Top Social

Staycation di Hotel Sofyan Cut Meutia dan Jalan-jalan di Monas

Monday, 21 January 2019
Akhirnya setelah sekian lama aku dan sekeluarga bisa staycation! Weekend kemarin kami menginap di Hotel Sofyan Betawi Cut Meutia di kawasan Menteng. Kami sekeluarga bisa staycation berkat voucher hadiah blog competition Jakarta Modest Fashion Week yang diselenggarakan BloggerCrony tahun lalu. Jadi, thank you so much BloggerCrony! Anyway, ini adalah staycation perdana kami sebagai keluarga, jadi jangan tanya bagaimana excited-nya dua bocah ketika tahu mereka akan menginap di hotel. They were in cloud nine!


Sofyan Hotel Cut Meutia ini berada di Jalan Cut Meutia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Lokasinya sangat strategis karena tepat di pusat kota Jakarta. Kalau teman-teman mau ke hotel ini naik Commuter Line, turun di Stasiun Gondangdia dan dari situ tinggal jalan kaki saja. Dekat banget deh, paling hanya 5 menit berjalan kaki. Jarak tempuh dari hotel ke Monas juga kurang dari 10 menit menggunakan mobil lho. Hotel ini juga cocok untuk mereka yang mau naik kereta ke luar kota karena lokasinya dekat dengan Stasiun Gambir. Satu hal yang paling suamiku suka adalah lokasi hotel yang sangat dekat dengan Masjid Cut Meutia, jaraknya mungkin tidak sampai 30 meter. “Wah, jarang-jarang ketemu hotel yang dekat masjid. Bisa salat berjamaah terus nih,” begitu kurang lebih komentar mas suami. 



Selain lokasinya yang strategis, kelebihan lain dari Sofyan Hotel Cut Meutia ini menggunakan prinsip syariah dalam setiap pelayanan yang diberikan. Mulai dari kebijakan dan peraturan hotel sampai pelayanan hotel menggunakan prinsip syariah ini sehingga tercipta suasana yang ramah, nyaman, dan harmonis untuk setiap tamu yang menginap di Sofyan Hotel. Oya, hotel ini juga sudah mengantongi sertifikasi Halal MUI lho. 

Sebelum datang ke hotel, aku ingin memastikan apakah ruangan hotel tempat kami menginap itu bisa untuk satu keluarga. Soalnya kata ibuku beberapa hotel mengharuskan untuk menambah kasur (extra bed). Alhamdulillah setelah aku menanyakan hal ini via telepon, pihak Hotel Sofyan mengatakan bahwa kami tidak perlu extra bed dan anak-anak bisa ikut sarapan (meskipun kupon sarapan yang kami dapatkan hanya untuk 2 orang saja). Hemat!

Arsitektur Sofyan Hotel Cut Meutia ini kalau dilihat dari luar seperti rumah betawi.  Tidak heran kalau hotel ini juga disebut Hotel Sofyan Betawi. Dari sejak pertama datang, kami disambut dengan ramah oleh staf hotel. Proses check-in pun juga tidak lama. Setelah mengisi data diri, kami pun langsung menuju kamar. Yeay! We were officially staying in a hotel! Tipe kamar yang kami tempati adalah Superior Room di lantai 5.


Hotel Sofyan Cut Meutia terdiri dari 5 lantai dengan 90 kamar. Hotel ini juga sudah dilengkapi dengan lift.  Tipe kamar yang bisa dipilih di hotel ini adalah  Suite room, Executive room, Deluxe room, dan Superior room. Tipe kamar yang kami tempati adalah Superior Room dengan twin bed di lantai 5. Fasilitas yang tersedia di dalam kamar menurut aku sudah lengkap dan sangat mumpuni untuk staycation seperti akses wifi internet, safe deposit box, LCD tv dengan saluran TV dalam dan luar negeri, coffee and tea set maker, dan kulkas kecil.


