Top Social

Showing posts with label My Family. Show all posts
Showing posts with label My Family. Show all posts

Art in the Montessori Environment bersama Nippon Spot-less Plus

Saturday, 15 September 2018
Art in the Montessori Environment bersama Nippon Spot-less Plus. 



“Mommy, ade Zinan lagi gambar keren nih! Sini deh,”

Aku yang saat itu sedang bekerja di kamar langsung keluar dan langsung disuguhi pemandangan luar biasa. Ternyata adik Zinan menggambar bukan di kertas tetapi di dinding! Aduh, rasanya tuh nano-nano. Mau marah tapi ya namanya juga anak kecil yang sedang mengekspresikan diri lewat karya seni. Mau dipuji tapi kok ya ngenes melihat dinding rumah penuh coretan. Aku yakin banget pasti para moms juga pernah berada di posisi ini kan? 


Anak-anak terutama di usia dini (usia 0-6 tahun) bisa dibilang adalah individu yang unik karena mereka sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan dari berbagai aspek, mulai dari aspek fisik, kognitif, sosioemosional, kreativitas, bahasa dan komunikasi. Salah satu cara untuk membantu perkembangan anak adalah dengan cara bermain sambil belajar.

Baca juga: 
Tembok Baru di Hari Lebaran

Minggu lalu, tepatnya pada tanggal 9 September 2018 di Mamain Jakarta Selatan, aku dan adik Zinan mendapatkan kesempatan untuk hadir di acara Nippon Spot-less Plus and ART in the Montessori Environment yang bekerja sama dengan IndonesiaMontessori.com (IMC). Di acara ini aku mendapatkan banyak ilmu baru terutama tentang metode pendekatan Montessori untuk membantu memaksimalkan tumbuh kembang anak. Yang bikin aku happy adalah lokasi acaranya sangat mendukung! Mamain menyediakan ruang bermain untuk anak yang nyaman dan moms tidak perlu kuatir karena anak-anak diawasi dengan baik selama bermain. Mom happy bisa menyimak materi dengan baik, anak pun happy bisa puas bermain. 



Pasti semua sudah tidak asing dengan merek cat Nippon Paint ya. Nippon Paint merupakan perusahaan manufaktur cat pertama dan pelopor industri cat di Jepang. Di Indonesia sendiri, ada banyak variasi Nippon Paint yang bisa ditemukan seperti Vinilex dan Pylox. Sebagai merek cat No.1 di Asia, Nippon Paint memiliki kampanye Rumah Sehat untuk Keluarga Indonesia lewat produk terbarunya yaitu Nippon Spot-less Plus. Kampanye ini ditujukan untuk membantu orangtua menyediakan Rumah Sehat melalui 3 fungsi utama, yaitu:
Bebas kuman
Bebas beraktivitas
Aman bagi kesehatan

Terus apa ya hubungannya antara cat dinding dengan Rumah Sehat? Hasil survey dari 200 orangtua di tahun 2017 menunjukkan bahwa anak-anak menghabiskan waktu 8-20 jam di dalam ruangan setiap harinya! Dan tentu saja area yang dekat dan sering bersinggungan dengan anak-anak adalah dinding ruangan. Tapi coba deh moms ingat, kapan ya terakhir kali kita membersihkan dinding rumah? Berbeda dengan lantai rumah yang biasa kita sapu dan pel setiap harinya, bahkan bisa sampai dua kali dalam sehari, dinding rumah memang sering diabaikan.


Padahal, dinding rumah yang kotor bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan kuman. Kebayang nggak sih kalau anak moms lagi belajar berjalan dan menggunakan dinding untuk menopang dirinya terus memegang dinding yang kotor? Hiiiy, bakteri dan kumannya langsung pindah deh. Aku pribadi ketika mendapatkan pertanyaan ini langsung jleb. Iya ya, kapan ya terakhir membersihkan dinding rumah? Bisa dibilang hampir tidak pernah atau mungkin setahun sekali kalau mau renovasi cat dinding rumah.

Mbak Linda, Representatif dari Nippon Paint Indonesia

Menanggapi masalah tersebut dan sebagai bentuk komitmen mendukung tumbuh kembang anak, Nippon Paint meluncurkan produk terbaru mereka yaitu Nippon Spot-less Plus. Mbak Linda, representatif dari Nippon Paint Indonesia menjelaskan 3 keunggulan yang dimiliki Nippon Spot-less Plus: 
  1. Anti Bacterial: adanya teknologi Silver-Ion pada Nippon Spot-less Plus membasmi penyebaran bakteri pada dinding sehingga permukaan dinding aman untuk disentuh anak-anak, terutama balita yang sedang belajar berdiri dan berjalan. Teknologi Silver-Ion ini juga telah lulus uji anti-mikrobial dari SETSCO (Badan riset dan sertifikasi terakreditasi dari Singapura). 
  2. Superior Washability: adanya teknologi Stain Guard sehingga dinding mudah dibersihkan dari noda seperti jus, saus sambal, kopi, dan coretan krayon anak-anak. Selain itu lapisan cat tidak akan rusak setelah 10.000 kali disikat. Anak-anak pun bisa bebas mengekspresikan diri dan berkreasi. 
  3. Low VOC: Cat pada umumnya memiliki bau yang menyengat. Ini dikarenakan cat tersebut mengandung VOC.  Nippon Spot-less Plus bebas bau dan tidak mengandung VOC (Volatile Organic Compound) sehingga seluruh anggota keluarga di rumah bisa bernafas dengan nyaman.
Mbak Linda juga menjelaskan bahwa Nippon Spot-less Plus juga memiliki keunggulan lainnya, yaitu anti-jamur dan telah mendapatkan Green Label Singapore (tersertifikasi ramah lingkungan). Selain itu, Nippon Spot-less Plus tersedia dalam 10.000 pilihan warna sesuai kebutuhan lho yang bisa didapatkan di Nippon Paint Colour Creation Centre di seluruh Indonesia. 

