Top Social

Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Art in the Montessori Environment bersama Nippon Spot-less Plus

Saturday, 15 September 2018
Art in the Montessori Environment bersama Nippon Spot-less Plus. 



“Mommy, ade Zinan lagi gambar keren nih! Sini deh,”

Aku yang saat itu sedang bekerja di kamar langsung keluar dan langsung disuguhi pemandangan luar biasa. Ternyata adik Zinan menggambar bukan di kertas tetapi di dinding! Aduh, rasanya tuh nano-nano. Mau marah tapi ya namanya juga anak kecil yang sedang mengekspresikan diri lewat karya seni. Mau dipuji tapi kok ya ngenes melihat dinding rumah penuh coretan. Aku yakin banget pasti para moms juga pernah berada di posisi ini kan? 


Anak-anak terutama di usia dini (usia 0-6 tahun) bisa dibilang adalah individu yang unik karena mereka sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan dari berbagai aspek, mulai dari aspek fisik, kognitif, sosioemosional, kreativitas, bahasa dan komunikasi. Salah satu cara untuk membantu perkembangan anak adalah dengan cara bermain sambil belajar.

Baca juga: 
Tembok Baru di Hari Lebaran

Minggu lalu, tepatnya pada tanggal 9 September 2018 di Mamain Jakarta Selatan, aku dan adik Zinan mendapatkan kesempatan untuk hadir di acara Nippon Spot-less Plus and ART in the Montessori Environment yang bekerja sama dengan IndonesiaMontessori.com (IMC). Di acara ini aku mendapatkan banyak ilmu baru terutama tentang metode pendekatan Montessori untuk membantu memaksimalkan tumbuh kembang anak. Yang bikin aku happy adalah lokasi acaranya sangat mendukung! Mamain menyediakan ruang bermain untuk anak yang nyaman dan moms tidak perlu kuatir karena anak-anak diawasi dengan baik selama bermain. Mom happy bisa menyimak materi dengan baik, anak pun happy bisa puas bermain. 



Pasti semua sudah tidak asing dengan merek cat Nippon Paint ya. Nippon Paint merupakan perusahaan manufaktur cat pertama dan pelopor industri cat di Jepang. Di Indonesia sendiri, ada banyak variasi Nippon Paint yang bisa ditemukan seperti Vinilex dan Pylox. Sebagai merek cat No.1 di Asia, Nippon Paint memiliki kampanye Rumah Sehat untuk Keluarga Indonesia lewat produk terbarunya yaitu Nippon Spot-less Plus. Kampanye ini ditujukan untuk membantu orangtua menyediakan Rumah Sehat melalui 3 fungsi utama, yaitu:
Bebas kuman
Bebas beraktivitas
Aman bagi kesehatan

Terus apa ya hubungannya antara cat dinding dengan Rumah Sehat? Hasil survey dari 200 orangtua di tahun 2017 menunjukkan bahwa anak-anak menghabiskan waktu 8-20 jam di dalam ruangan setiap harinya! Dan tentu saja area yang dekat dan sering bersinggungan dengan anak-anak adalah dinding ruangan. Tapi coba deh moms ingat, kapan ya terakhir kali kita membersihkan dinding rumah? Berbeda dengan lantai rumah yang biasa kita sapu dan pel setiap harinya, bahkan bisa sampai dua kali dalam sehari, dinding rumah memang sering diabaikan.


Padahal, dinding rumah yang kotor bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan kuman. Kebayang nggak sih kalau anak moms lagi belajar berjalan dan menggunakan dinding untuk menopang dirinya terus memegang dinding yang kotor? Hiiiy, bakteri dan kumannya langsung pindah deh. Aku pribadi ketika mendapatkan pertanyaan ini langsung jleb. Iya ya, kapan ya terakhir membersihkan dinding rumah? Bisa dibilang hampir tidak pernah atau mungkin setahun sekali kalau mau renovasi cat dinding rumah.

Mbak Linda, Representatif dari Nippon Paint Indonesia

Menanggapi masalah tersebut dan sebagai bentuk komitmen mendukung tumbuh kembang anak, Nippon Paint meluncurkan produk terbaru mereka yaitu Nippon Spot-less Plus. Mbak Linda, representatif dari Nippon Paint Indonesia menjelaskan 3 keunggulan yang dimiliki Nippon Spot-less Plus: 
  1. Anti Bacterial: adanya teknologi Silver-Ion pada Nippon Spot-less Plus membasmi penyebaran bakteri pada dinding sehingga permukaan dinding aman untuk disentuh anak-anak, terutama balita yang sedang belajar berdiri dan berjalan. Teknologi Silver-Ion ini juga telah lulus uji anti-mikrobial dari SETSCO (Badan riset dan sertifikasi terakreditasi dari Singapura). 
  2. Superior Washability: adanya teknologi Stain Guard sehingga dinding mudah dibersihkan dari noda seperti jus, saus sambal, kopi, dan coretan krayon anak-anak. Selain itu lapisan cat tidak akan rusak setelah 10.000 kali disikat. Anak-anak pun bisa bebas mengekspresikan diri dan berkreasi. 
  3. Low VOC: Cat pada umumnya memiliki bau yang menyengat. Ini dikarenakan cat tersebut mengandung VOC.  Nippon Spot-less Plus bebas bau dan tidak mengandung VOC (Volatile Organic Compound) sehingga seluruh anggota keluarga di rumah bisa bernafas dengan nyaman.
Mbak Linda juga menjelaskan bahwa Nippon Spot-less Plus juga memiliki keunggulan lainnya, yaitu anti-jamur dan telah mendapatkan Green Label Singapore (tersertifikasi ramah lingkungan). Selain itu, Nippon Spot-less Plus tersedia dalam 10.000 pilihan warna sesuai kebutuhan lho yang bisa didapatkan di Nippon Paint Colour Creation Centre di seluruh Indonesia. 

ART in the Montessori Environment

Balik lagi nih ke cerita di awal saat adik Zinan coret-coret dinding rumah. Sebagai orangtua yang resik, aku suka kesal sendiri melihat dinding rumah yang kotor dan melarang anak bermain. Ternyata nih, larangan bermain dan bereksplorasi ini bisa menyebabkan anak mengalami stress dan kegelisahan. Duh, nggak mau dong anak jadi stress dan gelisah hanya karena tidak boleh bermain?

Elvina Lim Kusumo,  pendiri IMC dan penulis seri buku Montessori di Rumah.

