Top Social

Showing posts with label My Family. Show all posts
Showing posts with label My Family. Show all posts

Mengatasi Eksim pada anak dengan Cussons Baby SensiCare

Sunday, 17 February 2019
Punya dua anak yang aktif membuat aku sangat memperhatikan kesehatan mereka, tidak terkecuali kesehatan kulit. Ngomongin kesehatan kulit anak, beberapa bulan yang lalu aku memperhatikan kalau adik Zinan tidurnya tidak nyenyak dan rewel. Setelah dicari tahu, penyebabnya adalah gatal-gatal pada area wajah dan tangan adik Zinan. 

“Wah, adik Zinan kena eksim tuh,” ujar ibuku ketika melihat kondisi adik Zinan. 


Apa sih eksim itu? 

Eksim atau yang sering disebut eczema termasuk dalam kategori penyakit kulit yang disebabkan oleh adanya peradangan pada kulit. Akibatnya, kulit menjadi memerah, kering, bahkan dalam kondisi yang parah bisa sampai pecah-pecah. Eksim sering menyerang bayi dan anak-anak dan umumnya disebabkan karena kondisi kulit kering. Meskipun sifatnya tidak menular, eksim pada bayi dan anak tentu akan membuat mereka tidak nyaman. Inilah yang terjadi pada adik Zinan. 

Penyebab eksim pada anak

Ternyata penyebab eksim sampai saat ini belum diketahui dengan jelas lho, moms. Berdasarkan beberapa sumber yang aku baca, para peneliti hanya mengetahui kalau eksim bisa disebabkan karena adanya faktor genetik (keturunan) dan pemicu dari lingkungan luar. Nah, berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat memicu eksim pada anak, yaitu:
  1. Kondisi kulit kering. 
  2. Iritasi kulit yang disebabkan oleh deterjen pakaian, sabun dengan formula keras, dan bahan pakaian yang kasar. 
  3. Cuaca panas yang membuat anak berkeringat. 
  4. Infeksi
  5. Pemicu alergi seperti zat pewarna pada pakaian yang digunakan anak, kancing dan resleting berbahan logam, dan obat-obatan. 


Mengobati eksim pada anak

Rasanya sedih sekali melihat adik Zinan yang tidak ceria lagi ketika terkena eksim ini. Adik Zinan yang biasanya tidak pernah kehabisan bahan cerita, tiba-tiba menjadi pendiam dan sering menangis karena kesal dengan gatal-gatalnya. Di tengah kegalauan menghadapi kondisi adik Zinan ini, aku sangat bersyukur ibuku dan juga beberapa teman dekat memberikan tips bagaimana mengatasi dan mengobati eksim pada kulit anak. Alhamdulillah akhirnya kondisi kulit adik Zinan berangsur membaik dan eksimnya pun pergi. Berikut ini adalah tips mereka yang aku rangkum: 
  1. Hindari pemicu eksim seperti pakaian berbahan wol atau serat sintetis. Gunakan pakaian yang berbahan katun yang menyerap keringat, longgar, dan tipis.
  2. Cegah anak untuk menggaruk. Eksim yang digaruk justru akan memperburuk kondisi kulit. Tip yang satu ini butuh kesabaran ekstra karena anak-anak pasti otomatis ingin menggaruk area yang gatal. Jadi harus sering mengingatkan ya moms. 
  3. Mandi dengan air suam-suam kuku dengan menggunakan sabun mandi yang lembut dan diformulasikan untuk kulit kering dan sensitif. 
  4. Menggunakan pelembab kulit seperti lotion dan krim secara teratur untuk mengurangi kondisi kulit kering dan gatal.


Cussons Baby SensiCare 

Sejak adik Zinan terkena eksim, aku jadi lebih berhati-hati dan menghindari faktor pemicu eksim. Selain itu, aku juga memberikan rangkaian produk Cussons Baby SensiCare untuk merawat kulit kering dan sensitif adik Zinan, yaitu Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash, Moisturizing Lotion, dan Soothing Cream. 