ART in the Montessori Environment

Balik lagi nih ke cerita di awal saat adik Zinan coret-coret dinding rumah. Sebagai orangtua yang resik, aku suka kesal sendiri melihat dinding rumah yang kotor dan melarang anak bermain. Ternyata nih, larangan bermain dan bereksplorasi ini bisa menyebabkan anak mengalami stress dan kegelisahan. Duh, nggak mau dong anak jadi stress dan gelisah hanya karena tidak boleh bermain?

Elvina Lim Kusumo,  pendiri IMC dan penulis seri buku Montessori di Rumah.

Ini juga yang disampaikan oleh Elvina Lim Kusumo, pendiri IMC dan penulis seri buku Montessori di Rumah. Ibu dari dua anak ini menjelaskan bahwa metode Montessori adalah pendekatan dimana anak diajarkan untuk mandiri, memberikan kebebasan untuk bereksplorasi, dan belajar mengoreksi dirinya sendiri dan belajar mengikuti ritme anak. Mom Elvina juga mengatakan bahwa dalam Montessori, orangtua perlu menghargai anak dan keinginannya. 

Seni (art) memiliki banyak manfaat bagi anak usia dini, diantaranya meningkatkan rasa percaya diri, mempercepat perkembangan kognitif anak, sampai mengembangkan pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif. Lalu bagaimana mengenalkan seni kepada anak? Agar anak bisa bebas berkreasi dan berkarya, orangtua perlu menyiapkan lingkungan yang nyaman untuk anak. Mom Elvina menyebutnya sebagai ‘The Prepared Environment'. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu disiapkan oleh orangtua untuk mendukung kegiatan seni anak:
  • Siapkan ruangan atau sudut khusus yang kondusif di rumah untuk anak berkegiatan seni. 
  • Siapkan rak kegiatan yang berisi bahan-bahan untuk berkreasi yang bisa diakses dan mudah dijangkau anak sehingga anak bisa mandiri tanpa perlu bantuan orangtua. 
  • Biarkan anak bebas berkegiatan di tempat yang mereka sukai dan dengan gaya mereka selama mereka nyaman.
  • Pajang hasil karya anak, foto, atau lukisan atau gambar yang bisa memancing ide dan kreativitas anak.
  • Siapkan alat seni dengan ukuran yang pas untuk anak. Hal ini bertujuan agar anak terbiasa menggunakan real objects dengan percaya diri. 
  • Siapkan suasana yang nyaman. Ini bisa dilakukan dengan mengecat dinding rumah dengan warna-warna hangat seperti coklat, oranye, dan kuning yang bisa merangsang otak dan membuat anak lebih aktif. 

Nippon Spot-less Plus mendukung tumbuh kembang anak melalui rumah yang sehat.

Selain menyiapkan lingkungan yang mendukung, metode Montessori juga menekankan agar kita mengikuti ritme anak (follow the child) dan berikan kebebasan kepada anak untuk berkreasi. Selain itu, fokus dari kegiatan seni dalam lingkungan Montessori adalah proses bukan hasil. Nah ini dia nih yang kadang orangtua (termasuk aku) suka keceplosan mengomentari hasil karya anak. Padahal yang penting di sini adalah mengapresiasi proses anak dalam menghasilkan karya seni tersebut. Jadi, orangtua sebagai fasilitator perlu memiliki sikap sebagai berikut: 
  • Berikan contoh/demonstrasi suatu teknik dengan sedikit kata. 
  • Pancing anak untuk menjelaskan karyanya. 
  • Gunakan kata deskriptif. 
  • Beri pujian pada proses dan usaha anak dan bukan sekadar ‘bagus’. 
  • Hormati dan hargai karya anak. 

Sekarang adik Zinan bisa bebas eksplorasi dengan Nippon Spot-less Plus.

Dengan melakukan kegiatan seni dalam lingkungan Montessori, anak bisa mengembangkan potensinya secara maksimal. Nah kalau dinding rumah sudah dicat dengan Nippon Spot-less Plus, moms tidak perlu kuatir dan pusing lagi karena dinding rumah bisa dengan mudah dibersihkan. Jadi biarkan anak bebas berkreasi dan eksplorasi, seperti coret-coret dinding rumah karena itu adalah bagian dari pembelajaran. Dinding sehat, keluarga sehat dengan Nippon Spot-less Plus. 


