Top Social

Showing posts with label keuangan. Show all posts
Showing posts with label keuangan. Show all posts

Lindungi Mobil dengan Asuransi Mobil Online Garda Oto Digital

Saturday, 21 October 2017
Happy Saturday! 

Apa momen keluarga yang paling berkesan? Bagi aku, momen keluarga yang selalu terkenang adalah jalan-jalan. Entah itu pergi makan bersama, mengunjungi tempat rekreasi, sampai piknik. Pergi bersama kedua orangtua dan dua adik memang seru dan semakin mendekatkan kami. Untuk urusan pergi jalan-jalan, keluarga kami memilih untuk menggunakan mobil karena kapasitasnya yang besar sehingga bisa mengangkut kami semua dan juga barang-barang. Sudah beberapa kali kami berganti mobil, mulai dari mobil kodok (Volkswagen) yang unyu di tahun 90an, mobil MPV, sampai yang terakhir adalah city car yang mungil. 

Mobil terakhir kami (yang hingga saat ini masih kami pakai) dibeli menggunakan tabungan keluarga. Kebetulan saat itu mobil sebelumnya memang sudah rusak dan harus segera diganti. Setelah melewati banyak pertimbangan, orangtuaku memutuskan untuk membeli mobil bekas yang masih layak pakai sesuai dengan dana tabungan yang kami miliki. Namun membeli mobil bekas tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Mobil bekas bisa langsung digunakan karena plat nomor sudah ada dan harganya lebih murah dibandingkan membeli mobil baru. Namun, tidak seperti mobil baru yang umumnya dilindungi oleh asuransi, mobil bekas biasanya tidak memiliki asuransi. Padahal melindungi kendaraan bermotor seperti mobil, terutama mobil bekas, dengan asuransi itu penting lho. 


Mobil termasuk aset investasi. Sama halnya dengan bentuk investasi lainnya, mobil juga perlu perlindungan dari risiko. Sebagai contoh, banyak hal yang bisa terjadi di jalanan, entah itu karena kelalaian kita sendiri maupun kelalaian pengendara lain. Menyenggol bus, menabrak pembatas jalan, terkena banjir, sampai menjadi sasaran begal dan pencurian. Ketika mobil mengalami kerusakan, baik berat ataupun ringan, tentu saja perlu biaya untuk memperbaikinya dan kadang biaya yang diperlukan cukup banyak. Dengan mengasuransikan kendaraan bermotor yang kita miliki, kita bisa meminimalisir risiko sekaligus melindungi aset. 

Ingin Masa Depan Sejahtera? Yuk Mulai Berinvestasi dengan 5 Prinsip Investasi ini

Tuesday, 10 October 2017
Happy Tuesday! 

Sebagai ibu yang juga merangkap sebagai menteri keuangan rumah tangga, aku dituntut untuk jeli dan bijak dalam mengatur anggaran keuangan rumah tangga. Bisa dibilang, tidak boleh ada satu rupiah pun yang terlewat. Kalau perlu dilacak lah satu rupiah itu ke mana perginya. Demi apa? Demi memastikan bahwa setiap rupiah yang kami miliki jelas penggunaannya. (adakah yang begini juga?) Tidak hanya itu saja, kami juga berusaha untuk lebih rutin menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan. Tetapi setelah dihitung-hitung kok ya mandek gitu. Kami tidak bisa berharap banyak dari bunga tabungan yang angkanya dibawah harga semangkuk bakso. Itu pun masih harus disunat biaya administrasi. Miris memang. 

Dengan dua anak yang masih kecil, masalah pendidikan adalah prioritas utama aku dan mas suami. Kami ingin mereka bisa mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Yakin deh ini juga impian semua orangtua. Namun menabung saja tidak akan cukup untuk menutup biaya pendidikan anak. Belum lagi ditambah adanya inflasi setiap tahun. Saat lagi galau memikirkan hal ini, aku teringat orangtua-ku yang berhasil menyekolahkan ketiga anaknya dengan asuransi pendidikan. Andaikan mereka saat itu tidak menggunakan asuransi, mungkin kami bertiga tidak bisa mengenyam pendidikan hingga universitas. 


Di sini aku sadar kalau sekadar menabung saja tidak akan cukup untuk membiayai pendidikan anak. Bagaimana caranya agar uang yang dimiliki tidak hanya sekadar terkumpul, tetapi juga bisa menghasilkan. Solusinya adalah INVESTASI. Aku, seperti kebanyakan orang awam lainnya, ketika mendengar kata ‘investasi’ pasti langsung mikir begini: “Investasi itu kan cuma untuk orang yang duitnya banyak aja” dan “Investasi itu hanya untuk orang yang mengerti soal ekonomi.” 

Ingin Merdeka Finansial? Yuk coba 4 Langkah Mudah Menyusun anggaran keuangan keluarga ini!

Wednesday, 30 August 2017
Happy Monday!

Sejak menikah hampir 8 tahun yang lalu, aku mau tak mau belajar bagaimana menyusun anggaran keuangan keluarga kecil kami. Dulu sebelum menika, aku nggak pernah ambil pusing kalau mau beli sesuatu. Mau beli eyeshadow, foundation, lipstik, ya segala macam perintilan makeup ya tinggal beli aja tanpa pikir panjang. Sekarang? Setiap rupiah yang keluar dari dompet harus di-acc dulu sama aku apakah sesuai dengan anggaran atau nggak (iya dong, kan aku menteri keuangannya di rumah). Tapi ya namanya manusia, meskipun sudah membuat perencanaan dan anggaran sedetil mungkin, kadang ada aja yang kebablasan. Ujung-ujungnya nelangsa di akhir bulan menunggu gajian (hayoo siapa yang suka kaya gini?)


Semenjak mas suami memutuskan untuk berhenti kerja dan mulai berwirausaha, aku dipaksa untuk lebih jeli lagi mengatur keuangan di rumah. Ada beberapa hal yang dengan berat hati harus kami keluarkan dari anggaran, ada juga yang terpaksa dianggarkan. Mumet luar biasa deh. Di saat lagi galau paripurna memikirkan anggaran belanja keluarga untuk bulan depan, KEB kembali mengundang aku untuk ikut Visa Financial Literacy Workshop #IbuBerbagiBijak pada hari Kamis, 24 Agustus 2017 yang tema-nya Planning and Budgeting. Wah, pas banget nih momennya!

Keuangan Keluarga Sehat? Yuk Cek Kondisi Keuangan agar Sejahtera bersama Ibu Berbagi Bijak dan VISA

Sunday, 30 July 2017
Happy Sunday!

Suka mengeluh uang sama seperti air yang mengalir? Merasa selalu gagal menabung? Yup, kalian nggak sendirian kok! Aku pun suka merasa seperti itu. Rasanya uang gajian Cuma numpang lewat aja di rekening bank dan ketika di pertengahan bulan dompet semakin tebal, bukan karena uangnya bertambah tetapi karena struk belanja yang menumpuk. Tabungan pun sepertinya mandek tidak pernah bertambah.


Beberapa kondisi yang aku sebutkan di atas itu menjadi pertanda bahwa keuangan keluarga berada dalam kondisi buruk dan tidak sehat. Duh, ternyata nggak hanya badan aja yang bisa sakit, keuangan pun bisa sakit juga. Jadi, ketika aku mendapatkan undangan untuk menghadiri workshop Visa Financial Literacy Series yang bekerja sama dengan Ibu Berbagi Bijak dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) pada hari Selasa, 25 Juli 2017 lalu, tanpa pikir panjang aku pun menghadiri acara ini.

Auto Post Signature