Top Social

Showing posts with label Financial. Show all posts
Showing posts with label Financial. Show all posts

Dapat THR, dipakai untuk apa saja sih?

Monday, 11 June 2018
Tidak terasa Idul Fitri tinggal menghitung hari saja. Hari raya yang satu ini memang yang paling ditunggu oleh semua umat muslim di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, Idul Fitri berarti libur panjang, mudik ke kampung halaman, berkumpul dengan sanak saudara, dan mendapatkan THR atau Tunjangan Hari Raya. THR, sesuai dengan kepanjangannya, adalah hak yang diberikan perusahaan kepada setiap karyawannya. Biasanya THR ini diberikan antara 1-2 minggu sebelum hari raya tiba. Bagi sebagian orang (termasuk aku sendiri), THR adalah berkah karena bisa membantu mewujudkan impian. 


Tahun ini keluarga kami hanya mendapatkan THR dari satu sumber saja (karena mas suami sudah tidak bekerja kantoran). Tapi tentu saja kami tetap bersyukur dengan apa yang kami terima dan berusaha memanfaatkan uang THR semaksimal mungkin. Setelah berdiskusi panjang lebar dengan mas suami, THR tahun ini kami bagi dalam beberapa pos yaitu: 

1. Membayar zakat fitrah

Hal pertama yang kami lakukan saat mendapatkan THR adalah membayar zakat fitrah. Masa sudah dapat uang THR terus malah melupakan hal yang wajib? Jangan sampai ya. Selain itu, tidak ada salahnya membayar zakat fitrah lebih awal agar hati tenang. Apalagi sekarang membayar zakat semakin mudah karena bisa dilakukan secara online. Beberapa tahun yang lalu kami pernah menunda-nunda membayar zakat sampai di malam takbiran dan ternyata banyak juga yang melakukan hal yang sama. Akibatnya kami harus menunggu antrian dan takbiran pun jadi sedikit terganggu. Kapok deh! 

2. Menyiapkan dana untuk Idul Adha

Terkadang kita lupa kalau hari raya umat muslim itu tidak hanya Idul Fitri saja, tetapi juga Idul Adha. Sayangnya THR tidak turun di hari raya kurban ini (berharap banget bisa THR dua kali dalam setahun ^.^). Padahal berkurban hukumnya wajib bagi mereka yang mampu. Selama ini aku merasa kalau kami tidak mampu berkurban, padahal permasalahannya adalah manajemen keuangan kami yang kurang baik. Hal ini juga disampaikan oleh pembicara financial workshop yang aku ikuti tahun lalu. Meskipun memang dana yang disisihkan belum bisa membeli satu kambing, setidaknya kami sudah menyicil sedikit. 

3. Membayar uang sekolah anak

Tunjangan Hari Raya selalu kami alokasikan untuk membayar uang sekolah mas Deniz. Uang THR tahun ini kami gunakan untuk membayar biaya daftar ulang sekolah, seragam, dan kebutuhan sekolah mas Deniz lainnya. Kebetulan Lebaran kali ini jaraknya berdekatan dengan tahun ajaran sekolah baru sehingga kami sangat terbantu dengan THR. 

4. Menabung

Keluarga kami, baik dari pihak aku maupun pihak mas suami, memang tidak pernah mudik karena kebanyakan keluarga kami memang tinggal di ibukota. Jadi kami memang tidak punya alokasi mudik. Sebaliknya, kami menyisihkan sebagian uang THR untuk ditabung. Tabungan ini hampir tidak pernah kami sentuh kecuali ada keperluan yang sangat mendesak seperti anak sakit. 

5. Membeli gadget impian

Sebagai seorang blogger, yang namanya gadget bisa dibilang merupakan kebutuhan primer. Smartphone, kamera, dan laptop adalah beberapa gadget yang wajib dimiliki seorang blogger. Kebetulan tahun ini dana THR masih tersisa cukup untuk meng-upgrade laptop aku yang belakangan ini mulai rewel. Selain itu, spefisikasi laptop lama aku memang rendah sehingga kalau dipakai untuk mengedit foto atau video pasti sangat lambat. Tentunya ini sangat mengganggu ya, apalagi kalau sedang dikejar deadline. Jadi sisa THR tahun ini aku pergunakan untuk membeli laptop Acer yang direkomendasikan oleh adikku. Oya, sebelum membeli aku juga membandingkan spesifikasi yang sesuai kebutuhan dan tentunya juga mencari perbandingan harga yang sesuai dengan budget. 



***

Berapapun nominal THR yang kita terima, jangan lupa untuk bersyukur. Selain itu, manfaatkan uang THR semaksimal mungkin. Kalau perlu buat skala prioritas apa saja yang ingin kamu beli agar uang THR tidak sia-sia. How about you? Bagaimana cara kamu mengatur uang THR? Adakah yang membeli gadget impian pakai uang THR seperti aku juga? Share di kolom komentar di bawah ini ya. 

Selamat hari raya Idul Fitri! 

Mau jadi kaya di usia muda? Lakukan hal-hal berikut ini!