Thanks for reading!

My Earliest Childhood Memory - 31 Day Blog Challenge

Thursday, 9 August 2018
Di salah satu coursebook yang aku pakai untuk mengajar, ada satu artikel yang membahas tentang memori. Ternyata, ada lho orang yang bisa mengingat masa kecil mereka dari sejak mereka masih bayi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa apa yang kita ingat ketika masih kecil biasanya berhubungan dengan emosi. Entah itu emosi senang, sedih, atau marah. Bagaimana dengan kenangan masa kecil aku? Jujur aku hanya bisa mengingat sedikit saja. Tetapi dengan bantuan dari kedua orangtuaku dan foto-foto masa kecil, aku bisa menuliskan tentang masa kecilku. 


Masa kecil merupakan masa yang indah bagi aku. Setiap hari selalu diisi dengan bermain sambil belajar. Kata ibuku, aku memang dari dulu sudah aktif dan tidak mau kalah dengan anak cowok. Kenangan masa kecil aku yang masih aku ingat sampai sekarang adalah ketika aku tinggal di Perth, Australia bersama kedua orangtuaku. Ayahku waktu itu mendapatkan beasiswa untuk belajar di Murdoch University. Aku masih berumur sekitar 2 tahun (lagi lucu-lucunya kalau kata orang).

Ini boneka teddy bear-nya masih ada sampai sekarang lho.

Tinggal di negeri orang membuat aku lebih mahir berbahasa Inggris dibandingkan bahasa Indonesia. Apalagi umurku masih kecil, jadi lebih cepat juga menyerap kosakata bahasa Inggris. Lucunya, meskipun aku berbicara dalam bahasa Inggris, aku memanggil kedua orangtuaku dengan panggilan ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Aku tahu tentang ini ketika aku menonton rekaman video VHS (sumpah ini jadul banget!) ketika kami tinggal di sana. Ada satu scene ketika aku sedang bermain lempar bola dengan ayahku di taman dan aku teriak, “Bapaak, catch this!” Kalau ingat itu pasti aku langsung otomatis ketawa. 


Soal panggilan nama ke orangtua ini juga unik (kalau tidak mau dibilang aneh) karena ketika kami berempat (ketika kami tinggal di sana ibuku hamil dan adikku lahir di sana) kembali ke tanah air, aku justru memanggil mereka dengan ‘Mommy’ dan ‘Daddy’. Nama panggilan ini yang terus aku dan kedua adikku pakai hingga sekarang. Mas Deniz dan adik Zinan pun juga memanggil aku dan mas suami dengan panggilan ‘mommy’ dan ‘daddy’.


Sekembalinya kami ke Indonesia, ibuku bilang kalau aku hampir tidak bisa bahasa Indonesia sama sekali. Jadi semua percakapan menggunakan bahasa Inggris. Perbedaan bahasa ini membuat aku kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Ada satu cerita yang lucu tentang bahasa ini. Jadi waktu itu ibuku sedang pergi dan aku di rumah bersama nenekku (alm). Nenekku ini tidak bisa bahasa Inggris sama sekali. Entah awalnya bagaimana, aku melihat kelinci dan aku cerita ke nenekku dalam bahasa Inggris (yang tentu saja beliau tidak paham). Karena aku kesal nenekku tidak mengerti apa yang aku ucapkan, aku gigit tangan nenekku. Ketika ibuku pulang, nenekku mengadu soal kejadian itu. Setelah dijelaskan bahwa yang aku maksud itu adalah kelinci, nenekku cuma bisa geleng-geleng kepala dan bilang, “oalaah, rabbit itu kelinci ya?” Duh maaf banget ya Mbah. 

Kenangan lainnya yang aku ingat ketika aku masih kecil adalah saat kepalaku, tepatnya dahi, bocor karena aku masuk ke dalam selokan. Waktu kecil, aku sangat takut dengan ondel-ondel. Di suatu sore hari, aku bersama adik-adikku dan sepupuku bermain di depan rumah. Tiba-tiba terdengar suara alunan musik ondel-ondel. Aku mulai panik. Dan benar saja, tidak lama kemudian ada ondel-ondel muncul dan berjalan ke arah kami. Aku tambah panik dong. Saking paniknya aku berjalan mundur dan tidak sadar kalau di belakang aku ada selokan. Aku pun terjatuh dan dahiku membentur pinggiran selokan. Darah langsung mengucur deras dan aku pun tambah panik dan menangis. Untung saja ibuku ada di rumah dan aku langsung dibawa ke klinik dan mendapatkan jahitan. 

Main microphone yang super berisik.

