Top Social

Watsons - Jadi Member Pasti Untung

Friday, 30 November 2018
#JadiMemberPastiUntung #WatsonBlog

Bagi wanita, yang namanya belanja itu bisa dibilang kebutuhan. Iya kan? Biasanya urusan belanja itu diserahkan kepada wanita karena kami (wanita) lebih tahu produk yang baik dan tentu saja lebih jeli kalau ada diskon atau keuntungan lainnya. Siapa coba yang tidak ingin dapat diskon saat berbelanja dan berhemat? 

Setiap bulan aku memiliki anggaran khusus untuk berbelanja produk kesehatan dan kecantikan seperti kosmetik, skincare, dan obat-obatan. Selain memang digunakan untuk sehari-hari, terkadang aku juga membeli produk baru yang menarik untuk diulas di blog. Agar anggaran ini tidak besar pasak daripada tiang, tentu saja aku sangat mengandalkan promo dan diskon. Itulah sebabnya kenapa aku menjadikan Watsons sebagai tempat belanja favorit aku. Saking sukanya dengan Watsons, setiap kali aku main ke pusat perbelanjaan tempat pertama yang aku kunjungi adalah Watsons.

Teman-teman pasti sudah tidak asing lagi dengan Watsons ya? Berada di bawah naungan PT. Duta Intidaya, Tbk , Watsons merupakan Health and Beauty Retailer terbesar di Indonesia dengan total 80 stores yang tersebar di seluruh Indonesia. Watsons menyediakan beragam produk berkualitas baik dari dalam dan luar negeri seperti kosmetik, skincare, obat-obatan, toiletries, sampai snacks pun ada. Selain memiliki offline stores, Watsons juga memiliki online store sehingga kalian bisa berbelanja produk kebutuhan sehari-hari dengan mudah. 

Salah satu hal yang membuat aku tertarik berbelanja di Watsons adalah program promo-nya yang menggoda. Apalagi kalau kita sudah menjadi member Watsons, keuntungan yang didapatkan juga semakin besar. Sebetulnya program member Watsons ini sudah berlangsung lama, tetapi pada tanggal 6 Februari 2018 Watsons bekerja sama dengan BCA mengeluarkan kartu member Watsons Flazz membercard. Buat kalian para nasabah BCA tentu sudah tidak asing dengan kartu Flazz yang multifungsi ini ya. Nah sekarang bayangin kalau kartu member Watsons digabung dengan kartu Flazz BCA? Untungnya makin banyak! Ada 8 keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan menjadi member Watsons:

  1. Setiap member baru akan mendapatkan welcome voucher dengan total nilai Rp250.000
  2. Setiap pembelanjaan Rp20.000, member mendapatkan 1 point (senilai Rp100,-) 
  3. Belanja lebih hemat dengan menggunakan point yang sudah dikumpulkan. 
  4. Mendapatkan 2x point untuk pembelanjaan produk Watsons Brand. 
  5. Member mendapatkan harga khusus untuk produk tertentu. 
  6. Tambahan special point untuk produk tertentu.
  7. Mendapatkan extra point untuk produk tertentu.
  8. Mendapatkan hadiah ulang tahun dari Watsons berupa voucher. 

Untuk menjadi member Watsons caranya mudah kok karena bisa dilakukan secara offline maupun online. Teman-teman bisa langsung datang ke Watsons Store dan infokan ke kasir kalau kalian ingin mendaftarkan diri untuk menjadi member Watsons. Staf Watsons akan memberikan formulir untuk diisi berikut identitas diri. Jangan kuatir, staf Watsons ramah kok.


Kalau teman-teman tidak sempat ke Watsons Store, kalian bisa membuat membercard ini secara online lewat www.watsons.co.id. Kalian cukup klik menu Daftar dan lengkapi data diri kalian. Selanjutnya kalian tinggal tunggu email konfirmasi dari Watsons deh. Mudah kan? 

Karena punya membercard Watsons ini, aku pun jadi tambah senang berbelanja di Watsons. Beberapa hari yang lalu aku mampir ke Watsons Store di D’Mall, Depok karena memang ada beberapa produk yang ingin aku beli. Ternyata banyak sekali produk yang sedang promo! Dan ini dia hasil belanjaan aku. 

Dari belanjaan ini aku mendapatkan 7 poin. Lumayan ya? Poin yang didapatkan dari transaksi berbelanja ini akan di-update 1 hari setelah transaksi dilakukan. Ketika hendak membayar di kasir, mbaknya kasih tahu kalau aku mendapatkan potongan 50% untuk Sabun Palmolive dari program PWP (Purchase With Purchase). Jadi, dari harga normal Rp45.000, aku cukup membayar Rp22.500 saja. Asyik kan?


Gimana? Banyak banget kan keuntungan menjadi member Watsons? Rugi deh kalau teman-teman belum punya. Yuk langsung miliki Watsons membercard dan rasakan manfaatnya.


Instagram: @watsonsindonesia
Twitter: @WatsonsIndo
Facebook Fanpage: @Watsons

5 Barang yang selalu ada di tas Tya - BPN 30 Day Blog Challenge (Day 8)

Tuesday, 27 November 2018
5 Barang yang selalu ada di tas Tya. Ngomongin soal tas, aku itu paling senang pakai tas ransel untuk sehari-hari. Alasannya? Tentu saja karena kapasitasnya besar jadi aku bisa masukin segala macam hal. Pokoknya segala macam barang nyemplung deh! Dari sekian banyak barang aku cemplungin ke dalam tas ransel aku, ada 5 barang yang selalu ada di dalam tas Tya. Hayo, bisa tebak nggak? 


1. Tas makeup

Pasti pada tahu kan kenapa tas makeup aku taruh di urutan pertama? Yup, I cannot leave the house without my makeup pouch. Kemana pun aku pergi tas makeup ini selalu siap sedia. Untuk urusan makeup, aku memegang prinsip ‘Sedia payung sebelum hujan’. Maksudnya di sini adalah lebih baik aku bawa tas makeup (meskipun tidak digunakan) daripada tahu-tahu aku ada acara mendadak dan perlu touch up. Nggak lucu kan kalau tiba-tiba diajakin nge-date sama mas suami terus wajah aku kucel karena habis mengajar seharian? Selain itu, tas makeup ini juga berguna ketika ada keadaan darurat  misalnya seperti bulu mata yang lepas. Kebayang kan kalau aku nggak siapin lem bulu mata di dalam tas makeup? Masa iya itu bulu mata mau dibiarkan terbang? Hehehe. 

FYI, tas makeup aku ini isinya komplit. Biasanya aku selalu bawa minimal 3 lipstik (warna nude, pink, sama merah), maskara berikut jepit bulu mata, bulu mata palsu berikut lem-nya, pensil alis, eyeliner, blush on, bedak tabur, highlighter, dan rautan pensil alis. 

