. 

The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel ini bercerita tentang saudara kembar cewek cowok Josh dan Sophie Newman yang sedang berlibur di San Fransisco di rumah Bibi Agnes. Petualangan dimulai ketika Nick Fleming, pemilik toko buku tempat Josh magang selama liburan memberi tahu bahwa mereka (Josh dan Sophie) memiliki kekuatan sihir dan tertulis di dalam ramalan bahwa mereka adalah anak kembar emas dan perak. Awalnya Josh dan Sophie nggak percaya, tetapi ketika Nick menunjukkan kekuatan sihirnya mereka percaya deh. Seriusan ini kalau mau diceritain panjang banget karena ada 6 buku.


Yang membuat aku suka dengan seri buku karangan Michael Scott ini adalah penulis memasukkan banyak sekali mitologi kuno dan legenda ke dalam tulisannya. Selain itu, selama petualangan Josh dan Sophie bertemu dengan banyak tokoh lain yang ternyata adalah orang-orang terkenal di masa lalu seperti William Shakespeare, Joan of Arch, dan masih banyak lagi. 

Shopaholic Series - Sophie Kinsella

Buku (lebih tepatnya seri buku) terakhir yang jadi favorit aku adalah Shopaholic Series karangan Sophie Kinsella. Buku ini termasuk dalam genre chick lit ya, jadi pasti udah ketebak lah jalan ceritanya nggak jauh-jauh dari kisah cinta dan konfliknya. Meskipun bagi sebagian orang genre chick lit ini dianggap genre receh, aku tetap suka kok karena ceritanya ringan dan nggak perlu banyak mikir. Hehehe.


Total ada 8 buku dalam seri Shopaholic ini dan setiap bukunya punya kisah tersendiri. Jadi nggak perlu baca dari buku pertama untuk mengikuti jalan ceritanya. The Confession of a Shopaholic adalah buku pertama dalam seri ini yang mengisahkan Rebecca Bloomwood yang punya kebiasan belanja akut dan konflik yang dia hadapi karena kebiasaan berbelanjanya itu. Seru aja sih ceritanya karena beberapa kejadian yang dialami Rebecca itu mirip-mirip lah sama yang aku alami (terutama soal belanja). 

***

Wah nggak nyangka tulisan ini jadi super panjang! Oya, semua buku yang aku sebutkan di atas itu aku bacanya dalam versi aslinya ya, alias berbahasa Inggris. Sebetulnya semua buku tersebut sudah ada versi terjemahan dalam Bahasa Indonesia, cuma beberapa kali aku menemukan kok kaya ada sesuatu yang nggak pas dan maknanya jadi sedikit berbeda. Nah kalau baca dalam versi aslinya, aku bisa benar-benar paham maksudnya si tokoh itu apa ketika mengucapkan sesuatu. 

Gimana dengan teman-teman nih? Apakah kalian sudah pernah membaca buku-buku di atas? Bagaimana menurut kalian? Atau bagi teman-teman yang belum pernah membaca, tertarik nggak untuk membacanya? Share di kolom komentar ya! 

Thanks for reading!

Auto Post Signature