Top Social

Showing posts with label Photography. Show all posts
Showing posts with label Photography. Show all posts

Jakarta Modest Fashion Week 2018 – Talkshow Day 4 #JMFWStory

Sunday, 5 August 2018
Tepat seminggu yang lalu, Jakarta menjadi tuan rumah ajang modest fashion bertaraf internasional yaitu Jakarta Modest Fashion Week (JMFW) 2018. Acara ini berlangsung selama 4 hari tanggal 26-29 Juli 2018 di Gandaria City Mall, Jakarta Selatan. Sebagai pencinta fashion, khususnya modest fashion, tentu saja aku tidak mau ketinggalan serunya acara ini.


Jakarta dipilih menjadi negara keempat diselenggarakannya Modest Fashion Week ini setelah Istanbul, Dubai, dan London. Sebagai warga negara Indonesia, tentu saja aku bangga ibukota negara terpilih menjadi tempat pekan mode internasional. JMFW ini bisa terselenggara berkat kolaborasi Think Fashion yang didirikan oleh dua wanita lintas bangsa, yaitu Franka Soeria dari Indonesia dan Ozlem Sahin dari Turki dan Markamarie Creative. Aku masih ingat pertama kali aku bertemu dengan Franka Soeria waktu pagelaran MUFFEST (Muslim Fashion Festival) 2016 dan sangat terinspirasi akan cerita beliau dalam mengembangkan dan menyebarkan modest fashion ke seluruh dunia. So I’m beyond happy to know that she initiated this event in Indonesia!


Buat kalian yang belum tahu apa itu modest fashion, modest fashion adalah gaya berbusana sopan dan tertutup yang bisa digunakan oleh siapa saja mulai dari muslim berhijab dan non hijab sampai non muslim. Selama JMFW 2018, tidak hanya sekadar menyaksikan pagelaran busana (fashion show) karya desainer lokal dan desainer internasional, tetapi kita juga bisa mengikuti beragam talkshow edukasi dari para penggiat modest fashion, fashion entrepreneur, influencer dari berbagai negara, sampai komunitas yang masing-masing punya peran dalam menyebarkan modest fashion. 
Sayang sekali aku baru bisa menghadiri JMFW 2018 di hari terakhir, Minggu 29 Juli 2018. Di hari terakhir ini, suasana JMFW 2018 terlihat sangat meriah dan ramai dikunjungi. Oya, pengunjung yang hadir di JMFW ini tidak hanya dari Indonesia saja lho, banyak pengunjung mancanegara yang juga hadir di sini. Ini menunjukkan bahwa modest fashion banyak disukai. Apalagi ada sekitar 50 brand booth dari berbagai negara di area JMFW yang menyajikan modest fashion terkini dengan harga bervariatif. Beberapa booth juga memberikan diskon khusus selama acara JMFW. Berhubung di hari itu aku mengalami musibah kartu ATM hilang, keinginan untuk berbelanja mau tak mau harus ditahan. So sad. 


Kalau dilihat dari susunan acaranya, ada banyak talkshow di Day-4 JMFW, salah satunya adalah Talkshow Grow Your Business With Communities. Salah satu komunitas blogger yang aku ikuti, BloggerCrony hadir sebagai salah satu pembicara dalam talkshow ini. Tetapi sayang sekali ketika aku datang ke lokasi, talkshow ini sudah selesai. 

Designers Chit-Chat/Press Conference Speakers Parade Show Designers

Talkshow kedua yang aku ikuti adalah press conference dari para desainer yang akan menampilkan karya busana modest mereka di fashion show, yaitu #Markamarie x METRO (Indonesia), Medina Zein (Indonesia), Imen Bousnina (Austria), Hijab Sabine (Indonesia), Lina Sukijo (Indonesia), Uma Privee (Indonesia). Setiap desainer memberikan gambaran tentang konsep dari hasil karya mereka dan juga ciri khas masing-masing. Selain itu, setiap desainer juga memberikan tips bagaimana memulai bisnis fashion. Kesimpulan yang aku dapat dari talkshow ini adalah: JUST DO IT! Kalau kamu punya impian menjadi desainer atau berkecimpung di dunia fashion, jangan takut untuk mencoba dan bereksperimen. Well noted! 