2. Binder dan pulpen

Aku merasa ada yang kurang lengkap kalau tidak membawa binder dan pulpen. Binder ini tidak hanya aku gunakan untuk membuat lesson plan dan mencatat hasil rapat, tetapi juga aku gunakan untuk menuliskan ide-ide untuk tulisan blog. Tidak jarang juga binder ini dipakai untuk mencatat pengeluaran dan menuliskan wishlist produk makeup dan skincare.

Baca juga: 
What's in my bag?

3. Dompet

Dompet memang tidak aku taruh di urutan pertama karena aku sering kelupaan bawa dompet. Maklumlah, dompet aku tebal tetapi isinya kebanyakan struk belanjaan. Selain itu, aku nyaris tidak pernah membawa uang tunai karena hampir setiap hari aku menggunakan layanan ojek online. 

4. Parfum 

Meskipun tempat kerja aku ber-AC, kalau sudah mengajar kelas anak-anak ya tetap saja berkeringat. Belum lagi tangga di tempat kerja aku itu super killer alias terjal. Nggak heran deh kalau betis aku super seksi seperti talas Bogor. Demi rasa percaya diri tinggi saat mengajar dan beraktivitas, aku selalu bawa parfum di dalam tas. 


5. Stainless steel straws

Belakangan ini gerakan mengurangi sampah plastik semakin gencar. Salah satu kontributor sampah plastik yang cukup signifikan adalah penggunaan sedotan plastik. Nggak usah pakai contoh macam-macam, anak-anak di rumah paling senang minum pakai sedotan dan ketika sudah selesai minum langsung dibuang. Parah kan? 

Untuk mengurangi sampah sedotan plastik, kami mulai beralih ke sedotan yang bisa dipakai berulang kali. Sedotan stainless steel ini aku beli bulan kemarin dan sejak saat itu sedotan ini selalu aku bawa kemana-mana di dalam tas. Mungkin ini baru langkah kecil untuk mengurangi sampah, but at least I do something about it.  

***

Itu dia 5 barang yang selalu ada di tas Tya. Buat yang penasaran kenapa smartphone tidak aku masukkan ke dalam daftar di atas, itu karena smartphone lebih sering aku pegang atau aku cemplungin ke dalam lunch bag. Alasan lainnya adalah karena tas ransel yang aku gunakan ukurannya cukup besar dan kadang aku suka kerepotan sendiri mencari barang-barang di dalam tas. Teman-teman yang pernah ketemu langsung sama Tya pasti pernah lah menyaksikan kerempongan aku kalau bawa barang. Hehehe. 

Bagaimana dengan teman-teman? Apa sih barang yang selalu ada di dalam tas kalian? Share di kolom komentar yaa. 

Thanks for reading! 

5 Warung Makan dan Restoran Favorit Talkativetya - BPN 30 Day Blog Challenge (Day 7)

Monday, 26 November 2018
5 Warung Makan dan Restoran Favorit Talkativetya. Ini dia tema yang paling ditunggu-tunggu, yaitu membahas warung makan dan restoran favorit aku dan keluarga. Kebetulan aku dan keluarga punya selera makanan yang sama, jadi kami tidak pernah kerepotan mencari tempat makan. Warung makan dan restoran yang jadi favorit Tya dan keluarga ini adalah tempat makan yang enak dan murah untuk keluarga. Pokoknya makan kenyang dengan harga terjangkau. Biar nggak tambah penasaran, langsung aja ya. 


1. Bakso Gerobak, Depok

Kalau kalian baca tulisan di hari ke-6, pasti tahu dong kalau makanan favorit aku adalah bakso. Alhamdulillah banget satu keluarga doyan bakso dan ini jadi menu andalan kami kalau aku lagi capek dan tidak sempat masak. Bakso Gerobak ini memang nggak punya nama. Pas aku tanya sama penjualnya (pasangan suami istri), mereka bilang, “Bakso gerobak aja deh.” 


Bakso Gerobak ini berlokasi di Jalan Kemakmuran, Kelurahan Mekar Jaya, Depok. Aku tidak bisa memberikan lokasi detil karena memang Bakso Gerobak mangkal di depan toko dan posisinya persis di sebelah JNE Depok 2. Bakso Gerobak buka dari jam 6 sore - 10 malam/habis. Apa yang membuat Bakso Gerobak ini istimewa? Tentu saja rasa dan harganya. Untuk satu porsi bakso, kita cukup membayar Rp12,000 saja. Rasanya? Jangan ditanya. Uenak tenan! Oya, biasanya aku pesan bungkus Bakso Gerobak ini dan makannya di rumah. 


Ada beberapa hal yang membuat aku menaruh Bakso Gerobak ini di urutan pertama. Pertama, penjualnya ramah dan selalu mengutamakan kebersihan. Si ibu penjual (istrinya) bertugas menyiapkan racikan bumbu (garam, seledri, dan mie) dan selau menggunakan sarung tangan. Kedua, si ibu ini nggak pernah lupa antrian. Jadi pertama kali aku mencoba bakso ini, aku tuh sempat manyun karena banyak orang yang antri tapi tidak tertib. Aku kuatir pesanan aku akan terlupakan dan orang lain yang didahulukan. Ternyata, si ibu ini hafal banget siapa yang pesan duluan dan orang setelahnya. Pernah suatu hari aku membeli Bakso Gerobak ini dan ada satu pembeli yang tidak sabar dan bolak balik menanyakan kapan pesanannya dibuat, terus si ibu penjual dengan sabarnya menjawab, “Sabar ya, giliran ibu (pembeli) setelah mbak A, mas B, ibu C, dan adek D itu. Silahkan tunggu ya.” MANTAP! 

2. Restoran Bebek Kaleyo
Pertama kali aku mencoba Bebek Kaleyo itu ketika aku masih bekerja sebagai guru bahasa Inggris di daerah Rawamangun sekitar tahun 2009-2012. Dan kebayang dong betapa bahagianya aku ketika Bebek Kaleyo buka cabang di Depok beberapa tahun yang lalu. Ketika aku mengajak keluarga makan di restoran ini, mereka semua langsung menganugerahkan Bebek Kaleyo sebagai restoran favorit. 


Ini dia menu paling mantul, bebek goreng kremes Bebek Kaleyo. Sumber: www.kaleyo.com

Bebek Kaleyo memang terkenal dengan menu bebek goreng kremes-nya yang super empuk. Selain itu, sambalnya tuh pedas nendang. Harganya juga terjangkau karena banyak menu dengan harga murah meriah. Harga satu potong bebek goreng kremes sekitar Rp26.000 (belum termasuk nasi dan minuman). Kalau ditotal, satu porsi bebek lengkap dengan nasi dan minuman sekitar Rp40.000. Menu favorit aku di Restoran Bebek Kaleyo adalah Paket Hemat Bertiga (Rp75.000) yang terdiri dari 3 porsi nasi putih, 3 es teh tawar, dan 1 bebek goreng kremes utuh. Hemat banget kan? Oya, satu lagi nih alasan kenapa aku suka banget sama Restoran Bebek Kaleyo: mereka nggak pelit sama sambal! 