Ketika kecil, aku juga ingat masa-masa ketika aku dan adik-adikku main hujan dan main tanah. Ibuku tidak pernah melarang kami untuk main hujan. Justru beliau yang menyuruh kami main hujan agar kuat. Namanya juga anak kecil, pasti happy luar biasa boleh main hujan. Apalagi teman-teman kami di kompleks tidak ada yang boleh main hujan dan cuma bisa melihat kami dengan tatapan iri. Aku sempat menanyakan ke ibuku kenapa dulu kami boleh main hujan dan beliau menjawab, “Biar kamu nggak penasaran hujan-hujanan tuh rasanya kaya apa.” Yang paling menyenangkan dari bermain hujan adalah ketika kami kembali ke rumah, ibuku sudah menyiapkan air hangat untuk mandi dan segelas susu coklat plus camilan. 

Di tahun 90an, ada beberapa area di kompleks tempat kami tinggal yang masih berupa tanah merah. Kalau orangtua lain melarang anak-anaknya untuk main di tanah merah tersebut, ibu kami justru mengajak kami main di sana. Kami main perosotan tanah sampai baju kami berubah warna. Kami juga mendaki gundukan tanah merah tersebut sampai puas. 


Ada satu kenangan masa kecil yang juga tidak pernah terlupakan hingga sekarang yaitu ulang tahun! My mom is a food genius! Beliau selalu membuat kue ulang tahun untuk kami bertiga (aku dan kedua adikku). Kue ulang tahun yang beliau buat juga bukan sembarang kue karena selalu ada temanya. Ada banyak sekali tema kue ulang tahun yang ibuku buat, mulai dari angka, binatang, mobil, sampai rumah. Namun kebiasaan membuat kue ulang tahun ini berhenti ketika kami bertiga sudah besar. 

Sebetulnya masih banyak lagi kenangan masa kecil lainnya, tetapi rasanya cukup sampai sini dulu. Insha Allah nanti aku akan menuliskan lagi kenangan ketika aku remaja dan beranjak dewasa (aiih). Bagaimana dengan teman-teman? Apa kenangan masa kecil yang tidak terlupakan sampai sekarang? Share di kolom komentar yuk. 

Thanks for reading!

Hati-Hati Modus Penipuan Cat Sisa Proyek

Saturday, 23 June 2018
Selain tradisi mudik ke kampung halaman, Lebaran juga menjadi momen yang tepat untuk membenahi rumah. Banyak keluarga yang melakukan renovasi agar rumah terlihat cantik dan bersih di hari Lebaran nanti, salah satu renovasi yang umum adalah mengecat tembok. Mengingat tembok ruang keluarga kami memang sudah kotor berkat kreativitas anak-anak (baca: coret-coret tembok) dan tembok kamar mandi yang mulai berjamur, tahun ini kami memutuskan untuk mengecat tembok kedua ruangan tersebut. Sayangnya, kami mengalami hal yang kurang mengenakkan yaitu terkena modus penipuan cat sisa proyek.


Sebagai tukang cat amatir yang mengecat hanya setahun sekali, ilmu mas suami seputar cat tentu tidak banyak dan hanya tahu merek-merek ternama saja seperti Dulux, Avian, dan Nippon Paint. Sedangkan aku sendiri buta soal cat, yang aku tahu ya foundation, bedak, eyeshadow, lipstik, dan sebagainya. Hehehe. Jadi ketika Daddy (ayahku) memberikan satu pail cat Dulux Water Shield berukuran 20 kg, tentu saja kami sangat bersyukur. Maklum, harga cat Dulux ukuran 20kg bisa mencapai satu juta lebih. Beliau bilang kalau cat ini dibeli dari orang yang berkeliling kompleks naik mobil pick-up dengan harga sangat murah, yaitu empat ratus ribu rupiah (RP400.000) saja. Saat itu kami tidak curiga sama sekali.

Berhubung cat tembok tahun lalu masih ada sisa cukup banyak, kami menggunakan sisa cat tersebut untuk mengecat tembok ruangan keluarga yang bermotif Chevron (zigzag). Sedangkan cat Dulux yang kami terima dari Daddy akan kami gunakan untuk mengecat tembok kamar mandi. Proses pengecatan dilakukan 3 hari menjelang Lebaran dan tembok kamar mandi sendiri baru dilakukan di malam takbiran. Jadwal ini kurang lebih sama seperti yang kami lakukan dua tahun lalu. 

Baca juga:  


Aku menemani mas suami mengecat tembok kamar mandi sambil membereskan rumah. Drama pun mulai muncul ditengah-tengah proses pengecatan. Bau tidak sedap yang menyengat mulai tercium. Baunya tidak seperti bau cat tembok, lebih seperti bau kecut dan bikin perut mual. Proteksi lengkap (kacamata dan masker) yang digunakan mas suami pun tidak mempan. Puncaknya adalah ketika mas suami ngomel (padahal dia jarang ngomel lho).


👨“Yaah, ini mah cat tembok palsu! Cape deeh.”
👩“Hah? Tahu dari mana ini cat tembok palsu? Katanya ini cat Dulux?”
👨“Tuh lihat aja sendiri. Cat tembok kok kaya air gitu. Nggak nutup sama sekali.”