Seluruh produk Cussons Baby SensiCare mengandung Derma-Soft Complex, kombinasi Organic Oat, Organic Olive Oil, dan Ceramide.  Tidak hanya itu saja, Cussons Baby SensiCare juga:
  • Teruji secara dermatologi dan direkomendasikan oleh dokter kulit dan dokter anak
  • Terbukti klinis meningkatkan kelembaban pada kulit kering
  • pH seimbang
  • Hypoallergenic

Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash (200ml) - IDR140.000


Produk pertama yang digunakan adik Zinan adalah Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash yang bisa digunakan untuk mandi sekaligus keramas. Sabun ini sudah teruji hypoallergenic lho, jadi bayi baru lahir sampai anak-anak yang memiliki kulit tipis dan sensitif, dan yang rentan terkena eksim bisa menggunakan sabun ini. Wanginya juga lembut dan memberikan efek menenangkan. 


Cara menggunakan sabun ini juga mudah kok moms. Tuangkan produk secukupnya pada telapak tangan, busakan lalu usapkan dengan lembut ke seluruh tubuh dan rambut. Setelah itu bilas hingga bersih. Selain untuk badan dan rambut, Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash juga bisa digunakan untuk wajah karena formulanya  lembut sehinga aman untuk mata.

Cussons Baby Sensicare 24hr Daily Moisturizing Lotion (200ml) - IDR170.000


Agar tubuh tetap lembab dan terhindar dari kekeringan, aku mengaplikasikan Cussons Baby Sensicare 24hr Daily Moisturizing Lotion ke seluruh tubuh adik Zinan setelah mandi. Lotion ini kaya akan pelembab dan mampu melembabkan kulit selama 24 jam dengan formula Dermoprotective yang memberikan perlindungan pada kulit. Teksturnya ringan dan cepat meresap ke dalam kulit tanpa meninggalkan rasa lengket. Cussons Baby Sensicare 24hr Daily Moisturizing Lotion ini wanginya sama seperti wangi sabun mandinya. Lembut dan bikin aku pingin cium-cium adik Zinan terus. Hehehe. 


Karena formulanya cepat meresap, aku membiarkan adik Zinan untuk mengaplikasikan lotion ini sendiri tanpa bantuanku. Jadi, tidak hanya kulit terjaga kelembapannya, adik Zinan jadi belajar mandiri deh. 

Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream (50g) - IDR70.000


Waktu adik Zinan terkena eksim, beberapa area kulit wajahnya jadi kering dan bersisik. Jadi perlu satu produk yang punya daya melembapkan ekstra. Nah Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream adalah produk yang tepat karena mengandung 3x emollients (pelembab) dan perlindungan 24 jam untuk kulit yang sangat kering. Jadi sekarang setiap setelah mandi dan sebelum tidur, aku rutin mengoleskan Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream agar kulit wajah adik Zinan kembali lembut dan lembab. 


Karena bentuknya krim, tentu saja teksturnya lebih padat dibandingkan Cussons Baby Sensicare 24hr Daily Moisturizing Lotion. Surprisingly, krimnya mudah dibaurkan dan cepat meresap ke dalam kulit tanpa rasa lengket lho. Wanginya tercium lebih samar dibandingkan dua produk Cussons Baby SensiCare lainnya. Selain untuk area wajah yang kering dan bersisik karena eksim, Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream ini juga bisa digunakan untuk membantu mengatasi ruam popok.

***

Sekarang aku tidak kuatir lagi deh karena Cussons Baby SensiCare merawat kulit kering, sensitif, dan rawan eczema adik Zinan. Bagaimana nih dengan moms lainnya? Apakah si kecil pernah mengalami eksim seperti adik Zinan? Apa yang moms lakukan? Share di kolom komentar yuk. Jangan lupa juga untuk mampir ke akun media sosial Cussons Baby SensiCare untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. 



Thanks for reading!

Staycation di Hotel Sofyan Cut Meutia dan Jalan-jalan di Monas

Monday, 21 January 2019
Akhirnya setelah sekian lama aku dan sekeluarga bisa staycation! Weekend kemarin kami menginap di Hotel Sofyan Betawi Cut Meutia di kawasan Menteng. Kami sekeluarga bisa staycation berkat voucher hadiah blog competition Jakarta Modest Fashion Week yang diselenggarakan BloggerCrony tahun lalu. Jadi, thank you so much BloggerCrony! Anyway, ini adalah staycation perdana kami sebagai keluarga, jadi jangan tanya bagaimana excited-nya dua bocah ketika tahu mereka akan menginap di hotel. They were in cloud nine!