Menu Bebek Kaleyo yang terjangkau dan enak. Sumber: www.kaleyo.com


3. Burger King
Restoran makanan cepat saji ini jadi favorit aku dan keluarga karena memang harganya terjangkau tetapi rasanya nikmat. Belakangan ini aku cukup sering makan di Burger King. Gimana nggak? Wong restorannya persis di seberang TBI Kota Wisata (bahkan koneksi Wifi-nya aja sampai kantor. Hehehehe). Menu favorit aku dan mas suami tentu saja Whopper Burger yang lengkap dengan sayuran dan acar. Burger King biasanya jadi andalan kami sekeluarga kalau lagi jalan-jalan di mall. Dan yang lebih penting lagi, Burger King sering banget kasih kupon promo jadi makan pun lebih hemat. 



4. Soto Mie Merdeka, Depok
Selain bakso, aku juga suka banget sama soto mie Bogor. Mas suami tidak sengaja menemukan warung soto mie Bogor ini ketika dia sedang lari pagi dan memutuskan untuk mencoba. Ternyata rasanya enak! Harga satu porsi Soto Mie Bogor ini hanya Rp10.000 saja dan dijamin kenyang. Gerobak soto mie Bogor ini buka dari jam 7-10 pagi. Malah beberapa kali kami ke sana untuk membeli soto mie dan sudah kehabisan, padahal belum jam 10. Iya, segitu larisnya lho. 

5. Imperial Kitchen
Restoran terakhir yang jadi favorit Tya dan keluarga adalah Imperial Kitchen. Teman-teman pasti sudah tidak asing dengan restoran ini ya. Imperial Kitchen menyajikan makanan oriental seperti dimsum, mie, nasi goreng, cah sayuran, dan masih banyak lagi. Aku suka makanan di Imperial Kitchen karena rasanya pas untuk lidah aku. Selain itu, ada banyak pilihan menu dan kadang suka ada promo mingguan untuk dimsum. Menu favorit aku di Imperial Kitchen adalah Nasi Ayam Hainan (Rp55.000) yang terdiri dari nasi hainan yang gurih, dada ayam rebus, sayuran, dan kuah kaldu. Untuk minumannya aku biasanya memesan Chinese Tea yang disajikan dalam teko kecil. 



*** 

Seru kan 5 warung makan dan restoran favorit aku sekeluarga? Gimana nih dengan teman-teman? Apa yang jadi pertimbangan ketika memilih warung makan/restoran? Harga, lokasi, rasa, atau hal lainnya? Share di kolom komentar yaa. 

Thanks for reading!

5 Fakta tentang Tya - BPN 30 Day Blog Challenge (Day 6)

Sunday, 25 November 2018
5 Fakta tentang Atisatya Arifin. Tidak terasa tantangan menulis blog setiap hari dari Blogger Perempuan Network sudah memasuki hari keenam lho! Gimana nih teman-teman blogger? Masih semangat semuanya kan? Tak kenal maka tak sayang. Pasti sudah pada tahu dong dengan peribahasa ini? Nah biar kita semakin akrab niih, aku mau kasih bocoran 5 fakta tentang seorang Atisatya Arifin (Tya) yang mungkin kalian belum tahu.


1. Bekerja sebagai guru bahasa Inggris 

Aku yakin hampir semua orang tahu kalau saat ini aku memiliki status sebagai guru bahasa Inggris di salah satu lembaga bahasa terkemuka yaitu TBI (The British Institute). Tetapi hal yang mungkin teman-teman belum tahu adalah dari sejak awal aku berkarir, aku selalu bekerja sebagai guru bahasa Inggris (padahal aku kuliah jurusan Biologi lho).  Kok bisa sih jadi guru bahasa Inggris? Jadi waktu itu aku mendapatkan tawaran bekerja sebagai English teacher dari guru les aku di tahun 2008. Setelah dijalani, ternyata seru banget jadi guru bahasa Inggris dan keterusan deh sampai sekarang.


Tidak terasa sudah 10 tahun aku menjadi guru bahasa Inggris. Kepikiran nggak untuk ganti profesi? Somehow, I couldn’t picture myself not working as a teacher. Ada banyak hal yang membuat aku cinta dengan profesi ini, panjang deh kalau mau dijabarkan. Tetapi ada satu yang selalu menjadi motivasi aku untuk tetap mengajar, yaitu ketika aku bertemu dengan murid-murid lama dan ternyata mereka sudah sukses dan berterima kasih atas apa yang sudah aku ajarkan. Misalnya ketika salah satu orangtua murid bilang, “Miss, makasih banyak yaa sekarang A nilai bahasa Inggrisnya bagus banget di sekolah,” atau ketika ex-murid IELTS dengan bangga memberikan kabar, “Miss, I’ve got 7.0 for my IELTS! Thank you so much!.” Those are priceless!

Baca juga: 
20 Facts about Me

2. Membaca 3-5 buku novel dalam 1 minggu

Aku suka sekali membaca buku. Dalam seminggu, aku bisa menyelesaikan antara 3-5 buku novel dengan panjang antara 500-1000 halaman). Ngomongin soal membaca, aku tidak bisa membaca suatu buku 2x kecuali memang terpaksa (misalnya karena sudah tidak ada stok buku lagi) karena aku ingat sebagian besar ceritanya. Nggak seru dong kalau baca buku baru dua halaman terus sudah tahu endingnya seperti apa? Karena buku yang bisa aku selesaikan terbilang lumayan banyak, aku sekarang membaca buku e-book karena bisa didapatkan dengan gratis di internet.


3. Tiap hari selalu bingung mau pakai baju apa

Kalau kalian membaca tulisan 20 Facts about Me yang aku tayang di bulan September kemarin, pasti tahu kalau aku itu selalu menggunakan baju yang matching. Terus kenapa masih bingung juga? Soalnya aku tuh kadang suka berubah pikiran. Misalnya nih, aku sudah memutuskan akan menggunakan baju A yang dipadankan dengan celana B dan jilbab C di malam sebelumnya. Keesokan harinya mood aku bisa berubah 180 derajat dan berimbas pada pilihan outfit. Ujung-ujungnya, aku sering nyaris telat hanya karena masalah pilih-pilih baju ini. Hehehe. 