Ini juga yang disampaikan oleh Elvina Lim Kusumo, pendiri IMC dan penulis seri buku Montessori di Rumah. Ibu dari dua anak ini menjelaskan bahwa metode Montessori adalah pendekatan dimana anak diajarkan untuk mandiri, memberikan kebebasan untuk bereksplorasi, dan belajar mengoreksi dirinya sendiri dan belajar mengikuti ritme anak. Mom Elvina juga mengatakan bahwa dalam Montessori, orangtua perlu menghargai anak dan keinginannya. 

Seni (art) memiliki banyak manfaat bagi anak usia dini, diantaranya meningkatkan rasa percaya diri, mempercepat perkembangan kognitif anak, sampai mengembangkan pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif. Lalu bagaimana mengenalkan seni kepada anak? Agar anak bisa bebas berkreasi dan berkarya, orangtua perlu menyiapkan lingkungan yang nyaman untuk anak. Mom Elvina menyebutnya sebagai ‘The Prepared Environment'. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu disiapkan oleh orangtua untuk mendukung kegiatan seni anak:
  • Siapkan ruangan atau sudut khusus yang kondusif di rumah untuk anak berkegiatan seni. 
  • Siapkan rak kegiatan yang berisi bahan-bahan untuk berkreasi yang bisa diakses dan mudah dijangkau anak sehingga anak bisa mandiri tanpa perlu bantuan orangtua. 
  • Biarkan anak bebas berkegiatan di tempat yang mereka sukai dan dengan gaya mereka selama mereka nyaman.
  • Pajang hasil karya anak, foto, atau lukisan atau gambar yang bisa memancing ide dan kreativitas anak.
  • Siapkan alat seni dengan ukuran yang pas untuk anak. Hal ini bertujuan agar anak terbiasa menggunakan real objects dengan percaya diri. 
  • Siapkan suasana yang nyaman. Ini bisa dilakukan dengan mengecat dinding rumah dengan warna-warna hangat seperti coklat, oranye, dan kuning yang bisa merangsang otak dan membuat anak lebih aktif. 

Nippon Spot-less Plus mendukung tumbuh kembang anak melalui rumah yang sehat.

Selain menyiapkan lingkungan yang mendukung, metode Montessori juga menekankan agar kita mengikuti ritme anak (follow the child) dan berikan kebebasan kepada anak untuk berkreasi. Selain itu, fokus dari kegiatan seni dalam lingkungan Montessori adalah proses bukan hasil. Nah ini dia nih yang kadang orangtua (termasuk aku) suka keceplosan mengomentari hasil karya anak. Padahal yang penting di sini adalah mengapresiasi proses anak dalam menghasilkan karya seni tersebut. Jadi, orangtua sebagai fasilitator perlu memiliki sikap sebagai berikut: 
  • Berikan contoh/demonstrasi suatu teknik dengan sedikit kata. 
  • Pancing anak untuk menjelaskan karyanya. 
  • Gunakan kata deskriptif. 
  • Beri pujian pada proses dan usaha anak dan bukan sekadar ‘bagus’. 
  • Hormati dan hargai karya anak. 

Sekarang adik Zinan bisa bebas eksplorasi dengan Nippon Spot-less Plus.

Dengan melakukan kegiatan seni dalam lingkungan Montessori, anak bisa mengembangkan potensinya secara maksimal. Nah kalau dinding rumah sudah dicat dengan Nippon Spot-less Plus, moms tidak perlu kuatir dan pusing lagi karena dinding rumah bisa dengan mudah dibersihkan. Jadi biarkan anak bebas berkreasi dan eksplorasi, seperti coret-coret dinding rumah karena itu adalah bagian dari pembelajaran. Dinding sehat, keluarga sehat dengan Nippon Spot-less Plus. 


Thanks for reading!

My Earliest Childhood Memory - 31 Day Blog Challenge

Thursday, 9 August 2018
Di salah satu coursebook yang aku pakai untuk mengajar, ada satu artikel yang membahas tentang memori. Ternyata, ada lho orang yang bisa mengingat masa kecil mereka dari sejak mereka masih bayi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa apa yang kita ingat ketika masih kecil biasanya berhubungan dengan emosi. Entah itu emosi senang, sedih, atau marah. Bagaimana dengan kenangan masa kecil aku? Jujur aku hanya bisa mengingat sedikit saja. Tetapi dengan bantuan dari kedua orangtuaku dan foto-foto masa kecil, aku bisa menuliskan tentang masa kecilku. 


Masa kecil merupakan masa yang indah bagi aku. Setiap hari selalu diisi dengan bermain sambil belajar. Kata ibuku, aku memang dari dulu sudah aktif dan tidak mau kalah dengan anak cowok. Kenangan masa kecil aku yang masih aku ingat sampai sekarang adalah ketika aku tinggal di Perth, Australia bersama kedua orangtuaku. Ayahku waktu itu mendapatkan beasiswa untuk belajar di Murdoch University. Aku masih berumur sekitar 2 tahun (lagi lucu-lucunya kalau kata orang).

Ini boneka teddy bear-nya masih ada sampai sekarang lho.

Tinggal di negeri orang membuat aku lebih mahir berbahasa Inggris dibandingkan bahasa Indonesia. Apalagi umurku masih kecil, jadi lebih cepat juga menyerap kosakata bahasa Inggris. Lucunya, meskipun aku berbicara dalam bahasa Inggris, aku memanggil kedua orangtuaku dengan panggilan ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Aku tahu tentang ini ketika aku menonton rekaman video VHS (sumpah ini jadul banget!) ketika kami tinggal di sana. Ada satu scene ketika aku sedang bermain lempar bola dengan ayahku di taman dan aku teriak, “Bapaak, catch this!” Kalau ingat itu pasti aku langsung otomatis ketawa. 


Soal panggilan nama ke orangtua ini juga unik (kalau tidak mau dibilang aneh) karena ketika kami berempat (ketika kami tinggal di sana ibuku hamil dan adikku lahir di sana) kembali ke tanah air, aku justru memanggil mereka dengan ‘Mommy’ dan ‘Daddy’. Nama panggilan ini yang terus aku dan kedua adikku pakai hingga sekarang. Mas Deniz dan adik Zinan pun juga memanggil aku dan mas suami dengan panggilan ‘mommy’ dan ‘daddy’.


Sekembalinya kami ke Indonesia, ibuku bilang kalau aku hampir tidak bisa bahasa Indonesia sama sekali. Jadi semua percakapan menggunakan bahasa Inggris. Perbedaan bahasa ini membuat aku kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Ada satu cerita yang lucu tentang bahasa ini. Jadi waktu itu ibuku sedang pergi dan aku di rumah bersama nenekku (alm). Nenekku ini tidak bisa bahasa Inggris sama sekali. Entah awalnya bagaimana, aku melihat kelinci dan aku cerita ke nenekku dalam bahasa Inggris (yang tentu saja beliau tidak paham). Karena aku kesal nenekku tidak mengerti apa yang aku ucapkan, aku gigit tangan nenekku. Ketika ibuku pulang, nenekku mengadu soal kejadian itu. Setelah dijelaskan bahwa yang aku maksud itu adalah kelinci, nenekku cuma bisa geleng-geleng kepala dan bilang, “oalaah, rabbit itu kelinci ya?” Duh maaf banget ya Mbah. 