Sofyan Hotel Cut Meutia ini berada di Jalan Cut Meutia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Lokasinya sangat strategis karena tepat di pusat kota Jakarta. Kalau teman-teman mau ke hotel ini naik Commuter Line, turun di Stasiun Gondangdia dan dari situ tinggal jalan kaki saja. Dekat banget deh, paling hanya 5 menit berjalan kaki. Jarak tempuh dari hotel ke Monas juga kurang dari 10 menit menggunakan mobil lho. Hotel ini juga cocok untuk mereka yang mau naik kereta ke luar kota karena lokasinya dekat dengan Stasiun Gambir. Satu hal yang paling suamiku suka adalah lokasi hotel yang sangat dekat dengan Masjid Cut Meutia, jaraknya mungkin tidak sampai 30 meter. “Wah, jarang-jarang ketemu hotel yang dekat masjid. Bisa salat berjamaah terus nih,” begitu kurang lebih komentar mas suami. 



Selain lokasinya yang strategis, kelebihan lain dari Sofyan Hotel Cut Meutia ini menggunakan prinsip syariah dalam setiap pelayanan yang diberikan. Mulai dari kebijakan dan peraturan hotel sampai pelayanan hotel menggunakan prinsip syariah ini sehingga tercipta suasana yang ramah, nyaman, dan harmonis untuk setiap tamu yang menginap di Sofyan Hotel. Oya, hotel ini juga sudah mengantongi sertifikasi Halal MUI lho. 

Sebelum datang ke hotel, aku ingin memastikan apakah ruangan hotel tempat kami menginap itu bisa untuk satu keluarga. Soalnya kata ibuku beberapa hotel mengharuskan untuk menambah kasur (extra bed). Alhamdulillah setelah aku menanyakan hal ini via telepon, pihak Hotel Sofyan mengatakan bahwa kami tidak perlu extra bed dan anak-anak bisa ikut sarapan (meskipun kupon sarapan yang kami dapatkan hanya untuk 2 orang saja). Hemat!

Arsitektur Sofyan Hotel Cut Meutia ini kalau dilihat dari luar seperti rumah betawi.  Tidak heran kalau hotel ini juga disebut Hotel Sofyan Betawi. Dari sejak pertama datang, kami disambut dengan ramah oleh staf hotel. Proses check-in pun juga tidak lama. Setelah mengisi data diri, kami pun langsung menuju kamar. Yeay! We were officially staying in a hotel! Tipe kamar yang kami tempati adalah Superior Room di lantai 5.


Hotel Sofyan Cut Meutia terdiri dari 5 lantai dengan 90 kamar. Hotel ini juga sudah dilengkapi dengan lift.  Tipe kamar yang bisa dipilih di hotel ini adalah  Suite room, Executive room, Deluxe room, dan Superior room. Tipe kamar yang kami tempati adalah Superior Room dengan twin bed di lantai 5. Fasilitas yang tersedia di dalam kamar menurut aku sudah lengkap dan sangat mumpuni untuk staycation seperti akses wifi internet, safe deposit box, LCD tv dengan saluran TV dalam dan luar negeri, coffee and tea set maker, dan kulkas kecil.


Biasanya kalau aku menginap di hotel, yang pertama kali aku tengok adalah kamar mandinya. Kamar mandi di Superior room ini ukurannya pas dan terbagi jadi dua area: kering untuk wastafel dan toilet dan basah untuk mandi). Amenities yang disediakan juga mumpuni, dua sikat gigi, sabun, shampoo, dan sisir kecil. Karena kami tahu hotel biasanya menyediakan hanya dua handuk saja, kami membawa handuk ekstra dari rumah untuk anak-anak. Kamar mandi Superior room Hotel Sofyan Cut Meutia ini menggunakan shower. Aku sempat berharap kamar mandi hotel ini akan menggunakan bath tub biar bisa berendam gitu. Ya namanya berharap boleh doong. Hehehe. Hal yang paling menyenangkan dari mandi di hotel adalah tersedia air panas dan dingin. Jadi kalau mau mandi air hangat tinggal putar keran aja, beres #norakbanget


