Top Social

Showing posts with label Kisah Seorang Tya. Show all posts
Showing posts with label Kisah Seorang Tya. Show all posts

5 Barang yang selalu ada di tas Tya - BPN 30 Day Blog Challenge (Day 8)

Tuesday, 27 November 2018
5 Barang yang selalu ada di tas Tya. Ngomongin soal tas, aku itu paling senang pakai tas ransel untuk sehari-hari. Alasannya? Tentu saja karena kapasitasnya besar jadi aku bisa masukin segala macam hal. Pokoknya segala macam barang nyemplung deh! Dari sekian banyak barang aku cemplungin ke dalam tas ransel aku, ada 5 barang yang selalu ada di dalam tas Tya. Hayo, bisa tebak nggak? 


1. Tas makeup

Pasti pada tahu kan kenapa tas makeup aku taruh di urutan pertama? Yup, I cannot leave the house without my makeup pouch. Kemana pun aku pergi tas makeup ini selalu siap sedia. Untuk urusan makeup, aku memegang prinsip ‘Sedia payung sebelum hujan’. Maksudnya di sini adalah lebih baik aku bawa tas makeup (meskipun tidak digunakan) daripada tahu-tahu aku ada acara mendadak dan perlu touch up. Nggak lucu kan kalau tiba-tiba diajakin nge-date sama mas suami terus wajah aku kucel karena habis mengajar seharian? Selain itu, tas makeup ini juga berguna ketika ada keadaan darurat  misalnya seperti bulu mata yang lepas. Kebayang kan kalau aku nggak siapin lem bulu mata di dalam tas makeup? Masa iya itu bulu mata mau dibiarkan terbang? Hehehe. 

FYI, tas makeup aku ini isinya komplit. Biasanya aku selalu bawa minimal 3 lipstik (warna nude, pink, sama merah), maskara berikut jepit bulu mata, bulu mata palsu berikut lem-nya, pensil alis, eyeliner, blush on, bedak tabur, highlighter, dan rautan pensil alis. 

2. Binder dan pulpen

Aku merasa ada yang kurang lengkap kalau tidak membawa binder dan pulpen. Binder ini tidak hanya aku gunakan untuk membuat lesson plan dan mencatat hasil rapat, tetapi juga aku gunakan untuk menuliskan ide-ide untuk tulisan blog. Tidak jarang juga binder ini dipakai untuk mencatat pengeluaran dan menuliskan wishlist produk makeup dan skincare.

Baca juga: 
What's in my bag?

3. Dompet

Dompet memang tidak aku taruh di urutan pertama karena aku sering kelupaan bawa dompet. Maklumlah, dompet aku tebal tetapi isinya kebanyakan struk belanjaan. Selain itu, aku nyaris tidak pernah membawa uang tunai karena hampir setiap hari aku menggunakan layanan ojek online. 

4. Parfum 

Meskipun tempat kerja aku ber-AC, kalau sudah mengajar kelas anak-anak ya tetap saja berkeringat. Belum lagi tangga di tempat kerja aku itu super killer alias terjal. Nggak heran deh kalau betis aku super seksi seperti talas Bogor. Demi rasa percaya diri tinggi saat mengajar dan beraktivitas, aku selalu bawa parfum di dalam tas. 


5. Stainless steel straws

Belakangan ini gerakan mengurangi sampah plastik semakin gencar. Salah satu kontributor sampah plastik yang cukup signifikan adalah penggunaan sedotan plastik. Nggak usah pakai contoh macam-macam, anak-anak di rumah paling senang minum pakai sedotan dan ketika sudah selesai minum langsung dibuang. Parah kan? 

Untuk mengurangi sampah sedotan plastik, kami mulai beralih ke sedotan yang bisa dipakai berulang kali. Sedotan stainless steel ini aku beli bulan kemarin dan sejak saat itu sedotan ini selalu aku bawa kemana-mana di dalam tas. Mungkin ini baru langkah kecil untuk mengurangi sampah, but at least I do something about it.  

***

Itu dia 5 barang yang selalu ada di tas Tya. Buat yang penasaran kenapa smartphone tidak aku masukkan ke dalam daftar di atas, itu karena smartphone lebih sering aku pegang atau aku cemplungin ke dalam lunch bag. Alasan lainnya adalah karena tas ransel yang aku gunakan ukurannya cukup besar dan kadang aku suka kerepotan sendiri mencari barang-barang di dalam tas. Teman-teman yang pernah ketemu langsung sama Tya pasti pernah lah menyaksikan kerempongan aku kalau bawa barang. Hehehe. 

Bagaimana dengan teman-teman? Apa sih barang yang selalu ada di dalam tas kalian? Share di kolom komentar yaa. 

Thanks for reading! 

5 Fakta tentang Tya - BPN 30 Day Blog Challenge (Day 6)

Sunday, 25 November 2018
5 Fakta tentang Atisatya Arifin. Tidak terasa tantangan menulis blog setiap hari dari Blogger Perempuan Network sudah memasuki hari keenam lho! Gimana nih teman-teman blogger? Masih semangat semuanya kan? Tak kenal maka tak sayang. Pasti sudah pada tahu dong dengan peribahasa ini? Nah biar kita semakin akrab niih, aku mau kasih bocoran 5 fakta tentang seorang Atisatya Arifin (Tya) yang mungkin kalian belum tahu.


1. Bekerja sebagai guru bahasa Inggris 

Aku yakin hampir semua orang tahu kalau saat ini aku memiliki status sebagai guru bahasa Inggris di salah satu lembaga bahasa terkemuka yaitu TBI (The British Institute). Tetapi hal yang mungkin teman-teman belum tahu adalah dari sejak awal aku berkarir, aku selalu bekerja sebagai guru bahasa Inggris (padahal aku kuliah jurusan Biologi lho).  Kok bisa sih jadi guru bahasa Inggris? Jadi waktu itu aku mendapatkan tawaran bekerja sebagai English teacher dari guru les aku di tahun 2008. Setelah dijalani, ternyata seru banget jadi guru bahasa Inggris dan keterusan deh sampai sekarang.


Tidak terasa sudah 10 tahun aku menjadi guru bahasa Inggris. Kepikiran nggak untuk ganti profesi? Somehow, I couldn’t picture myself not working as a teacher. Ada banyak hal yang membuat aku cinta dengan profesi ini, panjang deh kalau mau dijabarkan. Tetapi ada satu yang selalu menjadi motivasi aku untuk tetap mengajar, yaitu ketika aku bertemu dengan murid-murid lama dan ternyata mereka sudah sukses dan berterima kasih atas apa yang sudah aku ajarkan. Misalnya ketika salah satu orangtua murid bilang, “Miss, makasih banyak yaa sekarang A nilai bahasa Inggrisnya bagus banget di sekolah,” atau ketika ex-murid IELTS dengan bangga memberikan kabar, “Miss, I’ve got 7.0 for my IELTS! Thank you so much!.” Those are priceless!

Baca juga: 
20 Facts about Me

2. Membaca 3-5 buku novel dalam 1 minggu

Aku suka sekali membaca buku. Dalam seminggu, aku bisa menyelesaikan antara 3-5 buku novel dengan panjang antara 500-1000 halaman). Ngomongin soal membaca, aku tidak bisa membaca suatu buku 2x kecuali memang terpaksa (misalnya karena sudah tidak ada stok buku lagi) karena aku ingat sebagian besar ceritanya. Nggak seru dong kalau baca buku baru dua halaman terus sudah tahu endingnya seperti apa? Karena buku yang bisa aku selesaikan terbilang lumayan banyak, aku sekarang membaca buku e-book karena bisa didapatkan dengan gratis di internet.


