Top Social

Showing posts with label Menulis. Show all posts
Showing posts with label Menulis. Show all posts

Beauty Blogger, Yuk Asah 5 Skill berikut ini!

Sunday, 15 April 2018
Belakangan ini dunia digital influencer semakin berkembang. Banyak blogger-blogger dan influencer baru di media social bermunculan dengan ciri khasnya masing-masing. Aku sendiri sebagai seorang blogger (semoga sudah cukup pantas disebut sebagai blogger) tentu senang karena ini berarti ngeblog dianggap sebagai kegiatan yang berfaedah, bukan lagi sekadar tempat curhat tidak jelas. Ditambah lagi banyak perusahaan yang semakin menyadari kekuatan blogger dalam membentuk opini, sehingga ini membuka peluang bagi para blogger untuk bekerja sama. 

Namun semakin banyaknya blogger (dan juga influencer) membuat persaingan lebih ketat. Bisa jadi saat ini kita terkenal, tapi dalam waktu singkat sudah dilupakan dan digantikan oleh orang lain. Bagi mereka (blogger dan influencer) yang mungkin hanya mengandalkan luxurious lifestyle tanpa ada keunikan atau ciri khas, siap-siap saja dihempas manja sama Syahrini. Maksudnya mereka akan dengan cepat ditinggalkan oleh followers-nya ketika mereka sudah bosan. Hal ini juga disampaikan oleh mas Tuhu Nugraha pada workshop Digital Influencer Fenomena & Strategi Kreatif  yang diadakan pada acara BCC BloggerDay 2018. 

Baca juga:

Mas Tuhu Nugraha mengatakan bahwa untuk bisa bertahan dan bersaing, seorang blogger dan influencer perlu memiliki nilai tambah. Nilai tambah yang dimaksud di sini adalah skill atau keahlian khusus. Dengan memiliki keahlian khusus, seorang blogger bisa menciptakan lahan pekerjaan baru dan tidak melulu mengandalkan endorsement, paid review, atau content placement

Di workshop yang diselenggarakan di Ashley Hotel Jakarta ini, mas Tuhu juga sedikit menyinggung tentang 9 ide model bisnis yang bisa dilakukan oleh seorang blogger. Beliau juga sudah menuliskan tentang ini di blog beliau. Jujur, materi workshop dan tulisan mas Tuhu mengenai model bisnis ini sangat membuka mata aku. Banyak pertanyaan yang muncul di kepala: “mau sampai kapan ngerjain paid review?” “emangnya bakalan terus kuat mondar-mandir menghadiri event?”. Belum lagi ada ketakutan akan umur yang semakin bertambah. Sebagai seorang blogger yang fokus pada niche beauty, aku sangat sadar kalau brand tentu lebih memilih influencer dan blogger yang masih kinyis-kinyis seperti daun lalapan segar.



Lalu bagaimana kita menghadapi persoalan ini? Ya tentu saja dengan menambah keahlian khusus (skills) seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Bicara tentang upgrade skill ini, sebetulnya banyak sekali keahlian yang bisa kita gali dan kembangkan. Sky is the limit, alias tidak ada batasan. Namun menambah skill yang sesuai dengan passion dan niche blog kita pastinya akan lebih mudah dan menyenangkan. Setuju? Untuk para beauty blogger, ada beberapa keahlian yang bisa kalian coba dan kembangkan. 

1. Menulis di luar blog

Yang namanya blogger tentu sudah tidak asing dengan menulis. Namun menulis yang dimaksud di sini adalah menulis di luar blog. Sebagai seorang blogger yang menulis untuk blog kita pribadi, kita bebas berekspresi dengan gaya bahasa apapun dan bebas membahas apapun yang kita suka. Well, dunia menulis tidak selebar daun kelor. Ada banyak sekali jenis tulisan yang mungkin belum pernah kita coba seperti copywriting, storytelling, atau penulisan reportase. 


Pengalaman aku saat menjadi salah satu kontributor The Journal IFEX tahun 2018 ini, aku ‘dipaksa’ untuk keluar dari zona nyaman. Seorang Tya yang selama ini selalu menulis tentang kecantikan dengan gaya santai, mendadak menulis dengan gaya reportase 5W+1H. Beban pun bertambah karena menulisnya harus dalam Bahasa Inggris dan dengan tema yang khusus berkaitan dengan furniture (kebayang dong dari yang biasanya nulis tentang lipstick mendadak nulis tentang produk rotan). Aku belajar banyak dari pengalaman ini, mulai dari teknik wawancara, gaya bahasa, sampai proses editing sebuah tulisan. 