Sekitar pukul 8 malam, kami sekeluarga menggunakan taksi menuju Monas (cuma bayar 10 ribu aja lho dari hotel). Ini dia yang ditunggu-tunggu sama duo bocah, Air Mancur Menari, pertunjukan air mancur yang diiringi lagu-lagu daerah yang diaransemen oleh Addie MS. Air Mancur Menari ini hanya ada di hari Sabtu dan Minggu saja dengan dua kali jam pertunjukan, 19.30 dan 20.30. Lama pertunjukannya sekitar 30 menit. Insyaallah nggak akan bosan karena ada MC yang seru dan selalu mengajak pengunjung berinteraksi. Ini adalah pertama kalinya kami menghabiskan malam minggu di Monas. Ternyata suasana Monas di malam Minggu ramai banget lho!


Sepulangnya dari Monas, kami langsung istirahat karena di hari Minggu pagi kami punya rencana untuk mengunjungi Monas lagi. Nah dua bocah ini tidurnya lasak alias nggak bisa diam, jadi mas suami menggabungkan dua tempat tidur agar kami bisa tidur berempat dengan lega. Suasana ruangan hotel yang nyaman, kasur yang empuk, dan selimut yang hangat membuat anak-anak langsung tidur pulas. 

Pagi hari kami bangun dengan badan yang segar dan langsung menuju ke Potpourri Restaurant untuk menikmati sarapan. Hotel Sofyan Cut Meutia menyediakan sarapan dalam bentuk buffet, jadi ada beragam menu yang bisa dipilih sesuai selera. Kebetulan dua bocah ini lidahnya selera nusantara, jadi sarapan yang mereka minta ya nggak jauh dari nasi goreng dan bubur ayam. Aku sendiri memilih sereal dan omelet dengan secangkir kopi. Sedangkan mas suami sarapan roti panggang dengan olesan selai. Saat sarapan, kami baru ngeh kalau ternyata banyak juga keluarga yang menginap di hotel ini.


Setelah sarapan, kami kembali mengunjungi Monas. Suasana Monas di pagi hari Minggu juga ramai oleh pengunjung, baik yang berolahraga atau yang sekadar jalan-jalan. Sayangnya kami kurang beruntung karena antrian untuk naik ke puncak Monas sudah panjang sekali. Jadi kami memutuskan untuk mengunjungi area Monas yang ada rusa-nya. Sedihnya, kami tidak menjumpai satu pun rusa di area tersebut. Lalu mas suami menyarankan untuk naik City tour bus yang menawarkan tur keliling kota Jakarta. Ketika kami mendatangi bus tersebut, staf bus-nya mengatakan bahwa City tour bus untuk umum baru tersedia jam 12 siang setelah CFD selesai. Duh, ini namanya belum jodoh. Kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat sambil menunggu check-out. 

Antrian untuk masuk ke Monas jam 8 pagi udah kaya gini nih.
Nggak ketemu rusa ya udah foto aja di depan kandangnya. 
Ternyata City tour bus ini baru beroperasi jam 12 siang di hari Minggu.
Bersantai sambil menunggu check-out

Tidak terasa staycation kami pun berakhir. Meskipun hanya menginap satu malam saja, kami sekeluarga sangat puas dengan pelayanan di Sofyan Hotel Cut Meutia. Anak-anak pun sudah menagih untuk kembali menginap di sini. Buat teman-teman yang ingin staycation hemat di lokasi strategis, Sofyan Hotel Cut Meutia ini bisa jadi pilihan yang tepat.

Segitu dulu cerita staycation perdana kami. Kalau teman-teman punya rekomendasi hotel yang asyik untuk staycation bersama keluarga dengan harga murah meriah, boleh banget lho share di kolom komentar. 

Sofyan Hotel Cut Meutia


Twitter: @sofyanhotels


Thanks for reading!

Art in the Montessori Environment bersama Nippon Spot-less Plus

Saturday, 15 September 2018
Art in the Montessori Environment bersama Nippon Spot-less Plus. 