Kenangan lainnya yang aku ingat ketika aku masih kecil adalah saat kepalaku, tepatnya dahi, bocor karena aku masuk ke dalam selokan. Waktu kecil, aku sangat takut dengan ondel-ondel. Di suatu sore hari, aku bersama adik-adikku dan sepupuku bermain di depan rumah. Tiba-tiba terdengar suara alunan musik ondel-ondel. Aku mulai panik. Dan benar saja, tidak lama kemudian ada ondel-ondel muncul dan berjalan ke arah kami. Aku tambah panik dong. Saking paniknya aku berjalan mundur dan tidak sadar kalau di belakang aku ada selokan. Aku pun terjatuh dan dahiku membentur pinggiran selokan. Darah langsung mengucur deras dan aku pun tambah panik dan menangis. Untung saja ibuku ada di rumah dan aku langsung dibawa ke klinik dan mendapatkan jahitan. 

Main microphone yang super berisik.

Ketika kecil, aku juga ingat masa-masa ketika aku dan adik-adikku main hujan dan main tanah. Ibuku tidak pernah melarang kami untuk main hujan. Justru beliau yang menyuruh kami main hujan agar kuat. Namanya juga anak kecil, pasti happy luar biasa boleh main hujan. Apalagi teman-teman kami di kompleks tidak ada yang boleh main hujan dan cuma bisa melihat kami dengan tatapan iri. Aku sempat menanyakan ke ibuku kenapa dulu kami boleh main hujan dan beliau menjawab, “Biar kamu nggak penasaran hujan-hujanan tuh rasanya kaya apa.” Yang paling menyenangkan dari bermain hujan adalah ketika kami kembali ke rumah, ibuku sudah menyiapkan air hangat untuk mandi dan segelas susu coklat plus camilan. 

Di tahun 90an, ada beberapa area di kompleks tempat kami tinggal yang masih berupa tanah merah. Kalau orangtua lain melarang anak-anaknya untuk main di tanah merah tersebut, ibu kami justru mengajak kami main di sana. Kami main perosotan tanah sampai baju kami berubah warna. Kami juga mendaki gundukan tanah merah tersebut sampai puas. 


Ada satu kenangan masa kecil yang juga tidak pernah terlupakan hingga sekarang yaitu ulang tahun! My mom is a food genius! Beliau selalu membuat kue ulang tahun untuk kami bertiga (aku dan kedua adikku). Kue ulang tahun yang beliau buat juga bukan sembarang kue karena selalu ada temanya. Ada banyak sekali tema kue ulang tahun yang ibuku buat, mulai dari angka, binatang, mobil, sampai rumah. Namun kebiasaan membuat kue ulang tahun ini berhenti ketika kami bertiga sudah besar. 

Sebetulnya masih banyak lagi kenangan masa kecil lainnya, tetapi rasanya cukup sampai sini dulu. Insha Allah nanti aku akan menuliskan lagi kenangan ketika aku remaja dan beranjak dewasa (aiih). Bagaimana dengan teman-teman? Apa kenangan masa kecil yang tidak terlupakan sampai sekarang? Share di kolom komentar yuk. 

Thanks for reading!

Hati-Hati Modus Penipuan Cat Sisa Proyek

Saturday, 23 June 2018
Selain tradisi mudik ke kampung halaman, Lebaran juga menjadi momen yang tepat untuk membenahi rumah. Banyak keluarga yang melakukan renovasi agar rumah terlihat cantik dan bersih di hari Lebaran nanti, salah satu renovasi yang umum adalah mengecat tembok. Mengingat tembok ruang keluarga kami memang sudah kotor berkat kreativitas anak-anak (baca: coret-coret tembok) dan tembok kamar mandi yang mulai berjamur, tahun ini kami memutuskan untuk mengecat tembok kedua ruangan tersebut. Sayangnya, kami mengalami hal yang kurang mengenakkan yaitu terkena modus penipuan cat sisa proyek.


Sebagai tukang cat amatir yang mengecat hanya setahun sekali, ilmu mas suami seputar cat tentu tidak banyak dan hanya tahu merek-merek ternama saja seperti Dulux, Avian, dan Nippon Paint. Sedangkan aku sendiri buta soal cat, yang aku tahu ya foundation, bedak, eyeshadow, lipstik, dan sebagainya. Hehehe. Jadi ketika Daddy (ayahku) memberikan satu pail cat Dulux Water Shield berukuran 20 kg, tentu saja kami sangat bersyukur. Maklum, harga cat Dulux ukuran 20kg bisa mencapai satu juta lebih. Beliau bilang kalau cat ini dibeli dari orang yang berkeliling kompleks naik mobil pick-up dengan harga sangat murah, yaitu empat ratus ribu rupiah (RP400.000) saja. Saat itu kami tidak curiga sama sekali.

Berhubung cat tembok tahun lalu masih ada sisa cukup banyak, kami menggunakan sisa cat tersebut untuk mengecat tembok ruangan keluarga yang bermotif Chevron (zigzag). Sedangkan cat Dulux yang kami terima dari Daddy akan kami gunakan untuk mengecat tembok kamar mandi. Proses pengecatan dilakukan 3 hari menjelang Lebaran dan tembok kamar mandi sendiri baru dilakukan di malam takbiran. Jadwal ini kurang lebih sama seperti yang kami lakukan dua tahun lalu. 

Baca juga:  


Aku menemani mas suami mengecat tembok kamar mandi sambil membereskan rumah. Drama pun mulai muncul ditengah-tengah proses pengecatan. Bau tidak sedap yang menyengat mulai tercium. Baunya tidak seperti bau cat tembok, lebih seperti bau kecut dan bikin perut mual. Proteksi lengkap (kacamata dan masker) yang digunakan mas suami pun tidak mempan. Puncaknya adalah ketika mas suami ngomel (padahal dia jarang ngomel lho).


👨“Yaah, ini mah cat tembok palsu! Cape deeh.”
👩“Hah? Tahu dari mana ini cat tembok palsu? Katanya ini cat Dulux?”
👨“Tuh lihat aja sendiri. Cat tembok kok kaya air gitu. Nggak nutup sama sekali.”