Buyers Panel: The Secret of Global Buying Process

Talkshow berikutnya yang aku hadiri di area Piazza Gandaria City adalah Buyers Panel. Kalau dilihat dari susunan acara, seharusnya ada tiga pembicara yang hadir, tetapi di talkshow ini hanya ada Kazecastudio dari Australia. Kazeca Studio adalah toko retail yang menjual modest fashion di Australia. Ms. Farah sebagai perwakilan Kazeca Studio menjelaskan tentang bagaimana awal Kazeca Studio berdiri dan proses yang dilakukan sebelum memutuskan suatu produk bisa dijual di Kazeca Studio. Ms. Farah mengatakan Kazeca Studio fokus pada customer sehingga semua produk yang ada di etalase Kazeca Studio sudah melewati proses seleksi, baik dari segi desain, warna, sampai cutting.


Sebagai retailer produk modest fashion, salah satu kendala yang dihadapi adalah proses pengiriman produk dan bea cukai. Sehingga tidak jarang kerjasama jadi batal hanya karena dua hal ini. Ms. Farah mengatakan pengiriman dan bea cukai adalah dua hal penting yang harus diperhatikan bagi siapapun, terutama desainer Indonesia yang ingin memasarkan produknya ke luar negeri. 

Visual Talk: All About Fashion Photography

Nah ini dia talkshow yang paling aku tunggu! Talkshow yang dipandu oleh mbak Zata Ligouw (so proud of you!) menghadirkan 4 pembicara lintas negara, yaitu Hazra Ngah (Malaysia), Atiyah Saadon (Malaysia), Roni Bachroni (Indonesia), dan Mucan Films (Austria). Di sini para pembicara membahas tentang apa itu fashion photography dan bedanya dengan fotografi pada umumnya. Sebagai seorang blogger yang kerjaannya foto-foto terus, ada banyak tips yang aku dapatkan dan bisa diterapkan dalam foto blog dan social media aku.

Kiri-kanan: Hazra Ngah (Malaysia), Atiyah Saadon (Malaysia), Mucan Films (Austria), Roni Bachroni (Indonesia).

Salah satu tip yang paling aku ingat dan tidak sabar untuk aku terapkan adalah tip dari mas Roni Bachroni. Mas Roni mengatakan perlu sekali melakukan trial and error untuk mengetahui foto seperti apa yang disukai, baik itu oleh pembaca blog (bagi blogger) atau followers (bagi kamu yang jadi influencer). Mucan Films juga mengatakan, “The best way to represent yourself is to be yourself.” Jadi intinya jadi diri sendiri dan selalu percaya diri.


Baca juga:

Designers Chit-Chat/Press Conference - Wardah Beauty Show

Acara berikutnya yang aku hadiri di hari terakhir JMFW 2018 adalah press conference Wardah Beauty Show. Press conference ini dihadiri oleh perwakilan dari Wardah Beauty dan juga Wardah Beauty Designers, yaitu Dian Pelangi, Etu, Khanaan Shamlan, Kami. Keempat desainer ini akan menampilkan karya terbaik mereka dalam Wardah Beauty Exclusive Show yang sekaligus akan menjadi penutup Jakarta Modest Fashion Week 2018. 

Dalam press conference ini juga hadir ibu Elsa Maharani selaku Manager Public Relations Wardah yang menyampaikan bahwa Wardah sebagai brand kecantikan tidak hanya menghadirkan produk kosmetika berkualitas dan halal, tetapi juga bisa menginspirasi wanita Indonesia untuk berkarya dalam bentuk apapun, salah satunya dalam hal fashion.


Keempat desainer ini berkolaborasi dengan Wardah Beauty akan menghadirkan koleksi terbaru mereka yang terinspirasi dari tren makeup Wardah LUM(INA), Endless Beauty Discovery. Tren makeup ini sendiri terdiri dari 4 inspirasi makeup look yaitu Fiery Spirit, Pure Emotion, Summer Dream, dan Forest Voice. Semua inspirasi makeup ini diambil dari keindahan alam Indonesia. Masing-masing desainer akan menampilkan koleksi mereka yang terinspirasi dari 4 makeup look ini, yaitu Fiery Spirit (Dian Pelangi), Pure Emotion (KAMI), Summer Dream (Khanaan Shamlan), dan Forest Voice (ETU).