3. Tiap hari selalu bingung mau pakai baju apa

Kalau kalian membaca tulisan 20 Facts about Me yang aku tayang di bulan September kemarin, pasti tahu kalau aku itu selalu menggunakan baju yang matching. Terus kenapa masih bingung juga? Soalnya aku tuh kadang suka berubah pikiran. Misalnya nih, aku sudah memutuskan akan menggunakan baju A yang dipadankan dengan celana B dan jilbab C di malam sebelumnya. Keesokan harinya mood aku bisa berubah 180 derajat dan berimbas pada pilihan outfit. Ujung-ujungnya, aku sering nyaris telat hanya karena masalah pilih-pilih baju ini. Hehehe. 

4. Terakhir menulis puisi di tahun 2009 

Tahu kan alasan kenapa aku ngeblog? Kalau belum silahkan baca tulisan BPN 30 Day Blog Challenge Day 1 di sini ya. Sebelum aku menikah, aku masih aktif di komunitas sastra dan termasuk cukup produktif dalam menulis puisi. Ceritanya nih, aku tuh galau apakah mas suami waktu itu serius atau tidak dengan aku (ini panjang ceritanya, next time aku tulis yaa) dan karena kegalauan itu aku menulis satu puisi dengan judul: “Sajak terakhir yang kutulis untukmu.” Puisinya bisa kalian baca di sini ya.

Baca juga: 
Sajak Terakhir yang Kutulis Untukmu

Nah, ternyata setelah aku menulis puisi ini dan menikah entah kenapa aku beneran nggak pernah nulis puisi lagi lho! 

5. Tidak bisa menolak bakso!

Yups, makanan favorit aku adalah bakso! Aku bisa lho makan bakso setiap hari tanpa merasa bosan. Bakso dengan kuah panas dan super pedas, ditambah potongan tetelan dan mie sungguh merupakan godaan besar untuk aku. Hehehe. Salah satu indikator bakso yang enak menurut aku adalah kuah dan sambalnya. Eh kenapa bukan baksonya? Soalnya emang aku lebih doyan kuahnya, apalagi kalau pakai sambal yang banyak.


*** 

Itu dia 5 fakta tentang seorang Tya yang mungkin kalian belum tahu. Jangan lupa juga untuk mampir ke tulisan 20 Facts about me biar semakin kenal sama Tya.Dari 5 fakta di atas, mana yang paling mengejutkan buat kalian? Share di kolom komentar yaa. 

Thanks for reading!

Kenapa aku menulis blog? - BPN 30 Day Blog Challenge (Day 1)

Tuesday, 20 November 2018
Jadi ceritanya kemarin pagi aku dapat informasi dari salah satu grup blogger di WhatsApp kalau Blogger Perempuan sedang mengadakan blog challenge. Tujuannya sungguh mulia, kawan, yaitu biar traffic blog di menjelang akhir tahun ini bisa meningkat sehingga tercapailah target traffic sesuai harapan. Bagi aku, ini bagaikan tamparan di kedua pipi (plak plak) karena memang tahun ini semangat ngeblog bisa dibilang menurun drastis. Aku nggak akan tulis alasannya karena pasti alasannya udah basi. Hehehe. 


Anyway, tamparan yang cukup keras dan sakit ini membuat aku jadi semangat untuk ikut BPN 30 Day Blog Challenge. Apalagi pas lihat topiknya ternyata pas sama niche blog aku, yaitu beauty dan lifestyle. Jadi, dengan resmi aku akan memulai challenge ini dengan topik pertama: Kenapa menulis blog?


Kapan kecintaan menulis itu muncul?

Dari sejak kecil aku sudah dekat dengan kegiatan membaca dan menulis. Big thanks to my mom and dad. Mereka berdua adalah orang yang selalu mendorong aku dan kedua adikku untuk suka membaca dan menulis. Latar belakang daddy sebagai seorang dosen di UI (saat ini beliau sudah pensiun) sedikit banyak mempengaruhi kesukaan aku pada membaca dan menulis. Entah sudah berapa banyak uang saku yang aku dapatkan dari membantu beliau mengoreksi ujian mahasiswa. Dari kegiatan mengoreksi ujian ini, aku jadi ikut-ikutan belajar mata kuliah yang diuji. 

Kenangan lain yang tidak terlupakan adalah menghadiri pameran buku setiap tahun. Aku dan kedua adikku bebas memilih buku apa saja tanpa ada batas anggaran. Rumah kami penuh dengan buku. Bahkan di rumah kami ada satu ruangan yang isinya hanya buku dari lantai hingga ke plafon.

Sebelum menulis blog

Di tahun 2005, aku mulai bergabung dengan komunitas sastra. Komunitas menulis yang pertama kali aku ikuti adalah kemudian.com. Di komunitas inilah aku menulis banyak puisi dan akhirnya kenal dengan penulis-penulis lainnya. Dari komunitas menulis online ini, aku mulai rajin posting puisi aku di Facebook notes dan ikut dalam kegiatan seni. Salah satu tempat yang cukup sering aku kunjungi (dan pernah tampil baca puisi juga) adalah Wapres (Warung Apresiasi Sastra) Bulungan. Waktu itu, aku dan teman-teman penulis berkumpul dan berdiskusi banyak tentang sastra dan kepenulisan. 

Menikah dan blog

Aku masih aktif ikut dalam beberapa komunitas sastra sampai menjelang aku menikah di bulan Oktober 2009. Setelah menikah, aku merasa kurang nyaman lagi ikut kegiatan di komunitas karena biasanya kegiatan tersebut diadakan di Jakarta dan sampai larut malam. Rasanya tak pantas aja meninggalkan suami  sampai tengah malam hanya untuk diskusi. Tetapi gimana ya? Aku kan tetap butuh outlet untuk menyalurkan hobi menulis aku. Long story short, I decided to continue my writings on a blog. 

Blog Talkativetya.com pada awalnya hanya berisi curhatan tidak jelas dalam bahasa Inggris (sok banget nulis pakai bahasa Inggris, hehehe) dan puisi-puisi aku yang sebelumnya ada di Facebook notes. Saat itu aku belum punya visi akan dibawa ke mana blog ini. Pokoknya asal nulis dan nulis asal aja (makanya nggak ada yang baca). 

Talkativetya dan niche Beauty

Tidak pernah terbayang sebelumnya kalau seorang Tya yang tomboi akan punya beauty blog. Semua ini berawal ketika aku menjadi pengajar bahasa Inggris di salah satu lembaga hukum negara. Saat itu, aku mengajar corporate class dengan dandanan super cuek (namanya juga tomboi). Jangankan ber-makeup, pakai baju aja kadang ngasal. Tapi kok rasanya nggak profesional ya mengajar bapak-bapak pejabat tapi nggak rapi? Terus aku mulai deh coba-coba pakai makeup (ingat banget dulu pertama kali coba pakai eyeliner cair dan lipstik ya pas mengajar di MK)

Namanya juga baru belajar makeup, tidak kenal sosmed dan Youtube, tentu saja makeup aku jauh dari sempurna. Aku tidak akan pernah lupa hari itu ketika aku mencoba pakai eyeshadow untuk pertama kalinya (FYI, aku pakai eyeshadow dari Inez) dan dikomentari oleh salah satu pengajar, “Tya, kamu itu udah cantik jadi nggak usah pakai makeup deh soalnya makeup kamu jelek.” Jedeer! Berasa disambar petir di siang bolong pas dengar komentar itu (waktu itu emang siang hari sih). Tidak usah ditanya, tentu saja aku sedih dan malu. Tetapi justru kejadian itulah yang menjadi penyemangat aku untuk belajar makeup dan menuliskan pengalaman aku ber-makeup di blog. So I came to decision on niche beauty at the end of 2012.