Benar saja, tembok kamar mandi yang sudah dicat dengan susah payah oleh mas suami terlihat seperti belum dicat. Yang lebih mengenaskan lagi, justru tembok yang sudah dicat terlihat lebih kusam. Noda-noda yang ada pada tembok masih terlihat padahal sudah dicat berulang kali. Singkat kata: zonk banget! Tidak lama mas suami berkomentar bahwa dia sudah curiga kalau cat tembok Dulux yang kami pakai ini adalah cat tembok palsu ketika dia mengaduk cat. Mas suami bilang konsistensi cat ketika diaduk memang encer, tidak seperti cat pada umumnya. Baunya pun juga berbeda.


Aku pun penasaran dan mencoba mencari tahu tentang cat Dulux melalui website resmi Dulux. Setelah dicek, nama produk cat Dulux yang asli adalah Dulux Weathershield. Sedangkan cat tembok yang kami punya adalah Water Shield yang memang sekilas mirip. Apalagi cara pengucapan WEATHER dan WATER bagi orang awam memang mirip (kalau ada murid aku yang ngucapinnya sama awas aja, bisa aku cubit mesra). Oya setelah dicek berulang kali sampai pakai kaca pembesar, ternyata cat tembok ini tulisannya adalah DIILUX. Pelaku mengelabui pembeli dengan cara menuliskan huruf i kecil tanpa titik dan letaknya sangat berdekatan. Jadi kalau dibaca dari jauh memang terlihat seperti huruf U (apalagi font tulisannya adalah serif). Oke, fix ini adalah produk cat tembok merek lain (kalau tidak mau dibilang palsu).

Sekilas logo utama tulisannya DULUX, tetapi ketika dicek sebetulnya adalah DIILUX produksi Fahri Paint.

Hal ini mengingatkan aku kembali pada suatu kejadian menjelang Idul Adha tahun lalu. Saat itu waktu sudah mendekati magrib dan aku sedang memanggil anak-anak untuk kembali ke rumah. Tiba-tiba datang satu mobil pick-up dan berhenti di depan rumah. Si pengendara mobil menawarkan cat tembok dengan sedikit memaksa. Temannya juga langsung turun dari mobil dan menurunkan cat yang ada di bagian belakang mobil. Tentu saja aku menolak mentah-mentah karena memang kami tidak butuh cat tembok. Pengendara dan temannya terus memaksa dengan nada yang tidak enak. Mereka juga menambahkan kalau cat tembok yang mereka jual adalah cat sisa proyek dan akan mereka jual setengah harga normal. “Ngabisin aja bu,” itu kata mereka. Alhamdulillah mas suami (yang sedang menggiring anak-anak) tidak lama kemudian datang dan dengan tegas menolak. Mereka dengan kesal memasukkan kembali cat tembok ke mobil dan pergi.


Hasil penelusuran di dunia maya pun menunjukkan bahwa aku tidak sendiri. Banyak orang lain yang juga menjadi korban modus penjualan cat tembok sisa proyek ini. Target dari modus penipuan cat adalah orang-orang yang sedang melakukan renovasi rumah. Dalam memilih targetnya, para pelaku mengincar orang yang tidak terlalu paham soal cat (seperti ayahku) sehingga mudah percaya. Nama merek cat terkenal seperti Dulux menjadi salah satu strategi mereka untuk menarik pembeli. Apalagi harga cat yang ditawarkan sangat murah karena merupakan cat sisa proyek, korban pun tidak curiga dan tanpa mengecek langsung memutuskan untuk membeli. Yang lebih parahnya lagi, cat dulux weathershield palsu ini juga banyak dijual secara online! Mereka menuliskan nama produk cat Dulux padahal yang dijual adalah cat tembok merek DIILUX. Please deh, kalau emang nama mereknya DIILUX ya bilang aja. Tidak usah bawa-bawa merek lain. 

Kesal? Jangan tanya. Aku yang tidak ikutan mengecat saja kesal, apalagi mas suami. Harapan kami untuk punya kamar mandi yang rapi dan bersih di hari raya pupus sudah. Walaupun tidak ada juga sih orang yang berkunjung ke rumah kami dan numpang ke kamar mandi, tetap saja rasanya kurang nyaman kalau kamar mandi berantakan. Sampai tulisan ini dipublikasikan, aku masih belum berani menceritakan soal modus penipuan cat ini ke ayahku. Aku kuatir beliau tersinggung atau kecewa karena beliau lah yang membeli cat tembok palsu ini (semoga daddy tidak baca tulisan ini).

Agar teman-teman tidak terkena modus penipuan cat, berikut ini adalah beberapa tips yang memilih dan membeli cat tembok. 
  • Belilah cat tembok dengan merek yang sudah  ternama di toko yang terpercaya. 
  • Apabila ada yang menawarkan cat tembok sisa proyek, langsung tolak saja. Kemungkinan besar cat yang dijual adalah cat tembok palsu. 
  • Jangan tergiur dengan harga murah. Sebesar-besarnya diskon yang diberikan, harga cat tembok merek ternama tidak mungkin sampai setengah harga lebih. 
  • Teliti saat membeli. Pelaku penipuan mengelabui pembeli dengan cara memelesetkan nama merek. 

***

Itu dia pengalaman aku tentang modus penjualan cat sisa proyek. Aku berharap dengan tulisan ini teman-teman bisa lebih waspada dan berhati-hati saat membeli cat tembok. Buat para pelaku (yang mungkin membaca tulisan ini), apa yang kalian lakukan sangat merugikan orang lain. Kejujuran dalam jual beli sangatlah penting. Jangan karena kalian ingin mendapatkan uang dengan cepat dan mudah lalu kalian melakukan penipuan. Karena hasil penjualan dengan cara yang tidak jujur ini jelas tidak halal dan tidak berkah. 

Apakah ada teman-teman yang pernah mengalami hal serupa? Atau mungkin teman-teman punya tips lainnya untuk menghindari modus penipuan seperti ini? Jangan sungkan untuk berbagi cerita di kolom komentar di bawah ini ya. 

Thanks for reading! 

Lebih hangat dan nyaman dengan Minyak kayu putih dan minyak telon halal Baby HUKI

Thursday, 14 June 2018
Sudah menjadi kebiasaan di keluarga kami untuk mengoleskan minyak telon dan minyak kayu putih sehabis mandi. Oleh karena itu kedua minyak ini selalu tersedia di rumah dan selalu masuk dalam shopping list belanja bulanan. Saat ini banyak sekali produk minyak kayu putih dan minyak telon yang tersedia di pasaran, sebagai seorang ibu tentu saja aku menginginkan yang terbaik untuk anak termasuk soal memilih minyak telon dan minyak kayu putih. 