Biasanya kalau aku menginap di hotel, yang pertama kali aku tengok adalah kamar mandinya. Kamar mandi di Superior room ini ukurannya pas dan terbagi jadi dua area: kering untuk wastafel dan toilet dan basah untuk mandi). Amenities yang disediakan juga mumpuni, dua sikat gigi, sabun, shampoo, dan sisir kecil. Karena kami tahu hotel biasanya menyediakan hanya dua handuk saja, kami membawa handuk ekstra dari rumah untuk anak-anak. Kamar mandi Superior room Hotel Sofyan Cut Meutia ini menggunakan shower. Aku sempat berharap kamar mandi hotel ini akan menggunakan bath tub biar bisa berendam gitu. Ya namanya berharap boleh doong. Hehehe. Hal yang paling menyenangkan dari mandi di hotel adalah tersedia air panas dan dingin. Jadi kalau mau mandi air hangat tinggal putar keran aja, beres #norakbanget


Sekitar pukul 8 malam, kami sekeluarga menggunakan taksi menuju Monas (cuma bayar 10 ribu aja lho dari hotel). Ini dia yang ditunggu-tunggu sama duo bocah, Air Mancur Menari, pertunjukan air mancur yang diiringi lagu-lagu daerah yang diaransemen oleh Addie MS. Air Mancur Menari ini hanya ada di hari Sabtu dan Minggu saja dengan dua kali jam pertunjukan, 19.30 dan 20.30. Lama pertunjukannya sekitar 30 menit. Insyaallah nggak akan bosan karena ada MC yang seru dan selalu mengajak pengunjung berinteraksi. Ini adalah pertama kalinya kami menghabiskan malam minggu di Monas. Ternyata suasana Monas di malam Minggu ramai banget lho!


Sepulangnya dari Monas, kami langsung istirahat karena di hari Minggu pagi kami punya rencana untuk mengunjungi Monas lagi. Nah dua bocah ini tidurnya lasak alias nggak bisa diam, jadi mas suami menggabungkan dua tempat tidur agar kami bisa tidur berempat dengan lega. Suasana ruangan hotel yang nyaman, kasur yang empuk, dan selimut yang hangat membuat anak-anak langsung tidur pulas. 

Pagi hari kami bangun dengan badan yang segar dan langsung menuju ke Potpourri Restaurant untuk menikmati sarapan. Hotel Sofyan Cut Meutia menyediakan sarapan dalam bentuk buffet, jadi ada beragam menu yang bisa dipilih sesuai selera. Kebetulan dua bocah ini lidahnya selera nusantara, jadi sarapan yang mereka minta ya nggak jauh dari nasi goreng dan bubur ayam. Aku sendiri memilih sereal dan omelet dengan secangkir kopi. Sedangkan mas suami sarapan roti panggang dengan olesan selai. Saat sarapan, kami baru ngeh kalau ternyata banyak juga keluarga yang menginap di hotel ini.


Setelah sarapan, kami kembali mengunjungi Monas. Suasana Monas di pagi hari Minggu juga ramai oleh pengunjung, baik yang berolahraga atau yang sekadar jalan-jalan. Sayangnya kami kurang beruntung karena antrian untuk naik ke puncak Monas sudah panjang sekali. Jadi kami memutuskan untuk mengunjungi area Monas yang ada rusa-nya. Sedihnya, kami tidak menjumpai satu pun rusa di area tersebut. Lalu mas suami menyarankan untuk naik City tour bus yang menawarkan tur keliling kota Jakarta. Ketika kami mendatangi bus tersebut, staf bus-nya mengatakan bahwa City tour bus untuk umum baru tersedia jam 12 siang setelah CFD selesai. Duh, ini namanya belum jodoh. Kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat sambil menunggu check-out. 

Antrian untuk masuk ke Monas jam 8 pagi udah kaya gini nih.
Nggak ketemu rusa ya udah foto aja di depan kandangnya. 
Ternyata City tour bus ini baru beroperasi jam 12 siang di hari Minggu.
Bersantai sambil menunggu check-out

Tidak terasa staycation kami pun berakhir. Meskipun hanya menginap satu malam saja, kami sekeluarga sangat puas dengan pelayanan di Sofyan Hotel Cut Meutia. Anak-anak pun sudah menagih untuk kembali menginap di sini. Buat teman-teman yang ingin staycation hemat di lokasi strategis, Sofyan Hotel Cut Meutia ini bisa jadi pilihan yang tepat.