Kiri-kanan: Elsa Maharani (Manager PR Wardah), KAMI, Dian Pelangi, Khanaan, ETU. 

*** 

Itu dia talkshow yang aku hadiri di hari terakhir Jakarta Modest Fashion Week (JMFW) 2018. Semua acaranya sangat menginspirasi dan tentu saja bermanfaat. Di hari terakhir ini aku juga mendapatkan kesempatan untuk hadir dalam fashion show dan closing JMFW 2018, tetapi aku akan menuliskannya di postingan berikut ya biar tidak terlalu panjang.


Apakah kamu termasuk pencinta modest fashion? What do you think about modest fashion? Share pendapat kamu di kolom komentar di bawah ini ya. Terima kasih untuk BloggerCrony yang telah mengajak aku hadir menyaksikan keseruan Jakarta Modest Fashion Week. Terima kasih juga untuk Franka Soeria, Markamarie Creative dan Think Fashion yang telah menggelar pekan mode ini. 

See you on next JMFW!

How to look awesome in photos for plus size girls - Tips from Hazra Ngah #JMFWStory

Saturday, 4 August 2018
Probably you all already know in some of my Instagram photos that a couple times I mentioned about body shaming. Apparently, some people find body shaming isn’t something cruel to say to others. Well, I am a living proof that even your closest family can do this. But enough about body shaming! If I keep dwelling on this, I won’t be able to focus on other positive things.


When I went to Jakarta Modest Fashion Week (JMFW) 2018, I met Hazra Ngah, a fashion photographer from Malaysia who was there as one of guest speakers for Fashion Photography Talkshow in JMFW Day 4. I can say I am so lucky to meet her because she is very kind and happily shares her tips on how to look awesome for all curvy girls in this world! So without further ado, here are some tips that Hazra shared to me. 

1. Know your angle

Do you take selfies? Have you ever thought about your angle? Whether you realise it or not, we do have our ‘signature’ angle. Either you slightly move your face to the left or right, or you unconsciously bend your head down a little bit. This so called ‘signature’ angle is an angle in which you are comfortable with and always gives you the best result in photos. 

I’ve browsed through all my selfies photos which both are taken from my phone and from my camera and I realised I do have a signature angle. Most of my photos with this angle look better than others taken with different angles. Of course, you may not see these other angles since I only put my best photos on my social media and my blog. So, have a look of your photo collections and discover your signature angle. 

2. Experiment with different poses

Even though I take loads of photos of myself, most of them are only head-and-shoulder photos. I rarely post body shots because I don’t feel comfortable. You may see some of my body shots on my Instagram (usually when I share my OOTD) but these photos are a result of labour work. My lovely husband (bless him) patiently snaps zillion times before I approve the photos. FYI, he’s actually good with the camera. It is me who have problem finding the right pose. At the end, I usually stick with my (again) so called signature pose: delicate hand around the face. 

As curvy girls, we have to go out of our comfort zone and try different poses. It might be uncomfortable at first and you may not like what you see on your photos. But hey, there is no harm in trying. You probably will find another poses you like which look good on you. Here are some poses you can try (this is taken from one of my favourite blogs, The Curvy Fashionista).




3. Choose your outfit wisely

One of the tips that Hazra shared during our short-but-meaningful chat was the importance of outfit. Wearing the right outfit will not only boost your confidence but also your photos as well. Hazra’s tips: Choose outer with accents on shoulders to give an illusion of slimmer upper arms. I can say that outer is Hazra’s favourite since she she wears this item of clothing on most of her photos in Instagram and she looks awesome to boot! Using accessories like belt can also help curvy girls to give ‘shape’ and I do this a lot.


A post shared by Hazra Ngah (@hazrangah) on



4. Be confident

Last but not least, confidence is the key. No matter how good your poses are or how awesome your outfit is, your photos won’t have sparks if you aren’t confident. Just be who you are and enjoy all the process of taking photos. This is why I prefer having my photos taken by my closest people (e.g. my husband and my friends) because I know they won’t judge me and I can relax and have fun.

Tired faces but happy! Thanks for the chat Hazra Ngah!