Mendekati hari Lebaran, tepatnya tanggal 9 Juni 2018 aku menghadiri Moms Blogger Gathering bersama Baby HUKI dan Brawijaya Hospital Care yang diselenggarakan di Ashley Hotel Jakarta.  Acara yang bertajuk “Lebih Hangat dan Nyaman dengan yang Halal” ini dihadiri oleh sekitar 40 mom bloggers dan membahas tentang produk minyak telon dan minyak kayu putih halal dari Baby HUKI, tips travelling bersama anak, dan pijat bayi. 


Minyak Kayu Putih dan Minyak Telon Halal Baby HUKI, Mudik Nyaman dengan anak


Acara yang dipandu oleh kak MC Yosh Aditya ini menghadirkan beberapa nara sumber. Nara sumber pertama adalah Ibu Risa Trisanti selaku Marketing Manager Baby HUKI yang menjelaskan tentang pentingnya memilih produk minyak telon dan minyak kayu putih yang bagus untuk anak. Baby HUKI sebagai brand lokal yang sudah berdiri lebih dari 20 tahun memiliki visi untuk menjadi sahabat ibu Indonesia dengan menghadirkan produk yang berkualitas dan tentunya aman untuk anak. Beberapa produk Baby HUKI yang sudah tidak asing diantaranya botol bayi dan liquid cleanser. Kali ini, Baby HUKI menghadirkan minyak kayu putih dan minyak telon halal. Kehadiran minyak kayu putih dan minyak telon halal Baby HUKI ini tentu membuat para ibu (termasuk aku) senang karena ada rasa nyaman dan tenang saat menggunakan produk yang sudah mendapatkan sertifikasi halal. Apalagi kedua produk ini sudah teruji secara klinis dan aman untuk kulit sensitif.

 Ibu Risa Trisanti. Marketing Manager Baby HUKI

Mendekati hari raya Idul Fitri, pasti banyak moms yang akan mudik ke kampung halaman ya. Namun terkadang mudik bisa jadi merepotkan karena anak rewel selama perjalanan. Penyebab anak rewel sendiri bisa bermacam-macam seperti perut kembung atau mual. Agar mudik nyaman dengan anak, Ibu Risa menyarankan untuk untuk membawa minyak kayu putih dan minyak telon halal Baby HUKI di perjalanan. Kedua minyak ini memang memiliki banyak manfaat diantaranya menghangatkan tubuh, membantu meredakan sakit perut, perut kembung,  rasa mual dan gatal-gatal akibat gigitan serangga/nyamuk. 

Kenapa pilih Minyak Kayu Putih dan Minyak Telon Baby HUKI?


Ibu Risa juga menjelaskan kalau minyak kayu putih memiliki zat aktif Sineol yang yang membuat kayu putih bisa digunakan untuk menghangatkan badan, obat kembung anak, dan mencegah gigitan serangga. Nah, kadar Sineol pada minyak kayu putih HUKI  ini lebih tinggi dibandingkan produk lain sehingga efek yang didapatkan lebih terasa. 



Minyak telon HUKI memiliki banyak fungsi yaitu untuk menghangatkan badan, mencegah kembung dan masuk angin, dan juga sebagai minyak pijat bayi. Adanya kandungan Oleum Cocos (minyak kelapa) dengan kadar yang pas membuat minyak telon HUKI tidak hanya bisa menghangatkan badan bayi tetapi juga teksturnya pas untuk memijat bayi. Dengan manfaat 2 in 1 (menghangatkan badan dan untuk memijat), para moms tidak perlu repot lagi dan tentunya lebih hemat. Selain itu, aroma, tekstur dan kehangatan dari Minyak Kayu Putih dan Minyak Telon baby HUKI juga didesain pas untuk kulit bayi sehingga aman digunakan dan tidak akan membuat iritasi. 

Oya, minyak kayu putih halal Baby HUKI ini cocok digunakan untuk anak usia 3 tahun keatas dan juga orang dewasa. Sedangkan minyak telon halal Baby HUKI cocok digunakan untuk bayi dan balita dengan usia 0 – 3 tahun. Minyak kayu putih dan minyak telon Baby HUKI tersedia dalam 3 ukuran yaitu 30 ml, 60 ml, dan 125 ml sehingga moms bisa memilih sesuai kebutuhan. Harganya pun terjangkau dan mudah didapatkan di Supermarket, Hypermarket, baby shop tertentu dan apotek tertentu. 

Pijat bayi untuk tumbuh kembang yang optimal


Dokter Spesialis Rehab Medik Brawijaya Hospital Antasari, dr.Amendi Nasution, SpKFR (K)
Berikutnya, para moms yang hadir mendapatkan penjelasan dan praktek langsung pijat bayi bersama nara sumber Dokter Spesialis Rehab Medik Brawijaya Hospital Antasari, dr.Amendi Nasution, SpKFR (K) dan Arina, Fisioterapis Brawijaya Hospital Antasari. Selain itu hadir juga dua mom influencers Kania Safitri dan Zata Ligouw yang berbagi cerita tentang pijat bayi dan manfaatnya.  dr. Armendi menjelaskan bahwa pijat bayi bermanfaat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Ini karena saat pemijatan, anak akan mendapatkan stimulasi sentuhan yang dapat merangsang sistem sensorik dan motorik untuk pertumbuhan otak, membentuk kecerdasan dan perkembangan fungsi pada anak sesuai dengan tahapan usianya. Pijat bayi atau baby massage ini merupakan salah satu pelayanan unggulan di Brawijaya Hospital Antasari yang didukung oleh dokter spesialis rehab medik dan terapis profesional.

Pijat bayi bermanfaat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Ini karena saat pemijatan, anak akan mendapatkan stimulasi sentuhan yang dapat merangsang sistem sensorik dan motorik untuk pertumbuhan otak, membentuk kecerdasan dan perkembangan fungsi pada anak sesuai dengan tahapan usianya.


Bertepatan dengan Hari Pijat Internasional yang jatuh pada tanggal 7 Juni 2017, Baby HUKI memperkenalkan teknik pijat yang bisa dilakukan oleh moms di rumah maupun di perjalanan mudik nanti. Teknik pijat ala Baby HUKI  “Lebih Hangat dan Nyaman dengan yang Halal” menggunakan minyak kayu putih dan minyak telon halal Baby HUKI ini mudah dipraktekkan lho.

Salah satu gerakan pijat bayi Baby HUKI yang diperagakan Arina, Fisioterapis Brawijaya Hospital Antasari.