Monday, 12 March 2018
Siapa sih yang nggak mau jadi kaya di usia muda? Pasti semua orang kepingin jadi kaya ya (tapi ini kaya karena jerih payah sendiri lho ya, bukan hasil korupsi atau nipu orang lain). Dengan menjadi kaya, tidak hanya kita bisa hidup dengan nyaman, tetapi kita juga bisa berbagi dan membantu orang lain. 


Selama ini aku selalu berpikir kalau orang kaya itu identik dengan orang yang sudah berumur dan sudah bekerja berpuluh-puluh tahun. Ternyata tidak harus begitu lho, kita juga bisa menjadi kaya di usia muda. Namun ada beberapa kebiasaan kecil kita yang menghambat kita untuk menjadi kaya. Kali ini, aku mau berbagi beberapa kebiasaan kecil yang bisa membantu kita menjadi kaya di usia muda. Lanjut bacanya ya. 

1. Live below means

Maksud dari live below means ini adalah hidup sederhana. Terkadang mata kita sudah silau duluan ketika melihat nominal gaji yang masuk ke dalam rekening tabungan dan merasa kalau kita memiliki banyak uang. Ujung-ujungnya kita terbawa gaya hidup boros seperti menghabiskan uang kita untuk hal-hal yang tidak mendesak seperti terlalu sering makan di restoran dan membeli pakaian.  Coba deh mulai dari sekarang kita menghindari pemborosan yang tidak perlu. Daripada uangnya dihabiskan untuk membeli barang mahal atau bergaya hidup mewah di luar kemampuan kita, akan lebih baik kalau uangnya ditabung dan diinvestasikan. Setuju? 

2. Mulai memikirkan masa tua



Meskipun kita masih di usia 20-30an, bukan berarti kita nggak perlu memikirkan tentang masa tua nanti. Justru sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi masa tua nanti. Nggak mau dong ketika kita sudah tua, kita masih pusing memikirkan bagaimana untuk  bisa hidup nyaman? Mulailah untuk mengalokasikan sebagian dari penghasilan untuk persiapan masa tua nanti. 

Baca juga:

3. Investasikan penghasilan



Apakah kamu tipe orang yang menghabiskan semua gaji kamu? Kalau iya, kamu harus cepat mengubah kebiasaan ini dan mulai menyisihkan penghasilan untuk investasi. Ada banyak bentuk investasi yang tersedia, seperti reksadana dan logam mulia. Cari tahu investasi apa yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kamu. 

4. Bawa bekal sendiri



Apa hubungannya bawa bekal sendiri dengan menjadi kaya? Sangat berhubungan dong. Kalau kita menghitung pengeluaran untuk makan siang dalam satu hari sekitar 20-25 ribu mungkin terlihat tidak besar. Namun ketika nominal ini dikalikan jumlah hari kerja dalam sebulan: 25 ribu x 20 hari = Rp 500,000. Ini baru makan siang saja lho, belum ditambah pengeluaran untuk membeli camilan atau yang lainnya. Bagi sebagian orang, membawa bekal dari rumah dianggap merepotkan. Tapi dengan bekal tersebut, kita bisa menghemat pengeluaran dan mengalokasikannya sebagai tabungan. Selain itu, bekal dari rumah jelas lebih sehat dan bersih. 

5. Kurangi nongkrong di café atau mall



Nongkrong di café bersama teman-teman di malam minggu tentu asyik ya. Kita bisa rehat sejenak dari aktivitas selama seminggu sekaligus bercengkrama bersama teman. Apabila terlalu sering dilakukan, nongkrong di café ini bisa membuat impian kamu menjadi kaya terhambat lho. Harga satu gelas kopi di café berkisar antara 40-50 ribu, belum dengan camilannya. Jika setiap minggunya kita pergi ke café, total pengeluarannya bisa mencapai 200 ribu dalam sebulan. Dalam setahun angkanya bisa mencapai 10 juta! 

6. Stop impulsive spending



Pernah nggak kalian melihat ada baju bagus dipajang, kemudian masuk ke toko tersebut dan membelinya? Atau ketika jalan-jalan dan melihat warung makan yang ramai, tiba-tiba masuk dan makan padahal tidak lapar? Pasti kalian pernah dong melakukan ini? Belanja tanpa perencanaan seperti ini disebut juga impulse spending. Tanpa disadari, impulse spending ini bisa menyedot gaji kamu. Apalagi biasanya barang-barang yang dibeli secara impulsif adalah barang yang kurang dibutuhkan (baca: tidak mendesak). Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menghindari belanja secara impulsif ini. Mulailah rutin membuat anggaran belanja dan mencatat pengeluaran setiap harinya. Selain itu kamu juga bisa mencari voucher belanja murah 2018 lewat smarphone kamu untuk mendapatkan diskon sehingga kamu bisa menghemat pengeluaran. 

*** 

Itu dia beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menjadi kaya di usia muda. Apabila semua ini dilakukan secara konsisten, maka secara perlahan kondisi finansial kita akan menjadi lebih baik. Apakah kalian sudah melakukan langkah-langkah di atas? Atau mungkin kalian punya cara lain yang lebih efektif? Jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar di bawah ini ya! At last, menjadi kaya di usia muda itu bukan hal yang mustahil kok. Yuk kita mulai memperbaiki diri untuk masa depan yang lebih baik. 

Thanks for reading!

Auto Post Signature