4. Terakhir menulis puisi di tahun 2009 

Tahu kan alasan kenapa aku ngeblog? Kalau belum silahkan baca tulisan BPN 30 Day Blog Challenge Day 1 di sini ya. Sebelum aku menikah, aku masih aktif di komunitas sastra dan termasuk cukup produktif dalam menulis puisi. Ceritanya nih, aku tuh galau apakah mas suami waktu itu serius atau tidak dengan aku (ini panjang ceritanya, next time aku tulis yaa) dan karena kegalauan itu aku menulis satu puisi dengan judul: “Sajak terakhir yang kutulis untukmu.” Puisinya bisa kalian baca di sini ya.

Baca juga: 
Sajak Terakhir yang Kutulis Untukmu

Nah, ternyata setelah aku menulis puisi ini dan menikah entah kenapa aku beneran nggak pernah nulis puisi lagi lho! 

5. Tidak bisa menolak bakso!

Yups, makanan favorit aku adalah bakso! Aku bisa lho makan bakso setiap hari tanpa merasa bosan. Bakso dengan kuah panas dan super pedas, ditambah potongan tetelan dan mie sungguh merupakan godaan besar untuk aku. Hehehe. Salah satu indikator bakso yang enak menurut aku adalah kuah dan sambalnya. Eh kenapa bukan baksonya? Soalnya emang aku lebih doyan kuahnya, apalagi kalau pakai sambal yang banyak.


*** 

Itu dia 5 fakta tentang seorang Tya yang mungkin kalian belum tahu. Jangan lupa juga untuk mampir ke tulisan 20 Facts about me biar semakin kenal sama Tya.Dari 5 fakta di atas, mana yang paling mengejutkan buat kalian? Share di kolom komentar yaa. 

Thanks for reading!

Jangan share 5 hal ini di media sosial! - BPN 30 Day Blog Challenge (Day 5)

Saturday, 24 November 2018
Apa yang ada di benak teman-teman tentang media sosial? Pasti yang terlintas adalah Instagram, Twitter, Facebook, Pinterest, Linkedin, dan masih banyak lagi media sosial lainnya. Saat ini media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Mulai dari berbagi informasi, ngobrol dengan teman yang lokasinya jauh, belanja, sampai update gosip pun kini bisa dilakukan lewat media sosial. 


Tidak bisa dipungkiri, media sosial kini punya power yang bisa menggerakkan massa. Buktinya? Banyak perusahaan yang menggunakan jasa influencer media sosial untuk mempromosikan produk dan jasanya. Sayangnya, karena kekuatan media sosial itu juga banyak orang yang menyalahgunakan fungsi dari media sosial. Selain itu, banyak pengguna media sosial yang kebablasan dalam menggunakan media sosial yang mereka miliki. 

Memang sih, apa yang diposting di media sosial adalah hak si pemiliknya. Tetapi tetap saja harus ada batasan agar informasi yang disebarkan bisa bermanfaat untuk umum (dan bukan sebaliknya). Menurut Tya, ada beberapa hal yang haram hukumnya di-share di media sosial:


1. Berita yang belum jelas/hoax

Merasa nggak sih kalau belakangan ini berita yang belum/tidak jelas alias hoax itu cepat sekali menyebarnya. Ujung-ujungnya malah bikin kegaduhan deh karena orang-orang sudah keburu panik. Padahal ketika ditelusuri ketahuan beritanya bohong. Biasanya berita hoax cepat menyebar di chat group. Untuk mencegah penyebaran berita hoax, selalu cek kebenarannya terlebih dahulu. Jangan langsung percaya kalau berita yang disebarkan bukan hoax walaupun teman dekat atau bahkan orangtua/pasangan kalian sendiri yang memberikan informasinya. 

2. Share masalah pribadi

Namanya juga masalah pribadi, ya cukup untuk konsumsi pribadi saja bukan untuk disebarkan ke khalayak umum. Salah satu hadist shahih mengatakan sebagai berikut 

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

لَا يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.” [Shahih Muslim]

Kalau misalnya kalian sedang kesal atau marah dengan seseorang atau sesuatu, sebaiknya jauh-jauh deh dari media sosial. Meskipun niatnya untuk mendapatkan masukan/solusi, percayalah, tidak semua orang mau lho. Bisa jadi ada beberapa orang yang terganggu dengan curhatan kalian di media sosial. Terus nggak boleh curhat? Boleh kok, tapi curhatnya ke orang yang tepat. Misalnya ke pasangan atau ke teman dekat yang bisa dipercaya. Lebih bagus lagi kalau sedang ada masalah pribadi curhat langsung sama Sebaik-baiknya pelindung dan penolong yaitu Allah SWT. 

3. Hate speech atau yang berbau politik

Tahun depan Indonesia punya perhelatan akbar, yaitu PEMILU untuk menentukan Presiden baru. Sah-sah saja kok kalau teman-teman mendukung salah satu calon Presiden. Tapi please janganlah saling menjatuhkan, apalagi sampai menyebarkan ucapan kebencian.


4. Share foto/video korban kecelakaan

Beberapa kali aku mendapatkan share postingan media sosial yang isinya foto dan/atau video dari korban kecelakaan. Contohnya seperti video dan foto korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang yang terjadi bulan lalu. Ah, Tya aja kali yang nggak kuat lihat fotonya? Ini bukan masalah kuat nggak kuatnya, bung. Bayangkan kalau salah satu korban adalah orang yang kalian kenal atau bahkan sanak saudara kalian? Apakah kalian mau orang yang kalian cintai itu fotonya (yang mungkin dalam keadaan kurang baik) tersebar kemana-mana? Jadi nggak usah deh disebar-sebar. Dengan tidak ikut menyebarkan foto/video seperti ini, kita sudah membantu mengurangi beban keluarga dan juga menghormati korban. 

5. Rahasia/gosip kantor dan pekerjaan

Sejak aku membantu proses rekrutmen guru di tempat aku mengajar, aku jadi tahu kalau perusahaan itu mengecek media sosial calon pekerja lho. Kebayang dong kalau misalnya perusahaan tempat kita melamar kepoin akun media sosial kita dan menemukan bahwa kita suka sharing hal yang kurang baik atau mungkin curhat tentang hal-hal di kantor, bisa jadi perusahaan itu batal mempekerjakan kita. 

*** 

Intinya sih, bagikan informasi dan konten yang positif di medsos kamu ya teman-teman. Hindari deh membagikan hal-hal seperti yang aku sebutkan di atas. Setuju? Apakah teman-teman punya hal lain yang sebaiknya tidak dibagikan di medsos? Yuk sharing di kolom komentar. 

Thanks for reading!