A post shared by Atisatya Arifin | Blogger (@atisatyaarifin) on

Lalu bagaimana kita bisa mengasah skill menulis ini? Banyak caranya kok. Mengikuti workshop menulis adalah salah satu cara yang bisa kalian coba. Selain itu, banyak membaca juga penting untuk melihat perbedaan gaya penulisan. But the most important thing is PRACTICE. Berlatih menulis dengan gaya penulisan yang out of comfort zone tentu akan terasa berat di awal, tetapi dari banyak berlatih ini kita akan terbiasa dan kualitas tulisan pun meningkat. Nah kalau tulisan sudah bagus, tentu kita bisa menjual skill ini dan membuka peluang kerja yang lebih luas. 

2. Makeup Artist 

Skill yang kedua ini sangat erat dengan dunia kecantikan. Profesi Makeup Artist (MUA) adalah profesi yang menjanjikan dan sustainable. Gimana nggak menjanjikan? Bayaran seorang MUA yang sudah terkenal seperti Anpasuha, Bubah, dan Petty Kaligis bisa jutaan lho dalam sekali merias. Belum lagi kesempatan merias orang-orang penting atau selebriti. Sedangkan sustainable atau berkelanjutan ya sudah jelas karena selama masih ada jomblowan dan jomblowati, pasti ada pasangan yang menikah. Coba deh hitung dalam satu bulan pasti ada dong undangan nikahan. Apalagi kalau udah musim nikahan, dalam sebulan kamu bisa dapat lebih dari 3 undangan. 


Di hari spesial, si pengantin pasti mau tampil secantik-cantiknya dan disinilah MUA mendapatkan penghasilannya. Tidak perlu takut rebutan sama MUA lainnya karena kebudayaan di Indonesia itu sangat beragam, jadi tema pernikahannya pun juga macam-macam. Ada yang menikah dengan menggunakan adat Jawa (seperti aku dulu waktu menikah), adat Sunda, dan adat daerah lainnya. Ada juga yang menikah dengan tema internasional.  Apakah seorang MUA hanya merias pengantin saja? Tentu tidak dong, klien seorang MUA juga beragam mulai dari anak SMA yang mau prom night, mereka yang mau lamaran atau tunangan, sampai mereka yang mau datang ke nikahannya mantan. MUA pun juga sering bekerja sama dengan brand kosmetik baik untuk memberikan workshop atau menjadi brand ambassador. Seru kan? 


Untuk menjadi seorang MUA profesional memang perlu waktu, modal, dan kerja keras. Beberapa teman beauty blogger aku pun ada yang menjadi MUA dan sedang belajar menjadi MUA (seperti bu dokter Amanda Anandita. Semangaaat!). Tapi percayalah, semua akan terbayar ketika sudah menjadi MUA yang kompeten dan profesional. 

3. Belajar Fotografi 

Sebuah tulisan akan lebih menarik apabila didukung dengan foto yang sesuai. Bagi seorang beauty blogger, foto memiliki peran yang penting. Bayangkan apabila kamu membaca suatu ulasan produk kecantikan seperti lipstick tetapi fotonya kurang menarik atau bahkan gelap dan berbayang? Tentu kamu akan langsung klik close tab di browser kamu. 


Kualitas foto yang baik tidak hanya bisa membantu meningkatkan traffic blog kamu lho. Dengan mengasah skill fotografi, kamu bisa membuka banyak peluang baru di luar blogging. Sebagai contoh, ada beauty blogger Jennifer Tan (@jennitanuwijaya) yang punya jasa foto produk dan sewa studio di Jakarta bernama Cloud Studio (@cloudstudio_id). Asyik kan dari hobi foto untuk ngeblog terus bisa dipakai untuk mendapatkan penghasilan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk belajar fotografi seperti bergabung dengan komunitas fotografi, mengikuti workshop dan kursus fotografi. Selain itu tentu saja kita perlu banyak berlatih untuk mendapatkan foto yang berkualitas. 