*** 

I know you probably have read these tips somewhere on the net, but I do hope these tips will give you a better shove to look awesome in your photos. Big thanks to Hazra Ngah for all the tips and the boost of confidence. If you have more tips on how to look awesome in photos for plus size girls, drop your comments below and I would add them on the list. 

Thanks for reading and be awesome! 

Beauty Blogger, Yuk Asah 5 Skill berikut ini!

Sunday, 15 April 2018
Belakangan ini dunia digital influencer semakin berkembang. Banyak blogger-blogger dan influencer baru di media social bermunculan dengan ciri khasnya masing-masing. Aku sendiri sebagai seorang blogger (semoga sudah cukup pantas disebut sebagai blogger) tentu senang karena ini berarti ngeblog dianggap sebagai kegiatan yang berfaedah, bukan lagi sekadar tempat curhat tidak jelas. Ditambah lagi banyak perusahaan yang semakin menyadari kekuatan blogger dalam membentuk opini, sehingga ini membuka peluang bagi para blogger untuk bekerja sama. 

Namun semakin banyaknya blogger (dan juga influencer) membuat persaingan lebih ketat. Bisa jadi saat ini kita terkenal, tapi dalam waktu singkat sudah dilupakan dan digantikan oleh orang lain. Bagi mereka (blogger dan influencer) yang mungkin hanya mengandalkan luxurious lifestyle tanpa ada keunikan atau ciri khas, siap-siap saja dihempas manja sama Syahrini. Maksudnya mereka akan dengan cepat ditinggalkan oleh followers-nya ketika mereka sudah bosan. Hal ini juga disampaikan oleh mas Tuhu Nugraha pada workshop Digital Influencer Fenomena & Strategi Kreatif  yang diadakan pada acara BCC BloggerDay 2018. 

Baca juga:

Mas Tuhu Nugraha mengatakan bahwa untuk bisa bertahan dan bersaing, seorang blogger dan influencer perlu memiliki nilai tambah. Nilai tambah yang dimaksud di sini adalah skill atau keahlian khusus. Dengan memiliki keahlian khusus, seorang blogger bisa menciptakan lahan pekerjaan baru dan tidak melulu mengandalkan endorsement, paid review, atau content placement

Di workshop yang diselenggarakan di Ashley Hotel Jakarta ini, mas Tuhu juga sedikit menyinggung tentang 9 ide model bisnis yang bisa dilakukan oleh seorang blogger. Beliau juga sudah menuliskan tentang ini di blog beliau. Jujur, materi workshop dan tulisan mas Tuhu mengenai model bisnis ini sangat membuka mata aku. Banyak pertanyaan yang muncul di kepala: “mau sampai kapan ngerjain paid review?” “emangnya bakalan terus kuat mondar-mandir menghadiri event?”. Belum lagi ada ketakutan akan umur yang semakin bertambah. Sebagai seorang blogger yang fokus pada niche beauty, aku sangat sadar kalau brand tentu lebih memilih influencer dan blogger yang masih kinyis-kinyis seperti daun lalapan segar.



Lalu bagaimana kita menghadapi persoalan ini? Ya tentu saja dengan menambah keahlian khusus (skills) seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Bicara tentang upgrade skill ini, sebetulnya banyak sekali keahlian yang bisa kita gali dan kembangkan. Sky is the limit, alias tidak ada batasan. Namun menambah skill yang sesuai dengan passion dan niche blog kita pastinya akan lebih mudah dan menyenangkan. Setuju? Untuk para beauty blogger, ada beberapa keahlian yang bisa kalian coba dan kembangkan. 

1. Menulis di luar blog

Yang namanya blogger tentu sudah tidak asing dengan menulis. Namun menulis yang dimaksud di sini adalah menulis di luar blog. Sebagai seorang blogger yang menulis untuk blog kita pribadi, kita bebas berekspresi dengan gaya bahasa apapun dan bebas membahas apapun yang kita suka. Well, dunia menulis tidak selebar daun kelor. Ada banyak sekali jenis tulisan yang mungkin belum pernah kita coba seperti copywriting, storytelling, atau penulisan reportase. 


