Top Social

Showing posts with label My Wedding. Show all posts
Showing posts with label My Wedding. Show all posts

Persiapan Pernikahan (2)

Friday, 7 August 2009
Belakangan ini aku dan mas Didit sedang getol-getolnya mencari isian untuk srah-srahan peningset yang akan dibawa pada saat acara midodareni.

Sebelumnya kita sudah me-list apa saja yang kira-kira akan dijadikan seserahan... Biasanya sih seserahan itu isinya alat shalat, perlengkapan mandi (handuk dll), kosmetik, sepatu, tas, pakaian dalam (ini yang aku paling bete, emangnya perlu ya?), pakaian, dan makanan (kalau ini sih nggak mesti cepat-cepat dibeli).

Dari sekian banyak itu, alhamdulillah sebagian sudah terbeli, seperti tas dan mukena. Kalau untuk kosmetik kata mamah sih Bude-nya mas mau nyumbang. Alhamdulillah, berarti aku dan mas bisa menghemat pengeluaran dan bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lain. Sisanya, seperti perlengkapan mandi dan sepatu belum sempat dibeli. Mungkin besok kalau ada waktu kita akan cari. Kira-kira beli di mana ya? kalau bisa sih yang ada diskonnya sekalian. Hihihi....

Hari ini, rencananya kita berdua akan hunting sepatu dan handuk. Budgetnya?? hmm, berapa ya? yang pasti tidak lebih dari 500 ribu. Mas berencana untuk mencari kedua barang itu di Mall Ambasador. Kebetulan aku juga belum pernah ke sana, jadi sekalian deh, biar tahu....


Persiapan Pernikahan (1)

Tuesday, 4 August 2009
Pagi ini iseng browsing di internet tentang persiapan pernikahan. Awalnya aku ingin mencari wedding scrapbook, biar nanti ada kenang-kenangannya tidak cuma album foto aja. Eh, ternyata malah menemukan artikel yang membahas tentang mempersiapkan pernikahan.

Singkat saja, setelah aku membaca artikel itu, aku langsung pusing tujuh keliling. Bagaimana tidak pusing? di artikel itu tertulis bahwa persiapan pernikahan itu sebaiknya dilakukan dari setahun sebelumnya. Waks! jangankan setahun, 3 bulan aja aku tidak sampai! langsung deh aku panik memikirkan banyaknya hal-hal yang belum dipersiapkan.

Di bawah ini adalah hal-hal yang sudah aku persiapkan:

  1. Baju seragam keluarga, baik untuk keluarga aku dan keluarga mas. Banyak terima kasih untuk Bulik Nina yang sudah membantu dalam memilihkan baju kebaya seragam untuk keluarga.
  2. Catering dan rias pengantin. Meskipun baru bayar 50% tapi sudah sedikit tenang lah, untungnya jasa rias pengantinnya dekat dengan rumah jadi enak konsultasinya.
  3. Gedung. Akhirnya gedung yang akan dipakai adalah gedung Bima Sakti di daerah Pancoran, Jakarta. Minggu kemarin, mom dan mas Didit sudah mengurus gedung dan melunasi biayanya. Huff, lega deh.
  4. Souvenir. Nah, kalau ini memang sudah jauh hari dipesan, sengaja biar tidak mumet dan kalau tiba-tiba butuh tambahan souvenir tidak mendadak. Souvenir yang dipilih biasa saja. Aku dan mas Didit sepakat bahwa kita tidak mau menghambur-hamburkan uang untuk pernikahan yang 'wah'. Yang penting kan niatnya, iya nggak?
  5. Cincin nikah. Setelah hunting ke beberapa tempat, akhirnya kita berdua memutuskan untuk memesan cincin nikah di Blok M. Berhubung mas Didit tidak pernah pakai perhiasan sebelumnya, jadi dia sedikit merasa canggung untuk menggunakan cincin itu. Makanya aku sengaja membiarkan dia yang memilih model cincin-nya. Dan setelah bolak balik muter-muter cari model yang pas, akhirnya mas dapat model yang disuka-nya. Alhamdulillah aku juga suka dengan modelnya. Sekarang, cincin itu tersimpan rapih di kamar-ku, menunggu untuk dipakai bulan oktober nanti.
Hmm, kayanya baru itu aja deh yang sudah siap, sisanya masih di awang-awang!

dan sekarang aku cuma bisa bilang... OH MY GOD!!!!!