Benar saja, tembok kamar mandi yang sudah dicat dengan susah payah oleh mas suami terlihat seperti belum dicat. Yang lebih mengenaskan lagi, justru tembok yang sudah dicat terlihat lebih kusam. Noda-noda yang ada pada tembok masih terlihat padahal sudah dicat berulang kali. Singkat kata: zonk banget! Tidak lama mas suami berkomentar bahwa dia sudah curiga kalau cat tembok Dulux yang kami pakai ini adalah cat tembok palsu ketika dia mengaduk cat. Mas suami bilang konsistensi cat ketika diaduk memang encer, tidak seperti cat pada umumnya. Baunya pun juga berbeda.


Aku pun penasaran dan mencoba mencari tahu tentang cat Dulux melalui website resmi Dulux. Setelah dicek, nama produk cat Dulux yang asli adalah Dulux Weathershield. Sedangkan cat tembok yang kami punya adalah Water Shield yang memang sekilas mirip. Apalagi cara pengucapan WEATHER dan WATER bagi orang awam memang mirip (kalau ada murid aku yang ngucapinnya sama awas aja, bisa aku cubit mesra). Oya setelah dicek berulang kali sampai pakai kaca pembesar, ternyata cat tembok ini tulisannya adalah DIILUX. Pelaku mengelabui pembeli dengan cara menuliskan huruf i kecil tanpa titik dan letaknya sangat berdekatan. Jadi kalau dibaca dari jauh memang terlihat seperti huruf U (apalagi font tulisannya adalah serif). Oke, fix ini adalah produk cat tembok merek lain (kalau tidak mau dibilang palsu).

Sekilas logo utama tulisannya DULUX, tetapi ketika dicek sebetulnya adalah DIILUX produksi Fahri Paint.

Hal ini mengingatkan aku kembali pada suatu kejadian menjelang Idul Adha tahun lalu. Saat itu waktu sudah mendekati magrib dan aku sedang memanggil anak-anak untuk kembali ke rumah. Tiba-tiba datang satu mobil pick-up dan berhenti di depan rumah. Si pengendara mobil menawarkan cat tembok dengan sedikit memaksa. Temannya juga langsung turun dari mobil dan menurunkan cat yang ada di bagian belakang mobil. Tentu saja aku menolak mentah-mentah karena memang kami tidak butuh cat tembok. Pengendara dan temannya terus memaksa dengan nada yang tidak enak. Mereka juga menambahkan kalau cat tembok yang mereka jual adalah cat sisa proyek dan akan mereka jual setengah harga normal. “Ngabisin aja bu,” itu kata mereka. Alhamdulillah mas suami (yang sedang menggiring anak-anak) tidak lama kemudian datang dan dengan tegas menolak. Mereka dengan kesal memasukkan kembali cat tembok ke mobil dan pergi.


Hasil penelusuran di dunia maya pun menunjukkan bahwa aku tidak sendiri. Banyak orang lain yang juga menjadi korban modus penjualan cat tembok sisa proyek ini. Target dari modus penipuan cat adalah orang-orang yang sedang melakukan renovasi rumah. Dalam memilih targetnya, para pelaku mengincar orang yang tidak terlalu paham soal cat (seperti ayahku) sehingga mudah percaya. Nama merek cat terkenal seperti Dulux menjadi salah satu strategi mereka untuk menarik pembeli. Apalagi harga cat yang ditawarkan sangat murah karena merupakan cat sisa proyek, korban pun tidak curiga dan tanpa mengecek langsung memutuskan untuk membeli. Yang lebih parahnya lagi, cat dulux weathershield palsu ini juga banyak dijual secara online! Mereka menuliskan nama produk cat Dulux padahal yang dijual adalah cat tembok merek DIILUX. Please deh, kalau emang nama mereknya DIILUX ya bilang aja. Tidak usah bawa-bawa merek lain. 

Kesal? Jangan tanya. Aku yang tidak ikutan mengecat saja kesal, apalagi mas suami. Harapan kami untuk punya kamar mandi yang rapi dan bersih di hari raya pupus sudah. Walaupun tidak ada juga sih orang yang berkunjung ke rumah kami dan numpang ke kamar mandi, tetap saja rasanya kurang nyaman kalau kamar mandi berantakan. Sampai tulisan ini dipublikasikan, aku masih belum berani menceritakan soal modus penipuan cat ini ke ayahku. Aku kuatir beliau tersinggung atau kecewa karena beliau lah yang membeli cat tembok palsu ini (semoga daddy tidak baca tulisan ini).

Agar teman-teman tidak terkena modus penipuan cat, berikut ini adalah beberapa tips yang memilih dan membeli cat tembok. 
  • Belilah cat tembok dengan merek yang sudah  ternama di toko yang terpercaya. 
  • Apabila ada yang menawarkan cat tembok sisa proyek, langsung tolak saja. Kemungkinan besar cat yang dijual adalah cat tembok palsu. 
  • Jangan tergiur dengan harga murah. Sebesar-besarnya diskon yang diberikan, harga cat tembok merek ternama tidak mungkin sampai setengah harga lebih. 
  • Teliti saat membeli. Pelaku penipuan mengelabui pembeli dengan cara memelesetkan nama merek. 