“Mommy, ade Zinan lagi gambar keren nih! Sini deh,”

Aku yang saat itu sedang bekerja di kamar langsung keluar dan langsung disuguhi pemandangan luar biasa. Ternyata adik Zinan menggambar bukan di kertas tetapi di dinding! Aduh, rasanya tuh nano-nano. Mau marah tapi ya namanya juga anak kecil yang sedang mengekspresikan diri lewat karya seni. Mau dipuji tapi kok ya ngenes melihat dinding rumah penuh coretan. Aku yakin banget pasti para moms juga pernah berada di posisi ini kan? 


Anak-anak terutama di usia dini (usia 0-6 tahun) bisa dibilang adalah individu yang unik karena mereka sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan dari berbagai aspek, mulai dari aspek fisik, kognitif, sosioemosional, kreativitas, bahasa dan komunikasi. Salah satu cara untuk membantu perkembangan anak adalah dengan cara bermain sambil belajar.

Baca juga: 
Tembok Baru di Hari Lebaran

Minggu lalu, tepatnya pada tanggal 9 September 2018 di Mamain Jakarta Selatan, aku dan adik Zinan mendapatkan kesempatan untuk hadir di acara Nippon Spot-less Plus and ART in the Montessori Environment yang bekerja sama dengan IndonesiaMontessori.com (IMC). Di acara ini aku mendapatkan banyak ilmu baru terutama tentang metode pendekatan Montessori untuk membantu memaksimalkan tumbuh kembang anak. Yang bikin aku happy adalah lokasi acaranya sangat mendukung! Mamain menyediakan ruang bermain untuk anak yang nyaman dan moms tidak perlu kuatir karena anak-anak diawasi dengan baik selama bermain. Mom happy bisa menyimak materi dengan baik, anak pun happy bisa puas bermain. 



Pasti semua sudah tidak asing dengan merek cat Nippon Paint ya. Nippon Paint merupakan perusahaan manufaktur cat pertama dan pelopor industri cat di Jepang. Di Indonesia sendiri, ada banyak variasi Nippon Paint yang bisa ditemukan seperti Vinilex dan Pylox. Sebagai merek cat No.1 di Asia, Nippon Paint memiliki kampanye Rumah Sehat untuk Keluarga Indonesia lewat produk terbarunya yaitu Nippon Spot-less Plus. Kampanye ini ditujukan untuk membantu orangtua menyediakan Rumah Sehat melalui 3 fungsi utama, yaitu:
Bebas kuman
Bebas beraktivitas
Aman bagi kesehatan

Terus apa ya hubungannya antara cat dinding dengan Rumah Sehat? Hasil survey dari 200 orangtua di tahun 2017 menunjukkan bahwa anak-anak menghabiskan waktu 8-20 jam di dalam ruangan setiap harinya! Dan tentu saja area yang dekat dan sering bersinggungan dengan anak-anak adalah dinding ruangan. Tapi coba deh moms ingat, kapan ya terakhir kali kita membersihkan dinding rumah? Berbeda dengan lantai rumah yang biasa kita sapu dan pel setiap harinya, bahkan bisa sampai dua kali dalam sehari, dinding rumah memang sering diabaikan.


Padahal, dinding rumah yang kotor bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan kuman. Kebayang nggak sih kalau anak moms lagi belajar berjalan dan menggunakan dinding untuk menopang dirinya terus memegang dinding yang kotor? Hiiiy, bakteri dan kumannya langsung pindah deh. Aku pribadi ketika mendapatkan pertanyaan ini langsung jleb. Iya ya, kapan ya terakhir membersihkan dinding rumah? Bisa dibilang hampir tidak pernah atau mungkin setahun sekali kalau mau renovasi cat dinding rumah.