4. Interpersonal Skill

Tulisan adalah cara seorang blogger mengomunikasikan ide dan pendapatnya. Tapi blogger juga manusia (mendadak nyanyi ala Seurieus Band) yang tentu juga perlu interpersonal skill alias kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Apa sih susahnya berkomunikasi dengan orang lain? Kan tinggal cuap-cuap aja. Ternyata, berkomunikasi itu tidak semudah yang kita kira. Contoh Interpersonal skill sendiri ada berbagai macam seperti Listening (mendengarkan), Communication (komunikasi), Leadership (kepemimpinan), Motivation (motivasi), Respect (menghormati orang lain), Conflict Management (manajemen konflik), dan masih banyak lagi.


Apa sih pentingnya meningkatkan interpersonal skill? Dengan interpersonal skill yang baik, kita bisa memiliki hubungan yang baik dengan individu lainnya dan dengan kelompok. Selain itu, interpersonal skill bisa membantu menunjang karir yang kita miliki misalnya dengan memiliki good leadership kita bisa mendapatkan promosi naik jabatan. Bagi seorang blogger, interpersonal skill membantu dalam menjalin hubungan baik dengan blogger lainnya, agency, dan juga brand. Dengan interpersonal skill yang baik, kita akan diingat sebagai sosok yang ramah dan baik. 

5. Web skills 

Terakhir nih, keahlian yang menurut aku perlu untuk dipelajari seorang beauty blogger dan blogger pada umumnya adalah web skill. Beberapa keahlian yang masuk dalam web skill versi Tya adalah belajar SEO (Search Engine Optimization), coding, web dan blog designing, dan infographic.


Dengan mempelajari skill yang berkaitan dengan blog/web, kita bisa meningkatkan kualitas blog kita. Misalnya dengan SEO kita bisa membuat traffic blog meningkat. Sedangkan blog dan web designing dan infographic bisa membantu agar blog terlihat lebih menarik sehingga pembaca pun betah berlama-lama di blog kita. Kalau skill sudah oke, tidak menutup kemungkinan kita bisa menjadi trainer workshop atau mendapatkan kerjaan/project yang berkaitan dengan skill tersebut. 

Web skill ini bisa diasah dengan cara mengikuti berbagai workshop (baik yang gratisan maupun berbayar). Kita juga bisa belajar secara otodidak karena banyak sekali situs dan video yang membagikan ilmu secara cuma-cuma. 

*** 

Itu dia lima skill yang menurut aku bisa dikembangkan oleh seorang beauty blogger. Dengan skill tersebut, kita bisa bersaing dengan para blogger lainnya dan juga membuka peluang seluas-luasnya di luar dunia blogging. Dari kelima skill yang aku sebutkan, saat ini aku sedang mendalami interpersonal skill dan menulis di luar blog. Bagaimana dengan kalian? Adakah skill yang sedang kalian dalami juga? Atau mungkin kalian punya rekomendasi skill yang perlu dipelajari seorang beauty blogger? Share di kolom komentar ya! Siapa tahu rekomendasi kalian bisa menginspirasi aku dan blogger lainnya. Last but not least, never stop learning! 

Thanks for reading! 

[BLOGGING 101] Tips Mencegah Plagiarisme pada Blog

Sunday, 6 September 2015
Assalamualaikum, ladies!

Belum hilang dari ingatan tentang beberapa beauty blog yang diretas oleh oknum tidak bertanggung jawab (baca artikel dan bagaimana cara melindungi blog kamu dari hackers di sini), kini dunia beauty blogger dikejutkan dengan adanya blogger yang mencatut foto beauty blogger lain dan menggunakannya di dalam blog-nya tanpa ijin si empunya. Aduuh, pusing deh pala barbie!

Apa yang dilakukan blogger kurang ajar itu termasuk dalam tindakan plagiarisme. Apa sih plagiarisme? Bagi kamu yang berstatus mahasiswa, pasti nggak asing dengan kata ini yang yakin banget sering diomongin oleh para dosen setiap kali ada tugas makalah. Plagiarisme adalah tindakan menjiplak/menyalin suatu karya dari orang lain dan membuatnya seolah-olah itu menjadi milik si plagiator/penjiplak (sumber: Wikipedia). Dalam kasus yang baru aja terjadi ini adalah foto yang digunakan ternyata milik blogger lain. 

Bagiku, plagiat tak ada bedanya dengan pencuri. Kenapa? Karena plagiat seenak udelnya mengambil milik orang lain tanpa ijin. Ini sudah betul-betul kurang ajar. Di luar negeri, apabila seseorang terbukti melakukan plagiarisme, maka orang tersebut dapat dituntut. Di Indonesia sendiri plagiarisme sudah mulai ditanggapi dengan serius, terutama di ranah akademis. Sayangnya, untuk karya cipta yang beredar di dunia maya, seperti blog ini, masih sangat minim sekali pengamanannya.


