Top Social

Showing posts with label Kehamilan. Show all posts
Showing posts with label Kehamilan. Show all posts

[PREGNANCY] Facts about my pregnancy - Just sharing ^.^

Monday, 30 June 2014
Well, I can say that I am a proud mom-to-be. Being pregnant is a precious moment I will never forget. I believe all of you have the same opinion as me (even though you aren't married yet). As I told you before, I'm expecting my second baby boy (YES! It's a boy! Again) around mid-July. It means I only have about 2 weeks before the delivery and I have an urge to blab about my pregnancy. So, this it it! 

RANDOM FACTS ABOUT MY SECOND PREGNANCY
  1. I didn't realise I was pregnant until the baby was 12 weeks old! 
  2. I checked my pregnancy twice using different brands and they failed! Even though I already gave 1 week gap between tests. 
  3. The third time I checked, it was positive! Yeeeaaay!
    The result!

Plasenta-ku berkapur!!!!!

Monday, 12 July 2010
Tidak terasa kehamilanku sudah menginjak minggu ke-38. Ini berarti tidak lama lagi aku akan segera melahirkan bayiku. Berbagai perasaan campur aduk, sedih, senang, was-was, takut, semuanya jadi satu. Namun satu hal yang pasti, aku akan segera bertatap muka dengan bayiku yang selama ini hanya bisa kubayangkan wajahnya (entah dia akan seganteng daddy-nya atau tidak....haha).

Sore tadi, aku memeriksakan kehamilanku di rumah bersalin dekat rumah. Seharusnya aku periksa di RS. Pondok Indah karena mulai dari kehamilan 5 bulan aku selalu periksa di sana. Tapi kali ini aku periksa di rumah bersalin (bukan rumah sakit lhoo...) Siti Chodijah. Alasannya, selain lokasinya yang dekat dengan rumah, juga biayanya yang jauuuuuuuuuuuuuuh di bawah biaya di RSPI.

Pemeriksaan kali ini dilakukan oleh dokter kandungan, mungkin karena umur kehamilanku sudah masuk 9 bulan, alias sudah tinggal tunggu tanggal mainnya aja. Awalnya, ketika ketemu dengan si dokter, aku asyik-asyik aja (dalam hati, kayanya setipe dengan dokterku di RSPI nih). Tapi, semuanya langsung buyar ketika si dokter melakukan usg. Hal pertama yang ditanyakan si dokter adalah aku mau melahirkan menggunakan jasa apa, jelas aku jawab dengan bidan. Mulai dari situ, hal-hal yang tidak enak terjadi...

Setelah aku bilang mau melahirkan dengan bidan, dia langsung nyerocos ngalor ngidul, bilang kalau nanti ada apa-apa ujung-ujungnya pasti membutuhkan jasanya dia. Aku masih berusaha positive thinking ketika dia ngomong begitu. Bahkan ketika dia dengan entengnya ngobrol sama si suster tentang ibu-ibu yang belum lama ini melahirkan dan ada masalah sehingga si dokter harus menanganinya secara mendadak. Kesan yang aku tangkap adalah si dokter ini kok kaya nggak ikhlas ya nolongin orang? toh, untuk pertolongannya itu dia dibayar....

Keadaan makin jadi tidak enak ketika dia (si dokter), sambil melakukan usg, bilang kalau plasentaku mengalami pengapuran. Si dokter bilang begini dengan nada datar.

"Ibu, ini air ketubannya udah keruh dan plasentanya berkapur."

Waduh! apa lagi nih? perasaan sabtu yang lalu waktu aku periksa dengan dokter di RSPI, si dokter RSPI bilang nggak ada masalah. Jelas saja aku kuatir, terus aku tanya nih si dokter masalah pengapuran itu.

"Maksudnya apa ya dok???"
"Iya, ini udah nggak bagus buat bayinya, asupannya makanan dan oksigennya berkurang." jawab si dokter enteng.

Sebagai ibu muda yang masih belum berpengalaman masalah melahirkan, tentu saja aku berusaha kritis. Aku tanya sama si dokter kenapa bisa terjadi pengapuran dan apa solusinya. Guess what?? jawaban si dokter nggak ngenakin banget!!!!

"Ya plasentanya mengandung kapur. Ini kalau di rumah sakit udah harus dilahirin bayinya." jawaban si dokter sama sekali bukan jawaban dari pertanyaan aku. Dia sama sekali nggak ngejelasin apa dan kenapa bisa terjadi pengapuran itu. $%****@!@!#@!# (ngegerundel mode = ON).

Jelas aja aku bete abis. Ini dokter jutek amat sih! Sampai akhir sesi konsultasi itu, aku masih berusaha mengorek informasi tentang masalah pengapuran plasenta ini, tapi jawaban si dokter bikin hati makin panas....

"Ya lihat aja nanti bidannya gimana nanganinnya. Paling kalau ada apa-apa ujung-ujungnya saya juga yang dipanggil suruh bantuin."

What the fish!!!! Dengan perasaan sebal aku keluar dari ruang periksa. Sepanjang perjalanan menuju rumah, berbagai pertanyaan berputar-putar di kepalaku. Apa itu pengapuran plasenta? apa penyebabnya? berbahayakan buat si ibu dan bayinya? apa solusi terbaiknya? akhirnya, begitu sampai di rumah, aku langsung menjelajah dunia maya dibantu oleh om google untuk mencari tahu tentang pengapuran plasenta ini.