Alasan Bergabung di Blogger Perempuan Network - BPN 30 Day Blog Challenge (Day 4)

Friday, 23 November 2018
Meskipun aku sudah ngeblog sejak tahun 2009, aku baru bergabung dengan komunitas blogging sekitaran tahun 2015. Waktu itu (2009 - 2015), kegiatan menulis blog hanyalah sekadar menulis tanpa ada tujuan. Kalau ada yang baca ya alhamdulillah, kalau nggak ada view-nya pun aku cuek aja. Memang saat itu aku menjadikan blog sebagai buku harian online (walaupun nulisnya nggak setiap hari). Tema tulisan random dan gaya menulis pun kaya cabe-cabean. 


Di tahun 2012 ada satu kejadian yang menjadi titik balik aku untuk menggeluti kegiatan menulis blog dengan serius. Yang udah baca tulisan aku untuk BPN 30 Day Blog Challenge Day 1 pasti tahu deh apa kejadiannya. Eh? Belum baca? Langsung lah cuss klik tulisannya biar nyambung ceritanya. 

Baca juga: 

Sebagai seorang blogger newbie, aku ini macam orang yang tidak punya peta dan tersesat di dunia blogging. Istilah SEO (Search Engine Optimization), DA (Domain Authority), PA (Page Authority), Google Analytics, page views, bounce rate, dan keywords layaknya bahasa asing yang sulit dipahami. Mana aku tahu kalau semua istilah itu sangat mempengaruhi kualitas sebuah blog? Jangankan itu, menulis yang baik dan benar aja aku belum khatam. 

Sadar kalau aku tuh tidak punya ilmu apapun tentang blogging, aku mulai mencari wadah yang bisa membantu mengembangkan diri aku dan juga blog Talkative Tya. Aku masih ingat saat itu ada seorang teman di dunia maya yang menyarankan aku untuk bergabung dengan BP (Blogger Perempuan). Kata dia, komunitas blogging ini ngemong  (baca: menjaga dan mendukung) member-nya. Selain itu, karena semua anggotanya adalah perempuan tentu saja urusan sharing atau curhat jadi lebih nyaman. Betah deh di sini. 


Ada beberapa alasan kenapa aku bergabung di Blogger Perempuan Network:

1. Mengasah ilmu blogging

Sejak gabung dengan BPN, aku jadi paham istilah-istilah bahasa Mars yang aku sebutkan sebelumnya. BPN tidak pernah pelit dalam membagikan ilmunya dan ini berlaku tidak hanya untuk para pejabat tinggi BPN tetapi juga member. Salah satu hal yang aku cinta dari komunitas ini adalah member-nya saling mendukung dan membantu baik lewat media sosial maupun ketika bertemu langsung. 

Bangga dong pernah jadi nara sumber untuk #BPTalk di tahun 2017

2. Menambah pengetahuan

Berapa banyak niche blog yang kalian tahu? Travel, beauty, lifestyle, food, parenting, dan masih banyak lagi. Di Blogger Perempuan Network, aku berkenalan dengan berbagai niche blog dengan beragam gaya penulisan. Pokoknya segala ada deh. Dari blogwalking dan membaca tulisan teman-teman anggota BP, pengetahuan aku pun bertambah. Misalnya saja ketika aku udah mati gaya menghadapi tantrum anak, ndilalah ketemu postingan salah satu anggota BP yang membahas masalah ini. Klop banget! Atau ketika aku lagi cari informasi tentang tempat makan yang asyik di salah satu area, aku bisa mampir ke blog teman-teman travel blogger dan food blogger dan mencari informasi di sana. 

3. Memperluas networking

Aku bersyukur bisa mengenal Blogger Perempuan. Dari komunitas ini aku bisa punya banyak teman dari seluruh Indonesia dan bahkan beberapa diantaranya sudah seperti kakak/adik perempuan sendiri. Dua tahun yang lalu (kalau nggak salah) BP punya program Arisan Link dan di situ aku dan beberapa blogger lainnya masuk ke dalam satu grup. Meskipun arisannya sudah bubar, grup yang dibentuk BP ini tidak bubar dong. Kami tetap komunikasi dan berbagi banyak hal. Segala topik dibahas di grup ini. BPN juga cukup sering mengadakan event offline dan dari event itulah aku kenal banyak teman-teman blogger lainnya. Oya, dari networking ini juga aku bisa kenal sama orang-orang yang membantu mempercantik blog Talkative Tya lho. Salah satunya adalah mbak Ria Kurniasih, pemilik blog Mom’s Odell yang bantu bikin template blog ini. 

Baca juga: 

4. Menambah penghasilan  

Aku tidak pernah menyangka kalau dari ngeblog aku bisa mendapatkan uang tambahan. Ini sih yang bikin terharu juga. Apalagi di saat kondisi keuangan keluarga sedang tidak stabil seperti sekarang, invoice yang cair itu bagaikan mata air di Gurun Sahara. Banyak perusahaan yang bekerja sama dengan Blogger Perempuan untuk memperkenalkan perusahaan dan produk/jasa mereka. Di sinilah letak simbiosis mutualisme-nya. BPN mengajak anggotanya untuk membantu. 

Apakah selalu dibayar dengan uang? Oh tentu tidak, Ferguso. Meskipun begitu, BPN selalu berusaha adil dan memberikan penawaran yang baik kepada anggotanya. Tinggal kitanya aja mau apa nggak. Beberapa kali aku mendapatkan komentar tentang kegiatan blogging yang aku jalani ini, “Enak ya jadi blogger dibayar.” Again, it’s not always about the money sister! Tujuan utama ngeblog bagi aku adalah untuk berbagi pengalaman. Kalaupun memang mendapatkan penghasilan dari berbagi pengalaman, itu adalah berkah yang harus disyukuri. 


I can proudly say that my decision to join BP was one of the best decision I’ve made in my life.  Tidak terasa sudah 3 tahun aku bergabung dengan Blogger Perempuan Network dan entah sudah berapa banyak BP membantu aku dalam berbagai hal. Buat kalian yang juga baru mulai ngeblog atau mungkin yang sudah ngeblog dan ingin mengembangkan blog kalian, Blogger Perempuan Network is the place. 

Jadi, sudah gabung di Blogger Perempuan Network belum? 

Beauty Haul October 2018

Thursday, 22 November 2018
Beauty haul October yang ditulis di bulan November? Yaudalahya daripada tidak ditulis sama sekali. Jadi ceritanya aku tuh lagi diet shopping, terutama shopping makeup dan skincare yang nggak terlalu butuh tapi hasrat ingin membeli sangat menggebu. Bukan berarti aku nggak beli apa-apa lho ya, selama produk yang dibeli memang butuh dan termasuk kebutuhan sehari-hari sih ya tetap dibeli juga (mencari pembenaran). Ternyata, belanjaan di bulan Oktober kemarin ketika dikumpulin kok banyak juga? Hehehe. Biar belanjaan lebih berfaedah, tidak ada salahnya untuk ditulis di blog. Iya nggak? 