***

Kenapa menulis blog? Sejauh ini hanya blog yang memberikan kebebasan bagi aku untuk menulis. Aku belajar mengenal diri aku sendiri dan menemukan gaya menulis yang Tya banget. Kalau ditanya apakah aku akan berhenti menulis di blog? I will definitely say no I won’t stop. Meskipun nanti aku sudah tidak fokus di niche beauty ini, rasanya aku akan tetap menulis di blog. Entah itu menulis tentang kegiatan sehari-hari, anak-anak, bahasa Inggris, atau topik lainnya yang saat ini mungkin tidak terpikirkan. 

Keep blogging!

#bloggerperempuan 
#BPN30dayChallenge2018

My Earliest Childhood Memory - 31 Day Blog Challenge

Thursday, 9 August 2018
Di salah satu coursebook yang aku pakai untuk mengajar, ada satu artikel yang membahas tentang memori. Ternyata, ada lho orang yang bisa mengingat masa kecil mereka dari sejak mereka masih bayi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa apa yang kita ingat ketika masih kecil biasanya berhubungan dengan emosi. Entah itu emosi senang, sedih, atau marah. Bagaimana dengan kenangan masa kecil aku? Jujur aku hanya bisa mengingat sedikit saja. Tetapi dengan bantuan dari kedua orangtuaku dan foto-foto masa kecil, aku bisa menuliskan tentang masa kecilku. 


Masa kecil merupakan masa yang indah bagi aku. Setiap hari selalu diisi dengan bermain sambil belajar. Kata ibuku, aku memang dari dulu sudah aktif dan tidak mau kalah dengan anak cowok. Kenangan masa kecil aku yang masih aku ingat sampai sekarang adalah ketika aku tinggal di Perth, Australia bersama kedua orangtuaku. Ayahku waktu itu mendapatkan beasiswa untuk belajar di Murdoch University. Aku masih berumur sekitar 2 tahun (lagi lucu-lucunya kalau kata orang).

Ini boneka teddy bear-nya masih ada sampai sekarang lho.

Tinggal di negeri orang membuat aku lebih mahir berbahasa Inggris dibandingkan bahasa Indonesia. Apalagi umurku masih kecil, jadi lebih cepat juga menyerap kosakata bahasa Inggris. Lucunya, meskipun aku berbicara dalam bahasa Inggris, aku memanggil kedua orangtuaku dengan panggilan ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Aku tahu tentang ini ketika aku menonton rekaman video VHS (sumpah ini jadul banget!) ketika kami tinggal di sana. Ada satu scene ketika aku sedang bermain lempar bola dengan ayahku di taman dan aku teriak, “Bapaak, catch this!” Kalau ingat itu pasti aku langsung otomatis ketawa. 


Soal panggilan nama ke orangtua ini juga unik (kalau tidak mau dibilang aneh) karena ketika kami berempat (ketika kami tinggal di sana ibuku hamil dan adikku lahir di sana) kembali ke tanah air, aku justru memanggil mereka dengan ‘Mommy’ dan ‘Daddy’. Nama panggilan ini yang terus aku dan kedua adikku pakai hingga sekarang. Mas Deniz dan adik Zinan pun juga memanggil aku dan mas suami dengan panggilan ‘mommy’ dan ‘daddy’.


Sekembalinya kami ke Indonesia, ibuku bilang kalau aku hampir tidak bisa bahasa Indonesia sama sekali. Jadi semua percakapan menggunakan bahasa Inggris. Perbedaan bahasa ini membuat aku kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Ada satu cerita yang lucu tentang bahasa ini. Jadi waktu itu ibuku sedang pergi dan aku di rumah bersama nenekku (alm). Nenekku ini tidak bisa bahasa Inggris sama sekali. Entah awalnya bagaimana, aku melihat kelinci dan aku cerita ke nenekku dalam bahasa Inggris (yang tentu saja beliau tidak paham). Karena aku kesal nenekku tidak mengerti apa yang aku ucapkan, aku gigit tangan nenekku. Ketika ibuku pulang, nenekku mengadu soal kejadian itu. Setelah dijelaskan bahwa yang aku maksud itu adalah kelinci, nenekku cuma bisa geleng-geleng kepala dan bilang, “oalaah, rabbit itu kelinci ya?” Duh maaf banget ya Mbah. 

Kenangan lainnya yang aku ingat ketika aku masih kecil adalah saat kepalaku, tepatnya dahi, bocor karena aku masuk ke dalam selokan. Waktu kecil, aku sangat takut dengan ondel-ondel. Di suatu sore hari, aku bersama adik-adikku dan sepupuku bermain di depan rumah. Tiba-tiba terdengar suara alunan musik ondel-ondel. Aku mulai panik. Dan benar saja, tidak lama kemudian ada ondel-ondel muncul dan berjalan ke arah kami. Aku tambah panik dong. Saking paniknya aku berjalan mundur dan tidak sadar kalau di belakang aku ada selokan. Aku pun terjatuh dan dahiku membentur pinggiran selokan. Darah langsung mengucur deras dan aku pun tambah panik dan menangis. Untung saja ibuku ada di rumah dan aku langsung dibawa ke klinik dan mendapatkan jahitan. 

Main microphone yang super berisik.

Ketika kecil, aku juga ingat masa-masa ketika aku dan adik-adikku main hujan dan main tanah. Ibuku tidak pernah melarang kami untuk main hujan. Justru beliau yang menyuruh kami main hujan agar kuat. Namanya juga anak kecil, pasti happy luar biasa boleh main hujan. Apalagi teman-teman kami di kompleks tidak ada yang boleh main hujan dan cuma bisa melihat kami dengan tatapan iri. Aku sempat menanyakan ke ibuku kenapa dulu kami boleh main hujan dan beliau menjawab, “Biar kamu nggak penasaran hujan-hujanan tuh rasanya kaya apa.” Yang paling menyenangkan dari bermain hujan adalah ketika kami kembali ke rumah, ibuku sudah menyiapkan air hangat untuk mandi dan segelas susu coklat plus camilan. 

Di tahun 90an, ada beberapa area di kompleks tempat kami tinggal yang masih berupa tanah merah. Kalau orangtua lain melarang anak-anaknya untuk main di tanah merah tersebut, ibu kami justru mengajak kami main di sana. Kami main perosotan tanah sampai baju kami berubah warna. Kami juga mendaki gundukan tanah merah tersebut sampai puas. 


Ada satu kenangan masa kecil yang juga tidak pernah terlupakan hingga sekarang yaitu ulang tahun! My mom is a food genius! Beliau selalu membuat kue ulang tahun untuk kami bertiga (aku dan kedua adikku). Kue ulang tahun yang beliau buat juga bukan sembarang kue karena selalu ada temanya. Ada banyak sekali tema kue ulang tahun yang ibuku buat, mulai dari angka, binatang, mobil, sampai rumah. Namun kebiasaan membuat kue ulang tahun ini berhenti ketika kami bertiga sudah besar. 

Sebetulnya masih banyak lagi kenangan masa kecil lainnya, tetapi rasanya cukup sampai sini dulu. Insha Allah nanti aku akan menuliskan lagi kenangan ketika aku remaja dan beranjak dewasa (aiih). Bagaimana dengan teman-teman? Apa kenangan masa kecil yang tidak terlupakan sampai sekarang? Share di kolom komentar yuk. 

Thanks for reading!

Arti nama blog Talkativetya - 31 Day Blog Challenge

Wednesday, 8 August 2018
Mungkin sudah tidak bukan hal baru dalam dunia hiburan ketika ada artis yang mengganti nama asli mereka dengan nama panggung di Kantor Catatan Sipil dengan alasan mereka lebih dikenal dengan nama panggung mereka. Beberapa alasan lain kenapa seseorang mengganti namanya adalah karena nama tersebut artinya kurang baik dan karena nama tersebut dia jadi di-bully


Memilih nama memang bukan perkara mudah karena salah memilih nama bisa berimbas pada banyak hal. Di Islam sendiri nama adalah doa dan sebaiknya kita memilih nama yang memiliki arti yang baik. Kalau teman-teman mampir ke toko buku, kalian bisa melihat ada banyak sekali buku kumpulan nama-nama. Mulai dari buku kumpulan nama-nama islami, nama anak perempuan/laki-laki populer, dan masih banyak lagi. Selain itu, umat Muslim pun dianjurkan untuk memanggil orang lain dengan nama panggilan yang baik. Itulah kenapa setiap kali aku bertemu dengan orang baru, aku selalu menanyakan mau dipanggil dengan nama apa. 