***

Itu dia pengalaman aku tentang modus penjualan cat sisa proyek. Aku berharap dengan tulisan ini teman-teman bisa lebih waspada dan berhati-hati saat membeli cat tembok. Buat para pelaku (yang mungkin membaca tulisan ini), apa yang kalian lakukan sangat merugikan orang lain. Kejujuran dalam jual beli sangatlah penting. Jangan karena kalian ingin mendapatkan uang dengan cepat dan mudah lalu kalian melakukan penipuan. Karena hasil penjualan dengan cara yang tidak jujur ini jelas tidak halal dan tidak berkah. 

Apakah ada teman-teman yang pernah mengalami hal serupa? Atau mungkin teman-teman punya tips lainnya untuk menghindari modus penipuan seperti ini? Jangan sungkan untuk berbagi cerita di kolom komentar di bawah ini ya. 

Thanks for reading! 

Bangun Rasa Nasionalisme Anak Lewat Lomba 17 Agustus

Friday, 15 September 2017
Happy Friday!

Tidak terasa satu bulan telah berlalu sejak perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72. Meskipun begitu, suasana meriah masih terasa di keluarga kami terutama mas Deniz dan adik Zinan yang memang sangat antusias merayakan kemerdekaan negeri ini.

Aku dan mas suami dulu mendapatkan kehormatan menjadi Paskibraka (mas suami adalah Paskibraka Nasional tahun 1998 perwakilan dari DKI Jakarta, sedangkan aku sendiri Paskibraka Daerah tahun 2000). Tanpa kami sadari, jiwa nasionalisme yang kami dapatkan ketika kami mengemban tanggung jawab sebagai pengibar bendera merah putih terbawa hingga kami berkeluarga. Menonton siaran langsung pengibaran bendera di Istana Merdeka dan berpartisipasi dalam lomba 17 Agustusan adalah agenda wajib di keluarga kami.


Perayaan 17 Agustus tahun ini cukup spesial karena adik Zinan genap berumur 3 tahun dan sudah bisa merasakan euforia kemerdekaan. Jadi, kalau di tahun-tahun sebelumnya hanya mas Deniz yang antusias mengikuti perlombaan, kini bertambah satu anak adik Zinan yang antusiasnya tidak kalah besar. Kami pun sebagai orangtua tentu saja happy dan mendukung. Sedangkan mas Deniz (7 tahun) sendiri ikut beberapa perlombaan seperti lomba makan kerupuk dan lomba kelereng. Karena adik masih kecil, tidak banyak lomba yang bisa diikutinya. Satu-satunya lomba yang bisa adik ikuti bersama mas Deniz adalah parade sepeda hias. Serunya luar biasa! Kami sekeluarga gotong royong menghias sepeda dan kerja keras itu tidak sia-sia karena sepeda hias anak-anak berhasil menyabet juara 1 dan juara favorit. 

Hidup Bahagia dengan LRT City, Hunian Nol Kilometer Bebas Macet

Saturday, 19 August 2017

“Mbak, kamu mau ke Jakarta ya? Udah naik mobil aja ya kasihan cucu papa (grandpa).”

Ehm, kalimat tersebut bisa dibilang hampir selalu terucap dari ayahku setiap kali aku sekeluarga mau pergi ke Jakarta, entah itu untuk menengok mertua, mengantar aku ke suatu event blogger, atau hanya sekadar main saja. Kalau kalimat itu sudah terucap, sulitlah kami mengelak untuk tidak naik mobil. Well, bukannya aku tidak mau naik mobil (toh mas suami ganteng yang menyetir, aku mah tinggal duduk manis aja), tetapi membayangkan kemacetan yang akan kami alami di perjalanan saja sudah cukup bikin nyali kami ciut. 


Yup, hal yang paling menakutkan bagi kami kalau ke Jakarta naik mobil adalah kemacetannya. Tidak salah kalau Jakarta memang selalu identik dengan macet. Berdasarkan data dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPT) pada tahun 2016, jumlah kendaraan dari Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang masuk ke Jakarta mencapai angka 1,4 juta/hari. 

Keuangan Keluarga Sehat? Yuk Cek Kondisi Keuangan agar Sejahtera bersama Ibu Berbagi Bijak dan VISA

Sunday, 30 July 2017
Happy Sunday!

Suka mengeluh uang sama seperti air yang mengalir? Merasa selalu gagal menabung? Yup, kalian nggak sendirian kok! Aku pun suka merasa seperti itu. Rasanya uang gajian Cuma numpang lewat aja di rekening bank dan ketika di pertengahan bulan dompet semakin tebal, bukan karena uangnya bertambah tetapi karena struk belanja yang menumpuk. Tabungan pun sepertinya mandek tidak pernah bertambah.


Beberapa kondisi yang aku sebutkan di atas itu menjadi pertanda bahwa keuangan keluarga berada dalam kondisi buruk dan tidak sehat. Duh, ternyata nggak hanya badan aja yang bisa sakit, keuangan pun bisa sakit juga. Jadi, ketika aku mendapatkan undangan untuk menghadiri workshop Visa Financial Literacy Series yang bekerja sama dengan Ibu Berbagi Bijak dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) pada hari Selasa, 25 Juli 2017 lalu, tanpa pikir panjang aku pun menghadiri acara ini.