Pengalaman aku saat menjadi salah satu kontributor The Journal IFEX tahun 2018 ini, aku ‘dipaksa’ untuk keluar dari zona nyaman. Seorang Tya yang selama ini selalu menulis tentang kecantikan dengan gaya santai, mendadak menulis dengan gaya reportase 5W+1H. Beban pun bertambah karena menulisnya harus dalam Bahasa Inggris dan dengan tema yang khusus berkaitan dengan furniture (kebayang dong dari yang biasanya nulis tentang lipstick mendadak nulis tentang produk rotan). Aku belajar banyak dari pengalaman ini, mulai dari teknik wawancara, gaya bahasa, sampai proses editing sebuah tulisan. 

A post shared by Atisatya Arifin | Blogger (@atisatyaarifin) on

Lalu bagaimana kita bisa mengasah skill menulis ini? Banyak caranya kok. Mengikuti workshop menulis adalah salah satu cara yang bisa kalian coba. Selain itu, banyak membaca juga penting untuk melihat perbedaan gaya penulisan. But the most important thing is PRACTICE. Berlatih menulis dengan gaya penulisan yang out of comfort zone tentu akan terasa berat di awal, tetapi dari banyak berlatih ini kita akan terbiasa dan kualitas tulisan pun meningkat. Nah kalau tulisan sudah bagus, tentu kita bisa menjual skill ini dan membuka peluang kerja yang lebih luas. 

2. Makeup Artist 

Skill yang kedua ini sangat erat dengan dunia kecantikan. Profesi Makeup Artist (MUA) adalah profesi yang menjanjikan dan sustainable. Gimana nggak menjanjikan? Bayaran seorang MUA yang sudah terkenal seperti Anpasuha, Bubah, dan Petty Kaligis bisa jutaan lho dalam sekali merias. Belum lagi kesempatan merias orang-orang penting atau selebriti. Sedangkan sustainable atau berkelanjutan ya sudah jelas karena selama masih ada jomblowan dan jomblowati, pasti ada pasangan yang menikah. Coba deh hitung dalam satu bulan pasti ada dong undangan nikahan. Apalagi kalau udah musim nikahan, dalam sebulan kamu bisa dapat lebih dari 3 undangan. 


Di hari spesial, si pengantin pasti mau tampil secantik-cantiknya dan disinilah MUA mendapatkan penghasilannya. Tidak perlu takut rebutan sama MUA lainnya karena kebudayaan di Indonesia itu sangat beragam, jadi tema pernikahannya pun juga macam-macam. Ada yang menikah dengan menggunakan adat Jawa (seperti aku dulu waktu menikah), adat Sunda, dan adat daerah lainnya. Ada juga yang menikah dengan tema internasional.  Apakah seorang MUA hanya merias pengantin saja? Tentu tidak dong, klien seorang MUA juga beragam mulai dari anak SMA yang mau prom night, mereka yang mau lamaran atau tunangan, sampai mereka yang mau datang ke nikahannya mantan. MUA pun juga sering bekerja sama dengan brand kosmetik baik untuk memberikan workshop atau menjadi brand ambassador. Seru kan? 


Untuk menjadi seorang MUA profesional memang perlu waktu, modal, dan kerja keras. Beberapa teman beauty blogger aku pun ada yang menjadi MUA dan sedang belajar menjadi MUA (seperti bu dokter Amanda Anandita. Semangaaat!). Tapi percayalah, semua akan terbayar ketika sudah menjadi MUA yang kompeten dan profesional. 

3. Belajar Fotografi 

Sebuah tulisan akan lebih menarik apabila didukung dengan foto yang sesuai. Bagi seorang beauty blogger, foto memiliki peran yang penting. Bayangkan apabila kamu membaca suatu ulasan produk kecantikan seperti lipstick tetapi fotonya kurang menarik atau bahkan gelap dan berbayang? Tentu kamu akan langsung klik close tab di browser kamu. 


Kualitas foto yang baik tidak hanya bisa membantu meningkatkan traffic blog kamu lho. Dengan mengasah skill fotografi, kamu bisa membuka banyak peluang baru di luar blogging. Sebagai contoh, ada beauty blogger Jennifer Tan (@jennitanuwijaya) yang punya jasa foto produk dan sewa studio di Jakarta bernama Cloud Studio (@cloudstudio_id). Asyik kan dari hobi foto untuk ngeblog terus bisa dipakai untuk mendapatkan penghasilan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk belajar fotografi seperti bergabung dengan komunitas fotografi, mengikuti workshop dan kursus fotografi. Selain itu tentu saja kita perlu banyak berlatih untuk mendapatkan foto yang berkualitas. 