Lalu bagaimana cara kita, para blogger, melindungi karya cipta kita dari plagiarisme? Berikut adalah tips mencegah plagiarisme blog.

[BLOGGING 101] 8 Tahap Artikel Menuju "Published"

Sunday, 2 August 2015
Assalamualaikum, ladies!
(dan mungkin gentlemen yang juga baca blog ini)

Sebagai blogger yang masih pemula, aku berusaha mencari sebanyak mungkin informasi dan belajar dari para blogger senior dan teman-teman blogger lainnya. Ternyata dunia blogging nggak se-simple yang terlihat. Bagi kalian yang membaca postingan ini, mungkin kalian berpikir kalau tulisan ini ditulis dengan santai sambil ngopi (atau ngeteh), diiringi alunan lagu slow dari Sam Smith, sembari multi tasking melakukan aktivitas lainnya. Lima belas menit kemudian, voila! Tulisannya sudah di-publish!  

Oh, no no no. Kenyataannya tidak seperti itu lho. Butuh usaha yang tidak sedikit hingga suatu tulisan bisa ditayangkan di blog. Aku pribadi butuh waktu yang banyak untuk menyusun apa yang akan aku tulis, materi apa yang menarik atau sedang ngetrend, dan gambar atau foto apa yang cocok. Tidak jarang aku membuat mind map dan menuliskan to-do list. Semua ini belum termasuk mencari waktu senggang untuk menuliskan semua ide dan juga melakukan proof reading terhadap postingan yang akan tayang.

Bagi kamu yang penasaran apa saja sih yang aku lakukan hingga tulisan ini bisa di-publish? Yuk kepoin bareng-bareng.


8-tahap-suatu-artikel-ditulis-hingga-dipublish

Bioderma Blog Competition - Hore! Aku menang!

Monday, 13 April 2015
Hello, girls! 

Masih ingat postingan aku tentang keseruan acara Bioderma Skin Class yang aku ikuti bulan lalu? (belum baca? klik ini Event Report - Bioderma Skin Class) Nah, semua peserta yang menghadiri acara tersebut boleh mengikuti kompetisi menulis di blog. Di dalam tulisan tersebut. Kita harus menceritakan tentang serunya acara Bioderma Skin Class dan juga informasi tentang produk Bioderma yang yahud dan sudah terkenal ke seluruh dunia, yaitu Bioderma Sensibio H20. 


Tentu saja aku sangat bersemangat mengikuti kompetisi menulis ini karena selain memang aku ingin sharing informasi yang aku dapat selama mengikuti acara Bioderma skin class, aku juga ingin semua orang tahu se-seru apa sih acaranya. Apalagi hadiahnya menggiurkan, yaitu Personal Skin Treatment Program senilai IDR 700,000 lebih! Bagi kamu yang penasaran, silahkan cek langsung posting event report Bioderma Skin Class di sini

Liebster Award

Thursday, 22 August 2013
I've been writing blog since I was in college but it wasn't serious. I guess it was because I haven't found my passion yet. Now, I'm trying to write on my blog regularly in between my tight schedule (yes, imagine being a house wife, a mother, and also a teacher. It's quite tiring). Lately, I've been writing about beauty and stuffs ^.^

Suprisingly, I've just been nominated for Liebster Award! It was Lova Cloverina who nominated me. Thanks sis! Honestly, I have no idea what this award about until I googled it and found out that this award rocks! It's a great way to know your fellow bloggers who share same interest and support each other. 
The Liebster Award is given to up and coming bloggers who have less than 200 followers. So, what is a Liebster?  The meaning: Liebster is German and means sweetest, kindest, nicest, dearest, beloved, lovely, kind, pleasant, valued, cute, endearing, and welcome. Isn't that sweet? Blogging is about building a community and it's a great way to connect with other bloggers and help spread the word about newer bloggers/blogs.

Here are the rules for receiving this award:
  1. Link back to the blogger who nominated you
  2. Answer the 10 questions asked by the blogger who nominated you
  3. Choose 10 bloggers who have under 200 followers and nominate them
  4. Come up with 10 questions to ask the chosen bloggers  
  5. Go to your nominees' blogs and notify them
I'm very flattered to get this award from sis Lova Cloverina. I hope we can be close friends by blogging our mind! ^.^ Again, thanks a bunch!
 ***
Here are my answers to sis Lova's questions! 