Ayo Dukung Anak jadi Juara Hebat Kebaikan dengan Stimulasi Tepat

Friday, 23 June 2017
Happy Thursday!

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan berkah di mana semua aktivitas yang kita lakukan bernilai ibadah, bahkan hal kecil sekalipun. Semua orang berlomba-lomba melakukan kebaikan dan aktivitas yang bermanfaat, seperti menghadiri Bebelac Bloggers Gathering 'Juara Hebat Kebaikan’ yang diselenggarakan hari Sabtu, 17 Juni 2017 kemarin di Patio Trattoria & Pizzeria, Jakarta.


5 Perlengkapan Esensial untuk Ibu Hamil dan Menyusui (advertorial)

Monday, 22 May 2017
Happy Friday!

Sebagai ibu yang telah melahirkan dua anak, masa kehamilan dan menyusui adalah masa yang tidak terlupakan untuk aku. Kebutuhan ibu di masa kehamilan dan menyusui bisa dibilang banyak, apalagi perkembangan zaman yang semakin pesat membuat perlengkapan kehamilan dan perlengkapan menyusui semakin beragam. Bagi first time mom, atau mereka yang baru pertama kali menjadi ibu, banyaknya pilihan perlengkapan ini bisa membingungkan. Alih-alih membeli perlengkapan sesuai kebutuhan, yang ada malah jadi over budget dan beli items yang kurang penting. 

Di postingan ini, aku mencoba merangkum beberapa perlengkapan esensial untuk ibu di masa hamil dan juga menyusui. Apa saja perlengkapannya? 

Tips Mudik Asyik bersama Mitsubishi New Mirage

Thursday, 18 May 2017
Happy Thursday!

Apa sih yang dinanti-nanti banyak orang ketika bulan puasa dan Lebaran? Yup, jawabannya adalah mudik. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tradisi mudik saat Lebaran ini menjadi suatu keharusan setiap tahunnya. Seperti kata pepatah, “Banyak jalan menuju Roma”, begitu juga dengan mudik. Banyak sekali opsi moda transportasi yang bisa digunakan untuk pulang ke kampung halaman. Mulai dari menggunakan kendaraan umum seperti bus atau pesawat, sampai menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil.


Keluargaku sendiri lebih senang mudik dengan menggunakan mobil, meskipun terakhir kali kami mudik sekitar 5 tahun lalu. Alasannya sederhana: mudik dengan mobil itu seru dan asyik! Surprisingly, hari Rabu tanggal 17 Mei 2017 kemarin aku mendapatkan undangan dari Komunitas ISB (@komunitasisb) untuk menghadiri acara talkshow yang diselenggarakan oleh Mobil123.com (@mobil123id) dan Mitsubishi Motors Indonesia (@mitsubishimotorsid) dengan tema “Seberapa Asyik Mirage diajak Mudik?” 

Stimulasi Kecerdasan dan Rasa Peduli Anak dengan Menari dan Bernyanyi

Tuesday, 18 October 2016
Happy Monday! 

Memiliki anak yang cerdas tentu saja menjadi dambaan setiap orang tua, setuju? Pertanyaannya, anak yang cerdas itu seperti apa sih? Apakah seorang anak baru dikatakan cerdas ketika ia mendapatkan ranking 1 di sekolah? Ternyata tidak seperti itu lho. Menurut Howard Gardner, anak memiliki multiple intelligences atau yang kita kenal dengan nama kecerdasan majemuk. Ada 8 macam kecerdasan yang dimiliki anak yang harus distimulasi. Sayangnya, salah satu kecerdasan yaitu Kecerdasan Musikal sering dianggap sepele dan kurang distimulai. Padahal Kecerdasan Musikal ini bisa membantu perkembangan anak dan merangsang kemampuan kognitif dan psikososial lho. 


Hari Minggu lalu, tepatnya pada tanggal 9 Oktober 2016 di Sleepy Head Coffee Jakarta, Bebelac menggelar Sunday Brunch with Bebelac dan menghadirkan psikolog dari Rumah Dandelion untuk membahas tentang pentingnya stimulasi menari dan bernyanyi ini. Buat semua ladies, baik yang sudah menjadi ibu ataupun calon ibu wajib nih simak baik-baik. 

Stop Kekerasan pada Anak dari Rumah

Saturday, 23 July 2016
Selamat Hari Anak Nasional! 


Yap, Sabtu kali ini bertepatan dengan perayaan Hari Anak Nasional. Sebagai emak dari dua bocah pecicilan berumur 6 tahun dan 2 tahun dan juga seorang guru Bahasa Inggris yang mengajar anak-anak, aku tahu betul bagaimana tingkah laku anak-anak yang kadang bikin kesel, gemes, tapi ngangenin. 

Ke mana uang THR pergi?

Thursday, 14 July 2016
Assalamualaikum!