Foto Pre Wedding

Hari minggu kemarin, aku dan mas Didit melakukan sesi foto prewedding yang pertama. Thanks to Pakle Yus, sang pakle tercinta yang bersedia menjadi fotografer untuk kita berdua.

Rencana awal pemotretan akan dilakukan di Puspitek, Serpong hari Minggu pagi-pagi sekali. Sebelumnya pakle sudah mengirim sms agar kita bersiap-siap sejak pukul 6 (waks! pagi sekali!). Karena rumahku jauh dari lokasi, aku memutuskan untuk menginap di rumah mas Didit dari hari Sabtu. Sayangnya pada hari itu mas Didit masuk kerja. Untungnya di rumahnya ada mamah sama papah jadi aku tidak bosan.

Aku dan mas didit memutuskan untuk menggunakan kostum casual, dengan harapan agar foto yang dihasilkan berkesan santai dan lively. Setelah debat sana-sini, browsing tema-tema foto prewed di internet, akhirnya kita sepakat untuk menggunakan kemeja warna putih, jeans, dan sepatu kets. Dan setelah bongkar-bongkar lemari, alhamdulillah ternyata aku punya kemeja putih. Maklum, aku ini tidak terlalu suka pakai pakaian putih karena takut cepat kotor.

Namun, apapun bisa terjadi meskipun persiapan sudah dilakukan sematang mungkin. Hari minggu pagi, aku dan mas Didit sudah siap-siap, rapi jali naik motor ke rumah Pakle (rumah pakle sama rumah mas Didit nggak jauh). Dasar lagi sial, di tengah perjalanan ban belakang motor bocor! Kacau deh! Akhirnya jalan kaki sampai ke tukang tambal ban terdekat. Alhamdulillah ketika ban bocor itu kita sudah tidak jauh dari rumah pakle. Hehehehe....

Sesampainya di rumah pakle, ternyata pakle mau ada pengajian, akhirnya di-cancel lah sesi foto prewed pagi itu. Pakle minta kita berdua untuk datang lagi sore-sore dan kalau bisa bawa kostum yang banyak. Pusing juga, secara aku cuma bawa baju seadanya, karena aku kan lagi menginap. Akhirnya bongkar lemarinya mamah cari-cari baju yang kira-kira cocok untuk dipakai berdua. Tapi ada hikmahnya juga kok, ternyata mas Didit itu orangnya care banget sama penampilan, sebelum berangkat, sempat-sempatnya dia cobain semua baju dan jas yang mau dia pakai untuk foto nanti. Hihihii...

Sorenya, dengan membawa buntalan tas penuh dengan kostum, aku dan mas Didit ngebut ke rumah pakle, masih dengan motor tentunya. Begitu sampai, aku langsung dandan dan mas juga siap-siap dengan obat gantengnya (istilah mas untuk sisir dan minyak rambutnya). Kita berdua pakai kemeja putih, tapi ternyata setelah di tes foto, pakaian putih itu tidak terlalu bagus. Kata pakle, detailnya jadi nggak kelihatan. Jelek. Duh, sedih banget, mana nggak bawa banyak kostum pula....

Tapi, sesi foto terus berlanjut. Bulek Nina (istrinya pakle) berbaik hati meminjamkan kain pashmina dan rok warna pink. Akhirnya dicoba juga deh rok dan pashmina itu. Eeeh, ternyata setelah dicoba difoto, hasilnya jadi keren banget! Apalagi mas Didit pakai jas, jadi makin oke!

Selama ini aku tidak pernah punya masalah dengan kamera, tetapi kemarin itu ketika aku melakukan foto prewed dan diminta untuk saling tatap dengan mas Didit, suer! aku langsung salah tingkah! kenapa ya? lucunya si mas malah santai aja. Hehehe..... ah, mungkin karena aku nggak biasa saling lihat-lihatan sama si mas makanya jadi grogi.

Dan ini sebagian hasil jepretan pakle yang bagus banget menurut aku:



Gimana? oke nggak??

Setelah sesi foto prewed pertama ini, aku, mas Didit dan pakle memutuskan untuk melakukan sesi berikutnya di Puspitek hari sabtu depan, pagi-pagi sekali karena kita ingin mengejar kabut dan 'ray of light' matahari pagi. Tentunya belajar dari pengalaman foto prewed pertama ini, aku dan mas Didit harus benar-benar 'siap tempur' mempersiapkan kostumnya biar nggak bingung lagi.

Jadi tidak sabar menunggu hari sabtu......

Auto Post Signature