1. Describe yourself in 3 words!
Talkative, Tender, and Tough (they all start with letter T! which represent my name 'Tya')


2. Favorite activities to do in your spare time?
Reading, reading, and reading! It's my getaway whenever I have spare time. I read mostly everything, from novels to comics. 

3. Beach or mountain? Why?
Definitely BEACH! Beaches are obviously more breath-taking than mountains. I love how the wind blows my face with fresh air, dive and snorkel at the sea, and I don't mind having sunburn. ^.^  I guess I found out that I prefer beach than mountain when I was in college. Since i'm majoring in Biology, we did have lots of activities outdoor at beaches and mountains and I felt more thrilled when we went to the beach!. Besides, I always get bad experience in mountains T.T 

4. Describe your fashion style!
Colour-matched and chic. I need to dress practically because as a teacher, I not only teach adults but also children. So I try to dress comfortably (when teaching children) yet still fashionable (to teach adults).And it must be colour-matched!  


5. Favorite fashion designer(s) and brand(s)?
I have no favourite designers neither brands. I have a philosophy that it doesn't have to be expensive to be pretty. Most of my clothes are bought either in ITC or street vendors. I have a favourite shop in ITC where all the clothes are only 38.000 IDR! and they look great! Nobody believes that my clothes are less than 50.000 IDR. They always think I buy those at boutiques or department stores. I never buy clothes in department stores unless they give more than 50% discount!

6. Skincare and/or makeup products that you can not live without?
Liquid eyeliner, e.l.f Eyebrow Kit, My Konjac Sponge,  

7. If you can only bring 3 items with you on a deserted island, what’d you bring?
 My Victorinox Swiss Army knife (I learnt a hard lesson when I was in college to bring this wherever I go. It's one of the basic survival kit), sarong, and mosquito repellent. 

http://my-lovely-sister.blogspot.com/

9. Thing(s) you learned recently? (like new recipes or new makeup looks ^^)
Lately, I've been learning how to apply eye shadow using different shades. That's why I invest in eye palletes and eye brushes. 
 

10. Lifetime wish(es)?
I hope someday I can go to Makkah with my husband and children and publish my own poetry book (I've been writing poems but it's kinda difficult to publish this genre in Indonesia).

BLOGS I NOMINATED FOR LIEBSTER AWARD:
  1. Dine Aisyah http://sistersdyne.blogspot.com
  2. Thika http://le-flame.blogspot.com
  3. Lova Cloverina http://cloverina.blogspot.com
  4. Wulan Putri http://wulanbelajar.blogspot.com/
  5. AnisFRD http://beautynothebeast.blogspot.com
  6.  
  7.  
  8.  
  9.  
  10.  
AND HERE ARE MY QUESTIONS TO YOU! 
  1. Tell 11 Fun Facts about yourself!    
  2. How much time do you spend per week on your blog?   
  3. What’s something you regret, and how would you change it if you could?    
  4. Who/what's the biggest influence in your life?    
  5. Flat shoes, High heels, or wedges? Why?   
  6. Which one do you prefer? local brand cosmetics or non local? why?  
  7. If you could have any super power, what would it be, and why? (yep. I totally just went for a classic.)    
  8. Are you a morning person or night person?   
  9. If you could live anywhere in the world, where would it be? why?    
  10. What's something you find annoying? 


    Please lemme know if you have answered my questions. I'd love to read it and get to know well about fellow bloggers. Thanks! 

    [DIY] Felt flower to fix my beloved Crocs Hanalei ^.^

    Monday, 11 February 2013


    Aku ini punya kaki yang aneh. Aneh karena apapun sepatu atau sandal yang aku pakai, pasti rusak dalam waktu singkat. Entah sol-nya lepas atau jebol, talinya putus, karetnya kendor, bahkan sampai hak-nya copot. Sebagian merek sepatu udah pernah aku coba, mulai dari produksi luar sampai merek luar negeri. Sebut aja Bata, Yongki Komaladi, Bucherri, Fladeo, Kickers, Otha, bahkan merek-merek yang nggak jelas sekalipun. Tapi ya itu, nggak ada yang bisa bertahan lama. Kalo kata suamiku yang ganteng itu, kaki aku emang aneh dan kalau jalan pun grasak grusuk. Whatever...