Ketika aku membuat blog ini di tahun 2009, salah satu hal yang menahan aku untuk tidak langsung mempublikasikan blog adalah nama blog. Ya, memilih nama blog itu sama sulitnya seperti memilih nama untuk anak. Apalagi waktu itu aku sama sekali buta tentang blogging dan tidak punya ilmu apapun tentang branding. Setelah satu bulan memikirkan nama blog, akhirnya pilihanku jatuh pada nama Talkativetya

Kenapa Talkativetya?

Dari sejak aku SD sampai kuliah, semua orang memanggil aku dengan nama “Ati” yang diambil dari nama depan aku: Atisatya. Sebetulnya nama ini punya arti yang bagus (ibuku bilang nama Atisatya itu artinya ‘hati yang setia’), sayangnya teman-teman waktu di SD dulu suka meledek nama aku. Aku sering diledek dengan nama ‘ati ayam’, ‘ati sapi’, sampai nama aku diputar-putar jadi ‘t*i’. Kalau sekarang ini sudah termasuk bullying ya. 

Aku sudah sering meminta pada teman-teman sekolah dan guru untuk memanggil aku dengan nama ‘Tya’ (karena di rumah aku dipanggil dengan nama ini), tetapi permintaan aku dianggap seperti angin lalu saja. So, I had to survive with this name until I graduated from college. Aku mulai dipanggil dengan nama ‘Tya’ ketika aku kerja. Jadi, itulah salah satu alasan kenapa nama Tya itu penting untuk dicantumkan dalam nama blog aku. 

Bagaimana dengan kata Talkative? Ketika aku masih SMA, aku ikut kursus bahasa Inggris di salah satu lembaga bahasa (years later, this English course became my office) dan waktu itu kami mempelajari tentang personality traits (kepribadian). Kami diminta untuk menganalisa personality traits teman sekelas dengan cara mengerjakan kuesioner. Ternyata, salah satu personality trait yang aku miliki adalah talkative alias suka ngomong. Aku bisa ngomongin apa saja tanpa jeda, apalagi kalau topiknya seru. Selain itu aku kalau ngomong juga selalu bersemangat. Teacher kami waktu itu juga meminta kami untuk mencari 3 personality traits dengan huruf awal sama dengan nama kami. Aku pun memilih: Talkative, Tenacious, Terrific.



Dari ketiga personality traits tersebut, aku paling suka dengan kata Talkative karena berima dengan nama aku Tya. Selain itu kalau dilihat dari artinya, kata Talkative ini sesuai untuk blog aku karena aku akan ‘ngomong’ banyak hal di dalam blog. Jadi, terbentuklah nama blog Talkativetya. 

Ada keinginan untuk ganti nama blog? 

Hmm, kalau ditanya apakah aku akan mengganti nama blog aku sepertinya aku akan jawab tidak. Pertama, menurut aku nama blog ini sudah sesuai dengan isi blog aku. Kedua, blog Talkativetya sudah cukup dikenal orang sehingga akan sulit dan butuh waktu lagi untuk branding ketika ganti nama. Aku ingat waktu mengikuti Workshop Fun Blogging 12 di tahun 2016, salah satu pemateri mengatakan kalau sebaiknya nama blog itu sesuai dengan nama akun social media lainnya agar lebih mudah. Aku pun langsung menyeragamkan nama akun social media aku (Twitter, Facebook, Instagram). Tetapi memang untuk blog sengaja tidak aku utak atik lagi. 

*** 

Itu dia arti dari nama blog Talkativetya dan sejarah dibalik pemilihan nama blog ini. Bagaimana menurut teman-teman? Apakah nama blog ini sudah sesuai dengan konten blognya? Atau mungkin aku memang harus ganti nama blog? Kira-kira apa saja plus minus dari mengganti nama blog? Oya, teman-teman juga bisa share di kolom komentar tentang arti nama blog/nama pribadi kalian ya. 

Thanks for reading!

20 facts about Tya - 31 Day Blog Challenge

Tuesday, 7 August 2018
Siapapun yang membaca blog Talkativetya pasti sedikit banyak tahu beberapa hal tentang aku. Di postingan kali ini, aku mau buka-bukaan nih tentang 20 fakta seorang Tya. Apa aja sih? Langsung terusin aja bacanya  ya!


1. Anak pertama dari 3 bersaudara.

Tya itu adalah anak sulung dan kedua adikku itu cowok. Jadi bisa ngebayangin dong kalau dulu tuh aku super bossy sama adik-adiku. Apalagi aku suka kesel karena tidak diajak main bareng (yaiyalah, siapa juga yang mau ajak  kakak cewek main bareng?) Orangtuaku pernah cerita kalau dulu aku pernah minta mereka berdua dibuang aja karena bikin rumah berisik dan berantakan (whaat?) Segitunya yaa. Meskipun begitu aku tetap sayang kok sama mereka.

2. Pakai jilbab 2 bulan sebelum lulus SMA.

Keputusan memakai jilbab memang muncul mendadak. Entah gimana ceritanya, pokoknya tahu-tahu ada dorongan kuat untuk pakai jilbab. Akhirnya dengan pede aku pakai jilbab dua bulan sebelum kelulusan (tahun 2002). Banyak yang kaget dengan keputusan ini karena memang sebelumnya aku tomboi banget. Karena serba mendadak, aku tuh inget banget tidak punya baju seragam panjang dan jilbab. Mau beli juga tanggung kan karena sudah mau lulus. Alhamdulillah teman-teman Rohis di sekolah aku gercep menghibahkan beberapa seragam yang tidak terpakai dan juga jilbab. Terharu banget deh, ini salah satu kenangan yang tidak terlupakan.

3. Kalau ketawa selalu ngakak.

Nah ini nih yang dari dulu sampai sekarang tidak bisa diubah. Aku kalau ketawa ngakak bisa lupa diri aliastidak jaim. Kadang suka malu sendiri, terutama pas teman-teman lain ketawanya manis (ketawa feminin) sedangkan akunya ketawa sudah kaya orang gila. Tapi ya mau gimana, kalau ditahan nanti malah sakit perut. Iya tidak?

4.Tidak pernah punya kuku panjang.

SD aku waktu itu termasuk SD favorit dan punya peraturan ketat, salah satunya adalah kebersihan kuku. Kalau kami ketahuan punya kuku panjang sedikit aja, pasti penggaris sudah mendarat mesra di tangan (you know what I mean). Dari situ aku selalu memotong kuku aku sampai pendek dan jadi kebiasaan. Kebiasaan memotong kuku sampai pendek ini juga aku terapkan ke mas suami dan anak-anak.

5. Pakai baju harus matching.

Drama yang selalu terjadi setiap kali aku mau pergi, entah itu pergi kerja atau cuma sekadar hangout, adalah memilih baju. Kenapa jadi drama? Soalnya aku kalau pakai baju harus matching. Saking terobsesi-nya matching-in warna, aku sampai mengumpulkan pins di Pinterest tentang Fashion Color Scheme dan What to wear with color. So, you won't see me wearing mismatched outfit.