Dulu waktu mereka masih bayi, aku memang rutin memijat mereka. Namun seiring bertambahnya usia mas Deniz dan ade Zinan, ritual pijat memijat ini memang mulai ditinggalkan. Jadi ketika ada sesi praktek pijat bayi di acara moms blogger gathering ini, tentu saja aku kembali bersemangat untuk memijat kedua bocil di rumah. Apalagi banyak manfaat yang bisa didapatkan, salah satunya membangun ikatan (bonding) yang kuat dengan anak. Teknik pijat Baby HUKI ini terdiri dari 12 gerakan yang mudah dipraktekkan yang dimulai dari dada hingga kaki. 

BAGIAN DADA
  • LOVE MOTION. Tuangkan 2-3 tetes minyak telon hangat ke telapak tangan lalu buat gerakan membentuk hati pada bagian dada. Gerakan ini dimulai dari ulu hati mengarah ke bahu atas lalu turun lagi ke ulu hati. Ulangi sebanyak 3 kali.
  • CROSS. Selanjutnya buat gerakan seperti membentuk tanda silang. Gerakan dimulai dari bawah ke atas bahu, kemudian bersilangan di sisi lainnya. Gerakan ini berfungsi untuk membantu mennguatkan otot pernafasan bayi di bagian dada depan. Lakukan gerakan ini sebanyak 3 kali. 
Gerakan Love Motion pada bagian dada.

BAGIAN PERUT
  • I LOVE U. Gerakan pijat yang membentuk huruf I, L, U ini bermanfaat untuk membantu mengurangi kembung dan mengatasi sembelit pada bayi. Pemijatan dimulai dari bagian kiri bayi dan dilanjutkan di bagian kanan bayi. Lakukan gerakan ini sebanyak 3 kali. Oya, semua gerakannya ke arah bawah ya agar searah usus besar. 
  • WALKING FINGER. Gerakan yang satu ini berfungsi untuk mencegah kembung, kram otot perut, dan mengatasi kolik pada bayi. Gerakannya dimulai dengan cara melakukan tap (tepukan lembut) di bagian perut menggunakan 3 jari searah usus besar, yaitu dari bagian kanan ke bagian kiri perut bayi. 
Gerakan I Love U untuk membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi kembung dan kolik. 

BAGIAN LENGAN
  • MILKING. Sesuai dengan namanya, gerakan pijat ini memang seperti memerah. Lakukan pemijatan dari bagian atas kearah bawah kemudian naik ke atas lagi dan ulangi sebanyak 3 kali pada lengan kiri dan kanan. Gerakan pijat ini berfungsi untuk menguatkan otot-otot lengan bayi dalam posisi tengkurap. 
  • ROLLING. Gerakan memutar ini membantu menguatkan otor lengan saat menopang badan bayi di posisi tengkurap. Dengan menggunakan kedua tangan mom, buat gerakan memutar mulai dari pangkal lengan sapai pergelangan tangan. 
  • FINGER SHAKE. Gerakan memijat jari bayi satu per satu yang berfungsi untuk menguatkan motorik halus serta otot lengan dan jari bayi agar bisa menggenggam objek lebih kuat. Gerakan ini dilakukan dengan dari pangkal jari ke ujung jari. 
Gerakan Finger Shake agar motorik halus semakin berkembang. 

BAGIAN KAKI
  • MILKING. Gerakan ini sama seperti gerakan Milking pada bagian lengan dan berfungsi agar otot-otot besar di tungkai kaki menjadi kuat sehingga bisa menopang tubuh bayi saat berdiri sampai berjalan.
  • SQUEEZING. Merupakan gerakan memutar/sirkuler dengan cara satu tangan memutar dari pangkal paha ke arah pergelangan kaki. Fungsinya agar otot-otot besar di tungkai menjadi kuat. 
  • FINGER SHAKE. Gerakan ini sama seperti pada bagian lengan, yaitu memijat jari satu per satu dari pangkal jari ke ujung jari agar otot jari kaki bayi menjadi kuat. 
Gerakan Milking (memerah) agar otot besar di kaki semakin kuat. 

BAGIAN PUNGGUNG
  • LOVE MOTION. Gerakan ini sama seperti pada bagian dada. Gerakan dimulai dari bagian tengah punggung ke arah bahu kemudian kembali ke arah tengah punggung. Gerakan ini berfungsi untuk menguatkan otot-otot pungung saat menopang ketika baby tengkurap maupun duduk.
  • SPIRAL. Gerakan yang satu ini berfungsi untuk relaksasi punggung dan menguatkan otot di sepanjang punggung. Lakukan gerakan memutar mulai dari bawah leher mengikuti tulang belakang sampai ke arah bokong bayi. 
  • MENGGARUK. Lakukan gerakan seperti menggaruk mulai dari bawah leher turun sepanjang punggung, pinggang sampai ke arah bokong. Fungsinya untuk menguatkan otot-otot besar punggung, pinggang, dan bokong baby.
Gerakan Love Motion pada punggung. 
Mas Deniz tidak mau ketinggalan minta dipijat dengan minyak telon halal Baby HUKI.

Video lengkap teknik pijat Baby HUKI ini bisa dilihat di Youtube Baby HUKI berikut: 


Bagaimana responnya? Meskipun awalnya tidak mau karena kegelian, setelah dipijat Ade Zinan malah senang dan ketagihan! Sebagai anak yang aktif dan banyak bergerak, pijat ini sangat membantu menghilangkan rasa pegal dan capek (apalagi kalau habis bersepeda keliling kompleks). Setelah dipijat, ade Zinan juga tidurnya pulas dan tidak gelisah sehingga saat bangun tidur pun tubuh terasa segar dan bersemangat kembali. Mas Deniz pun tidak mau ketinggalan minta dipijat (meskipun kalau untuk mas Deniz biasanya aku lebih fokus pada bagian lengan, kaki, dan punggung). Anak senang dan sehat, moms pun bahagia ya.