Segitu dulu cerita staycation perdana kami. Kalau teman-teman punya rekomendasi hotel yang asyik untuk staycation bersama keluarga dengan harga murah meriah, boleh banget lho share di kolom komentar. 

Sofyan Hotel Cut Meutia


Twitter: @sofyanhotels


Thanks for reading!

Beauty Haul November-December 2018

Monday, 14 January 2019
Katanya Tya lagi diet shopping, kok belanja terus? 

Seriusan nih, beberapa waktu yang lalu di postingan Beauty Haul October 2018 aku menuliskan kalau aku lagi diet shopping. Pokoknya kalau nggak penting-penting amat nggak akan aku beli deh. Tetapi niat tinggallah niat karena dua bulan terakhir ini (November dan Desember) ternyata banyak sekali produk skincare dan makeup yang aku beli dengan berbagai macam alasan. Kebanyakan sih alasannya karena diskon besar-besaran dan penasaran. 


Udah lah ya, daripada meratapi belanjaan yang segunung, mending ditulis aja biar berfaedah dan bisa menyemangati aku untuk mengulas setiap produknya. 

Skincare

Kebanyakan produk yang aku beli dua bulan belakangan ini adalah produk kosmetik, tetapi ada juga satu produk skincare yang nyangkut masuk ke dalam keranjang belanja yaitu Missha Premium Aloe Soothing Gel 95%. Meskipun aku punya dua produk aloe vera gel di rumah (Nature Republic dan The SAEM), diskon 50% membuat aku tetap tergoda untuk membeli aloe vera gel keluaran Missha. Aku membeli Missha Premium Aloe Soothing Gel 95% ini di AEON Jakarta Garden City dengan harga Rp50.000. Rencananya sih aku ingin membandingkan tiga produk aloe vera gel yang aku punya. Doain aja aku punya waktu untuk mengerjakan reviewnya ya!


Selain Missha Premium Aloe Soothing Gel 95%, aku juga membeli Oriflame Love Nature Coconut lip balm untuk membantu mengatasi bibir kering dan pecah-pecah aku dan Himalaya Herbals Neem Toner yang katanya nih cocok untuk kulit berminyak dan acne prone. Terakhir, aku membeli Naruko Tea Tree Night Gelly Mask yang saat itu sedang flash sale. 

Beauty Tools

Sebetulnya aku termasuk orang yang percaya nggak percaya dengan keampuhan beauty tools, cuma ya aku tuh anaknya gampang teracuni. Hehehe. Beauty tool pertama yang aku  beli adalah jade face roller yang sering banget seliweran di explore Instagram aku. Pas tahu harganya ratusan ribu, aku langsung mundur teratur deh. Tetapi beberapa hari kemudian aku lihat ada yang jual jade face roller ini dengan harga hanya 20 ribu aja di Shopee! Gila kan harganya lebih murah daripada harga ayam penyet langganan kantor. Tanpa pikir panjang ya aku beli aja. 


Ketika aku lagi main ke ACE Hardware Depok, aku melihat ada satu area yang menjual produk-produk travelling dan pernak-pernik namanya ATARU. Sekilas ATARU ini memang mirip dengan Miniso Japan, mulai dari desainnya sampai jenis produk yang dijual. Pas iseng ngeliatin produk dan harganya (iya, kebiasaan aku banget untuk ngecekin harga) aku menemukan satu produk pembersih wajah yang mirip kaya Foreo Luna, namanya Ataru Sonic Face Cleansing Massager. Lagi-lagi, tanpa pikir panjang ya aku beli. Terakhir, aku membeli brush cleansing mat di JakartaNotebook.com yang memang udah lama masuk wishlist aku. 

Base Makeup 

Menjelang akhir tahun, aku berhasil menghabiskan sebagian produk base makeup yang aku miliki. Tentu saja ini prestasi yang membanggakan dong. Ini juga menjadi alasan aku untuk membeli produk base makeup lainnya yang belakangan ini lagi nge-hype. Aku memutuskan untuk membeli produk Pixy yang lagi hits, yaitu Pixy Concealing Base dan Pixy BB Cream to Powder


Selain itu, aku juga membeli Maybelline Baby Skin Pore Eraser yang udah dari dulu aku incar cuma belum kesampaian. Pas Harbolnas kemarin produk ini diskon 50%, langsung deh angkut tanpa pikir panjang. Produk base makeup terakhir yang aku beli adalah Purbasari Flawless Matte BB Two Way Cake yang banyak direview oleh beauty blogger dan vlogger. 