6. Kalau jalan kaki selalu ngebut.

Mungkin karena sejak kecil aku sudah diajarkan disiplin, ditambah lagi aku ikut Paskibraka, aku jadi terbiasa bergerak cepat. Jujur aku paling sebel kalau ada orang jalan santai gitu karena menurut aku mereka bikin aku jadi melambat. Alhamdulillah mas suami yang juga Paskibraka punya kebiasaan yang sama. Jadi kalau kamu jalan bareng aku dan aku jalannya lambat, berarti aku menahan diri untuk tidak melesat secepat kilat.

7. Ketemu suami lewat kontak jodoh online.

Banyak yang tidak percaya kalau aku bilang aku ketemu mas suami lewat kontak jodoh online. Tapi nyatanya kami memang kenalan via kontak jodoh online dan ternyata klop. Apalagi kami berdua sama-sama pernah jadi Paskibraka (mas suami dulu Paskibraka Nasional wakil Jakarta tahun 1998). Ini kalau mau diceritain panjang, jadi kalau kalian mau tahu ceritanya just give me a shout in the comment box ya.


8. Paling benci sama orang merokok dan asap rokok.

Fact yang satu ini kayanya tidak perlu dijelasin panjang lebar deh. Pasti sudah pada tahu kan kalau rokok dan asapnya itu sangat berbahaya bagi kesehatan? Sedihnya, orangtuaku itu merokok dan sampai sekarang aku masih belum bisa menghentikan kebiasaan merokok ini. Mentok-mentoknya ya hanya bisa mendoakan saja. Aku bersyukur mas suami tidak merokok jadi rumah kami bebas asap rokok. Kalau ada tamu yang datang mau merokok, kami persilahkan merokok di luar pagar rumah.

9. Bisa mengendarai motor tapi tidak punya SIM C.

Aku sudah bisa mengendarai motor sejak masih SMA tetapi hingga sekarang aku tidak punya dan tidak kepingin membuat SIM. Alasannya? Aku kalau malam tidak bisa melihat jalanan dengan jelas sehingga aku kuatir akan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Biasanya aku naik motor hanya sebatas ke mini market depan rumah aja.

10. Suka gadoin sambal.

Kalian pasti sudah tahu kalau aku memang pencinta makanan pedas. Tapi selain menyukai makanan pedas, aku juga suka gadoin sambal. Entah itu sambal terasi, sambal goreng, sampai cabe bubuk pun aku gadoin. Banyak yang kasih nasehat jangan terlalu sering makan makanan pedas karena kuatir nanti usus buntu, tapi bagaimana ya? Namanya juga suka. Hehehe.


11. Selalu sedia cabe bubuk di dalam tas.

Ini masih nyambung dengan fakta sebelumnya. Karena kesukaanku akan makanan pedas, aku selalu membaca cabe bubuk di dalam tas. Alasannya? Beberapa kali aku pergi ke restoran dan memesan menu makanan super pedas (kata mbak/mas-nya itu udah yang paling pedas) tetapi kenyataannya makanan tersebut tidak pedas (menurut versi aku). Disitulah cabe bubuk berperan penting. Aku bisa langsung tambahkan cabe bubuk sesuai selera dan tidak merepotkan mbak/mas pramusaji di restoran.

Baca juga:
What's in my bag?
What's in my makeup bag 2018

12. Es krim vanilla favoritku.

Kalau diminta untuk memilih rasa es krim favorit, aku pasti langsung menjawab vanila. Menurut aku es krim rasa vanila itu manis dan gurih. Nikmat deh! Apalagi kalau ditambahkan dengan berbagai macam topping.


13. Mulai belajar makeup tahun 2012.

Aku ingat pertama kali aku mulai belajar pakai makeup dengan serius adalah di tahun 2012. Waktu itu aku mengajar bahasa Inggris untuk staff di Mahkamah Konstitusi dan aku merasa kok aku ini dekil (kurang menarik dari segi penampilan). Apalagi pekerjaan aku waktu itu kan mengajar di lembaga negara yang formal. Jadi aku memutuskan untuk mulai belajar menggunakan makeup sedikit demi sedikit bermodalkan beauty blog dan tutorial di Youtube.

14. Kalau foto tidak pernah kelihatan gigi.

Saat sedang bermain sepatu roda, aku terjatuh cukup parah sehingga salah satu gigi depan aku gompal (patah sebagian). Hingga saat ini aku masih belum berani memperbaiki gigi aku ini (karena katanya gigi tersebut harus dicabut lalu dipasang jaket/crown, ngebayanginnya aja sudah ngeri). Jadi solusi paling mudahnya adalah kalau foto ya selalu mingkem.

15. Tidak mau beli baju dengan harga diatas 100 ribu.

Aku bukan orang yang brand-oriented dalam hal fashion. Kebanyakan pakaian yang aku miliki aku beli di toko pakaian biasa di pasar atau di pusat perbelanjaan seperti ITC dengan harga yang murah. Menurut aku, pakaian yang bagus itu tidak harus mahal dan bermerek. Yang penting untuk aku adalah pakaian tersebut nyaman digunakan dan modelnya cocok. Kalaupun aku membeli baju bermerek, aku biasanya menunggu diskon besar-besaran sampai harga bajunya dibawah 100 ribu. Alasan lainnya? Penghematan!

16. Kalau makan ayam goreng kulitnya dimakan belakangan.

Siapa yang doyan kulit ayam goreng? Kulit ayam goreng rasanya memang luar biasa sampai bisa menjadi sumber konflik kalau makan di restoran. Aku sendiri termasuk yang kalau makan ayam goreng, kulit ayamnya disisihkan dan baru dinikmati belakangan. Ini nikmat banget sih, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Apalagi kalau kulit ayamnya pedas dan dicocol dengan sambal.


17. Selalu datang tepat waktu (insyaAllah).

Kedisplinan yang diajarkan di rumah, sekolah, dan dari Paskibraka membuat aku terbiasa untuk datang tepat waktu (bahkan lebih awal). Aku ingat masa SMP dan SMA dulu, aku selalu jadi murid pertama yang datang ke sekolah (wong pas aku datang itu pagar sekolah masih digembok). Di kantor aku sekarang pun seringkali menjadi guru pertama yang datang. Enaknya datang awal/tepat waktu itu aku bisa santai sejenak dan kerja pun tidak terburu-buru.

18. Pernah punya ular peliharaan.

Di tahun 2008 dulu, ada cowok yang dekat dengan aku (mau PDKT) dan dia ini punya bisnis memasok binatang eksotik ke toko hewan di area Jabodetabek. Beberapa hewan eksotik yang dia pasok ini adalah tarantula, kalajengking, kura-kura, tokek, sampai ular. Nah entah awalnya gimana, aku dikasih satu ular sama dia untuk dipelihara. Ularnya jenis mono pohon Papua yang berukuran kecil, ular ini sering disebut juga ular gelang karena memang si ular senang melingkar di atas pagar (maksudnya di pergelangan tangan). Tapi peliharaan ular ini tidak bertahan lama karena aku didemo satu rumah. Anggota keluarga lainnya takut sama ular dan hampir setiap hari aku diomelin soal ular itu. Akhirnya aku memutuskan untuk mengembalikan si ular ke pemiliknya.

19. Makan sambil baca buku.

Aku memang punya hobi membaca. Membaca bagi aku adalah cara paling mudah untuk relaksasi. Entah awalnya bagaimana, aku punya kebiasaan makan sambil baca buku (atau baca buku sambil makan). Kebiasaan ini sudah aku lakukan sejak SD dulu. Banyak yang bilang kalau ini adalah kebiasaan buruk, tetapi sulit sekali menghentikannya. Aku mulai berusaha mengurangi kebiasaan ini, terutama kalau aku sedang makan bersama keluarga dan teman. Tetapi rasanya kurang nikmat, seperti ada yang kurang.