Without further ado, here are my Beauty Haul!

Toiletries

Belakangan ini aku lagi concern banget masalah bau badan. Eits, badan aku nggak bau kok! Hanya saja beberapa bulan ini aku sering mondar-mandir naik motor dengan jarak cukup jauh sehingga produksi keringat lebih banyak. Jadi aku tuh mencari produk toiletries yang bisa bantu agar badan aku tetap segar dan wangi sepanjang hari. 

Sebelumnya aku hanya menggunakan  Wardah body mist Innocence untuk sehari-hari. Tetapi namanya body mist tentu wanginya nggak seawet parfum. Nah pas banget aku belanja bulanan di Tiptop Supermarket dan mbak BA Wardah-nya bilang kalau lagi ada diskon untuk pembelian produk Wardah. Diskonnya lumayan lho! Aku hanya membayar Rp35.000 untuk parfum Wardah yang harga normalnya sekitar Rp50.000. Awalnya aku hanya berniat membeli satu parfum saja. However, I couldn’t decide which one I liked. Akhirnya dua parfum Wardah Flame dan Innocence ini pun aku angkut.


Produk toiletries berikutnya adalah deodoran. Biasanya aku pakai deodoran berbentuk stik seperti Rexona dan Lady Speed Stick. Entah kenapa deodorant stick sekarang kok susah banget ya dicarinya? Jadi aku mulai hunting deodoran lainnya deh. Kebetulan salah satu guru di tempat aku mengajar menjual produk Oriflame dan aku ditawari produk deodorannya. Long story short, I bought it. Oriflame Roll-on deodorant ini aku beli dengan harga Rp55.000. 

Makeup

Baiklah, aku ngaku kalau aku tuh lemah kalau sudah berhadapan dengan makeup. Rasanya gimana gitu kalau nggak beli. Beberapa makeup items yang aku boyong di bulan Oktober ini memang lagi aku butuhkan (untuk berbagai alasan). Di rumah aku punya dua beauty blender namun kondisinya sudah tidak layak lagi (bahkan salah satu beauty blender sempat menghilang dan ditemukan ada di dalam kotak lego milik bocah). Jadi ketika official store Kay Collection di Shopee mengadakan diskon besar-besaran, tanpa pikir panjang aku langsung membeli Masami Shouko Silk Sponge Blender. Yang membuat beauty blender ini unik adalah ada satu sisinya yang dilapisi oleh sutra. Katanya sih ini bisa membantu agar foundation tidak terserap ke dalam beauty blender.


Produk makeup lainnya yang aku beli adalah Wardah Everyday Cheek & Lip Tint 02 My Bearry! Alasan utama aku membeli lip tint Wardah ini karena banyak teman-teman blogger yang merekomendasikan produk ini. Although I’m not a lip tint woman, I’m considering this product since it’s got many functions. Terakhir, aku membeli Mineral Botanica Highlight and Contour. Produk contouring dengan bentuk stik seperti ini memang sudah lama aku idamkan, cuma ya baru kesampaian aja sekarang. Selain itu, banyak juga yang bilang kalau produk contouring dari MiCa ini bagus. So I gave it a try. 

Skincare

Dua produk terakhir yang masuk dalam Beauty Haul October 2018 adalah kapas wajah dari Acnes dan eye mask dari Guardian. Acnes Soft Cotton ini harganya kurang lebih sama seperti kapas-kapas lainnya yang bisa didapatkan di minimarket. Kebetulan stok kapas di rumah sedang habis jadi aku coba beli karena penasaran apa bedanya dengan kapas merek lainnya. Nah kalau eye mask dari Guardian ini aku beli ketika ada promo mingguan Guardian +1000 dapat 2.


***

Itu dia belanjaan aku di bulan Oktober kemarin. Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian belanja produk skincare dan makeup tiap bulannya? Dari semua belanjaan itu, produk mana yang kalian ingin baca reviewnya? Share di kolom komentar ya!

Thanks for reading!

Kenapa nama blog ini Talkativetya? - BPN 30 Day Blog Challenge (Day 3)

Perkara memilih nama memang bukan hal yang mudah. Coba deh teman-teman main ke toko buku, kalian pasti akan menemukan satu rak yang penuh dengan buku nama-nama pilihan. Ini jadi pertanda kalau memilih nama memang tidak bisa sembarang. Salah- salah pilih nama bisa berdampak besar pada kehidupan si pemilik nama. Apalagi nama adalah doa, iya kan? Aku dan mas suami ketika memilih nama untuk anak-anak (Deniz dan Zinan) juga pakai riset. Aku nggak mau mereka berdua nanti kena bully hanya karena nama mereka (this is what happened to me when I was in primary school).


Sama halnya dengan memilih nama untuk anak, menentukan nama blog yang pas dan sesuai dengan image yang ingin ditampilkan juga tidak kalah sulitnya. Waktu membuat blog ini, aku butuh waktu hampir satu bulan. Entah sudah berapa nama blog yang aku coba tapi masih belum dapat yang pas. Sampai akhirnya pilihanku jatuh pada nama Talkative Tya. 

Kenapa Talkative Tya?

Sebetulnya aku sudah pernah menceritakan kisah dibalik pemilihan nama ini, tapi nggak apa-apa ya diceritain lagi. Kalau kalian bertemu dengan teman-teman satu sekolah dan kampus aku, mereka mungkin tidak akan kenal dengan seorang Tya. Yup, ini karena sejak aku duduk di bangku sekolah dasar sampai aku kuliah semua orang mengenal aku dengan nama Ati. Nama panggilan ini diambil dari nama depan aku Atisatya.

Baca juga: 
Arti nama blog Talkativetya - 31 Day Blog Challenge

Nama Atisatya ini sendiri punya arti yang bagus, hati yang setia. Sayangnya, nama panggilan Ati sering dipelesetkan menjadi ‘Ita’, ‘Ait, dan ‘T*i’. Tidak hanya itu saja, kadang nama Ati ditambahkan dengan embel-embel lainnya seperti Ati ayam, Ati sapi, dan Ati ampela. Aku sendiri sudah sering minta kepada guru untuk dipanggil dengan nama ‘Tya’ yang merupakan nama panggilan aku di rumah. Tetapi hasilnya nihil. So I was stuck with this name until I graduated from college. 


Orang-orang selain keluarga dekat mulai memanggil aku dengan nama Tya ketika aku berkarir sebagai guru bahasa Inggris. Itulah sebabnya kenapa nama Tya menjadi salah satu komponen nama blog ini. Lalu bagaimana dengan kata Talkative? Menurut aku, kata yang dalam bahasa Inggris memiliki arti suka ngomong ini sangat tepat menggambarkan kepribadian aku yang emang ceriwis. Buat kalian yang pernah ketemu langsung sama aku pasti tahu banget aku kalau ngomong itu bisa nggak berhenti dan kalau ketawa ya lepas aja (no jaim, please). Ternyata nama Tya dan Talkative ini berima dan pas ketika disandingkan bersama. Voila! Jadi deh nama blog Talkative Tya. 