Makeup

Belanja tidak akan lengkap tanpa membeli makeup, setuju? Beberapa produk makeup yang aku beli dua bulan terakhir ini adalah Zoya Lip Paint, UCANBE Eyeshadow Palette, L’Oreal Lash Paradise Mascara, dan Inez Color Contour Plus Blush On. Alhamdulillah semuanya dibeli dengan harga diskon. 


*** 

Itu dia belanjaan aku di bulan November dan Desember 2018 lalu. Semoga aja belanjaan aku tidak bertambah banyak karena haul bulan kemarin aja belum semuanya selesai diulas. Anyway, adakah belanjaan aku yang teman-teman sudah coba? Boleh dong di-share link reviewnya. 

Thanks for reading! 

Rexona Deodorant Spray Shower Clean & Invisible Dry Review

Monday, 7 January 2019
Review kali ini aku akan membahas deodorant lagi! Alasannya? Karena aku masih penasaran, ada nggak ya produk deodoran yang benar-benar ampuh mengatasi keringat berlebih dan mencegah bau badan? Beberapa waktu yang lalu, aku melihat produk Rexona Deodorant Spray sedang diskon saat lagi mampir ke salah satu drugstore. Tanpa pikir panjang langsung saja aku beli untuk mencari tahu, apakah benar deodorant spray ini bisa membuat aku tampil percaya diri tanpa kuatir burket.


Sepertinya hampir semua bentuk deodorant pernah aku coba mulai dari yang bentuknya bedak, roll on, batu kristal, cream, sampai spray. Setiap bentuk deodorant punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Nah dulu tuh aku punya satu produk andalan dari Rexona, namanya Rexona Double Protection. Deodorant ini sumpah MANTUL! Nggak ada sedikit pun bau apek atau nggak enak meskipun seharian berkeringat. Sayangnya, produk ini sudah diskontinyu di Indonesia entah kenapa. 

Rexona Double Protection Deodorant yang sudah diskontinyu di Indonesia. Sumber: Google.

Sejak kehilangan si Rexona Double Protection itu, aku beralih ke Rexona Deodorant Stick (kemasan warna ungu) yang bagus juga kok cuma tidak se-mantul Rexona Double Protection. Entah kenapa, Rexona Deodorant Stick ini juga semakin sulit dijumpai di supermarket dan drugstore (apa jangan-jangan diskontinyu juga ya?). Mau tidak mau aku harus mencari alternatif deodoran lainnya. Setelah coba berbagai macam merek deodoran, kayanya memang Rexona merupakan merek unggulan yang bisa dipercaya untuk urusan bau badan dan burket. 

Rexona Deodorant Stick yang sempat jadi andalan aku.
Tapi sekarang udah susah didapatkan . Sumber: Google.


Harga Rexona Deodorant Spray 

Balik ke review produknya ya! Rexona Deodorant Spray tersedia dalam berbagai varian yaitu: Advanced Whitening, Shower Clean, Invisible Dry, Powder Dry, Cotton Dry, dan Free Spirit. Semuanya dikemas dalam botol spray kaleng dengan desain yang mudah digenggam. Informasi varian bisa terlihat dengan jelas pada botol sehingga kalian tidak perlu kuatir salah ambil. Informasi tentang produknya sendiri cukup singkat dan ditulis dalam 3 bahasa (Indonesia, Inggris, dan Thai). Oya, berat bersih Rexona Deodorant Spray ini adalah 150ml dengan harga normal Rp40.000. 


Seperti pada umumnya deodorant spray, botol harus dikocok dulu sebelum digunakan. Nah, Rexona Deodorant Spray ini punya desain nozzle spray yang bagus karena ada kunci pengamannya. Jadi teman-teman tidak perlu kuatir spray tidak sengaja kepencet ketika dibawa di dalam tas atau dimainin sama bocah.