20. Tidak suka pakai aksesoris perhiasan.

Fakta terakhir tentang seorang Tya adalah aku tidak suka pakai perhiasan seperti cincin, anting, gelang, dan kalung terutama yang dari logam mulia seperti emas. Bahkan aku pun tidak menggunakan cincin nikah aku (mas suami juga tidak pakai sih). Alasannya aku suka ribet sendiri dengan perhiasan ini dan sayang juga kalau dipakai takut nanti lecet. Jadi perhiasan ini hanya aku simpan saja.

***

Ternyata banyak juga ya! Setelah membaca 20 fakta ini apakah kalian jadi lebih mengenal seorang Tya? Adalah fakta yang membuat kalian terkejut? Bagaimana dengan kalian? Adakah fakta tentang diri kalian yang orang lain tidak tahu? Share di kolom komentar ya!

Thanks for reading!

Michiyo Ramen - Potato Ramen Sehat dan Halal

Tuesday, 31 July 2018
Sebagai seorang pencinta masakan mie, tentu saja aku tidak pernah bosan makan mie dan mencoba menu masakan mie baru. Belakangan ini timeline social media aku lagi rame banget membahas tentang Michiyo Ramen, ramen buatan dalam negeri yang punya cita rasa kekinian. Tentu saja aku tidak mau ketinggalan mencoba ramen ini dong. Seperti apa sih Michiyo Ramen ini yang sukses bikin aku jatuh cinta? Langsung lanjut bacanya ya.


Michiyo Ramen diproduksi oleh PT Jakarana Tama yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Ada 4 rasa yang bisa kalian coba dari Michiyo Ramen ini, yaitu: Chicken Teriyaki, Beef Teriyaki, Chicken Mushroom, dan Beef Bolognese. Yang bikin aku terkejut luar biasa saat melihat kemasannya adalah: EH SUMPAH GEDE BANGET! Yes, kemasan Michiyo Ramen ini ukurannya besar sampai bikin bengong. Berat bersih Michiyo Ramen ini 185g dengan berat bersih ramennya sendiri 80g. Tidak hanya itu saja, foto di bagian depan kemasannya bikin kita langsung kebayang makan ramen itu.


Oya, kemasan Michiyo Ramen ini juga kokoh karena di bagian dalamnya diberi wadah plastik sehingga bentuk mie-nya tetap terjaga baik sebelum diolah. Masih soal kemasan, di bagian belakang kemasan seperti biasa tertera informasi nilai gizi dan juga cara mengolah Michiyo Ramen yang baik dan benar.



Michiyo Ramen ini punya 3 kelebihan yang insyaAllah tidak ditemukan di produk ramen siap saji lainnya, yaitu: 

1.Natural Ramen

Michiyo Ramen dibuat menggunakan pati kentang sebagai bahan utamanya. Bahan utama pati kentang ini menghasilkan tekstur mie yang lebih kenyal dan lembut saat dimakan. Inilah kenapa Michiyo Ramen disebut sebagai Natural Ramen, bukan mie instan ya. Dan tentu saja dari segi rasa, Michiyo Ramen ini jelas lebih enak. 

2. No Oil Frying Process

Kalian suka memperhatikan nggak kalau makan mie instan itu tuh bikin perut buncit dan berat badan cepat naik? Ternyata penyebabnya adalah proses penggorengan pada mie instan. Penggorengan ini bertujuan agar mie tetap awet, tetapi efeknya kandungan lemak jahat trans fat juga tinggi (ya iyalah namanya juga digoreng pake minyak). Nah, Michiyo Ramen ini diolah menggunakan teknologi tinggi tanpa proses penggorengan sehingga bisa menghasilkan ramen yang bebas kandungan trans fat (zero trans fat) dan tentu saja lebih sehat.  

3. New Technology

Michiyo Ramen ini bebas bahan pengawet lho. Rahasianya ada pada teknologi tinggi yang digunakan Michiyo Ramen, yaitu proses sterilisasi tinggi di suhu 120 derajat celcius sehingga ramennya bebas bakteri dan tetap fresh meskipun tidak menggunakan pengawet apapun.



Oya, Michiyo Ramen juga punya kelebihan lainnya yaitu sudah mendapatkan sertifikasi Halal MUI. Halalnya Michiyo Ramen ini tidak hanya sekadar dari bahan pembuatannya saja, tetapi sampai ke prosesnya dari awal hingga akhir semua halal. Alhamdulillah, makan Michiyo Ramen jadi tenang dan tentu saja lebih nikmat ya. Eits, masih ada kelebihan lain dari Michiyo Ramen yaitu toppingnya menggunakan REAL MEAT. Iya, ini nggak bohong lho beneran daging asli. Gimana nggak bikin ketagihan coba makan Michiyo Ramen.


Cara mengolah Michiyo Ramen juga sangat mudah dan praktis. Cukup masak ramen selama kurang lwbih 3-5 menit sampai tekstur ramen kenyal, tiriskan, lalu campur dengan bumbunya. Setelah itu, panaskan topping dengan cara direndam air panas. Biasanya agar lebih praktis, aku menggunakan air panas rebusan ramen. Setelah panas, tinggal tuang aja deh toppingnya di atas ramen. Michiyo Ramen lezat pun siap disantap. Biar nggak penasaran, langsung aja lihat review setiap varian Michiyo Ramen berikut ini. 

Chicken Teriyaki



Varian  pertama yang aku eksekusi adalah Chicken Teriyaki. Saus teriyakinya super melimpah dan rasanya pas di lidah. Perpaduan manis dengan asin yang gurih dan bikin nagih. Potongan daging ayamnya pun juga pas dan empuk. Untuk varian Chicken Teriyaki ini ada taburan pelengkap biji wijen dan nori (rumput laut) yang bikin rasanya makin aduhai. Oya, varian ini langsung jadi favorit mas suami. 

Beef Teriyaki



Berikutnya aku mencoba Beef Teriyaki. Berhubung aku sekeluarga termasuk jarang makan daging, reaksi pertama kami ketika melihat toppingnya adalah: “wow, besar ya dagingnya.” Hehe, iya senorak itu lah kami. Potongan daging sapinya tidak hanya besar tetapi juga empuk sehingga menambah kenikmatan saat disantap. Sausnya pun juga enak, apalagi kalau udah diaduk bareng sama ramennya. Kalau dibandingkan dengan rasa lainnya, Beef Teriyaki ini yang punya kandungan kalori paling besar yaitu 530 kkal. Tapi ya wajar sih soalnya kan pakai real meat. Varian ini merupakan favoritnya mas Deniz.

Chicken Mushroom



Next adalah Chicken Mushroom yang punya kandungan kalori paling rendah, yaitu 250 kkal. Perpaduan daging ayam dengan jamur dengan saus gurih membuat Chicken Mushroom langsung jadi favorit aku. Ini nggak bisa dituliskan dengan kata-kata, pokoknya enak deh!

Beef Bolognese



Varian terakhir yang aku coba adalah Beef Bolognese. Dari sejak sebelum dimasak, adik Zinan sudah ribut aja pegangin varian yang satu ini karena spagetti bolognese memang makanan favorit dia. Sepanjang proses memasak pun dia jingkrak-jingkrak sendiri (ekspresi kegembiraan gitu lho). Dari semua varian Michiyo Ramen, Beef Bolognese ini yang punya bumbu paling simple. Cuma topping dan pelengkap taburan keju aja. Awalnya sih sempat skeptis karena masa iya nggak ada bumbu lainnya. Ternyata aku salah besar saudara-saudari sekalian. Justru ini toppingnya gurih luar biasa. Dapet banget deh rasa bolognese-nya. Apalagi ketika sudah ditambahkan pelengkap taburan keju. Baunya tercium sampai ke seluruh bagian rumah. Saat disajikan, sudah jelas ini langsung jadi hak milik adik Zinan. Sampai-sampai kami mau menyicipi sedikit aja beneran cuma dikasih satu lembar ramen. 