    Alhamdulillah, pertengahan tahun lalu aku memantapkan diri untuk nyoba Crocs. Pilihanku jatuh pada model Hanalei yang berhak wedges dan berwarn netral. Sempet dagdigdug juga sih beli sepatu ini. Waktu itu belinya online dan kuatir nggak pas ukurannya. Pas sepatunya sampe, ternyata pas banget! Horeeee! Selain itu enak dipake dan nggak bikin pegel. Seneng banget deh. Starting that day, Crocs are my fave shoes! Dipake ngajar seharian, nanjak jalanan komplek, sampe ngejar-ngejar bis nggak berasa pegel lho! Pokoknya top markotop.

    Karena crocs aku ini warnanya creme, jadilah kalo kena becek atau kotor kelihatan banget. Biasanya crocs ini aku rendam pake bayclin dan aku sikat. Sebulan lalu, entah karena kadar bayclin yang terlalu pekat (crocs-ku kotor banget karena naik motor dan hujan-hujanan), kain kanvas-nya sobek! Awalnya sih aku cuek aja, lama-lama kok lubangnya makin besar ya?? Sampai akhirnya minggu lalu, pas aku cuci lagi crocs itu, lubangnya semakin besaaaaar.... OMG! 

    Lumayan stress ngeliat lubang di crocs-ku itu. Pertama karena aku nggak punya sepatu serep untuk ngajar. Kedu karena hanya sepatu itu yang nyaman dipake seharian. Sempet kepikiran untuk beli lagi, cuma sialnya nomor telepon ol shop yang jual crocs itu raib entah kemana. Terus ngecek harga di ITC ternyata muahal sekali, beda jauh sama beli di online shop. 

    Dan hari Selasa lalu, entah kenapa aku kepikiran bros-bros handmade-ku yang berserakan di rumah. Maklum nggak ada waktu lagi untuk ngerjain pesenan bros. Tiba-tiba aja terlintas ide kenapa nggak aku tempel aja bros-ku di lubang crocs?? It's gonna be a fashion statement! Akhirnya, aku ubek-ubek isi box bahan kain bros-ku dan ketemu kain flanel warna hitam. Hmmmm, dibikin model apa yaaa?? Setelah utak atik sana-sini, akhirnya jadilah bros yang akan aku tempel di crocs-ku. Ini hasilnya.... Tadaaaaa! Lucu kaaan?? 

    Ayo dong nulis lagi!

    Wednesday, 5 December 2012
    "Tya, kapan lo nulis review lagi?""Bu, kok blog-nya nggak pernah di-update sih?"

    Dua pertanyaan itu belakangan ini emang sering banget seliweran diantara aku dan teman-teman. Emang bener banget, kalo dilihat dari history blog ini, terakhir aku posting tulisan itu bulan Mei. Bulan Mei sodara-sodara! Gila, itu berarti udah lebih dari setengah tahun yang lalu. Ck ck ck....



    Terus, jawabannya apa dong dari pertanyaan itu?

    Pertama, sempet kesel dengan tampilan blog-ku yang selalu bermasalah kalo di-edit. Suer! sebelnya sampe ke ubun-ubun. Mungkin orang lain akan bilang, "Yaelah, timbang tampilan aja dipermasalahin,". So sorry to say, but IT IS IMPORTANT to me, at least.... karena aku orang yang visual. I can spend hours trying to edit this blog....Huff 

    Kedua, waktunya terbatas sekali. Eh, aku udah cerita belum sih kalo sekarang aku kuliah lagi di Universitas Terbuka, jurusan Sastra Inggris penerjemahan. Nah, ternyata kuliah itu menyita waktu banget! Meskipun dengan sistem online dan tanpa pertemuan tatap muka, aku tetap aja keteteran bagi waktu. Harap maklum, aku ini sudah berkeluarga, bersuami satu (yaeyalaaah, emang mau berapa suaminya???? >.<) dan beranak satu, plus kerja juga, jadi begitu ada waktu senggang, pasti dipakai untuk istirahat sambil baca buku....

    Ketiga, hhmm, apa ya? Kayanya nggak ada deh alasan ketiga. Kalau soal ide dan cerita yang mau di-sharing sih banyak banget! jadi it's not a problem. Yap, hanya dua alasan itu yang menyebabkan aku jarang nulis lagi.... Sebenernya sih, dua alasan itu tidak bisa juga dijadikan alasan yang kuat. Maluuuu deeeh..... kalau emang udah niat nulis mah pasti jadi aja postingannya.... Hiks...