Lebaran sudah seminggu berlalu, tetapi masih banyak cerita yang belum tuntas di-sharing. Lebaran memang hari raya yang paling ditunggu karena nggak cuma sekadar dapat jatah libur panjang, tetapi juga karena dapat THR alias Tunjangan Hari Raya. Bagi mereka yang bekerja di kantor, THR ini biasanya turun bukan dari langit sekitar 1-2 minggu sebelum Hari Raya. Besar nominalnya beragam. Ada yang satu bulan gaji pokok, ada yang dua bulan, dan mungkin ada juga yang 3 bulan (ada nggak sih?). 

Ngomongin soal uang, ibuku suka bilang kalau uang yang didapat secara cepat dan mudah biasanya juga langsung lenyap dengan cepat dan mudah juga. Easy come, easy go. Kalau uang THR-nya digunakan untuk hal yang penting dan bermanfaat tentunya bagus ya. Tapi tidak jarang banyak yang uang THR-nya raib begitu saja untuk hal-hal yang kurang penting. Gimana dengan uang THR-ku dan mas suami? Ke mana si uang pergi? 


[SOSOK] Cutdekayi - Indonesian Mom Blogger yang penuh inspirasi

Friday, 15 April 2016
Assalamualaikum, ladies!

Semenjak ikutan arisan link Blogger Perempuan, dunia blogging aku jadi semakin terbuka lebar. Yang tadinya cuma kenal blogger-blogger di niche yang sama, sekarang pertemanan aku jadi semakin luas. Aku jadi kenal sama travel blogger, lifestyle blogger, food blogger, book blogger, dan masih banyak lainnya. Beberapa minggu belakangan ini aku suka banget kepo-in blog cutdekayi.com yang suka bikin gemes dan gregetan. Heh? Masa baca blog bisa sampai gemes? Penasaran? Yuk kenalan lebih dekat dengan Sri Luhur Syastari atau yang akrab disapa Ayi ini. 


[PREGNANCY] Facts about my pregnancy - Just sharing ^.^

Monday, 30 June 2014
Well, I can say that I am a proud mom-to-be. Being pregnant is a precious moment I will never forget. I believe all of you have the same opinion as me (even though you aren't married yet). As I told you before, I'm expecting my second baby boy (YES! It's a boy! Again) around mid-July. It means I only have about 2 weeks before the delivery and I have an urge to blab about my pregnancy. So, this it it! 

RANDOM FACTS ABOUT MY SECOND PREGNANCY
  1. I didn't realise I was pregnant until the baby was 12 weeks old! 
  2. I checked my pregnancy twice using different brands and they failed! Even though I already gave 1 week gap between tests. 
  3. The third time I checked, it was positive! Yeeeaaay!
    The result!

[RECIPE] Prawn Tofu Nugget homemade ala Tya

Wednesday, 2 January 2013
Saya ini emak yang selalu stress kalau sudah masuk waktu makan. Gimana nggak? Deniz itu kalau makan lamaaaaaaaaaaaaa banget, belum lagi diemutnya. Kalau itu aja belum cukup bikin stress, kadang malah GTM total dan dilepeh. Pusiiiiing. Sedikit banyak ini juga alasan kenapa badanku gak langsing-langsing. Wong tiap kali stress akhirnya makanannya Deniz aku yang habisin. 

Tapi nggak jarang juga terjadi keajaiban (serius, bagi aku, ini adalah anugerah dari YME), contohnya tiba2 Deniz makan dengan lahap dan ludes. Pernah juga tiba-tiba minta nambah. Sumpah, rasanya lebih bahagia dibandingkan menang undian berhadiah 1 milyar (ngarep juga sih dapat 1 milyar). Sayangnya, yang namanya keajaiban itu kan jarang banget terjadi, begitu jugalah dengan kasus makan si Deniz ini. Makan lahapnya bisa diitung pakai jari. Huff, berat banget rasanya mikirin anak susah makan.

Beberapa bulan belakangan ini aku selalu meratiin makanan yang dimakan sama Deniz, mencatat kapan dan ketika makan apa dia lahap. Dari hasil observasi itu, tercatatlah beberapa makanan yang Deniz (lumayan) suka dan lahap. Diantaranya ada tempe goreng tepung, kentang goreng, jamur kancing yang ada di capcay, dan nugget. Dari semua yang aku sebutin, nugget itu satu-satunya makanan yang Deniz dengan inisiatifnya sendiri minta nambah. Kalau inget kejadiannya sampai terharu lhooo.. Ceritanya aku habis gorengin nugget ayam sayur homemade beli di temen. Terus karena memang potongannya seperti finger food, si nugget itu aku taro aja di piring kecil.



Deniz : "wauw, apa tuh ami?" sambil nunjuk si nugget

Tya : "nugget mas, sedap lhooo... Hangaaat"
Deniz : "pegang deniz ya ami." sambil nyomot satu nugget. Gak lama dia sibuk ngunyah sambil ngoceh sana sini.


Eeeh nggak sadar taunya 4 potong nugget yang aku goreng itu ludes dimakan sama dia. Mataku sampai nggak percaya, ini beneran dimakan apa dilepeh ya? Taunya emang dimakan. Dan yang bikin tambah kaget tiba-tiba Deniz bilang gini


Auto Post Signature