Ternyata, pengapuran plasenta normal terjadi pada kehamilan 38-40 minggu. Itu merupakan hal yang wajar karena menandakan bahwa bayi sudah siap untuk dilahirkan. Yang menjadi masalah adalah ketika pengapuran ini terjadi di trisemester kedua kehamilan, karena bisa membahayakan si bayi. Huff.... membaca informasi ini aku sedikit lega.

Sesudahnya, aku langsung telepon mom, laporan tentang hasil konsultasi dengan si dokter itu. Mom langsung bete dan mengatakan itu bisa-bisanya si dokter yang sengaja nakut-nakutin aku supaya proses melahirkan aku ditangani sama si dokter dan dicesar. Intinya, itu permainan uang si dokter. Cape deeh... Akhirnya aku dan mom memutuskan untuk memeriksakan kehamilanku pada dokter kandungan yang lain. Tujuannya untuk mencari pendapat kedua. Dari situ baru aku dan my hubby bisa mengambil keputusan.

Duh, semoga saja hasil pemeriksaan dokter kandungan yang lain berbeda dengan si dokter menyebalkan itu. Aku benar-benar ingin melahirkan anakku dengan normal, bukan cesar. Ini bukan masalah biaya melahirkan cesar yang mahal. Ini adalah prinsip.... rasanya aku tidak akan menjadi ibu yang seutuhnya kalau aku tidak melahirkan secara normal.... Semoga saja diagnosa si dokter jutek itu salah dan aku bisa melahirkan senormal-normalnya....

Amiiin.......


I'm a mom soon-to-be!

Saturday, 21 November 2009
Wah, ternyata sudah lama juga ya tidak meng-update blog-ku ini. Maklumlah, bulan kemarin lagi sibuk-sibuknya persiapan pernikahan. Alhamdulillah pernikahannya berjalan lancar, baik akad nikah maupun acara resepsinya. Ternyata aneh juga tiba-tiba berubah status dari single menjadi seorang istri.... hehehe

anyway, aku dan suami memang sudah berencana tidak akan menunda kehamilan. Justru kita berdua semangat banget pingin punya momongan. Karena alasan itulah kita buat program intensif. Hihihihi.... nah, sebulan berlalu sudah dari sejak pernikahan kita dan aku mulai menghitung-hitung tanggal menstruasiku. Semakin mencurigakan ketika ingat tanggal aku menstruasi bulan lalu adalah tanggal 15 Oktober dan hingga sekarang aku belum haid juga.

awalnya sih cuek aja, cuma gejala yang aku rasakan pusing dan kembung hampir tiap hari! sampai-sampai bikin aku malas beraktivitas. Karena sudah tidak tertahankan lagi, aku minum tolak angin. Eeeh, dimarahin sama ibu mertua dan juga sama ipar-ipar. Mereka bilang bisa jadi itu tanda kalau aku hamil. Walaaaah! masa sih secepat itu?

Daripada penasaran tiap hari, dalam perjalanan ke kantor aku menyempatkan diri membeli testpack kehamilan di Century Arion Mall. Mbak penjaganya kooperatif banget deh, dia jelasin semua info tentang testpack-nya berikut cara pemakaiannya. Meskipun si mbak udah bilang paling bagus ngetes kehamilan menggunakan urine pertama di pagi hari, tetap saja aku bandel. Sesampainya di kantor, langsung aja aku gunakan testpack-nya. Hasilnya??? POSITIF! Duh, senangnya minta ampun, seharian senyum-senyum terus sambil megangin perut. Saking excited-nya, hasil testpack itu nggak aku buang. Jorok banget ya?

Malamnya, sebelum pulang dari kantor, aku iseng-iseng ngelirik testpack aku. LHOOOOO??? kok hasilnya berubah jadi negatif??? langsung panik deh, sambil mikir, ini beneran akurat apa nggak sih? kalau tenyata memang negatif, sedih banget rasanya. Akhirny aku mengambil keputusan. Aku akan beli testpack lagi untuk dipakai besok pagi, mungkin hasilnya berubah karena aku tidak pakai urine pertama di pagi hari. Untuk testpack yang kedua, aku beli yang merek "Sensitif". Kayanya merek ini merek yang cukup terkenal dan sering lihat iklannya. Apalagi dengan tulisan "99% akurat" semakin membuatku yakin membeli produk ini. Sepanjang perjalanan pulang, aku berdoa terus berharap agar hasilnya positif.

Esok paginya....

Bangun tidur, sebelum wudhu untuk shalat subuh, aku melakukan tes kehamilan yang kedua. Deg-degan menunggu hasilnya, daaaan....... muncul dua garis! tandanya POSITIF! Rasanya pingin jingkrak-jingkrak di kamar mandi saking senangnya. Dengan wajah bahagia, aku wudhu dan masuk ke kamar bersiap-siap untuk shalat subuh berjamaah dengan suami. Begitu masuk, aku langsung bisikin ke telinganya dan bilang "I'm pregnant!" aku tidak akan lupa ekspresi wajahnya ketika aku mengabarkan berita itu. Dia sama bahagianya dengan aku...

Gosh, I'm a mother soon-to-be!!!!

Auto Post Signature