    Okay, gak usah ditangisi yang sudah lewat, sekarang aku janji akan lebih sering lagi nulis di blog ini. Semoga siapapun yang baca blog ini bisa nyemangatin aku yaaa....

    Wish me luck! d^.^b

    P.S. ini beberapa postingan yang akan aku tulis:

    1. Review Maybelline mascara Magnum VS. Cat Eyes (yang doyan maskara mesti mampir!)
    2. Review maskara Relian (yang serasa pake bulu mata palsu)
    3. Review eyeliner Robutan (produk Jepun nih...)
    4. Derita nurunin berat badan (what??!) 

    Tya dan Menulis (1)

    Tuesday, 14 July 2009

    Tya dan Menulis?? Apa hubungannya??

    Tentu ada dong, hubungannya sudah berlangsung sejak seorang Tya masih anak kecil. Masih di bangku sekolah dasar, tepatnya. Tya kecil memang sudah menggemari menulis. Mungkin ini disebabkan oleh faktor genetik juga, Daddy-nya Tya itu dosen komunikasi di FISIP UI, jadi saban hari Tya kecil sudah dicekoki dengan beragam bacaan. Dari membaca itulah Tya kecil jadi suka nulis-nulis. Mulai dari menulis diari yang norak abis sampai bikin puisi.

    Pengarang favorit Tya kecil (sampai sekarang juga sih...) adalah Enid Blyton. Tya kecil ingat sekali waktu Daddy-nya membelikan 6 jilid novel Enid Blyton yang judulnya "Malory Towers". Wah, itu buku nggak ada yang ngalahin deh! Bisa dibaca sepanjang masa! Selain itu, masih banyak buku-buku lainnya, juga komik. Eh, tapi komiknya nggak sembarang komik lho. Komiknya tuh Tintin, Lucky Luke, dan berentet judul lainnya. Ah, Daddy-nya Tya emang baik banget deh!

    Beranjak remaja, Tya remaja nggak ikut-ikutan baca majalah cewek seperti teman-temannya yang lain. Kata Tya remaja "Gak asik, isinya iklan melulu, mending baca Bobo." Bobo? Tya remaja suka baca Bobo? Betul banget! Tya remaja tidak terpengaruh sama teman-temannya. Bacaan setianya adalah Bobo (hingga sekarang pun bundelan Bobo itu masih tersimpan rapi di gudang). Makanya, Tya remaja pada waktu itu nggak gaul banget deh! dandanannya nggak fashionable. Gak up-to-date. Hihihi.... Tapi biar begitu, Tya remaja tidak menyesal lho. Tumbuh besar bersama Bobo benar-benar membuat hidup Tya remaja damai sentosa. Membaca cerpen-cerpen yang dimuat di Majalah Bobo benar-benar merupakan kebutuhan.

    Dari remaja, Tya sudah mulai menulis puisi. Beberapa puisinya dipuji sama guru bahasa Indonesia. Tapi hanya sebatas itu saja. Sedihnya, buku yang berisi kumpulan puisi Tya remaja hilang. Entah kemana, apakah diambil orang atau tak sengaja terbuang. Sampai detik ini, Tya dewasa masih suka menyesali buku puisi yang hilang itu.

    Beranjak dewasa, Tya makin gencar menulis. Apalagi waktu di SMA, guru bahasa Indonesianya sangat mendukung. Jadilah Tya produktif menulis puisi. Tiada hari tanpa membaca buku. Sementara teman-temannya asyik membaca novel-novel remaja dan manga, Tya waktu SMA lebih sering menghabiskan waktu istirahatnya di perpustakaan, membaca roman-roman melayu dan sastra pujangga lama. Semua dilalap habis. Itulah bekal seorang Tya dalam menulis ke depannya.

    Memasuki dunia kuliah, Tya sempat vakum dalam menulis 3 tahun lebih hingga ia bergabung dengan komunitas penulis di dunia maya. Dari komunitas inilah, Tya mendapatkan sahabat-sahabat penulis yang terus mendukung dan menyemangatinya untuk terus menulis. Dan jadilah seorang Tya produktif kembali dalam menulis, khususnya puisi.

    bersambung....

    Auto Post Signature