*** 

Itu dia review Michiyo Ramen yang tidak hanya jadi favorit aku, tetapi juga favorit seluruh anggota keluarga. Menurut aku semua varian rasanya enak-enak lho. Wajib banget nyobain semuanya biar nggak penasaran. Bagi pencinta rasa pedas seperti aku, aku biasanya menambahkan potongan cabe rawit segar atau menggunakan taburan cabe kering pada Michiyo Ramen ini. Aku sengaja tidak menggunakan saus sambal agar tidak mengubah cita rasa Michiyo Ramen. 

Oya, Michiyo Ramen ini bisa kalian dapatkan dengan harga IDR 25.000. Harga yang menurut aku reasonable untuk sebuah ramen sehat, halal, bebas pengawet, topping melimpah, dan menggunakan real meat. Gimana? Pasti langsung kepingin makan Michiyo Ramen kan? Kalian bisa langsung Michiyo Ramen ini secara online di Tokopedia, Shoppe dan Bukalapak. Doakan juga semoga Michiyo Ramen ini segera tersedia di supermarket terdekat. Jangan lupa juga mampir ke sosial media Michiyo Ramen di Facebook, Twitter dan Instagram @michiyoramen ya. 

Happy eating!

Tips Tampil Menarik Saat Wawancara Kerja

Friday, 27 July 2018
Salah satu tanggung jawab aku sebagai Senior Teacher di tempat aku mengajar adalah melakukan wawancara kerja untuk para guru yang melamar. Selain kemampuan mengajar yang baik, pengalaman kerja yang sesuai, tentu saja penampilan juga menjadi salah satu poin penilaian dalam mempekerjakan seseorang. Apalagi kalau pekerjaannya yang memang harus berinteraksi dengan orang banyak, penampilan yang menarik menjadi nilai tambah. 


Tidak usah jauh-jauh, mas suami adalah contoh nyata dari pentingnya penampilan dalam pekerjaan. Sebelum memutuskan untuk resign, mas suami pernah bekerja di suatu perusahaan di Jakarta sebagai CSR (Customer Service Relation). Di perusahan ini, salah satu persyaratannya adalah grooming alias perawatan. Jadi mas suami harus berpenampilan rapi mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Alasannya? Selain agar terlihat profesional, grooming juga berperan agar client dan customer senang dan betah. Jadi setuju dong kalau aku bilang penampilan itu penting dalam melamar kerja? 

Untuk mendapatkan penampilan yang menarik saat wawancara kerja, ada beberapa langkah yang bisa kalian lakukan. 

1. Jaga kebersihan tubuh



Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum menghadiri wawancara kerja tentu saja menjaga kebersihan tubuh. Nggak lucu dong kalau udah dandan cantik dan pakai pakaian keren tetapi tubuhnya nggak bersih? Menjaga kebersihan tubuh juga bisa bikin kalian lebih percaya diri. Sesibuk apapun kamu, sempatkan untuk mandi sebelum wawancara kerja. Gunakan sabun mandi yang sesuai dengan jenis kulit. Jangan lupa juga untuk keramas agar rambut wangi dan tidak berminyak.  

2. Gunakan produk perawatan 



Agar penampilan lebih maksimal, gunakan produk perawatan yang sesuai. Tidak hanya wanita, pria juga perlu lho pakai produk perawatan. Beberapa produk perawatan pria yang bisa dikenakan adalah parfum dan deodoran. Alhamdulillah sepanjang pengalaman aku melakukan wawancara kerja, aku belum pernah bertemu dengan kandidat yang punya masalah dengan bau badan kurang sedap. Baik untuk pria maupun wanita, pilih parfum dengan wangi yang lembut dan tidak menyengat. Deodoran juga penting untuk menjaga agar ketiak tetap kering. Dengan begini, kamu pun lebih percaya diri. 

3. Atur rambut



Rambut juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum menghadiri wawancara kerja. Buat ladies yang memiliki rambut panjang, sebaiknya tata rambut dengan cara diikat atau dicepol. Selain itu, hindari penggunaan aksesoris yang terlalu berlebihan. Less is more. Ini juga berlaku untuk hijabers. Pilih jilbab polos dengan warna netral dan hindari model hijab yang rumit. Gimana dengan para pria? Produk perawatan pria untuk menata rambut seperti gel rambut memang bisa membantu menjaga agar tatanan rambut rapi sepanjang hari. Tetapi perhatikan penggunaannya agar tidak berlebihan. 

4. Pilih pakaian yang sesuai



Setiap perusahaan punya aturan tersediri dalam berpakaian. Beberapa perusahaan menerapkan gaya berpakaian formal, tetapi tidak sedikit pula perusahaan yang cukup longgar dalam hal ini. Jadi tidak ada salahnya kamu mencari tahu tentang bagaimana cara berpakaian di perusahaan yang kamu akan datangi untuk wawancara kerja.  Gunakan pakaian dengan warna netral seperti hitam, biru tua, dan abu-abu saat menghadiri wawancara kerja. Ini juga berlaku untuk sepatu, baik sepatu wanita maupun pria. Dan yang paling penting adalah kenakan pakaian yang nyaman. 

***

Itu dia beberapa tips praktis untuk tampil menarik saat wawancara kerja. Masih ada beberapa tips lainnya tetapi aku akan tuliskan di postingan berikutnya ya biar tidak kepanjangan. Oya, satu hal lagi nih yang penting dalam menghadiri wawancara kerja. Meskipun sudah pakai produk perawatan pria atau wanita dan tampil keren maksimal, kalau attitude (sikap) tidak dijaga tentu saja ini akan mengurangi penilaian di mata calon pemberi kerja. 



Bagaimana dengan kalian? Cerita dong pengalaman kalian saat melamar kerja. Apa hal yang paling berkesan saat menghadiri wawancara kerja? Apakah ada kejadian lucu, unik, atau mungkin sedih? Share di kolom komentar di bawah ini ya! Semoga tips ini bermanfaat untuk kalian semua para job hunter. 

Thanks for reading!

Maissy, Artis Cilik Inspiratif: Dari Ci Luk Baa ke Dokter

Tuesday, 24 July 2018
Sebagai seorang anak yang tumbuh di era tahun 90an, aku merasa beruntung karena dunia pertelevisian pada era tersebut bisa dibilang merupakan masa kecil yang indah. Mulai dari beragamnya acara kartun sampai acara anak yang selalu dinanti anak-anak di depan layar kaca. Tentu saja di masa itu sudah ada yang namanya artis cilik. Tetapi tanpa adanya kekuatan media sosial di masa itu, para artis cilik zaman old tersebut bisa menorehkan prestasi dengan modal talenta. Entah itu menyanyi, menari, sampai kemampuan akting.


Salah satu artis cilik yang waktu itu selalu aku nantikan penampilannya di layar kaca adalah Maissy. Hayo, siapa yang masih ingat dengan Maissy? Di tahun 90an, pemilik nama panjang Pramaisshela Arinda Daryono Putri ini adalah seorang penyanyi cilik yang punya penampilan khas dan gaya yang centil. Beberapa lagu Maissy yang hits di masa itu adalah Si Kuman Nakal dan Jumpa Lagi. Selain bernyanyi, Maissy juga menjadi pembawa acara Ci Luk Baa yang tayang setiap hari Minggu sore yang isinya bercerita tentang keseharian Maissy. 


Meskipun usiaku 6 tahun lebih tua dari Maissy (kaya yang kenal dan dekat aja sama Maissy, hehehe), aku tetap senang melihat penampilannya di tv waktu itu. Kalau ditanya alasannya apa, aku sendiri juga bingung deh. Mungkin karena pembawaannya yang ramah dan senyumnya yang manis itu yang membuat Maissy berkesan di mata aku. 