Mbak Linda, Representatif dari Nippon Paint Indonesia

Menanggapi masalah tersebut dan sebagai bentuk komitmen mendukung tumbuh kembang anak, Nippon Paint meluncurkan produk terbaru mereka yaitu Nippon Spot-less Plus. Mbak Linda, representatif dari Nippon Paint Indonesia menjelaskan 3 keunggulan yang dimiliki Nippon Spot-less Plus: 
  1. Anti Bacterial: adanya teknologi Silver-Ion pada Nippon Spot-less Plus membasmi penyebaran bakteri pada dinding sehingga permukaan dinding aman untuk disentuh anak-anak, terutama balita yang sedang belajar berdiri dan berjalan. Teknologi Silver-Ion ini juga telah lulus uji anti-mikrobial dari SETSCO (Badan riset dan sertifikasi terakreditasi dari Singapura). 
  2. Superior Washability: adanya teknologi Stain Guard sehingga dinding mudah dibersihkan dari noda seperti jus, saus sambal, kopi, dan coretan krayon anak-anak. Selain itu lapisan cat tidak akan rusak setelah 10.000 kali disikat. Anak-anak pun bisa bebas mengekspresikan diri dan berkreasi. 
  3. Low VOC: Cat pada umumnya memiliki bau yang menyengat. Ini dikarenakan cat tersebut mengandung VOC.  Nippon Spot-less Plus bebas bau dan tidak mengandung VOC (Volatile Organic Compound) sehingga seluruh anggota keluarga di rumah bisa bernafas dengan nyaman.
Mbak Linda juga menjelaskan bahwa Nippon Spot-less Plus juga memiliki keunggulan lainnya, yaitu anti-jamur dan telah mendapatkan Green Label Singapore (tersertifikasi ramah lingkungan). Selain itu, Nippon Spot-less Plus tersedia dalam 10.000 pilihan warna sesuai kebutuhan lho yang bisa didapatkan di Nippon Paint Colour Creation Centre di seluruh Indonesia. 

ART in the Montessori Environment

Balik lagi nih ke cerita di awal saat adik Zinan coret-coret dinding rumah. Sebagai orangtua yang resik, aku suka kesal sendiri melihat dinding rumah yang kotor dan melarang anak bermain. Ternyata nih, larangan bermain dan bereksplorasi ini bisa menyebabkan anak mengalami stress dan kegelisahan. Duh, nggak mau dong anak jadi stress dan gelisah hanya karena tidak boleh bermain?

Elvina Lim Kusumo,  pendiri IMC dan penulis seri buku Montessori di Rumah.

Ini juga yang disampaikan oleh Elvina Lim Kusumo, pendiri IMC dan penulis seri buku Montessori di Rumah. Ibu dari dua anak ini menjelaskan bahwa metode Montessori adalah pendekatan dimana anak diajarkan untuk mandiri, memberikan kebebasan untuk bereksplorasi, dan belajar mengoreksi dirinya sendiri dan belajar mengikuti ritme anak. Mom Elvina juga mengatakan bahwa dalam Montessori, orangtua perlu menghargai anak dan keinginannya. 

Seni (art) memiliki banyak manfaat bagi anak usia dini, diantaranya meningkatkan rasa percaya diri, mempercepat perkembangan kognitif anak, sampai mengembangkan pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif. Lalu bagaimana mengenalkan seni kepada anak? Agar anak bisa bebas berkreasi dan berkarya, orangtua perlu menyiapkan lingkungan yang nyaman untuk anak. Mom Elvina menyebutnya sebagai ‘The Prepared Environment'. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu disiapkan oleh orangtua untuk mendukung kegiatan seni anak:
  • Siapkan ruangan atau sudut khusus yang kondusif di rumah untuk anak berkegiatan seni. 
  • Siapkan rak kegiatan yang berisi bahan-bahan untuk berkreasi yang bisa diakses dan mudah dijangkau anak sehingga anak bisa mandiri tanpa perlu bantuan orangtua. 
  • Biarkan anak bebas berkegiatan di tempat yang mereka sukai dan dengan gaya mereka selama mereka nyaman.
  • Pajang hasil karya anak, foto, atau lukisan atau gambar yang bisa memancing ide dan kreativitas anak.
  • Siapkan alat seni dengan ukuran yang pas untuk anak. Hal ini bertujuan agar anak terbiasa menggunakan real objects dengan percaya diri. 
  • Siapkan suasana yang nyaman. Ini bisa dilakukan dengan mengecat dinding rumah dengan warna-warna hangat seperti coklat, oranye, dan kuning yang bisa merangsang otak dan membuat anak lebih aktif. 

Nippon Spot-less Plus mendukung tumbuh kembang anak melalui rumah yang sehat.

