Top Social

Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Sajak Terakhir yang Kutulis Untukmu

Sunday, 17 July 2016
Happy Sunday, semuanya!

Postingan kali ini aku mau sedikit melenceng dari niche blog ini. Aku akan memposting salah satu puisi karanganku yang memiliki kesan mendalam karena banyak sekali kenangan dan emosi yang terkumpul di dalamnya. Seperti apa puisinya? Langsung saja baca ya.

sajak seorang perempuan dan ia yang sedang bermimpi

Monday, 6 February 2012

sajak seorang perempuan dan ia yang sedang bermimpi


awan merapat ke lengan senja, langit merintihkan hujan. tetesnya luruh mengiring jenak tidurmu. aku di sini, di sudut lengang kamarmu, menatap gigir punggung bercerita tentang repih letih, gebu rindu, dan kelindan kenang. sedang rima jantung melagu hal hikayat cinta tak berkata. dan aku bertanya:

”hadirkah aku dalam mimpimu?”

tahukan engkau? rahimku tak sanggup melahirkan sepotong sajak sejak kepergianmu, tersisisip getir pada sendi nyeri, terlolosi belulang yang mengerang, dan terputus saraf hingga jemari tak kuasa menari bersanding pena. kini, lelap wajahmu menyadarkan otot tertidur. jemari tak sabar melenggak bersama rerupa huruf dibawah sinar rembulan.

Dalam tidurmu, kubisikkan harap:

”masihkah kau di sana ketika aku mengejarmu ke pulau mimpi?”


pengumben, 10 mei 2009

monolog di kamarmu

Saturday, 4 February 2012

monolog di kamarmu
            -untuk tubagus maulana aditya


ketika kutulis kuatrin
ada sepotong rindu
yang lindap 
kau sebut itu sebagai kuatrin 

bagai seguci kenangan 
meretak dalam kata 
kau lihat demikian fana dan 
kata itu pun tak kekal

di jemarimu
barangkali...

pengumben, 28 juni 2009



cinta dalam secawan ragusa


cinta dalam secawan ragusa
-untuk tubagus maulana aditya


di gedung ini, potret kusam yang tergantung di dinding tua menjadi saksi atas hikayat cinta yang tertunda. di sana, seorang perempuan menekur secawan ragusa: menguar dingin. menebar muram paling suram.  dan isaknya melarut bersama rinai gerimis yang luruh sebelum senja.

”kusimpan cinta untukmu di tiap rintik gerimis”, ucapnya.

derit rotan meja kursi berkolaborasi dengan denting dawai pemusik jalan. mengiris hati. di sana, seorang lelaki berkelejat : sekarat. mencari cinta yang terselip di lelipat jiwa. dan ia pun menganyam selaksa harap di tiap tatapan.

“kirimkanlah gerimis padaku”, dia menjawab. tegas.

secawan ragusa meleleh karena cinta.



ragusa 2009 - depok 2011

tubuh mungil terbaring di tempat tidur


tubuh mungil terbaring di tempat tidur
-untuk tma dan tdf


tubuh mungil di tempat tidur
terbaring, di sampingmu

di wajahnya tersirat damai, 
kurasa ia sedang bermimpi
mengejar kupu-kupu lucu , mendendang tembang,
dan berjenaka bersama rerupa popi

apakah kau bersamanya?

di bibirnya semburat senyum, terkulum
begitu juga padamu

ah, bibir manakah yang kan kukecup?




depok, 30 desember 2011

Auto Post Signature