Waktu terbaik untuk memijat bayi adalah di pagi hari agar anak bersemangat menyambut hari dan di malam hari agar bayi bisa tidur lebih nyenyak. Selain itu, sebelum melakukan pemijatan jangan lupa untuk memperhatikan hal berikut ini untuk mendapatkan manfaat maksimal: 
  1. Pastikan tangan bersih dan hangat. 
  2. Pastikan kuku jari tangan pendek dan tidak menggunakan perhiasan dan jam jangan agar tidak menggores kulit. 
  3. Usahakan memijat pada ruangan yang hangat dan tidak pengap. Jangan memijat di ruangan ber-AC. 
  4. Buat suasana senyaman mungkin, kalau perlu putar lagu yang tenang dan lembut. 
  5. Pandang mata bayi saat memijat dan ajak bayi untuk berkomunikasi agar tercipta ikatan batin yang kuat dengan bayi. 
  6. Luangkan waktu minimum 15 menit untuk melakukan pemijatan tanpa diganggu. Matikan smartphone atau TV saat memijat. 
  7. Jangan lakukan pemijatan saat bayi baru selesai makan. Beri jeda minimal 30 menit sebelum memijat. 
  8. Jangan memijat bayi yang sedang sakit. Ini justru membuat bayi tidak nyaman. 
  9. Jangan membangunkan bayi khusus untuk pemijatan. 
  10. Jangan memaksakan gerakan atau posisi pijat tertentu pada bayi. 
  11. Gunakan baby oil atau minyak telon yang bagus sebagai pelicin sehingga pemijatan mudah dilakukan. 
***

Aku senang dan bersyukur bisa menghadiri moms blogger gathering bersama Baby HUKI dan Brawijaya Health Care. Banyak sekali ilmu yang aku dapatkan dari acara ini. Terima kasih juga kepada BloggerCrony yang telah menyelenggarakan acara ini. Bagaimana moms? Sudah pernah mencoba pijat bayi dan anak? Kalau belum, yuk cobain karena banyak sekali manfaatnya untuk ibu dan anak. Gerakannya pun mudah dipraktekkan. 


Untuk informasi lebih lanjut, moms bisa menghubungi:


Website: www.babyhuki.co.id

Facebook: babyhukiofficial

Instagram: babyhukiofficial


Thanks for reading!

Dapat THR, dipakai untuk apa saja sih?

Monday, 11 June 2018
Tidak terasa Idul Fitri tinggal menghitung hari saja. Hari raya yang satu ini memang yang paling ditunggu oleh semua umat muslim di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, Idul Fitri berarti libur panjang, mudik ke kampung halaman, berkumpul dengan sanak saudara, dan mendapatkan THR atau Tunjangan Hari Raya. THR, sesuai dengan kepanjangannya, adalah hak yang diberikan perusahaan kepada setiap karyawannya. Biasanya THR ini diberikan antara 1-2 minggu sebelum hari raya tiba. Bagi sebagian orang (termasuk aku sendiri), THR adalah berkah karena bisa membantu mewujudkan impian. 


Tahun ini keluarga kami hanya mendapatkan THR dari satu sumber saja (karena mas suami sudah tidak bekerja kantoran). Tapi tentu saja kami tetap bersyukur dengan apa yang kami terima dan berusaha memanfaatkan uang THR semaksimal mungkin. Setelah berdiskusi panjang lebar dengan mas suami, THR tahun ini kami bagi dalam beberapa pos yaitu: 

1. Membayar zakat fitrah

Hal pertama yang kami lakukan saat mendapatkan THR adalah membayar zakat fitrah. Masa sudah dapat uang THR terus malah melupakan hal yang wajib? Jangan sampai ya. Selain itu, tidak ada salahnya membayar zakat fitrah lebih awal agar hati tenang. Apalagi sekarang membayar zakat semakin mudah karena bisa dilakukan secara online. Beberapa tahun yang lalu kami pernah menunda-nunda membayar zakat sampai di malam takbiran dan ternyata banyak juga yang melakukan hal yang sama. Akibatnya kami harus menunggu antrian dan takbiran pun jadi sedikit terganggu. Kapok deh! 

2. Menyiapkan dana untuk Idul Adha

Terkadang kita lupa kalau hari raya umat muslim itu tidak hanya Idul Fitri saja, tetapi juga Idul Adha. Sayangnya THR tidak turun di hari raya kurban ini (berharap banget bisa THR dua kali dalam setahun ^.^). Padahal berkurban hukumnya wajib bagi mereka yang mampu. Selama ini aku merasa kalau kami tidak mampu berkurban, padahal permasalahannya adalah manajemen keuangan kami yang kurang baik. Hal ini juga disampaikan oleh pembicara financial workshop yang aku ikuti tahun lalu. Meskipun memang dana yang disisihkan belum bisa membeli satu kambing, setidaknya kami sudah menyicil sedikit. 

3. Membayar uang sekolah anak

Tunjangan Hari Raya selalu kami alokasikan untuk membayar uang sekolah mas Deniz. Uang THR tahun ini kami gunakan untuk membayar biaya daftar ulang sekolah, seragam, dan kebutuhan sekolah mas Deniz lainnya. Kebetulan Lebaran kali ini jaraknya berdekatan dengan tahun ajaran sekolah baru sehingga kami sangat terbantu dengan THR. 

4. Menabung

Keluarga kami, baik dari pihak aku maupun pihak mas suami, memang tidak pernah mudik karena kebanyakan keluarga kami memang tinggal di ibukota. Jadi kami memang tidak punya alokasi mudik. Sebaliknya, kami menyisihkan sebagian uang THR untuk ditabung. Tabungan ini hampir tidak pernah kami sentuh kecuali ada keperluan yang sangat mendesak seperti anak sakit. 

5. Membeli gadget impian

Sebagai seorang blogger, yang namanya gadget bisa dibilang merupakan kebutuhan primer. Smartphone, kamera, dan laptop adalah beberapa gadget yang wajib dimiliki seorang blogger. Kebetulan tahun ini dana THR masih tersisa cukup untuk meng-upgrade laptop aku yang belakangan ini mulai rewel. Selain itu, spefisikasi laptop lama aku memang rendah sehingga kalau dipakai untuk mengedit foto atau video pasti sangat lambat. Tentunya ini sangat mengganggu ya, apalagi kalau sedang dikejar deadline. Jadi sisa THR tahun ini aku pergunakan untuk membeli laptop Acer yang direkomendasikan oleh adikku. Oya, sebelum membeli aku juga membandingkan spesifikasi yang sesuai kebutuhan dan tentunya juga mencari perbandingan harga yang sesuai dengan budget. 



***

Berapapun nominal THR yang kita terima, jangan lupa untuk bersyukur. Selain itu, manfaatkan uang THR semaksimal mungkin. Kalau perlu buat skala prioritas apa saja yang ingin kamu beli agar uang THR tidak sia-sia. How about you? Bagaimana cara kamu mengatur uang THR? Adakah yang membeli gadget impian pakai uang THR seperti aku juga? Share di kolom komentar di bawah ini ya. 

Selamat hari raya Idul Fitri! 