Selain menyiapkan lingkungan yang mendukung, metode Montessori juga menekankan agar kita mengikuti ritme anak (follow the child) dan berikan kebebasan kepada anak untuk berkreasi. Selain itu, fokus dari kegiatan seni dalam lingkungan Montessori adalah proses bukan hasil. Nah ini dia nih yang kadang orangtua (termasuk aku) suka keceplosan mengomentari hasil karya anak. Padahal yang penting di sini adalah mengapresiasi proses anak dalam menghasilkan karya seni tersebut. Jadi, orangtua sebagai fasilitator perlu memiliki sikap sebagai berikut: 
  • Berikan contoh/demonstrasi suatu teknik dengan sedikit kata. 
  • Pancing anak untuk menjelaskan karyanya. 
  • Gunakan kata deskriptif. 
  • Beri pujian pada proses dan usaha anak dan bukan sekadar ‘bagus’. 
  • Hormati dan hargai karya anak. 

Sekarang adik Zinan bisa bebas eksplorasi dengan Nippon Spot-less Plus.

Dengan melakukan kegiatan seni dalam lingkungan Montessori, anak bisa mengembangkan potensinya secara maksimal. Nah kalau dinding rumah sudah dicat dengan Nippon Spot-less Plus, moms tidak perlu kuatir dan pusing lagi karena dinding rumah bisa dengan mudah dibersihkan. Jadi biarkan anak bebas berkreasi dan eksplorasi, seperti coret-coret dinding rumah karena itu adalah bagian dari pembelajaran. Dinding sehat, keluarga sehat dengan Nippon Spot-less Plus. 


Thanks for reading!

My Earliest Childhood Memory - 31 Day Blog Challenge

Thursday, 9 August 2018
Di salah satu coursebook yang aku pakai untuk mengajar, ada satu artikel yang membahas tentang memori. Ternyata, ada lho orang yang bisa mengingat masa kecil mereka dari sejak mereka masih bayi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa apa yang kita ingat ketika masih kecil biasanya berhubungan dengan emosi. Entah itu emosi senang, sedih, atau marah. Bagaimana dengan kenangan masa kecil aku? Jujur aku hanya bisa mengingat sedikit saja. Tetapi dengan bantuan dari kedua orangtuaku dan foto-foto masa kecil, aku bisa menuliskan tentang masa kecilku. 


Masa kecil merupakan masa yang indah bagi aku. Setiap hari selalu diisi dengan bermain sambil belajar. Kata ibuku, aku memang dari dulu sudah aktif dan tidak mau kalah dengan anak cowok. Kenangan masa kecil aku yang masih aku ingat sampai sekarang adalah ketika aku tinggal di Perth, Australia bersama kedua orangtuaku. Ayahku waktu itu mendapatkan beasiswa untuk belajar di Murdoch University. Aku masih berumur sekitar 2 tahun (lagi lucu-lucunya kalau kata orang).

Ini boneka teddy bear-nya masih ada sampai sekarang lho.

Tinggal di negeri orang membuat aku lebih mahir berbahasa Inggris dibandingkan bahasa Indonesia. Apalagi umurku masih kecil, jadi lebih cepat juga menyerap kosakata bahasa Inggris. Lucunya, meskipun aku berbicara dalam bahasa Inggris, aku memanggil kedua orangtuaku dengan panggilan ‘Ibu’ dan ‘Bapak’. Aku tahu tentang ini ketika aku menonton rekaman video VHS (sumpah ini jadul banget!) ketika kami tinggal di sana. Ada satu scene ketika aku sedang bermain lempar bola dengan ayahku di taman dan aku teriak, “Bapaak, catch this!” Kalau ingat itu pasti aku langsung otomatis ketawa. 


Soal panggilan nama ke orangtua ini juga unik (kalau tidak mau dibilang aneh) karena ketika kami berempat (ketika kami tinggal di sana ibuku hamil dan adikku lahir di sana) kembali ke tanah air, aku justru memanggil mereka dengan ‘Mommy’ dan ‘Daddy’. Nama panggilan ini yang terus aku dan kedua adikku pakai hingga sekarang. Mas Deniz dan adik Zinan pun juga memanggil aku dan mas suami dengan panggilan ‘mommy’ dan ‘daddy’.