4. Interpersonal Skill

Tulisan adalah cara seorang blogger mengomunikasikan ide dan pendapatnya. Tapi blogger juga manusia (mendadak nyanyi ala Seurieus Band) yang tentu juga perlu interpersonal skill alias kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Apa sih susahnya berkomunikasi dengan orang lain? Kan tinggal cuap-cuap aja. Ternyata, berkomunikasi itu tidak semudah yang kita kira. Contoh Interpersonal skill sendiri ada berbagai macam seperti Listening (mendengarkan), Communication (komunikasi), Leadership (kepemimpinan), Motivation (motivasi), Respect (menghormati orang lain), Conflict Management (manajemen konflik), dan masih banyak lagi.


Apa sih pentingnya meningkatkan interpersonal skill? Dengan interpersonal skill yang baik, kita bisa memiliki hubungan yang baik dengan individu lainnya dan dengan kelompok. Selain itu, interpersonal skill bisa membantu menunjang karir yang kita miliki misalnya dengan memiliki good leadership kita bisa mendapatkan promosi naik jabatan. Bagi seorang blogger, interpersonal skill membantu dalam menjalin hubungan baik dengan blogger lainnya, agency, dan juga brand. Dengan interpersonal skill yang baik, kita akan diingat sebagai sosok yang ramah dan baik. 

5. Web skills 

Terakhir nih, keahlian yang menurut aku perlu untuk dipelajari seorang beauty blogger dan blogger pada umumnya adalah web skill. Beberapa keahlian yang masuk dalam web skill versi Tya adalah belajar SEO (Search Engine Optimization), coding, web dan blog designing, dan infographic.


Dengan mempelajari skill yang berkaitan dengan blog/web, kita bisa meningkatkan kualitas blog kita. Misalnya dengan SEO kita bisa membuat traffic blog meningkat. Sedangkan blog dan web designing dan infographic bisa membantu agar blog terlihat lebih menarik sehingga pembaca pun betah berlama-lama di blog kita. Kalau skill sudah oke, tidak menutup kemungkinan kita bisa menjadi trainer workshop atau mendapatkan kerjaan/project yang berkaitan dengan skill tersebut. 

Web skill ini bisa diasah dengan cara mengikuti berbagai workshop (baik yang gratisan maupun berbayar). Kita juga bisa belajar secara otodidak karena banyak sekali situs dan video yang membagikan ilmu secara cuma-cuma. 

*** 

Itu dia lima skill yang menurut aku bisa dikembangkan oleh seorang beauty blogger. Dengan skill tersebut, kita bisa bersaing dengan para blogger lainnya dan juga membuka peluang seluas-luasnya di luar dunia blogging. Dari kelima skill yang aku sebutkan, saat ini aku sedang mendalami interpersonal skill dan menulis di luar blog. Bagaimana dengan kalian? Adakah skill yang sedang kalian dalami juga? Atau mungkin kalian punya rekomendasi skill yang perlu dipelajari seorang beauty blogger? Share di kolom komentar ya! Siapa tahu rekomendasi kalian bisa menginspirasi aku dan blogger lainnya. Last but not least, never stop learning! 

Thanks for reading! 

[DIY] LED Ring Light Murah Meriah dan Gampang

Wednesday, 3 May 2017
Happy Wednesday! 

Suka lihat foto close up riasan mata terus di mata-nya seperti ada lingkaran putih? Itu adalah ring light, yaitu pencahayaan yang berbentuk lingkaran yang memang biasa digunakan dalam dunia pemotretan. Penggunaan ring light dalam fotografi memang membantu menghasilkan foto yang tidak hanya lebih terang dan jelas, tetapi juga memperhalus dan mengurangi bayangan pada foto. Hasilnya? Foto jadi kece!


Belakangan ini, tidak hanya fotografer saja yang menggunakan ring light tetapi juga Youtubers dan blogger. Aku sendiri ikut ketularan karena salah seorang bestie-ku share tentang DIY ring light yang dia buat. Karena melihat hasil fotonya yang cetar abis, aku memutuskan untuk membuat DIY ring light murah meriah ini! 

Auto Post Signature