Sesuai dengan artinya, aku berharap aku bisa jadi diri aku sendiri sebagai seorang blogger dan berbagi pengalaman aku dalam bentuk tulisan. Selain itu, aku ingin siapapun yang membaca blog aku merasa nyaman dan seperti ngobrol langsung dengan aku. Bagaimana dengan kalian? Apa cerita di balik nama blog kalian? 

Thanks for reading!

5 Pensil Alis Lokal Murah dan Berkualitas yang Wajib Kamu Coba!

Wednesday, 21 November 2018
“Pantang ke luar rumah sebelum alis sempurna.”

Adakah teman-teman di sini yang punya pandangan hidup yang sama? Kalau iya, bolehlah kita high five dulu. Hehehe. Alis yang terbingkai dengan baik akan membantu membuat penampilan terlihat lebih menarik. Makanya tidak heran kalau sekarang banyak pilihan produk alis yang bisa kalian pilih mulai dari pensil alis, eyebrow cream, browcara (brow mascara), sampai brow stamp. Hampir semua bentuk produk alis sudah pernah aku coba. Dari semuanya, pensil alis tetap menjadi produk alis favorit dan andalan aku dan juga banyak wanita. 


Mudah didapatkan, harga terjangkau, dan hasil alis yang natural adalah beberapa alasan kenapa kebanyakan wanita memilih produk pensil alis dibandingkan produk lainnya. Untuk mendapatkan alis yang on fleek, tidak perlu susah-susah mencari pensil alis merek luar negeri karena kini banyak pilihan pensil alis merek lokal yang kualitasnya sama baiknya dengan harga super affordable. Nah berikut ini adalah 5 pensil alis lokal dengan harga murah berkualitas yang wajib kamu coba.

1. Viva Eyebrow Pencil (Rp 36.000)

Siapa yang tidak kenal dengan pensil alis legendaris ini? Aku yakin hampir setiap wanita Indonesia pernah mencoba pensil alis ini. Pensil alis ini juga menjadi pensil alis pertama yang aku pakai ketika baru belajar menggunakan makeup. Viva eyebrow pencil digadang-gadang sebagai pensil alis nomor satu di Indonesia dan menjadi andalan banyak makeup artist (MUA) Indonesia. Viva eyebrow pencil memiliki 3 pilihan warna: black, brown, dan warna baru dark brown. Teksturnya pas, tidak terlalu keras, dan mudah untuk dibaurkan menjadi alasan kenapa pensil alis ini menjadi favorit. 


2. Wardah Eyebrow Pencil (Rp 30.000)

Pensil alis lokal yang kualitasnya tidak kalah bagus adalah pensil alis Wardah. Ada dua pilihan warna Wardah eyebrow pencil, hitam dan cokelat, yang sesuai dengan warna kulit wanita Indonesia. Tekstur dari pensil alis Wardah ini cukup creamy sehingga kalian bisa mendapatkan hasil yang natural tanpa harus bersusah payah. Selain itu, pensil alis ini juga sudah dilengkapi dengan sikat kecil pada bagian tutupnya. Jadi, kalian tidak perlu lagi membawa spoolie atau sikat alis untuk merapikan alis atau untuk membuat gradasi alis. 


3. Just Miss Eyebrow Pencil (Rp 6.000)

Looking for a good eyebrow pencil with affordable price? Just Miss Eyebrow Pencil is the answer. Nggak tahu lagi deh gimana ceritanya pensil alis ini bisa punya harga semurah itu, yaitu sekitar Rp 6.000an (bahkan di beberapa toko kosmetik harganya bisa di bawah ini). Tapi jangan langsung terkecoh dengan harganya yang murah, Just Miss Eyebrow Pencil ini punya kualitas yang jempolan. Pensil alis Just Miss ini tersedia dalam dua pilihan warna, hitam, dan cokelat. Selain itu, Just Miss Eyebrow Pencil juga memiliki berbagai model, beberapa di antaranya dilengkapi dengan rautan kecil dan spoolie. Praktis, kan?



Untuk kalian yang memiliki rambut alis yang tidak terlalu tebal, Just Miss Eyebrow Pencil ini bisa jadi pilihan yang tepat. Tekstur pensilnya yang creamy membuat kalian bisa membentuk alis dengan mudah dan cepat. Tidak hanya itu saja, warna cokelat dari pensil alis Just Miss merupakan warna cokelat dengan cool undertone (tidak ada hint kemerahan), jadi alis akan terlihat natural. 

4. Fanbo Fantastic Eyebrow Pencil (Rp 25.000)

Pensil alis merek lokal lainnya yang bisa kalian coba adalah Fanbo Fantastic Eyebrow Pencil. Produk ini memang sering direkomendasikan oleh beauty blogger/vlogger karena kualitasnya yang bagus dan tidak kalah dengan pensil alis merek luar. Bahkan, beberapa teman blogger lebih menyukai pensil alis Fanbo dengan harga terjangkau ini dibandingkan merek high-end dari luar negeri. 

Dengan kandungan vitamin C dan E yang berperan sebagai antioksidan, pensil alis Fanbo tidak hanya membuat alis kamu on fleek tetapi juga bisa merawat kesehatan alis. Sama seperti pensil alis lokal lainnya, Fanbo Fantastic Eyebrow Pencil juga tersedia dalam dua warna, yaitu hitam dan cokelat. Alasan utama kenapa pensil alis Fanbo menjadi favorit banyak beauty blogger/vlogger adalah karena formulanya tidak terlalu keras tetapi juga tidak terlalu creamy sehingga warna yang dikeluarkan pas (tidak terlalu tebal), cocok untuk kalian yang baru belajar bikin alis. 

5. Mukka Cosmetic Eyebrow Pencil (Rp 6.000)

Satu lagi nih pensil alis dengan harga yang lebih murah dibandingkan semangkuk bakso, yaitu Mukka Cosmetic Eyebrow Pencil. Ada dua pilihan warna yang bisa kalian pilih, yaitu hitam dan cokelat. Salah satu alasan kenapa aku suka dengan pensil alis Mukka ini adalah warna cokelatnya yang lebih condong ke dark brown tanpa hint merah. Kalau dari teksturnya, Mukka Cosmetics Eyebrow Pencil cukup creamy. Pensil alis dengan tekstur seperti ini cocok untuk kalian yang memiliki rambut alis tidak terlalu tebal. Hanya dengan ditekan sedikit saja, warna pensil alis ini sudah keluar. Pensil alis ini juga sudah dilengkapi dengan sikat pada tutupnya, lho!