Ketika aku masuk SMP, aku sudah tidak mengikuti lagi perkembangan Maissy di tv. Ditambah lagi aku memang lebih senang membaca dibandingkan menonton tv. Paling aku hanya menonton tv di akhir pekan, itupun hanya untuk menonton beberapa acara kartun saja seperti Doraemon dan Detektif Conan. Jadi, ketika beberapa waktu yang lalu aku membaca berita tentang Maissy di salah satu media elektronik, aku pun terkejut! Gimana tidak? Maissy yang aku kenal sebagai seorang penyanyi dan artis cilik telah menjelma menjadi seorang dokter. 

Ternyata Maissy remaja meninggalkan dunia entertainment untuk fokus dengan pendidikannya. Di tahun 2008 Maissy menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan kini Maissy berpraktek sebagai dokter di salah satu rumah sakit di Jakarta. Maissy juga kini telah berhijab dan terlihat lebih cantik dan anggun. 


Menurut aku Maissy merupakan sosok artis cilik yang inspiratif. Dengan segala kesuksesan yang dia raih di usia belia, tidak mudah lho untuk meninggalkannya. Pasti banyak tawaran kerja seperti iklan, sinetron, acara tv, dan masih banyak lagi yang dia tolak. Di saat banyak artis cilik yang terus berusaha untuk tetap eksis di dunia hiburan hingga dewasa, Maissy menomor satukan pendidikan dan mengabdikan dirinya untuk masyarakat. 

Bagaimana dengan kalian, friends? Apakah kamu juga punya idola artis cilik zaman old yang inspiratif? Boleh dong di-share di kolom komentar di bawah ini. 

Thanks for reading! 

[TRAVEL] Kepulauan Seribu, Destinasi Wisata Alam untuk Liburan Keluarga

Friday, 20 October 2017
Happy Friday!

Kemarin malam ketika aku sedang merapikan file foto di komputer dan harddisk external, aku menemukan beberapa folder foto ketika aku sekeluarga pergi berlibur. Ternyata, terakhir kali kami pergi berlibur adalah ke pulau Belitung, mengunjungi kakak yang memang tinggal di sana sekaligus menikmati indahnya panorama pantai Belitung. Sayangnya cuaca kurang bersahabat ketika kami di sana. Dalam seminggu masa liburan kami, hampir setengahnya kami habiskan di dalam rumah karena hujan. Bisa dibilang liburan kami gagal, ditambah lagi adik Zinan waktu itu masih berumur satu tahun sehingga aku pun lebih sering repot mengurusi si kecil dibandingkan menikmati liburan. Yah namanya juga emak-emak, nggak ada istilah libur dari mengurus anak. 


Aku dan mas suami memang punya rencana untuk mengajak anak-anak berlibur, apalagi anak-anak sudah cukup besar. Bicara soal liburan, destinasi liburan kami nggak yang muluk harus ke luar negeri. Di Indonesia saja sudah cukup karena banyak destinasi wisata yang nggak kalah bagus dan menarik dengan yang di luar negeri. Berhubung dana liburan kami terbatas, kami mencoba mencari destinasi wisata yang tidak terlalu jauh. Pilihan kami jatuh pada Kepulauan Seribu yang masih merupakan bagian dari Ibukota Jakarta. 

Ayo Dukung Anak jadi Juara Hebat Kebaikan dengan Stimulasi Tepat

Friday, 23 June 2017
Happy Thursday!

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan berkah di mana semua aktivitas yang kita lakukan bernilai ibadah, bahkan hal kecil sekalipun. Semua orang berlomba-lomba melakukan kebaikan dan aktivitas yang bermanfaat, seperti menghadiri Bebelac Bloggers Gathering 'Juara Hebat Kebaikan’ yang diselenggarakan hari Sabtu, 17 Juni 2017 kemarin di Patio Trattoria & Pizzeria, Jakarta.


Tips Mudik Asyik bersama Mitsubishi New Mirage

Thursday, 18 May 2017
Happy Thursday!

Apa sih yang dinanti-nanti banyak orang ketika bulan puasa dan Lebaran? Yup, jawabannya adalah mudik. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tradisi mudik saat Lebaran ini menjadi suatu keharusan setiap tahunnya. Seperti kata pepatah, “Banyak jalan menuju Roma”, begitu juga dengan mudik. Banyak sekali opsi moda transportasi yang bisa digunakan untuk pulang ke kampung halaman. Mulai dari menggunakan kendaraan umum seperti bus atau pesawat, sampai menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil.


Keluargaku sendiri lebih senang mudik dengan menggunakan mobil, meskipun terakhir kali kami mudik sekitar 5 tahun lalu. Alasannya sederhana: mudik dengan mobil itu seru dan asyik! Surprisingly, hari Rabu tanggal 17 Mei 2017 kemarin aku mendapatkan undangan dari Komunitas ISB (@komunitasisb) untuk menghadiri acara talkshow yang diselenggarakan oleh Mobil123.com (@mobil123id) dan Mitsubishi Motors Indonesia (@mitsubishimotorsid) dengan tema “Seberapa Asyik Mirage diajak Mudik?” 

Cantik Tanpa Bekas Luka dengan Laderma Scar Repair Cream

Monday, 17 April 2017
Happy Monday!

Sepanjang hidup kita, entah sudah berapa kali kulit di tubuh mengalami luka. Mungkin ratusan kali, atau bahkan lebih. Dari sekian banyak luka, pastinya ada dong beberapa luka yang ngeselin alias menghilangkan bekas yang sulit dihilangkan. Nah, aku punya nih bekas luka yang mengganggu. Luka apa? Seperti apa bekas lukanya? Gimana ceritanya aku sampai mendapatkan luka itu? Lanjut terus ya bacanya.

Resolusi Blog di tahun 2017

Tuesday, 27 December 2016
Happy Tuesday!

Tidak terasa beberapa hari lagi kita akan meninggalkan tahun 2016 dan menyambut tahun baru 2017. Time goes by so fast!  Ada banyak sekali kenangan di tahun 2016 yang pastinya tidak terlupakan. Mulai dari kenangan manis, pahit, sedih. Komplit deh. Apapun itu, pasti banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kejadian di tahun 2016. Nah, bagaimana dengan tahun 2017. Di tahun baru ini aku memiliki banyak harapan dan goals yang ingin aku capai, terutama untuk blog ini. Apa saja resolusi blog-ku di tahun 2017?

Stimulasi Kecerdasan dan Rasa Peduli Anak dengan Menari dan Bernyanyi

Tuesday, 18 October 2016
Happy Monday! 

Memiliki anak yang cerdas tentu saja menjadi dambaan setiap orang tua, setuju? Pertanyaannya, anak yang cerdas itu seperti apa sih? Apakah seorang anak baru dikatakan cerdas ketika ia mendapatkan ranking 1 di sekolah? Ternyata tidak seperti itu lho. Menurut Howard Gardner, anak memiliki multiple intelligences atau yang kita kenal dengan nama kecerdasan majemuk. Ada 8 macam kecerdasan yang dimiliki anak yang harus distimulasi. Sayangnya, salah satu kecerdasan yaitu Kecerdasan Musikal sering dianggap sepele dan kurang distimulai. Padahal Kecerdasan Musikal ini bisa membantu perkembangan anak dan merangsang kemampuan kognitif dan psikososial lho. 


Hari Minggu lalu, tepatnya pada tanggal 9 Oktober 2016 di Sleepy Head Coffee Jakarta, Bebelac menggelar Sunday Brunch with Bebelac dan menghadirkan psikolog dari Rumah Dandelion untuk membahas tentang pentingnya stimulasi menari dan bernyanyi ini. Buat semua ladies, baik yang sudah menjadi ibu ataupun calon ibu wajib nih simak baik-baik. 

Auto Post Signature