Cara menggunakan Rexona Deodorant Spray 

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah cara penggunaan deodorant spray Rexona ini. Jarak penyemprotan kurang lebih 15 cm dari ketiak selama 3 detik. Kalau terlalu dekat, ada sensasi nyelekit perih gitu. Mungkin karena semprotannya lumayan kencang. Gimana kalau nyemprot-nya terlalu jauh? Pengalaman aku sih, kalau terlalu jauh aerosolnya nyebar ke mana-mana. Sampai-sampai mas suami pernah komentar, “Itu nyemprot deodorant atau mau madamin api kebakaran?” Lebay memang. Hehehe. Tips aku biar aerosolnya nggak heboh: semprotkan deodorant spray ini setelah menggunakan pakaian. Jadi aerosolnya ketahan sama pakaian.


Daya tahan Rexona Deodorant Spray

Untuk wanginya sendiri, aku membeli dua varian sekaligus yaitu Shower Clean dan Invisible Dry. Kedua varian ini punya wangi yang segar. Tetapi Shower Clean wanginya lebih feminin sedangkan Invisible Dry punya wangi yang cenderung maskulin. Keduanya punya daya tahan yang baik. Aku menggunakan Rexona Deodorant Spray ini seharian (kurang lebih 12 jam) dengan aktivitas yang cukup padat dan ternyata deodorant spray ini bisa menahan bau badan kurang sedap dan menjaga ketiak tetap kering. 

Satu lagi yang aku suka dari Rexona Deodorant Spray adalah tidak meninggalkan noda pada pakaian dan tidak membuat ketiak hitam. Kebetulan pakaian kerja aku kebanyakan warnanya hitam dan selama menggunakan Rexona Deodorant Spray, baik varian Shower Clean maupun Invisible Dry, aku tidak melihat adanya noda pada pakaian aku. Selain itu, ketiak aku juga baik-baik aja (baca: tidak menggelap). So two thumbs for that! 


Kalau baca review di FD, banyak yang bilang kalau deodorant spray ini nggak awet. Apalagi dengan harga yang cukup mahal (dibandingkan deodorant bentuk roll on, stick, dan bedak), berasa juga kan? Aku pribadi belum bisa berkomentar banyak soal keawetan deodorant spray ini karena aku menggunakannya selama 2 minggu. Tetapi kalau satu botol bisa bertahan selama satu bulan menurut aku masih oke lah dengan harga Rp40.000. Solusi lainnya biar bisa lebih hemat adalah dengan membeli saat lagi diskon/promo (FYI, aku membeli Rexona Deodorant Spray saat promo +1000 dapat 2 di Guardian). 

Baca juga:
Oriflame Activelle Anti-Perspirant Deodorant - Extreme Protection & Invisible

Aku suka Rexona Deodorant Spray karena:

Bebas bau badan dan ketiak kering seharian
Wangi yang segar (untuk varian Shower Clean dan Invisible Dry).
Bentuk spray yang praktis dengan kunci pengaman. 
Tidak meninggalkan noda pada pakaian (untuk kedua varian).
Tidak membuat kulit ketiak menggelap (untuk kedua varian).
Mudah didapatkan.

Aku kurang suka Rexona Deodorant Spray karena:

Kemasan sedikit bulky kalau untuk dibawa travelling. 
Harganya lumayan mahal (dibandingkan deodorant bentuk lain). 

Overall Rating:
8.5/10


*** 

All in all, aku suka dengan Rexona Deodorant Spray ini. I can say that this deodorant is so far the best. Soal harga memang sih lumayan mahal. Tetapi kalau dibandingkan dengan kelebihannya, Rexona Deodorant Spray ini worthed banget untuk dicoba terutama untuk teman-teman yang aktif. InsyaAllah aman dari bau badan dan burket. 

Itu dia review Rexona Deodorant Spray Shower Clean & Invisible Dry. Apakah teman-teman ada yang menggunakan deodorant ini? Varian apa yang kalian pakai? Atau mungkin teman-teman pakai deodorant lainnya? Share di kolom komentar yaa! 

Thanks for reading! 

Auto Post Signature