Rumahku Surgaku dengan Permata Hijau Suites #nyatadekatnya

Tuesday, 19 December 2017
Home sweet home

Ungkapan bahasa Inggris tersebut sudah sangat akrab dan sering kita jumpai entah di keset depan pintu rumah atau terpampang di dinding ruang keluarga. Home sweet home sendiri dalam bahasa Indonesia memiliki padanan dengan ungkapan rumahku surgaku. Seenak-enaknya menginap di hotel bintang lima, tetap jauh lebih enak tidur di rumah sendiri. Kok bisa ya? Bisa dong karena rumah tidak hanya sekadar tempat berlindung dari panas, hujan, angin saja; tetapi rumah juga merupakan tempat di mana kita berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai.


Ngomongin tentang rumah, aku jadi ingat ketika pertama kali aku menikah dan kami belum memiliki rumah sendiri. Saat itu kami tinggal bersama orangtua suami di daerah Jakarta Barat. Namun ini tidak bertahan lama, sekitar 5 bulan kemudian aku dan suami pindah ke rumah kontrakan di daerah Jakarta Selatan. Rumah kontrakan ini juga tidak lama kami huni, mungkin hanya sekitar satu tahun sebelum akhirnya kami pindah ke Depok hingga sekarang. Selama proses berpindah-pindah tempat tinggal ini, aku dan mas suami masih mempertahankan pekerjaan kami yang berlokasi di Jakarta (suami di sekitaran Senayan dan aku di Rawamangun). Kebayang dong bagaimana perjuangan kami menembus belantara kemacetan Jakarta agar bisa sampai di tempat kerja tepat waktu.

[TRAVEL] Kepulauan Seribu, Destinasi Wisata Alam untuk Liburan Keluarga

Friday, 20 October 2017
Happy Friday!

Kemarin malam ketika aku sedang merapikan file foto di komputer dan harddisk external, aku menemukan beberapa folder foto ketika aku sekeluarga pergi berlibur. Ternyata, terakhir kali kami pergi berlibur adalah ke pulau Belitung, mengunjungi kakak yang memang tinggal di sana sekaligus menikmati indahnya panorama pantai Belitung. Sayangnya cuaca kurang bersahabat ketika kami di sana. Dalam seminggu masa liburan kami, hampir setengahnya kami habiskan di dalam rumah karena hujan. Bisa dibilang liburan kami gagal, ditambah lagi adik Zinan waktu itu masih berumur satu tahun sehingga aku pun lebih sering repot mengurusi si kecil dibandingkan menikmati liburan. Yah namanya juga emak-emak, nggak ada istilah libur dari mengurus anak. 


Aku dan mas suami memang punya rencana untuk mengajak anak-anak berlibur, apalagi anak-anak sudah cukup besar. Bicara soal liburan, destinasi liburan kami nggak yang muluk harus ke luar negeri. Di Indonesia saja sudah cukup karena banyak destinasi wisata yang nggak kalah bagus dan menarik dengan yang di luar negeri. Berhubung dana liburan kami terbatas, kami mencoba mencari destinasi wisata yang tidak terlalu jauh. Pilihan kami jatuh pada Kepulauan Seribu yang masih merupakan bagian dari Ibukota Jakarta. 

Bangun Rasa Nasionalisme Anak Lewat Lomba 17 Agustus

Friday, 15 September 2017
Happy Friday!

Tidak terasa satu bulan telah berlalu sejak perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72. Meskipun begitu, suasana meriah masih terasa di keluarga kami terutama mas Deniz dan adik Zinan yang memang sangat antusias merayakan kemerdekaan negeri ini.

Aku dan mas suami dulu mendapatkan kehormatan menjadi Paskibraka (mas suami adalah Paskibraka Nasional tahun 1998 perwakilan dari DKI Jakarta, sedangkan aku sendiri Paskibraka Daerah tahun 2000). Tanpa kami sadari, jiwa nasionalisme yang kami dapatkan ketika kami mengemban tanggung jawab sebagai pengibar bendera merah putih terbawa hingga kami berkeluarga. Menonton siaran langsung pengibaran bendera di Istana Merdeka dan berpartisipasi dalam lomba 17 Agustusan adalah agenda wajib di keluarga kami.


Perayaan 17 Agustus tahun ini cukup spesial karena adik Zinan genap berumur 3 tahun dan sudah bisa merasakan euforia kemerdekaan. Jadi, kalau di tahun-tahun sebelumnya hanya mas Deniz yang antusias mengikuti perlombaan, kini bertambah satu anak adik Zinan yang antusiasnya tidak kalah besar. Kami pun sebagai orangtua tentu saja happy dan mendukung. Sedangkan mas Deniz (7 tahun) sendiri ikut beberapa perlombaan seperti lomba makan kerupuk dan lomba kelereng. Karena adik masih kecil, tidak banyak lomba yang bisa diikutinya. Satu-satunya lomba yang bisa adik ikuti bersama mas Deniz adalah parade sepeda hias. Serunya luar biasa! Kami sekeluarga gotong royong menghias sepeda dan kerja keras itu tidak sia-sia karena sepeda hias anak-anak berhasil menyabet juara 1 dan juara favorit. 

Ingin Merdeka Finansial? Yuk coba 4 Langkah Mudah Menyusun anggaran keuangan keluarga ini!

Wednesday, 30 August 2017
Happy Monday!

Sejak menikah hampir 8 tahun yang lalu, aku mau tak mau belajar bagaimana menyusun anggaran keuangan keluarga kecil kami. Dulu sebelum menika, aku nggak pernah ambil pusing kalau mau beli sesuatu. Mau beli eyeshadow, foundation, lipstik, ya segala macam perintilan makeup ya tinggal beli aja tanpa pikir panjang. Sekarang? Setiap rupiah yang keluar dari dompet harus di-acc dulu sama aku apakah sesuai dengan anggaran atau nggak (iya dong, kan aku menteri keuangannya di rumah). Tapi ya namanya manusia, meskipun sudah membuat perencanaan dan anggaran sedetil mungkin, kadang ada aja yang kebablasan. Ujung-ujungnya nelangsa di akhir bulan menunggu gajian (hayoo siapa yang suka kaya gini?)


Semenjak mas suami memutuskan untuk berhenti kerja dan mulai berwirausaha, aku dipaksa untuk lebih jeli lagi mengatur keuangan di rumah. Ada beberapa hal yang dengan berat hati harus kami keluarkan dari anggaran, ada juga yang terpaksa dianggarkan. Mumet luar biasa deh. Di saat lagi galau paripurna memikirkan anggaran belanja keluarga untuk bulan depan, KEB kembali mengundang aku untuk ikut Visa Financial Literacy Workshop #IbuBerbagiBijak pada hari Kamis, 24 Agustus 2017 yang tema-nya Planning and Budgeting. Wah, pas banget nih momennya!

Auto Post Signature