*** 

Itu dia lima pensil alis lokal dengan harga terjangkau yang wajib kamu coba. Kenapa aku bilang wajib coba karena aku sendiri sudah mencoba semuanya dan menurut aku semuanya memiliki kualitas yang baik dan sudah terdaftar di BPOM. Jadi, kalian tidak perlu ragu untuk menggunakannya. Semua pensil alis lokal di atas bisa kalian dapatkan dengan mudah di toko kosmetik dan e-commerce seperti Shopee. Kalian tinggal memilih pensil alis yang sesuai dengan bujet kalian deh untuk mendapatkan eyebrow on fleek. 

Semoga rekomendasi 5 pensil alis merek lokal ini bisa membantu kalian yang sedang bingung memilih pensil alis yang bagus dan murah, ya! Anyway, boleh juga dong share pensil alis favorit kalian dan alasannya. Siapa tahu aku juga tergoda untuk mencoba dan menuliskan review-nya di blog ini. 

Thanks for reading!

Tema blog favorit Talkativetya - BPN 30 Day Blog Challenge (Day 2)

Seperti yang sudah aku ceritakan di postingan sebelumnya (kalau belum baca hayok cepat-cepatlah klik di sini biar nyambung ceritanya), aku membuat keputusan untuk fokus di niche beauty di akhir tahun 2012. Waktu itu topik atau tema blog yang aku tulis hanyalah seputar review produk makeup dan skincare yang aku coba. Sebelum diprotes banyak orang, aku mau bilang kalau tulisan-tulisan aku di awal ngeblog dengan niche beauty ini terbilang alay (aku tuh orangnya jujur lho). Jadi jangan kaget ya. 


Seiring dengan waktu dan juga hasil membaca tulisan teman-teman beauty blogger dalam dan luar negeri, ternyata banyak sekali topik yang bisa dibahas di blog. Dari semua topik tersebut, aku punya beberapa tema tulisan di blog yang aku suka, yaitu: 

1. Review produk

Kalau yang satu ini nggak perlu ditanya lah ya. Namanya juga blog dengan niche beauty, tentu postingan dengan tema review produk menjadi andalan. Hal yang paling aku suka dari menulis review produk, baik itu produk skincare atau makeup adalah aku bebas mengutarakan pendapat aku tentang suatu produk dengan jujur sesuai dengan pengalaman aku. FYI, semua review produk di blog ini aku coba langsung lho. 

Gimana dengan postingan kerjasama review produk (endorsement)? Tetap jujur nggak opininya? Tentu saja iya dong. Salah satu hal yang aku pelajari dari menulis review produk adalah bagaimana cara menyampaikan kekurangan suatu produk dengan cara yang elegan. Jadi nggak langsung bilang: “Ini produk jelek! Jangan dibeli.” Siapapun pasti nggak mau dong kalau dikatain jelek. Jadi teman-teman, koentji oetama-nja adalah tuliskan kekurangan (kalau memang ada) dengan bahasa yang baik dan sopan.  


Berhubung aku ini kan ibu rumah tangga dengan budget pas-pasan, aku selalu berusaha agar produk yang aku review di blog ini adalah produk dengan harga yang terjangkau baik dari brand lokal maupun luar negeri. Paling mahal Rp200.000 lah. Kalau nominalnya diatas itu, ada  kemungkinan produk itu aku dapatkan dari kerjasama. Soalnya kalau sampai ketahuan aku beli suatu produk dengan harga mahal, dijamin pak suami bakalan ngambek. Hehehe. 

2. Rekomendasi produk

Selain menulis review produk secara detil, aku juga suka menulis daftar rekomendasi produk. Tujuan utama dari tulisan rekomendasi produk ini tentu saja untuk memberikan informasi dan saran kepada teman-teman pembaca blog. Salah satu tulisan rekomendasi produk yang sampai saat ini masih menduduki posisi popular post di blog Talkativetya adalah 7 Eyeliner Pen merek lokal yang wajib kamu coba. Beberapa tulisan rekomendasi lainnya adalah 5 Face Scrub Lokal Murah Meriah yang Wajib Kamu Coba dan 5 Rekomendasi Foundation Lokal dengan Harga 10 Ribuan


3. DIY (Do It Yourself)

Budget belanja skincare dan makeup yang pas-pasan membuat aku harus pintar mencari akal agar wajah tetap kece tanpa keluar banyak uang. Cara yang paling mudah adalah dengan membuat DIY (Do It Yourself). Aku nggak munafik kok, sebagian besar ide aku dapatkan dari hasil browsing di Pinterest lalu aku coba terapkan dengan menambahkan kearifan lokal (baca: pakai bahan yang seadanya di rumah). 


Menurut aku, membuat tulisan DIY itu cukup merepotkan karena aku harus mengambil gambar setiap langkahnya. Meskipun begitu, aku sangat menikmati prosesnya. Alhamdulillah pak suami dan anak-anak suka membantu ketika membuat tulisan DIY. Anyway, beberapa tulisan DIY aku yang cukup ngehits adalah LED Ring Light Murah Meriah dan Gampang,  Makeup Brush Drying RackMake your own Setting Powder, dan [DIY] Coconut Coffee Scrub Bars for Cellulites and Stretchmark. Kalau kalian penasaran dengan tulisan DIY aku lainnya, langsung aja klik Blog Category DIY di sidebar ya. 

4. Tips 

Ini adalah tema blog terakhir yang paling suka aku tulis. Tips yang aku tulis juga beragam, mulai dari tips kecantikan sampai tips blogging. Sama seperti review produk, semua tips yang aku tulis di blog ini aku coba langsung. Jadi tips-nya nggak asal tulis ya. Aku paham kalau tiap orang memiliki cara pandang yang berbeda-beda. Jadi belum tentu tips yang punya dampak besar untuk aku bisa berdampak sama besarnya di orang lain. Meskipun begitu, aku selalu percaya kalau tips yang aku tulis di blog ini bisa memberikan manfaat walau hanya untuk satu orang saja. 



***

Sebetulnya masih banyak lagi sih tema tulisan di blog ini, tetapi kalau ditanya tema blog yang paling disukai ya keempat itu. Alhamdulillah sampai saat ini aku belum pernah merasa bosan menuliskan tema-tema tersebut. Permasalahannya justru aku kadang tidak punya banyak waktu untuk menulis blog karena kesibukan aku. 

Anyway, dari empat tema blog yang bisa kalian baca di blog Talkativetya, tema apa yang jadi favorit kalian? Atau mungkin kalian punya ide tema lainnya yang bisa aku tulis di blog ini? Share di kolom komentar di bawah ya.

Thanks for reading!

Auto Post Signature