Sekembalinya kami ke Indonesia, ibuku bilang kalau aku hampir tidak bisa bahasa Indonesia sama sekali. Jadi semua percakapan menggunakan bahasa Inggris. Perbedaan bahasa ini membuat aku kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Ada satu cerita yang lucu tentang bahasa ini. Jadi waktu itu ibuku sedang pergi dan aku di rumah bersama nenekku (alm). Nenekku ini tidak bisa bahasa Inggris sama sekali. Entah awalnya bagaimana, aku melihat kelinci dan aku cerita ke nenekku dalam bahasa Inggris (yang tentu saja beliau tidak paham). Karena aku kesal nenekku tidak mengerti apa yang aku ucapkan, aku gigit tangan nenekku. Ketika ibuku pulang, nenekku mengadu soal kejadian itu. Setelah dijelaskan bahwa yang aku maksud itu adalah kelinci, nenekku cuma bisa geleng-geleng kepala dan bilang, “oalaah, rabbit itu kelinci ya?” Duh maaf banget ya Mbah. 

Kenangan lainnya yang aku ingat ketika aku masih kecil adalah saat kepalaku, tepatnya dahi, bocor karena aku masuk ke dalam selokan. Waktu kecil, aku sangat takut dengan ondel-ondel. Di suatu sore hari, aku bersama adik-adikku dan sepupuku bermain di depan rumah. Tiba-tiba terdengar suara alunan musik ondel-ondel. Aku mulai panik. Dan benar saja, tidak lama kemudian ada ondel-ondel muncul dan berjalan ke arah kami. Aku tambah panik dong. Saking paniknya aku berjalan mundur dan tidak sadar kalau di belakang aku ada selokan. Aku pun terjatuh dan dahiku membentur pinggiran selokan. Darah langsung mengucur deras dan aku pun tambah panik dan menangis. Untung saja ibuku ada di rumah dan aku langsung dibawa ke klinik dan mendapatkan jahitan. 

Main microphone yang super berisik.

Ketika kecil, aku juga ingat masa-masa ketika aku dan adik-adikku main hujan dan main tanah. Ibuku tidak pernah melarang kami untuk main hujan. Justru beliau yang menyuruh kami main hujan agar kuat. Namanya juga anak kecil, pasti happy luar biasa boleh main hujan. Apalagi teman-teman kami di kompleks tidak ada yang boleh main hujan dan cuma bisa melihat kami dengan tatapan iri. Aku sempat menanyakan ke ibuku kenapa dulu kami boleh main hujan dan beliau menjawab, “Biar kamu nggak penasaran hujan-hujanan tuh rasanya kaya apa.” Yang paling menyenangkan dari bermain hujan adalah ketika kami kembali ke rumah, ibuku sudah menyiapkan air hangat untuk mandi dan segelas susu coklat plus camilan. 

Di tahun 90an, ada beberapa area di kompleks tempat kami tinggal yang masih berupa tanah merah. Kalau orangtua lain melarang anak-anaknya untuk main di tanah merah tersebut, ibu kami justru mengajak kami main di sana. Kami main perosotan tanah sampai baju kami berubah warna. Kami juga mendaki gundukan tanah merah tersebut sampai puas. 


Ada satu kenangan masa kecil yang juga tidak pernah terlupakan hingga sekarang yaitu ulang tahun! My mom is a food genius! Beliau selalu membuat kue ulang tahun untuk kami bertiga (aku dan kedua adikku). Kue ulang tahun yang beliau buat juga bukan sembarang kue karena selalu ada temanya. Ada banyak sekali tema kue ulang tahun yang ibuku buat, mulai dari angka, binatang, mobil, sampai rumah. Namun kebiasaan membuat kue ulang tahun ini berhenti ketika kami bertiga sudah besar. 

Sebetulnya masih banyak lagi kenangan masa kecil lainnya, tetapi rasanya cukup sampai sini dulu. Insha Allah nanti aku akan menuliskan lagi kenangan ketika aku remaja dan beranjak dewasa (aiih). Bagaimana dengan teman-teman? Apa kenangan masa kecil yang tidak terlupakan sampai sekarang? Share di kolom komentar yuk. 

Thanks for reading!

Auto Post Signature